






Memahami jenis saham merupakan langkah awal yang penting sebelum Anda menempatkan modal. Salah satu kategori saham yang menarik bagi investor adalah saham cyclical. Saham jenis ini memiliki karakteristik yang cenderung bergerak mengikuti siklus ekonomi. Ketika ekonomi tumbuh, nilainya meningkat signifikan. Namun, saat terjadi perlambatan ekonomi, harganya dapat turun cukup dalam. Oleh karena itu, memahami kapan waktu yang tepat membeli saham cyclical sangat penting agar Anda tidak salah langkah dalam mengambil keputusan investasi.
Sebelum menentukan waktu pembelian, Anda perlu mengenali ciri-ciri saham cyclical. Beberapa karakteristik saham cyclical antara lain:
Perusahaan dengan saham cyclical biasanya mencatat kenaikan pendapatan pada laporan keuangan di periode ketika ekonomi sedang tumbuh signifikan, karena meningkatnya permintaan terhadap produk atau jasa. Namun, ketika ekonomi melemah, daya beli konsumen menurun, dan aktivitas bisnis melambat, sehingga pendapatan perusahaan pun ikut mengalami penurunan. Pola ini terjadi secara berulang mengikuti siklus ekonomi, yang membuat kinerja keuangan perusahaan cyclical cenderung fluktuatif dari waktu ke waktu.
Saham ini umumnya berasal dari sektor-sektor yang sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan ekonomi, dan permintaan. Contohnya sektor properti, yang biasanya mengalami lonjakan permintaan ketika suku bunga rendah, dan pendapatan masyarakat meningkat, tetapi berpotensi mengalami penurunan saat kondisi ekonomi sedang bergejolak.
Harga saham cyclical cenderung mengalami kenaikan yang signifikan ketika aktivitas ekonomi meningkat, karena pada fase tersebut daya beli masyarakat, tingkat konsumsi, dan permintaan terhadap produk atau jasa perusahaan di sektor tersebut juga bertumbuh. Kondisi ini mendorong peningkatan pendapatan, dan laba perusahaan yang pada akhirnya tercermin dalam kenaikan harga saham. Sebaliknya, ketika ekonomi menurun, aktivitas bisnis melemah, dan pendapatan perusahaan berkurang, harga saham cyclical berpotensi ikut mengalami penurunan.
Menentukan waktu yang tepat untuk membeli saham cyclical memerlukan pemahaman dinamika ekonomi, dan perilaku pasar. Berikut merupakan upaya yang dapat membantu Anda dalam menentukan waktu yang tepat untuk membeli saham cyclical:
Dalam teori ekonomi makro, siklus ekonomi (business cycle) secara umum terdiri dari empat fase, yaitu:
Pada fase ekspansi, aktivitas ekonomi sedang tumbuh. Produksi meningkat, perusahaan membuka lebih banyak lapangan kerja, dan daya beli masyarakat naik. Ini adalah periode di mana bisnis berkembang, investasi mengalir deras, dan kondisi pasar secara umum positif.
Fase puncak merupakan titik tertinggi dari pertumbuhan ekonomi. Pada tahap ini, ekonomi berada dalam kondisi sangat kuat, tetapi biasanya mulai muncul tekanan seperti inflasi yang tinggi atau harga aset yang terlalu mahal. Ini menandakan bahwa ekonomi mungkin akan segera melambat.
Kontraksi adalah fase ketika pertumbuhan ekonomi mulai melemah. Produksi menurun, tingkat pengangguran meningkat, dan konsumsi masyarakat melambat. Jika kontraksi berlangsung cukup lama dan dalam, maka bisa berkembang menjadi resesi.
Palung adalah titik terendah dalam siklus ekonomi, ketika aktivitas ekonomi berada dalam kondisi paling lemah. Namun, fase ini juga menandai akhir dari perlambatan, dan menjadi titik awal menuju pemulihan, serta ekspansi kembali.
Waktu terbaik untuk membeli saham cyclical biasanya berada di fase akhir resesi menuju awal ekspansi, ketika kondisi ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada tahap ini, suku bunga biasanya masih rendah, inflasi terkendali, dan permintaan pasar mulai meningkat. Saham cyclical cenderung bergerak naik lebih cepat dibandingkan saham defensif saat pemulihan ekonomi berlangsung.
Sebagai catatan, setiap fase dalam siklus ekonomi berlangsung dengan durasi yang berbeda-beda dan tidak ada yang bisa memastikan secara tepat kapan suatu fase akan berakhir atau berganti ke fase berikutnya. Namun, setiap fase biasanya memiliki tanda-tanda tertentu, sehingga penting bagi Anda untuk menganalisis beberapa indikator ekonomi sebagai acuan untuk mengambil keputusan yang lebih bijak.
Indikator ekonomi dapat menjadi petunjuk penting dalam menentukan momentum pembelian. Beberapa indikator yang perlu Anda perhatikan antara lain:
PDB mencerminkan total nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara. Ketika PDB mulai tumbuh setelah periode penurunan, ini menjadi sinyal bahwa roda ekonomi mulai bergerak kembali. Pertumbuhan PDB yang konsisten biasanya menunjukkan bahwa aktivitas bisnis, dan konsumsi masyarakat sedang meningkat.
Suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) sangat memengaruhi biaya pinjaman dan keputusan investasi. Ketika suku bunga diturunkan, biaya kredit menjadi lebih murah, yang dapat mendorong konsumsi rumah tangga dan ekspansi bisnis. Kondisi ini memberi dampak positif pada permintaan di berbagai sektor bisnis, terutama sektor cyclical yang sangat bergantung pada belanja konsumen.
Indeks manufaktur mengukur aktivitas produksi industri, sementara indeks kepercayaan konsumen menunjukkan seberapa optimis masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan. Ketika kedua indikator ini mulai naik, artinya pelaku bisnis dan masyarakat semakin yakin terhadap pemulihan ekonomi.
Dengan mencermati berbagai indikator ekonomi di atas, Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai arah pergerakan ekonomi, termasuk mengidentifikasi momen ketika ekonomi mulai keluar dari fase kontraksi dan memasuki tahap ekspansi.
Selain memahami kondisi ekonomi, penting juga untuk menganalisis valuasi saham sebelum mengambil keputusan investasi. Saat ekonomi melemah, harga saham cyclical umumnya turun cukup dalam, sehingga menawarkan peluang besar jika dibeli pada harga rendah dan dijual saat pemulihan terjadi.
Untuk menilai apakah suatu saham sedang berada pada harga wajar atau justru undervalue, Anda bisa menggunakan rasio keuangan seperti Price to Earnings (P/E) dan Price to Book Value (PBV). Rasio ini membantu Anda membandingkan harga saham dengan kinerja dan nilai perusahaan, sehingga dapat membuat keputusan investasi yang lebih rasional.
Sebagai tambahan informasi, karena sangat sulit untuk mengetahui secara pasti kapan harga saham berada di titik terendah, Anda dapat menggunakan strategi pembelian bertahap atau dollar cost averaging (DCA).
Dengan strategi DCA, Anda membeli saham cyclical secara berkala dalam jumlah tertentu, tanpa mencoba menebak waktu terbaik. Cara ini membantu meredam risiko membeli pada harga yang belum stabil dan memungkinkan Anda mendapatkan harga rata-rata yang lebih optimal. Ketika ekonomi mulai pulih dan harga saham bergerak naik, Anda tetap berpeluang mendapatkan keuntungan yang menarik dari akumulasi tersebut.
Membeli saham cyclical membutuhkan analisis waktu yang tepat karena pergerakannya sangat dipengaruhi oleh siklus ekonomi. Anda perlu memahami kondisi makroekonomi, menilai valuasi, serta memperhatikan arah arus modal dan sentimen pasar.
Waktu terbaik untuk membeli biasanya berada pada fase akhir resesi menuju awal ekspansi, ketika sinyal pemulihan mulai muncul. Dengan pendekatan analitis dan strategi bertahap, Anda dapat memaksimalkan peluang keuntungan dari saham cyclical sekaligus meminimalkan risiko kerugian akibat perubahan siklus ekonomi.
Memahami siklus ekonomi dan memilih saham yang tepat memang membutuhkan waktu dan pengalaman. Namun, bukan berarti Anda harus menunggu mahir untuk mulai berinvestasi. Reksa dana saham bisa jadi pilihan Anda untuk dapat merasakan pertumbuhan pasar dengan cara yang lebih mudah. Dana Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang sudah terbiasa menganalisis kondisi ekonomi dan memilih saham potensial, termasuk saham cyclical.
Sebelum berinvestasi di suatu produk reksa dana saham, pastikan Anda mempelajari prospektus dan fund fact sheet untuk mengetahui strategi pengelolaan serta saham yang terdapat dalam portofolio. Dengan begitu, Anda dapat memastikan bahwa reksa dana tersebut sesuai dengan profil risiko Anda dan memiliki eksposur terhadap sektor saham cyclical.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Prosperity November, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam memilih saham untuk diinvestasikan, investor dapat menggunakan acuan seperti indeks saham. Indeks saham adalah ukuran statistik yang merepresentasikan pergerakan harga sekelompok saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Indeks berfungsi sebagai tolok ukur (benchmark) yang digunakan menilai kinerja portofolio, mengukur sentimen pasar, serta membantu investor dalam melakukan analisis perbandingan antar saham atau sektor. […]
Key Takeaways: Setiap investor memiliki tujuan investasi yang berbeda. Ada yang menjadikan reksa dana sebagai investasi jangka panjang, misalnya untuk tabungan pensiun. Ada pula yang memanfaatkannya untuk memperoleh keuntungan dari imbal hasil atau return yang ditawarkan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami strategi dalam mengoptimalkan imbal hasil reksa dana. Strategi Mendapatkan Imbal Hasil […]
Key Takeaways: Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh banyak orang, khususnya karyawan dan pegawai. Dana THR umumnya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan serta merayakan momen kebersamaan dengan keluarga. Namun, THR juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan di masa depan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan […]
Key Takeaways: Harga minyak west texas intermediate (WTI) pada (9/3) sempat mencapai US$118 per barel, meningkat sekitar 29,81% dibandingkan harga penutupan di tanggal 6 Maret 2026 yang berada di US$90,90 per barel. Berdasarkan data pembukaan perdagangan (9/3), tren harga minyak mentah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tabel 1. Kenaikan harga minyak mentah dunia […]
Key Takeaways: Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikelompokkan ke dalam berbagai sektor. Pergerakan antar-sektor dapat berbeda, tergantung pada kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Beberapa sektor dapat tumbuh signifikan, sementara lainnya stagnan atau menurun, tergantung kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap analisis sektoral penting, agar bisa menganalisis potensi imbal hasil dan […]
Key Takeaways: Dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil atas modal yang telah diinvestasikan. Besaran dividen yang diterima setiap investor ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki. Dividen merupakan salah satu cara investor untuk memperoleh keuntungan dari investasi saham selain dari kenaikan harga […]