Dalam hal investasi, salah satu keputusan yang paling penting yang harus diambil oleh seorang investor adalah apakah mereka akan memilih investasi jangka pendek atau jangka panjang.
Kedua pendekatan ini memiliki karakteristik yang berbeda dan keuntungan serta risiko yang berbeda pula. Pasalnya, setiap orang akan memilih preferensinya masing-masing terkait jangka waktu dalam berinvestasi.
Manakah yang lebih baik? dalam artikel ini kamu akanmengetahui lebih lanjut tentang masing-masing opsi dan membantu kamu memahami faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan saat membuat keputusan investasi.
Baca Juga: 3 Manajer Investasi yang Punya Reksa Dana dengan Tambahan Asuransi Jiwa
Sebelum memilih jangka waktu investasi kamu wajib memahami beberapa hal berikut.
Keuntungan:
Risiko:
1. Keuntungan:
2. Risiko:
Pilihan antara investasi jangka pendek dan jangka panjang merupakan keputusan yang sangat tergantung pada situasi keuangan dan tujuan pribadi.
Tidak ada jawaban yang benar atau salah, tetapi dengan mempertimbangkan tujuan keuangan, toleransi risiko, waktu investasi, dan diversifikasi, kamu dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam merencanakan keuanganmu.
Jadi, pilih investasi jangka pendek atau panjang?
***
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp219,06 triliun per Agustus 2026. Naik 0,94% dibandingkan Juli 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan minimal […]
Reksa Dana Campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Sepanjang September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tren melemah. Setelah sempat menguat ke level 6.686,44 pada 8 September 2026, IHSG berbalik turun dan ditutup di level 6.071,14 pada 30 September 2026, atau melemah 6,96% dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 di level 6.525,48. Tekanan ini salah satunya datang dari aksi jual investor asing, […]
Reksa dana USD merupakan instrumen investasi yang didenominasikan dalam dolar Amerika Serikat (USD) dan tersedia dalam berbagai kategori, mulai dari reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, hingga pasar uang. Reksa dana ini dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi mata uang sekaligus menjaga nilai portofolio di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah. Sepanjang September […]