






Menteri Keuangan (Menkeu) Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap prospek pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir tahun 2025. Dalam pernyataannya yang disampaikan di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, pada Jumat, 17 Oktober 2025, ia menyebut bahwa IHSG berpotensi menyentuh level 9.000.
“Akhir tahun IHSG bisa 9.000, tidak terlalu sulit jika pelaksanaan program berjalan sesuai rencana. Fondasi ekonomi mulai menunjukkan perbaikan,” ujar Purbaya.
Setelah pernyataan ini disampaikan, IHSG naik 4,57% ke level 8.277 pada 03 November 2025, mendekati level yang disampaikan oleh Menkeu. Lalu, apa yang membuat Purbaya begitu yakin terhadap pertumbuhan IHSG?
Terdapat dua alasan yang menjadi dasar keyakinan Menkeu Purbaya, yakni keberhasilan program ekonomi pemerintah serta analisis berdasarkan pola siklus bisnis historis di Indonesia. Di bawah ini merupakan penjelasannya:
Purbaya menekankan pentingnya eksekusi yang tepat dalam menjalankan kebijakan ekonomi. Menurutnya, keberhasilan implementasi program ekonomi yang dirancang oleh pemerintah akan memberikan dampak langsung terhadap perbaikan fondasi ekonomi nasional. Hal ini kemudian akan mendorong kepercayaan pasar serta investor domestik dan asing terhadap prospek pertumbuhan Indonesia.
Program ekonomi yang dimaksud meliputi berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang diarahkan untuk memperkuat sektor riil, meningkatkan efisiensi belanja negara, serta menarik investasi. Purbaya meyakini bahwa jika program ini berjalan sesuai rencana, maka hasilnya akan terlihat pada penguatan indikator makroekonomi dan pada akhirnya tercermin dalam pergerakan IHSG.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya telah melakukan langkah penarikan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke bank Himbara guna mendorong penyaluran kredit, peningkatan rasio pajak untuk memperkuat penerimaan negara, serta penekanan pada efektivitas dan efisiensi anggaran belanja negara agar berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi. Seluruh pendekatan tersebut menjadi fondasi keyakinannya bahwa penguatan ekonomi akan tercermin dalam indikator makroekonomi dan pergerakan positif IHSG.
Selain landasan kebijakan, Purbaya juga menganalisis dengan pendekatan berbasis data historis. Menurutnya, pergerakan IHSG memiliki pola yang cenderung berulang setiap 7 hingga 10 tahun. Ia menyebut bahwa sejak 25 tahun terakhir, IHSG menunjukkan kecenderungan untuk tumbuh 4 sampai 5 kali lipat dalam satu siklus ekonomi.
“Akhir tahun ini mungkin sekitar 9.000. Kalau kita lihat tren dalam 10 tahun ke depan, bisa mencapai sekitar 32.000. Proyeksi ini mengacu pada pola pertumbuhan dari pengalaman 25 tahun terakhir, di mana dalam satu siklus bisnis, pertumbuhannya bisa mencapai 4 hingga 5 kali lipat,” ungkapnya.
Purbaya menjelaskan bahwa analisanya hasil dari observasi panjang terhadap sistem ekonomi yang dinilainya tidak banyak berubah secara struktural. Ia menyebut bahwa pola pertumbuhan ini memiliki landasan logis dan matematis dalam konteks siklus bisnis nasional.
Bila melihat pertumbuhan IHSG sejak Purbaya memberikan statement, mencerminkan adanya pergerakan positif yang mengarah ke target 9.000. Dengan sisa waktu kurang dari dua bulan menuju akhir tahun, target tersebut bukan tidak mungkin tercapai, terutama jika didukung oleh sentimen positif dari data ekonomi, penguatan rupiah, serta masuknya arus modal asing.
Selain itu, stabilitas politik dan konsistensi komunikasi kebijakan juga akan menjadi faktor pendukung penting dalam menjaga momentum kenaikan IHSG. Optimisme Purbaya terhadap pencapaian IHSG di level 9.000 pada akhir 2025 memiliki dasar yang kuat.
Melihat prospek penguatan IHSG pada akhir tahun 2025 dan di masa depan, peluang pertumbuhan pasar saham bisa Anda manfaatkan. Salah satu cara memanfaatkannya dengan berinvestasi di reksa dana BNI-AM Indeks IDX30.
IDX30 sendiri merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia, yang juga memiliki kapitalisasi pasar besar dan fundamental perusahaan yang kuat. Artinya, portofolio reksa dana ini terdiri dari saham potensial yang cenderung tumbuh seiring penguatan IHSG. Menariknya, berdasarkan data per 03 November 2025, BNI-AM Indeks IDX30 mencatatkan pertumbuhan 7,43% dalam tiga bulan terakhir. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Indeks IDX30, yang secara YTD, 2,70%.
*kinerja di masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan
Reksa dana saham merupakan pilihan investasi yang tepat bagi Anda yang ingin mendapatkan eksposur pada saham unggulan di pasar modal dengan cara yang praktis. Namun, penting untuk diketahui bahwa reksa dana saham memiliki tingkat fluktuasi yang lebih tinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya, karena harga saham dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, ataupun sentimen pasar. Oleh karena itu, reksa dana saham lebih cocok digunakan sebagai strategi investasi jangka panjang agar potensi keuntungannya dapat lebih optimal.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Prosperity November, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam memilih saham untuk diinvestasikan, investor dapat menggunakan acuan seperti indeks saham. Indeks saham adalah ukuran statistik yang merepresentasikan pergerakan harga sekelompok saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Indeks berfungsi sebagai tolok ukur (benchmark) yang digunakan menilai kinerja portofolio, mengukur sentimen pasar, serta membantu investor dalam melakukan analisis perbandingan antar saham atau sektor. […]
Key Takeaways: Setiap investor memiliki tujuan investasi yang berbeda. Ada yang menjadikan reksa dana sebagai investasi jangka panjang, misalnya untuk tabungan pensiun. Ada pula yang memanfaatkannya untuk memperoleh keuntungan dari imbal hasil atau return yang ditawarkan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami strategi dalam mengoptimalkan imbal hasil reksa dana. Strategi Mendapatkan Imbal Hasil […]
Key Takeaways: Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh banyak orang, khususnya karyawan dan pegawai. Dana THR umumnya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan serta merayakan momen kebersamaan dengan keluarga. Namun, THR juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan di masa depan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan […]
Key Takeaways: Harga minyak west texas intermediate (WTI) pada (9/3) sempat mencapai US$118 per barel, meningkat sekitar 29,81% dibandingkan harga penutupan di tanggal 6 Maret 2026 yang berada di US$90,90 per barel. Berdasarkan data pembukaan perdagangan (9/3), tren harga minyak mentah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tabel 1. Kenaikan harga minyak mentah dunia […]
Key Takeaways: Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikelompokkan ke dalam berbagai sektor. Pergerakan antar-sektor dapat berbeda, tergantung pada kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Beberapa sektor dapat tumbuh signifikan, sementara lainnya stagnan atau menurun, tergantung kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap analisis sektoral penting, agar bisa menganalisis potensi imbal hasil dan […]
Key Takeaways: Dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil atas modal yang telah diinvestasikan. Besaran dividen yang diterima setiap investor ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki. Dividen merupakan salah satu cara investor untuk memperoleh keuntungan dari investasi saham selain dari kenaikan harga […]