makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Perbedaan antara Systematic Risk dan Unsystematic Risk pada Investasi

author
Content Management
author
17 November 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Dalam berinvestasi, terdapat dua jenis risiko yang wajib dipahami, yaitu systematic risk (risiko sistematis) dan unsystematic risk (risiko tidak sistematis).
  • Systematic risk sulit untuk dieliminasi karena berasal dari kondisi makroekonomi, seperti inflasi, suku bunga, krisis ekonomi, kebijakan pemerintah, hingga ketegangan geopolitik.
  • Unsystematic risk dapat diminimalisir dengan strategi diversifikasi portofolio. Risiko ini biasanya disebabkan oleh manajemen buruk, perubahan strategi bisnis, masalah hukum, atau gangguan operasional dalam suatu perusahaan.

Risiko adalah faktor yang selalu melekat pada setiap keputusan keuangan, termasuk saat berinvestasi. Anda perlu memahami bahwa keberhasilan dalam berinvestasi tidak hanya bergantung pada seberapa besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh, tetapi juga pada kemampuan mengelola berbagai jenis risiko. 

Dua jenis risiko yang harus Anda ketahui adalah systematic risk dan unsystematic risk. Pemahaman yang tepat terhadap kedua risiko ini dapat membantu Anda menentukan porsi investasi dan strategi pengelolaan portofolio yang lebih optimal.

Memahami Systematic Risk

Systematic risk adalah jenis risiko yang berasal dari faktor-faktor eksternal yang memengaruhi seluruh pasar secara keseluruhan. Risiko ini tidak terbatas pada satu sektor, industri, atau perusahaan, melainkan berdampak pada berbagai jenis aset dan instrumen investasi di pasar keuangan.

1. Faktor munculnya systematic risk

Systematic risk muncul karena beberapa kondisi makroekonomi dan faktor eksternal, beberapa contohnya meliputi:

  • Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang mengurangi daya beli masyarakat dan menurunkan nilai riil dari investasi.

  • Perubahan suku bunga

Perubahan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) memengaruhi biaya pinjaman dan investasi, sehingga bisa berdampak pada kinerja perusahaan dan pasar keuangan.

  • Krisis ekonomi

Krisis ekonomi seperti resesi, menyebabkan melambatnya pertumbuhan bisnis, meningkatnya pengangguran, dan turunnya berbagai nilai aset secara signifikan.

  • Kebijakan pemerintah

Kebijakan baru seperti perubahan pajak atau tarif impor dapat mengubah prospek industri secara luas dan menimbulkan ketidakpastian bagi investor.

  • Geopolitik

Ketegangan politik dan konflik antarnegara menciptakan ketidakpastian global yang memicu fluktuasi tajam di pasar investasi.

Ketika systematic risk terjadi, dampaknya tidak terbatas pada satu sektor atau perusahaan saja, melainkan meluas dan memengaruhi sebagian besar instrumen investasi di seluruh pasar keuangan.

2. Cara mengelola systematic risk

Walaupun tidak bisa dihindari sepenuhnya, systematic risk dapat diminimalisir melalui beberapa cara, antara lain:

  • Hedging

Investor dapat menggunakan instrumen derivatif seperti opsi atau kontrak berjangka untuk hedging atau melindungi nilai investasinya dari fluktuasi pasar yang tidak terduga.

  • Investasi ke sektor defensif

Mengalokasikan dana pada sektor saham yang cenderung stabil seperti kesehatan atau barang konsumsi primer dapat membantu mengurangi dampak gejolak pasar.

  • Memindahkan dana ke aset safe haven

Saat pasar mengalami volatilitas tinggi, investor bisa mengalihkan investasinya ke aset safe haven seperti emas, obligasi pemerintah, atau mata uang yang stabil.

Untuk memahami dan mengantisipasi systematic risk, investor perlu memperhatikan indikator dan tren makroekonomi, seperti pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), siklus inflasi, suku bunga acuan bank sentral, indeks kepercayaan konsumen, serta stabilitas politik dan sosial.

Memahami Unsystematic Risk

Unsystematic risk adalah jenis risiko yang berasal dari faktor internal suatu perusahaan atau sektor tertentu. Risiko ini bersifat spesifik dan tidak berdampak pada pasar secara keseluruhan, melainkan hanya memengaruhi kelompok kecil entitas. Dikarenakan sifatnya yang terbatas, risiko ini dapat dikurangi atau dieliminasi melalui strategi diversifikasi portofolio.

1. Faktor munculnya unsystematic risk

Berikut ini merupakan beberapa penyebab unsystematic risk, antara lain:

  • Manajemen perusahaan yang buruk

Kinerja perusahaan bisa terganggu jika dipimpin oleh manajemen yang tidak kompeten atau membuat keputusan strategis yang keliru.

  • Perubahan strategi bisnis

Strategi yang tidak efektif, seperti peluncuran produk yang tidak diterima pasar atau arah bisnis yang tidak sesuai harapan, dapat menurunkan nilai valuasi saham perusahaan tersebut.

  • Persoalan hukum dan regulasi

Keterlibatan dalam kasus hukum atau pelanggaran peraturan bisa menyebabkan kerugian finansial dan merusak reputasi perusahaan.

  • Penurunan permintaan produk

Jika konsumen beralih ke produk pesaing atau minat pasar menurun, pendapatan perusahaan bisa terdampak karena mengalami penurunan permintaan secara signifikan.

  • Gangguan operasional

Masalah internal seperti mogok kerja, kebakaran, atau kerusakan mesin dapat menghambat proses bisnis dan merugikan perusahaan.

2. Cara mengelola unsystematic risk

Unsystematic risk dapat diminimalkan bahkan dieliminasi dengan berbagai pendekatan, terutama melalui diversifikasi dan analisis mendalam. Strategi pengelolaannya meliputi:

  • Diversifikasi portofolio

Menyebar investasi ke berbagai saham atau instrumen dari sektor dan perusahaan yang berbeda dapat mengurangi risiko spesifik terhadap satu entitas.

  • Riset fundamental sebelum berinvestasi

Memeriksa laporan keuangan, struktur manajemen, dan model bisnis perusahaan untuk memahami potensi risiko internal.

  • Memahami sektor industri terkait

Mempelajari tren dan tantangan industri tempat perusahaan beroperasi dapat membantu dalam mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.

  • Analisis kinerja perusahaan secara rutin

Memantau perubahan dalam laporan keuangan, berita terkini, dan strategi bisnis perusahaan secara berkala.

Dikarenakan unsystematic risk cakupannya lebih kecil, investor yang teliti dan menggali informasi lebih dalam memiliki peluang lebih besar untuk membangun portofolio yang stabil dan berisiko rendah.

Secara garis besar, perbedaan antara systematic risk dan unsystematic risk terletak pada sumber risiko serta cara pengelolaannya. Systematic risk berasal dari faktor makroekonomi yang memengaruhi pasar secara keseluruhan. Anda hanya dapat meminimalisirnya dengan strategi lindung nilai atau pemilihan aset yang lebih defensif. Sementara itu, unsystematic risk berasal dari faktor internal perusahaan atau sektor tertentu dan dapat dikurangi secara signifikan melalui rebalancing portofolio serta analisis laporan keuangan secara tepat.

Dengan memahami kedua jenis risiko ini, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih rasional dan terukur. Mengelola investasi tidak hanya soal mengejar imbal hasil, tetapi juga mengenai bagaimana Anda menjaga stabilitas nilai portofolio agar tetap sejalan dengan tujuan keuangan jangka panjang. 

Anda bisa meminimalisir systematic risk dan unsystematic risk melalui investasi di beberapa jenis reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan. Pertama, ada reksa dana pasar uang yang mayoritas dananya dialokasikan pada instrumen pasar uang seperti deposito dan surat utang jangka pendek. Dikarenakan risikonya relatif rendah dan likuiditasnya lebih tinggi dibanding jenis reksa dana lainnya, produk reksa dana pasar uang sangat cocok untuk Anda yang memiliki tujuan jangka pendek atau profil risiko konservatif.

Lalu, ada pilihan reksa dana pendapatan tetap yang mengalokasikan minimal 80% dana kelolaannya ke dalam obligasi, baik milik pemerintah maupun korporasi. Jenis ini menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang dan cocok bagi investor dengan profil risiko moderat yang menginginkan pertumbuhan stabil dalam jangka menengah hingga panjang.

Ada juga reksa dana campuran yang mendistribusikan dana kelolaan secara proporsional ke saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Alokasi maksimum pada masing-masing instrumen tidak melebihi 79%, sehingga cocok bagi investor yang mencari diversifikasi dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan pasar.

Terakhir, ada reksa dana saham yang memiliki risiko tinggi dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. Minimal 80% aset kelolaannya ditempatkan pada saham, sehingga berpotensi memberikan potensi imbal hasil paling tinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya, namun juga disertai dengan fluktuasi nilai yang besar.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Prosperity November, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Tidak Semua Saham Layak Dikoleksi, Ini Perbedaan Saham Best Buy dan Worst Buy dalam Portofolio Investasi

Key Takeaways: Dalam membangun portofolio investasi saham, salah satu tantangan terbesar bagi investor adalah membedakan antara saham yang benar-benar berkualitas (best buy) dan saham yang sebaiknya dihindari (worst buy). Tidak semua saham yang harganya murah layak dibeli, dan tidak semua saham yang populer menjamin keuntungan. Memahami perbedaan fundamental antara kedua kategori ini adalah langkah krusial […]

author
Content Management
calendar
02 April 2026
Artikel

Buy and Hold Reksa Dana dalam Kondisi Pasar Sedang Turun, Apakah Tindakan yang Tepat?

Key Takeaways: Strategi buy and hold pada reksa dana merupakan pendekatan investasi jangka panjang, di mana investor mempertahankan investasinya tanpa melakukan penjualan atau pencairan. Tujuannya adalah memperoleh pertumbuhan aset secara bertahap dan optimal. Berbeda dengan trading aktif yang mengandalkan timing pasar, strategi ini lebih konsisten dan disiplin. Dalam reksa dana, strategi investasi ini didukung oleh […]

author
Content Management
calendar
01 April 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp266,82 triliun per Februari 2026, naik 5,05% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Campuran Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Saham Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang year-to-date (YTD) per 31 Maret 2026 akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, berlanjutnya konflik Timur Tengah mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 79% YTD, disertai kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Dari sisi domestik, sentimen dipengaruhi kekhawatiran fiskal dan pembekuan rebalancing […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0