Artikel

Mengenal Abigail Johnson, Investor Wanita Terkaya di Dunia dengan Kekayaan US$31,3 Miliar

author
Content Management
author
24 Oktober 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Konsep kesetaraan gender telah membuat peran perempuan semakin konkrit di segala bidang, termasuk di dunia pasar modal. Tak heran, kini banyak bermunculan sosok perempuan yang berhasil menjadi triliuner berkat usahanya di pasar modal. Pada artikel kali ini, Makmur akan mengajak kalian berkenalan dengan sosok superinvestor lainnya yakni Abigail Johnson, yang saat ini menjadi investor wanita terkaya di dunia. Yuk, disimak!

Kisah Hidup

Abigail memiliki nama lengkap Abigail Pierrepont Johnson, lahir pada 19 Desember 1961 di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat (AS). Abigail yang memiliki nama panggilan Abby ini merupakan putri dari Edward C. Johnson III, CEO dari Fidelity Investments, salah satu perusahaan investasi terbesar di dunia. Dari kecil, Abigail tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan dunia keuangan dan investasi, yang kelak membentuk karirnya di masa depan. Ketertarikannya pada dunia pasar modal bermula saat Abigail mengunjungi ayahnya saat bekerja. Abigail merasa tertarik dengan energi, atmosfer, dan hiruk pikuk ruang trading saham. Abigail bersekolah di Hobart and William Smith Colleges, di mana dia mendapatkan gelar sarjana sejarah seni (art history) pada 1984. Abigail kemudian melanjutkan studi di Harvard Business School untuk mendapatkan gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1988

Karir di Pasar Modal

Meski terlahir dalam keluarga kaya, Abigail dididik untuk memahami nilai kerja keras tanpa mendompleng nama besar keluarganya. Usai menyelesaikan pendidikan magister, Abigail bergabung dengan Fidelity pada tahun 1988. Meskipun bekerja di perusahaan keluarga, Abigail tidak langsung menduduki posisi teratas (top management). Dia memulai karirnya dengan posisi sebagai analis ekuitas. Kala itu, Abigail memperoleh tugas untuk menganalisis sejumlah sektor seperti real estate dan sektor ritel. Ia kemudian diberi peran sebagai manajer portofolio dan bekerja pada divisi reksa dana, dimana keputusan investasi Abigail mulai mempengaruhi kinerja Fidelity. Dari situlah kariernya di pasar modal mulai menanjak. Posisinya sebagai manajer portofolio memberikan kesempatan untuk menunjukkan keahliannya dalam mengambil keputusan investasi yang menguntungkan.

Pada tahun 1997, Abigail dipromosikan menjadi Associate Director Senior dan Wakil Presiden divisi ekuitas. Lalu pada tahun 2001, Abigail dipromosikan menjadi Presiden Fidelity Asset Management, anak perusahaan Fidelity Investments. Pada tahun 2012, Abigail diangkat sebagai presiden Fidelity, yang memperkuat posisinya sebagai calon pewaris kepemimpinan perusahaan. Dua tahun kemudian, yakni pada 2014, Abigail resmi menggantikan posisi ayahnya, Edward C. Johnson III, sebagai CEO Fidelity Investments.

Transformasi di Fidelity

Di bawah kepemimpinannya, Fidelity tidak hanya bertahan di tengah persaingan usaha yang ketat, tetapi juga mengalami perkembangan pesat. Salah satu gebrakan Abigail adalah melakukan transformasi bisnis di Fidelity. Secara perlahan, Abigail mengurangi ketergantungan Fidelity pada reksa dana tradisional dan mulai mendiversifikasi aliran pendapatan Fidelity dari bisnis penasihat keuangan, layanan brokerage, dan modal ventura. Fidelity di bawah komando Abigail juga meluncurkan produk-produk baru yang secara khusus ditujukan untuk generasi milenial, yang merupakan komposisi demografi terbesar di masa depan. Menurut Abigail, generasi ini tidak menyukai instrumen investasi yang mengandung biaya tinggi. Pada tahun pertama Abigail memimpin, Fidelity memperoleh laba lebih dari US$5 miliar untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Hingga Juni 2024, Fidelity Investments memiliki dana kelolaan alias asset under management (AUM) sebesar US$5,4 triliun. Angka ini menjadikan Fidelity sebagai salah satu perusahaan pengelola aset dan reksa dana terbesar di dunia.

Strategi Investasi

Kemahiran Abigail bukan hanya membawa Fidelity menjadi perusahaan pengelola aset terbesar, tetapi juga berhasil membawa dirinya ke dalam jajaran investor paling kaya di dunia. Majalah Forbes mencatat Abigail masuk dalam 400 orang paling kaya di Amerika Serikat, yakni berada di urutan 40. Per Oktober 2024, nilai kekayaan bersih atau net worth dari Abigail mencapai US$31,3 miliar. Tak hanya dari sisi kekayaan saja, kiprah dan pemikiran Abigail juga cukup diperhitungkan. Majalah American Banker menempatkan Abigail di posisi kedua sebagai The Most Powerful Women in Finance. Tentunya, kesuksesan Abigail tidak terlepas dari sejumlah strategi dalam membesut Fidelity

1. Diversifikasi Portofolio
Abigail Johnson sangat menekankan pentingnya diversifikasi sebagai strategi investasi utama. Dengan diversifikasi, investor tidak terlalu bergantung pada kinerja satu jenis aset atau sektor tertentu. Di bawah kepemimpinannya, Fidelity menawarkan berbagai produk investasi, termasuk reksa dana, reksa dana indeks, Exchange-Traded Fund (ETF), dan produk-produk lain untuk memberi investor pilihan yang lebih luas dan mengurangi risiko volatilitas pasar.

2. Beradaptasi dengan Teknologi

Sebagai pemimpin yang progresif dan visioner, Abigail mendorong penggunaan teknologi modern seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan big data untuk meningkatkan proses pengambilan keputusan investasi. Teknologi ini digunakan untuk menganalisis data pasar, memprediksi tren investasi, dan membantu manajer portofolio membuat keputusan yang lebih tepat. Dia bahkan mendorong perusahaan untuk mengadopsi teknologi baru dan memanfaatkan revolusi digital dalam industri keuangan. Di Fidelity, pemanfaatan teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk lebih efektif dalam mengelola risiko dan mengidentifikasi peluang investasi baru.

3. Sabar dan Konsisten

Kesuksesan Abigail, baik dalam memimpin Fidelity maupun dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaan, tidak dicapai dalam waktu semalam. Abigail membangun karier dan reputasi yang solid melalui kerja keras dan dedikasi selama bertahun-tahun. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bersikap sabar dan tidak terburu-buru dalam membuat keputusan investasi. Dalam kata lain, perlu waktu yang cukup lama untuk memahami pasar dan membangun strategi yang sesuai dengan tujuan investasi kamu. Untuk itulah diperlukan kesabaran dan konsistensi dalam berinvestasi.

Nah, Sobat Makmur, itu dia penjelasan mengenai kisah hidup inspiratif Abigail Johnson. Sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di pasar modal, tentunya kisah Abigail bisa Sobat Makmur jadikan sumber inspirasi dalam berinvestasi. Selain Abigail Johnson, kamu juga bisa mencontoh strategi investasi dari superinvestor lain seperti Ken Griffin, Howard Marks, Seth Klarman, hingga George Soros.

Untuk menjadi investor berkualitas kamu juga harus mengenali profil risiko dan juga memilih instrumen investasi yang tepat. Salah satu instrumen investasi yang bisa kamu pilih adalah reksa dana. Sebab, dana yang kamu investasikan di instrumen reksa dana akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi (MI) sehingga kamu tidak perlu repot mengelola portofolio sendiri. Kamu bisa menggunakan sejumlah promo menarik untuk memaksimalkan kinerja portofoliomu seperti promo Outsatnding October 2024, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Alasan Investor Saham Perlu Mengetahui Informasi Consumer Price Index (CPI)

Key Takeaways: Consumer Price Index atau Indeks Harga Konsumen adalah indikator ekonomi yang mengukur perubahan rata-rata harga dari sekelompok barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga dari waktu ke waktu. CPI mencerminkan tingkat inflasi dalam suatu negara dan digunakan oleh pemerintah serta pelaku pasar sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi. Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan […]

author
Content Management
calendar
29 Agustus 2025
Artikel

Panduan Bagaimana Memahami dan Memanfaatkan Data Neraca Perdagangan

Key Takeaways: Neraca perdagangan adalah selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara. Surplus terjadi saat ekspor melebihi impor, dan defisit saat impor lebih besar dari ekspor. Neraca perdagangan merupakan komponen utama dari neraca pembayaran yang mencerminkan posisi ekonomi suatu negara dalam hubungan perdagangan internasional. Data ini biasanya disajikan bulanan, kuartalan, atau tahunan oleh lembaga […]

author
Content Management
calendar
28 Agustus 2025
Artikel

Apakah Debt to Equity Ratio Emiten Favorit Anda Sudah Ideal? Ini Cara Ceknya

Key Takeaways: Ketika berinvestasi saham, memahami kesehatan keuangan suatu perusahaan sangat penting sebelum Anda memutuskan untuk membeli sahamnya. Salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur struktur permodalan perusahaan adalah Debt to Equity Ratio atau DER. Rasio ini menunjukkan seberapa besar proporsi utang terhadap ekuitas yang dimiliki suatu emiten. Lantas, bagaimana cara Anda mengecek apakah […]

author
Content Management
calendar
27 Agustus 2025
Artikel

FTSE Russell Umumkan Rebalancing Indeks September 2025, DSSA Masuk Large Cap, BDMN Keluar dari Indeks Mid Cap

Key Takeaways: FTSE Russell, lembaga global penyusun indeks saham, merilis hasil semi-annual review untuk Global Equity Index Series (GEIS) edisi September 2025. Perubahan komposisi indeks akan efektif setelah penutupan perdagangan 19 September 2025 dan berlaku mulai 22 September 2025. Dalam artikel ini, Makmur akan membahas detail perubahan indeks FTSE Russell untuk pasar Indonesia, saham-saham yang […]

author
Content Management
calendar
26 Agustus 2025
Artikel

Cara Membaca Arah Kebijakan Moneter dari Data M2 Money Supply Indonesia

Key Takeaways: M2 atau uang beredar adalah indikator penting dalam sistem moneter suatu negara. Di Indonesia, M2 mencakup uang kartal dan giral (M1), ditambah dengan simpanan berjangka dan tabungan dalam rupiah serta valuta asing di bank umum. Data ini diterbitkan secara rutin oleh Bank Indonesia dan menjadi salah satu tolok ukur dalam menilai arah kebijakan […]

author
Content Management
calendar
25 Agustus 2025
Artikel

Reksa Dana Terproteksi: Cara Pembelian, Pencairan, dan Potensi Imbal Hasilnya

Key Takeaways: Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang populer di Indonesia karena kemudahan akses dan variasi produknya. Di antara berbagai jenis reksa dana, reksa dana terproteksi (RDT) dapat menjadi pilihan terutama bagi Anda yang menginginkan proteksi modal pada saat jatuh tempo dengan potensi imbal hasil tetap.  Sebagian besar portofolio reksa dana terproteksi ditempatkan […]

author
Content Management
calendar
22 Agustus 2025
Bergabunglah dengan lebih dari 500 ribu investor yang telah berinvestasi di Makmur
ios-app-storeandroid-googleplay-store
Hak Cipta ©2019 - 2025 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT INOVASI FINANSIAL TEKNOLOGI (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua investasi mengandung risiko dan kemungkinan kerugian nilai investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Simulasi investasi disediakan untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Reksa dana adalah produk Manajer Investasi (MI) dan bukan produk APERD. APERD tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio yang dilakukan oleh MI.