makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Mengapa Investor Saham Perlu Memantau Purchasing Managers’ Index sebagai Indikator Siklus Ekonomi

author
Content Management
author
06 November 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • PMI memberikan gambaran awal tentang kondisi ekonomi melalui survei bulanan terhadap manajer pembelian di sektor manufaktur dan jasa.
  • PMI disusun dari lima komponen, yaitu pesanan baru, produksi, persediaan, pengiriman dari pemasok, dan ketenagakerjaan.
  • Perubahan angka PMI sering memicu respons pasar, karena dianggap sebagai indikator awal arah ekonomi.

Sebagai seorang investor saham, Anda perlu memahami berbagai indikator ekonomi yang dapat memengaruhi pergerakan pasar. Salah satu indikator yang sering digunakan oleh analis dan pelaku pasar adalah Purchasing Managers’ Index (PMI). Indikator ini memberikan gambaran awal tentang kondisi ekonomi suatu negara, khususnya di sektor manufaktur dan jasa. Mari kita bahas secara komprehensif apa itu PMI, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa Anda sebagai investor saham perlu memantau pergerakan indeks ini untuk mengambil keputusan yang lebih strategis.

Memahami Purchasing Managers’ Index (PMI)

Untuk dapat memanfaatkan PMI secara efektif, Anda perlu mengetahui apa yang diukur oleh indikator ini dan bagaimana cara kerjanya. PMI adalah sebuah indikator ekonomi yang mengukur tingkat aktivitas bisnis berdasarkan survei terhadap manajer pembelian (purchasing managers) di perusahaan-perusahaan besar. Indeks ini umumnya dirilis setiap bulan oleh lembaga survei seperti S&P Global. PMI terdiri dari lima komponen, yaitu:

1. Pesanan baru (new orders)

Komponen ini mencerminkan permintaan baru terhadap produk atau jasa dari pelanggan, baik domestik maupun internasional. Anda perlu memperhatikan bahwa pertumbuhan pesanan baru biasanya menjadi indikator paling awal dari peningkatan aktivitas ekonomi. Jika pesanan baru meningkat, maka perusahaan kemungkinan akan meningkatkan produksi, menambah tenaga kerja, dan meningkatkan pembelian bahan baku. 

Sebaliknya, penurunan pesanan baru bisa menjadi sinyal melemahnya permintaan pasar. Bagi investor saham, tren pesanan baru sangat penting karena mencerminkan kondisi permintaan di pasar riil. Peningkatan signifikan dalam komponen ini bisa menjadi salah satu tanda awal bahwa pendapatan perusahaan akan meningkat dalam kuartal mendatang.

2. Produksi (output)

Produksi mengukur tingkat aktivitas pabrik atau penyedia jasa dalam menghasilkan barang atau layanan. Peningkatan output biasanya terjadi sebagai respons terhadap meningkatnya pesanan baru. Namun, output juga bisa terpengaruh oleh faktor lain seperti efisiensi operasional, kapasitas produksi, dan gangguan dalam rantai pasok.

Sebagai investor, Anda perlu memantau komponen ini karena peningkatan output mencerminkan ekspansi ekonomi, yang dapat mendorong pendapatan perusahaan dan kenaikan harga saham. Di sisi lain, penurunan output, bisa menunjukkan perlambatan kegiatan usaha atau adanya hambatan produksi, yang bisa berdampak negatif terhadap profitabilitas.

3. Persediaan (inventories)

Komponen persediaan menunjukkan jumlah bahan baku atau barang jadi yang disimpan oleh perusahaan. Perubahan dalam tingkat persediaan dapat mencerminkan ekspektasi bisnis terhadap permintaan di masa depan. Jika perusahaan memperbesar persediaan, berarti ada indikasi bahwa permintaan akan meningkat. 

Sebaliknya, pengurangan persediaan bisa menunjukkan sikap hati-hati atau indikasi penurunan permintaan. Namun, Anda perlu menginterpretasikan komponen ini dengan cermat, karena persediaan yang menumpuk bisa juga menjadi beban biaya dan ketidakefisienan operasional.

4. Pengiriman dari pemasok (supplier deliveries)

Komponen ini mencerminkan kecepatan pengiriman bahan baku atau komponen oleh pemasok ke produsen. Penurunan kecepatan pengiriman dianggap sebagai indikator positif, karena biasanya terjadi akibat tingginya permintaan dan beban kerja pemasok yang meningkat. Sebaliknya, pengiriman yang terlalu cepat dapat mencerminkan lemahnya permintaan.

Perubahan dalam komponen ini bisa mengindikasikan tekanan dalam rantai pasok, yang bisa memengaruhi margin keuntungan perusahaan. Jika terjadi keterlambatan pengiriman secara masif, perusahaan mungkin mengalami kesulitan memenuhi permintaan pasar, yang pada akhirnya berdampak pada performa saham.

5. Ketenagakerjaan (employment)

Komponen ini mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di sektor yang disurvei. Peningkatan dalam perekrutan tenaga kerja menunjukkan optimisme bisnis terhadap kondisi masa depan dan biasanya berkaitan dengan peningkatan produksi. Sebaliknya, pengurangan tenaga kerja bisa menjadi tanda bahwa perusahaan sedang mengalami penurunan pesanan atau sedang melakukan efisiensi biaya.

Komponen ketenagakerjaan penting untuk Anda cermati karena berhubungan langsung dengan biaya operasional dan potensi produktivitas perusahaan. Di sisi lain, tren ketenagakerjaan juga memengaruhi indikator makro lain seperti angka pengangguran dan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan berimbas pada konsumsi dan kinerja pasar saham secara umum.

Angka PMI dinyatakan dalam skala 0 hingga 100. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi ekonomi di komponen terkait, sementara angka di bawah 50 mengindikasikan kontraksi. Di bawah ini merupakan data PMI Indonesia S&P Global dalam 3 bulan terakhir:

Gambar 1. Data PMI Indonesia S&P Global

Sumber: S&P Global

Data PMI Indonesia menunjukkan pemulihan berkelanjutan dari kondisi kontraktif di Juli 2025 menuju zona ekspansi yang stabil sejak Agustus. Setelah mencatat sedikit penurunan di September, PMI kembali meningkat ke level 51,2 pada Oktober 2025, menandakan aktivitas manufaktur yang tetap solid dan optimisme bisnis yang terjaga.

Konsistensi PMI di atas 50 selama tiga bulan berturut-turut menjadi sinyal bahwa sektor manufaktur Indonesia masih berada dalam fase ekspansi, sekaligus memberi sinyal positif bagi prospek kinerja korporasi domestik.

Anda juga perlu ingat, dikarenakan rilisnya setiap bulan, data PMI menjadi salah satu indikator awal yang dapat memberikan sinyal tentang arah pergerakan ekonomi, sebelum data seperti Produk Domestik Bruto (PDB) diumumkan.

Alasan Investor Saham Perlu Menganalisis Purchasing Managers’ Index

Sebagai investor, Anda tentu perlu mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi dalam menyusun strategi investasi. Berikut adalah beberapa alasan kuat mengapa Anda perlu mencermati PMI secara rutin.

1. PMI memberikan sinyal awal perubahan siklus ekonomi

PMI merupakan indikator leading, bukan indikator lagging, yang berarti bisa menjadi salah satu acuan awal arah perekonomian. Jika PMI menunjukkan angka yang meningkat selama beberapa bulan berturut-turut, maka besar kemungkinan ekonomi sedang berada dalam fase ekspansi. 

Sebaliknya, penurunan PMI yang konsisten bisa menjadi peringatan awal akan terjadinya perlambatan ekonomi atau bahkan resesi. Dengan memahami arah siklus ekonomi, Anda dapat menyesuaikan portofolio investasi, misalnya dengan mengurangi eksposur pada saham siklikal saat tanda-tanda kontraksi muncul atau meningkatkan posisi pada saham defensif.

2. PMI berdampak langsung pada sentimen pasar

Rilis data PMI sering berdampak signifikan terhadap pergerakan pasar saham. Investor institusional, analis keuangan, dan manajer investasi (MI) juga memperhatikan data ini. Dengan memantau jadwal rilis PMI dan hasilnya, Anda bisa mengantisipasi fluktuasi jangka pendek di pasar saham dan memanfaatkannya untuk mengambil posisi beli atau jual.

3. PMI memengaruhi sektor tertentu secara spesifik

Indeks PMI terdiri dari sektor manufaktur dan jasa. Kedua sektor ini memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal sensitivitas terhadap perubahan ekonomi. Jika Anda berinvestasi pada saham di sektor industri, otomotif, atau barang konsumsi, maka PMI manufaktur sangat relevan untuk Anda. Sementara itu, bagi Anda yang menanamkan modal di sektor keuangan, kesehatan, atau teknologi informasi, maka PMI jasa (services PMI) menjadi acuan yang lebih sesuai.

Dengan menyesuaikan strategi berdasarkan sektor yang relevan dengan portofolio Anda, keputusan investasi yang Anda ambil akan lebih berbasis data dan responsif terhadap dinamika ekonomi.

4. PMI berkaitan dengan fundamental perusahaan

PMI berkaitan erat dengan aktivitas produksi, dan permintaan barang atau jasa. Ketika PMI naik, perusahaan cenderung mengalami peningkatan pesanan, penjualan, dan margin laba. Hal ini akan tercermin dalam laporan keuangan. Dengan memahami tren PMI, Anda bisa memprediksi kinerja fundamental emiten sebelum laporan keuangan dirilis. Hal ini memberi Anda keunggulan dalam membuat keputusan lebih awal dibandingkan investor lain yang hanya menunggu data finansial perusahaan.

5. PMI berperan dalam menilai risiko makroekonomi

Investor yang cerdas tidak hanya memperhatikan return, tetapi juga risiko. PMI dapat membantu Anda mengukur risiko makroekonomi yang mungkin memengaruhi pasar saham. Contohnya, penurunan PMI yang tajam selama beberapa bulan dapat menunjukkan bahwa risiko sistemik sedang meningkat, seperti tekanan inflasi, gangguan rantai pasokan, atau penurunan permintaan global. Dengan mengintegrasikan data PMI dalam analisis risiko Anda, maka alokasi aset yang Anda buat akan lebih tahan terhadap gejolak pasar.

PMI adalah salah satu indikator ekonomi yang dapat memberikan gambaran awal mengenai arah pergerakan siklus ekonomi. Anda perlu menjadikan PMI sebagai salah satu bahan analisis dalam menyusun strategi investasi untuk menyesuaikan dengan dinamika pasar. Dengan mencermati data PMI, Anda dapat mengidentifikasi fase ekspansi atau kontraksi ekonomi lebih awal, serta menyesuaikan portofolio saham untuk mengoptimalkan potensi imbal hasil dan mengurangi risiko.

Namun, jika Anda belum memiliki cukup waktu atau pengalaman untuk menganalisis indikator ekonomi seperti PMI, bukan berarti Anda harus melewatkan peluang investasi yang ada. Anda dapat memiliki eksposur di pasar modal secara praktis melalui reksa dana saham.

Pastikan juga bahwa Anda berinvestasi melalui Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di Makmur, pilihan produk reksa dana dan manajer investasi telah dikurasi secara profesional, sehingga Anda dapat berinvestasi dengan menyesuaikan profil risiko


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Prosperity November, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Mengapa AUM Besar Tidak Menjamin Kinerja Optimal Suatu Reksa Dana Saham? Ini Penjelasannya

Key Takeaways: Assets under management (AUM) atau total dana kelolaan dari suatu reksa dana saham dapat menjadi salah satu indikator kredibilitas, karena menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap manajer investasi (MI), termasuk investor institusi besar seperti dana pensiun yang telah melakukan due diligence atau proses penilaian untuk menempatkan dana. Namun, besarnya AUM tidak selalu menjamin kinerja […]

author
Content Management
calendar
28 April 2026
Artikel

Sebelum Mengalokasikan Dana Investasi, Ini Cara Mengevaluasi Periode Investasi Reksa Dana Secara Objektif

Key Takeaways: Evaluasi periode investasi menjadi aspek fundamental dalam pengelolaan portofolio. Keberhasilan investasi bergantung pada pemilihan produk dan kemampuan investor untuk secara objektif menilai kinerja dan menyesuaikan periode investasi dengan tujuan keuangan serta profil risiko pribadi. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai indikator kinerja, risiko, dan karakteristik masing-masing jenis reksa dana menjadi krusial bagi setiap […]

author
Content Management
calendar
27 April 2026
Artikel

MSCI Kembali Bekukan Rebalancing Indeks Saham Indonesia, BREN dan DSSA Berpotensi Keluar dari Indeks

Key Takeaways: Pada Senin, 20 April 2026, Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali mengumumkan pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Keputusan ini menandai penundaan perubahan konstituen indeks, termasuk penambahan saham baru maupun penyesuaian bobot saham yang sudah ada.  Langkah ini bukan pertama kalinya dilakukan. Pembekuan rebalancing MSCI sebelumnya juga terjadi pada 27 […]

author
Content Management
calendar
22 April 2026
Artikel

Buy on Weakness Sering Dianggap Aman, Padahal Tidak Semua Koreksi Layak Dibeli

Key Takeaways: Buy on weakness sering dipandang sebagai strategi investasi yang bisa dilakukan setiap investor, karena dianggap cukup dengan membeli saham saat harga mengalami penurunan, lalu bisa mendapatkan potensi imbal hasil ketika harga sahamnya sudah pulih. Padahal, tidak semua saham yang mengalami koreksi layak untuk dibeli. Selain itu, koreksi pasar bisa terjadi dalam jangka waktu […]

author
Content Management
calendar
21 April 2026
Artikel

Investasi di Saham Sektor Basic Materials, Mengapa Sangat Dipengaruhi Harga Komoditas Global?

Key Takeaways: Sektor saham basic materials di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencakup emiten penyedia bahan baku industri, seperti logam, pertambangan, semen, dan kimia. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Trimegah Bangun Persada […]

author
Content Management
calendar
20 April 2026
Artikel

Optimalkan Peluang di Tengah Volatilitas Pasar Obligasi dengan Makmur iElite

Key Takeaways: Memasuki kuartal II 2026, pasar keuangan global masih menunjukkan peningkatan volatilitas yang dipicu oleh berlanjutnya tekanan geopolitik serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global. Di tengah kondisi tersebut, peningkatan penerbitan utang negara (debt issuance) secara global turut menambah pasokan obligasi di pasar, sehingga memberikan tekanan pada harga dan mendorong pergerakan yield menjadi semakin […]

author
Content Management
calendar
15 April 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0