makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Menjadi Investor yang Tenang Ala Howard Marks

author
Content Management
author
08 Agustus 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Banyak tokoh investor dunia yang bisa kamu jadikan inspirasi dalam berinvestasi, mulai dari David Tepper, Seth Klarman, hingga Sir John Templeton. Pada artikel kali ini, Makmur akan membahas mengenai salah satu investor kenamaan dunia yang tak kalah inspiratif, yakni Howard Marks, sang pendiri Oaktree Capital Management. Yuk disimak!

Biografi Singkat

Howard Marks yang memiliki nama lengkap Howard Stanley Marks lahir pada 23 April 1946 di New York, Amerika Serikat (AS). Ayah Marks berprofesi sebagai akuntan sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Masa kecil Marks dihabiskan di sebuah apartemen sederhana di lingkungan kelas pekerja. Semasa kecil, keluarga Marks hidup di bawah bayang-bayang great depression (depresi hebat). Hal ini membuat Marks cukup lumrah dengan strategi finansial sejak belia.

Marks merupakan investor yang berfokus pada pendidikan dunia keuangan. Marks memperoleh gelar Sarjana di Jurusan Ekonomi dan Spesialisasi Keuangan di Wharton School pada tahun 1967. Marks kemudian mengambil pendidikan magister yang berfokus pada bidang Akuntansi dan Marketing di University of Chicago dan lulus pada tahun 1970.

Lama Berkecimpung di Dunia Finansial

Tidak lama setelah lulus dari bangku kuliah, Marks merintis kariernya di dunia finansial. Dari tahun 1969 hingga 1978, Marks menjadi analis riset ekuitas dan akhirnya menjabat sebagai Direktur Riset Citicorp. Pada 1978 hingga 1985, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Citicorp. Marks kemudian bergabung di The TCW Group mulai dari tahun 1985 hingga 1995. Kala itu, Marks bertanggung jawab memimpin sebuah tim atas pengelolaan investasi di instrumen surat utang bermasalah, obligasi dengan imbal hasil tinggi, dan convertible securities.

Singkat cerita, pada 1995, Marks kemudian mendirikan Oaktree Capital Management, dimana Marks juga sekaligus menjabat menjadi Presiden Direktur. Di sinilah awal mula Marks menunjukkan kelihaiannya dalam mengelola dana investasi.

Ahli Mengelola Aset Bermasalah

Oaktree Capital Management terkenal dengan strateginya dalam berinvestasi pada efek utang yang bermasalah. Efek bersifat utang ini dibeli Oaktree dengan harga murah. Sebab, saat sentimen negatif mencapai puncaknya selama krisis ekonomi, banyak investor yang tertekan dan mengalami ketakutan, sehingga mereka melakukan aksi jual panik (panic selling). Kondisi inilah yang menjadi ceruk peluang Oaktree Capital Management untuk memperoleh keuntungan yang sudah ditargetkan. Marks pada dasarnya menganut ajaran value investing, dimana dia mencari instrumen investasi yang mengalami undervalued. Kondisi undervalued merujuk pada aset yang harga saat ini lebih rendah dari nilai wajarnya.

Perusahaan yang menjadi target Marks adalah perusahaan yang memiliki utang bermasalah dan sulit memenuhi kewajibanya, namun memiliki fundamental bisnis yang solid dan mampu menghasilkan arus kas. Marks menilai perusahaan semacam itu kemungkinan kesulitan untuk membayar utangnya selama periode kemerosotan ekonomi. Padahal, fundamental perusahaan tersebut masih cukup bagus.Selama krisis keuangan tahun 2007–2008, Oaktree berhasil menghimpun US$ 10,9 miliar surat utang bermasalah. Ini merupakan pengumpulan aset utang bermasalah terbesar dalam sejarah. Kini, Oaktree Capital Management menjadi salah satu perusahaan asset management paling sukses dengan nilai asset under management (AUM) mencapai US$ 193 miliar per Juni 2024.

Pandai Mengatur Emosi

Menurut Marks, emosi adalah musuh terbesar dalam berinvestasi. Menurut dia, ketidakmampuan mengelola emosi akan cenderung membuatmu akan membeli aset pada saat harganya tinggi dan justru menjualnya saat harga rendah. Marks menekankan butuhnya ketenangan, dimana dia berpegang teguh pada pepatah investasi Warren Buffett yakni “Takutlah saat orang lain serakah dan serakahlah saat orang lain takut” (be fearful when others are greedy and greedy when others are fearful). Ketika pasar sedang mengalami fase koreksi atau bearish, justru di saat itulah peluang besar untuk mendapatkan return yang maksimal.

Berikut adalah prinsip dari Howard Marks yang bisa Sobat Makmur jadikan inspirasi dalam berinvestasi:

  1. Membuat Pertimbangan yang Hati-hati
    Howard Marks menekankan pola pikir second-level thinking dalam filosofi investasinya. Prinsip ini bisa dijelaskan sebagai mengambil pertimbangan yang lebih berhati-hati dalam keputusan investasi. Sebagian besar keputusan memerlukan tingkat eksplorasi yang lebih mendalam, dan ini membutuhkan second-level thinking. Sementara itu, banyak investor yang mengambil keputusan dengan hanya pola pikir sederhana, tetapi tidak mengambil pendekatan pemikiran yang lebih dalam. Sikap ini bisa membuat kamu kurang memaksimalkan potensi keuntungan di pasar.
  2. Hindari Menjual Aset Jangka Panjang saat Terjadi Koreksi
    Marks berprinsip tidak akan menjual aset yang dianggap menarik untuk jangka panjang saat terjadi penurunan pasar (market decline). Namun, ada tiga kondisi yang memungkinkan terjadinya penjualan aset dengan prospek jangka panjang, yakni kenaikan harga aset telah mencapai target yang dipasang, terdapat perubahan analisis investasi, hingga adanya aset/instrumen yang lebih menarik.
  3. Jangan Menjual di Harga Terendah
    Marks menilai, membeli aset saat harganya naik lebih baik ketimbang menjual aset saat harganya turun. Sebab, penurunan harga aset adalah hal yang wajar, terutama bila kamu berpatokan pada horizon investasi jangka panjang. Jika kamu memang fokus untuk jangka panjang, koreksi harga seharusnya tidak mengganggu fokusmu sebagai investor. Marks bahkan menilai melakukan penjualan aset berkualitas baik saat harganya terkoreksi merupakan kesalahan utama dalam berinvestasi.

Prinsip ini terbukti sukses mengantar Marks sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Merujuk data Forbes, net worth Howard Maks per Agustus 2024 mencapai US$ 2,2 miliar, atau berada pada urutan peringkat 1.496 dalam daftar billioner dunia.

Nah, Sobat Makmur, tentunya banyak pelajaran dan inspirasi yang bisa kamu dapatkan dari Howard Marks. Selain membutuhkan ketenangan emosi, kamu juga harus mengenali profil risiko dan juga memilih instrumen investasi yang tepat. Salah satu instrumen investasi yang bisa kamu pilih adalah reksa dana. Dana yang kamu investasikan di instrumen reksa dana akan dikelola manajer investasi (MI) yang profesional, sehingga kamu tidak perlu repot mengelola portofolionya sendiri.

Di Makmur, kamu bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana terbaik dari manajer investasi terbaik di tanah air. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo August Financial Freedom 2024, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur. Namun perlu diingat, kamu harus menentukan tujuan investasi dengan jelas dan juga memahami profil risiko investasi terlebih dahulu. Setelah itu, pilihlah reksa dana yang sesuai dengan tujuanmu di aplikasi Makmur!


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website:Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)

Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Belanja Pemerintah dan Investasi: Seberapa Besar Keterkaitannya?

Key Takeaways: Multiplier effect adalah kondisi ketika perubahan awal pada pengeluaran menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap pendapatan maupun output ekonomi secara keseluruhan. Proses ini terjadi karena pengeluaran satu pihak akan menjadi pendapatan bagi pihak lain, yang kemudian kembali dibelanjakan sehingga menciptakan putaran aktivitas ekonomi baru. Salah satu sumber multiplier effect yang paling sering dibahas […]

author
Content Management
calendar
10 September 2026
Artikel

Ke Mana Dana Asing Mengalir? Membaca Sinyal Pasar Lewat Makro Flow of Funds Analysis

Key Takeaways: Aliran dana asing merupakan pergerakan masuk dan keluarnya modal investasi dari investor asing ke suatu negara. Pergerakan ini menjadi salah satu indikator yang sering diamati pelaku pasar karena dapat memberikan gambaran mengenai preferensi risiko investor global terhadap suatu negara. Di tengah ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2026, sikap investor asing terhadap Indonesia menunjukkan dinamika […]

author
Content Management
calendar
09 September 2026
Artikel

Portofolio Terus Mengalami Penurunan? Ini Strategi Psikologis Menghadapi Penurunan Portofolio

Key Takeaways:  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat sepanjang paruh pertama 2026. Dari all-time high penutupan di level 9.134,70 pada 20 Januari 2026, indeks turun hingga menyentuh 5.342,14 pada 8 Juni 2026, posisi terendah dalam lima tahun terakhir. Hingga penutupan Semester I pada 30 Juni 2026, IHSG berada di level 5.643,19 atau terkoreksi […]

author
Content Management
calendar
08 September 2026
Artikel

Memahami Peran Ultimate Shareholder Dalam Perusahaan, Apakah Menentukan Arah Kebijakan Dan Keputusan Bisnis Jangka Panjang?

Key Takeaways: Dalam struktur kepemilikan perusahaan, ultimate shareholder merupakan individu atau entitas yang menjadi pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dan memiliki atau mengendalikan perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui struktur kepemilikan berlapis. Peran ini penting untuk memahami struktur pengendalian dan arah kebijakan perusahaan, karena keputusan strategis seperti ekspansi, restrukturisasi, dan aksi korporasi […]

author
Content Management
calendar
03 September 2026
Artikel

Bagaimana Menilai Saham Syariah Paling Likuid dan Pengaruhnya terhadap Likuiditas Pasar Saham

Key Takeaways: Bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah, tingkat likuiditas saham menjadi aspek yang tidak kalah penting dibandingkan analisis fundamental perusahaan. Likuiditas menggambarkan seberapa mudah suatu saham diperjualbelikan di pasar tanpa memicu perubahan harga yang signifikan. Semakin likuid suatu saham, semakin mudah investor bertransaksi pada harga yang mendekati nilai wajarnya. Dalam pasar modal […]

author
Content Management
calendar
02 September 2026
Artikel

Tekanan Inflasi Masih Membayangi Kebijakan The Fed, Ini Risiko dan Strategi yang Dapat Dipertimbangkan Investor Jelang FOMC September

Key Takeaways: Simposium Jackson Hole pada 28 Agustus 2026 menjadi titik balik perdebatan kebijakan moneter Amerika Serikat. Dalam pidatonya, Warsh menyatakan sasaran 2% berbasis PCE adalah target yang tegas dan tetap, serta mengingatkan bahwa inflasi tidak selalu kembali ke rata-rata dengan sendirinya. Sebagai gambaran, PCE atau Personal Consumption Expenditures (Pengeluaran Konsumsi Pribadi) sendiri merupakan ukuran […]

author
Content Management
calendar
01 September 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0