makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

IHSG Sempat Sentuh Level Terendah Dalam 3 Tahun, Kenali Penyebabnya dan Strategi Investasi yang Tepat

author
Content Management
author
04 Maret 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Pasar saham Indonesia saat ini masih cukup fluktuatif. Hal ini tergambar dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok dan menyentuh level terendah sejak pandemi Covid-19. Pelemahan IHSG ini disebabkan oleh masifnya sentimen negatif di pasar modal. Lalu, bagaimana Sobat Makmur menyikapi fluktuasi ini? Apa strategi dan instrumen investasi yang tepat di kondisi ini? Dalam artikel ini, Makmur akan membahas mengenai pelemahan pasar saham dan bagaimana memilih instrumen yang tepat. Yuk, disimak!

IHSG Sentuh Level Terendah Dalam 3 Tahun

Awal 2025 tampaknya bukan menjadi periode yang baik bagi pasar saham Indonesia. IHSG terpantau terus melemah di kuartal I-2025. Pada Jumat (28/2), IHSG di posisi 6.270,59. Ini merupakan titik terendah IHSG dalam tiga tahun terakhir atau pasca pandemi Covid-19 mereda. Sejak awal tahun alias secara year-to-date (YTD), IHSG telah melemah 9,08%.

Ada beberapa faktor di balik melemahnya IHSG.

1. Penurunan Rating Pasar Saham Indonesia

Pada akhir Februari 2025, Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan peringkat saham Indonesia dalam indeks MSCI dari equal weight menjadi underweight. Ada beberapa faktor di balik keputusan penurunan rating ini. Pertama, penurunan rating didasarkan pada penurunan return on equity (ROE) di Indonesia, terutama akibat melemahnya pertumbuhan di sektor-sektor siklikal domestik. Kedua, pertumbuhan ekonomi di Indonesia justru terhambat yang akhirnya berdampak pada valuasi pasar modal Indonesia.

Tentu, penurunan rating ini berdampak pada pelemahan IHSG. Rating IHSG yang mengalami downgrade membuat prospek pasar saham menjadi kurang menarik. Ini membuat investor asing mengurangi porsi kepemilikannya di pasar saham Indonesia. Pada akhirnya, terjadi arus keluar dana asing (capital outflow) yang berdampak pada pelemahan indeks.

2. Pelemahan Saham-Saham Big Bank

Pelemahan IHSG juga disumbang oleh pelemahan saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps), diantaranya saham perbankan besar. Sebanyak 3 saham perbankan seperti BMRI, BBNI, dan BBRI mengalami penurunan harga yang signifikan terutama setelah Danantara resmi dibentuk. Penurunan saham-saham bank ini disinyalir karena adanya sentimen negatif ajakan menarik uang secara massal (rush money) yang sempat muncul setelah Danantara dibentuk.

3. Pelemahan Rupiah

Faktor pemberat IHSG masih datang dari sisi internal, yakni pelemahan nilai tukar rupiah. Pada 28 Februari 2025, nilai tukar rupiah terhadap dolar menyentuh level terendah sepanjang Sejarah, yakni di level Rp16.575 per dolar AS. Investor asing akan cenderung melepas kepemilikannya di saham Indonesia.

Upaya Regulator

Mengingat pasar saham yang saat ini sedang bearish, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji kebijakan relaksasi pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Wacana kebijakan buyback tanpa restu RUPS tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas harga di pasar saham. Buyback saham tanpa RUPS ini diharapkan bisa memberikan ruang bagi investor untuk mengambil keputusan dan menyesuaikan operasional perdagangan untuk mendukung efisiensi pasar. Selain itu, OJK juga menunda pelaksanaan atau implementasi short selling.

Strategi Investasi

Volatilitas pasar yang terjadi saat ini menjadi momok yang cukup menakutkan bagi Sebagian investor. Bahkan, mungkin ada sebagian dari Sobat Makmur yang melakukan cut loss atau melakukan aksi jual rugi. Padahal, naik turunnya instrumen investasi adalah hal yang biasa.

Kemudian, jangan pernah membuat keputusan buru-buru berdasarkan ketakutan dan emosi sesaat. Luangkan waktu untuk menganalisis kondisi sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual aset yang kamu miliki. Penerapan mindset yang tepat bisa membantu kamu bertahan di tengah kondisi ketidakpastian pasar.

Selain menerapkan mindset yang tepat, kamu juga harus memilih instrumen investasi yang tepat. Kamu bisa memilih reksa dana sebagai pilihan investasimu di tengah fluktuasi pasar. Jika kamu berinvestasi di reksa dana, dana milikmu akan dikelola secara otomatis dan profesional oleh Manajer Investasi (MI). MI bertugas menentukan aset yang akan dimasukkan ke dalam portofolio reksa dana, seperti saham, obligasi, atau instrumen pasar uang, tergantung pada jenis reksa dana yang kamu pilih. Pemilihan aset ini dilakukan berdasarkan analisis mendalam serta mempertimbangkan berbagai aspek makroekonomi untuk memastikan pengelolaan investasi yang optimal.

Salah satu reksa dana yang bisa kamu cermati adalah TRIM Dana Tetap 2 Kelas A yang merupakan produk dari PT Trimegah Asset Management. TRIM Dana Tetap 2 Kelas A memiliki kinerja pertumbuhan yang relatif prima, dimana dalam setahun reksa dana ini berkinerja 6,89%. TRIM Dana Tetap 2 Kelas A merupakan reksa dana pendapatan tetap, yang cenderung stabil di tengah volatilitas pasar.

Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo Special Valentine, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi 

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Target Pertumbuhan Ekonomi 6% dalam APBN 2027, Ini Instrumen Investasi yang Perlu Dicermati

Key Takeaways: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Target tersebut berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% yang sebelumnya diusulkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Sebagai […]

author
Content Management
calendar
21 Oktober 2026
Artikel

Penerbitan SBN dan Beban Bunga Utang Meningkat, Kapan Crowding Out Menjadi Risiko Nyata bagi Yield dan Ekuitas?

Key Takeaways: Kebutuhan pembiayaan pemerintah merupakan salah satu faktor yang menentukan arah imbal hasil di pasar obligasi domestik. Semakin besar utang yang harus diterbitkan, semakin ketat persaingan memperebutkan dana yang tersedia di pasar. APBN 2027 yang disahkan DPR pada September 2026 menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp833,7 triliun. Angka tersebut naik 4,28% […]

author
Content Management
calendar
20 Oktober 2026
Artikel

BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7% Usai IHSG Anjlok 11,57%, Apa Dampaknya bagi Investor?

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas menjadi 7% secara asimetris melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A. ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Ketentuan yang mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlaku di Pasar Reguler dan […]

author
Content Management
calendar
19 Oktober 2026
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Sektor Kesehatan Paling Banyak di Pipeline IPO 2026, Apa yang Perlu Dinilai Investor Sebelum Masuk Saham Perdana?

Harga saham perdana ditetapkan sebelum saham diperdagangkan di pasar, sehingga penilaian investor terutama bertumpu pada informasi dalam prospektus. Ketelitian membaca dokumen tersebut menjadi pembeda utama dalam menilai penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pada 2026, sektor kesehatan menjadi sektor yang paling banyak muncul dalam proses IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per […]

author
Content Management
calendar
13 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0