






Langkah pemerintah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional kini mulai terealisasi melalui peran aktif Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga yang baru dibentuk pada awal 2024 ini telah menyalurkan pendanaan ke sejumlah perusahaan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dalam artikel ini, Makmur akan membahas sejumlah langkah strategis yang tengah dijalankan Danantara, mulai dari pendanaan kepada Garuda Indonesia, pengembangan industri kimia dasar bersama Chandra Asri, proyek energi panas bumi bersama PGEO, hingga keterlibatannya dalam konsorsium pengembangan baterai kendaraan listrik bersama ANTM, INCO, dan MBMA, serta strategi investasi yang dapat dipertimbangkan dari peluang transformasi ekonomi jangka panjang tersebut.
Sebagai bagian dari peran barunya dalam mendukung transformasi ekonomi nasional, Danantara mulai memberikan pendanaan ke sektor-sektor strategis yang dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap struktur perekonomian Indonesia. Fokus utamanya mencakup hilirisasi industri, energi terbarukan, dan transportasi. Tiga sektor kunci yang diproyeksikan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan pemerintah. Berikut daftar sejumlah proyek prioritas yang telah didukung oleh Danantara sebagai bagian dari langkah strategis, antara lain:
Melalui anak usahanya, PT Danantara Asset Management (Persero), Danantara memberikan pinjaman dana sebesar US$405 juta (sekitar Rp6,6 triliun) kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Pendanaan ini akan difokuskan untuk mendukung transformasi menyeluruh, mulai dari perbaikan (maintenance), pembiayaan jangka panjang, hingga restrukturisasi operasional yang lebih sehat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Danantara dalam menjaga keberlanjutan maskapai nasional di tengah tren pemulihan trafik udara Asia Pasifik. Garuda diproyeksikan mengoperasikan 120 pesawat dalam 5 tahun ke depan.
Dalam sektor industri, Danantara bersama Indonesia Investment Authority (INA) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjalin kerja sama strategis untuk pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC). Proyek senilai US$800 juta ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi bahan baku industri kimia hulu seperti soda api dan Etilen Diklorida.
Fasilitas ini akan dikelola oleh anak usaha TPIA dan dirancang untuk mendukung hilirisasi industri nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor. Proyek CA-EDC juga telah masuk dalam daftar PSN dan selaras dengan agenda substitusi impor dan peningkatan nilai tambah dalam negeri.
Di sektor energi, Danantara menjajaki kerjasama pengembangan panas bumi dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang ditargetkan mencapai kapasitas hingga 3 GW. Kolaborasi ini sejalan dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang menargetkan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 76%, jauh di atas realisasi per akhir 2024 yang masih berada di kisaran 14%.
Proyek ini diharapkan menjadi katalis percepatan transisi energi nasional sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi hijau melalui pemanfaatan sumber daya energi domestik yang berkelanjutan.
Danantara juga memperluas keterlibatannya dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) nasional. Bersama mitra global seperti Huayou Cobalt dan Contemporary Amperex Technology (CATL), Danantara terlibat dalam sejumlah proyek strategis yang melibatkan:
Langkah investasi oleh Danantara menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berkomitmen membangun fondasi ekonomi jangka panjang melalui hilirisasi industri dan transisi energi bersih. Kebijakan ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut akan menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia dalam beberapa dekade ke depan.
Keterlibatan Danantara juga berpotensi menjadi katalis positif bagi sejumlah emiten yang terlibat langsung dalam proyek strategis, seperti ANTM, PGEO, MBMA, TPIA, dan INCO. Prospek pertumbuhan sektor-sektor ini semakin menarik di tengah dukungan kebijakan pemerintah dan realisasi investasi yang mulai mengalir ke proyek-proyek prioritas.
Selain berinvestasi secara langsung pada saham-saham tersebut, Investor Makmur yang ingin mendapatkan peluang dari perkembangan ini sekaligus diversifikasi, reksa dana saham dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang dapat dipertimbangkan.
Reksa dana saham dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang melakukan analisis mendalam terhadap kondisi pasar, prospek sektor, serta potensi pertumbuhan jangka panjang. Di samping itu, reksa dana ini juga memiliki portofolio yang terdiversifikasi, sehingga risikonya lebih tersebar dan tidak bergantung pada kinerja satu emiten saja. Dengan karakteristik tersebut, reksa dana saham menjadi pilihan investasi yang lebih terukur, terutama bagi investor yang menginginkan keseimbangan antara potensi imbal hasil dan risiko.
Berikut 3 reksa dana saham yang memiliki eksposur pada emiten-emiten yang terlibat dalam proyek strategis nasional, seperti ANTM, PGEO, MBMA, TPIA, dan INCO (per 03 Juli 2025):
*Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Itulah pembahasan mengenai peran strategis Danantara dalam mendorong transformasi ekonomi nasional melalui investasi di sektor hilirisasi, energi terbarukan, dan transportasi. Bagi Investor Makmur yang ingin mendapatkan potensi investasi dari kebijakan ini, reksa dana saham dapat menjadi pilihan. Sebelum berinvestasi, pastikan Anda memilih produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda.
Di Makmur, Anda juga dapat memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda dapat memilih dan membeli reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Juicy July dan promo Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp252,82 triliun per Maret 2026, turun 5,25% dari Rp266,82 triliun pada Februari 2026, seiring dinamika pasar. Meski demikian, RDPT tetap menjadi reksa dana dengan AUM tertinggi […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang April 2026 di tengah kombinasi sentimen global dan domestik. Konflik di Timur Tengah yang berlanjut mendorong harga minyak WTI tetap tinggi, berada di atas $100/bbl, sehingga turut meningkatkan kekhawatiran inflasi di tengah ekspektasi suku bunga global yang masih tinggi. Dari sisi domestik, IHSG sempat menguat dari level 7.048 pada […]
Key Takeaways: Assets under management (AUM) atau total dana kelolaan dari suatu reksa dana saham dapat menjadi salah satu indikator kredibilitas, karena menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap manajer investasi (MI), termasuk investor institusi besar seperti dana pensiun yang telah melakukan due diligence atau proses penilaian untuk menempatkan dana. Namun, besarnya AUM tidak selalu menjamin kinerja […]
Key Takeaways: Evaluasi periode investasi menjadi aspek fundamental dalam pengelolaan portofolio. Keberhasilan investasi bergantung pada pemilihan produk dan kemampuan investor untuk secara objektif menilai kinerja dan menyesuaikan periode investasi dengan tujuan keuangan serta profil risiko pribadi. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai indikator kinerja, risiko, dan karakteristik masing-masing jenis reksa dana menjadi krusial bagi setiap […]