






Private placement saham adalah proses penerbitan saham baru yang ditujukan kepada investor institusi tanpa melalui pasar terbuka. Biasanya, perusahaan memilih private placement sebagai cara untuk memperkuat posisi keuangan atau mendanai proyek ekspansi. Walaupun disebut sebagai pendanaan strategis, apakah private placement selalu menguntungkan bagi investor? Mari kita bahas lebih dalam mengenai cara kerja private placement saham, tujuan strategis perusahaan, dan bagaimana hal ini memengaruhi keputusan investasi.
Private placement saham dianggap sebagai bentuk pendanaan strategis karena memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan dana dengan cara yang lebih fleksibel. Dalam proses ini, perusahaan bisa memilih investor yang tepat, yang tidak hanya memberikan dana, tetapi juga memiliki peluang untuk bekerja sama dalam mendukung pertumbuhan perusahaan.
Sebagai contoh, PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) mengumumkan rencana pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement pada 15 Januari 2026. Hal ini merupakan langkah yang diambil perusahaan untuk memperkuat modal kerja, mendanai ekspansi, dan memperkuat struktur permodalan.
Private placement saham dilakukan untuk berbagai tujuan strategis perusahaan. Dalam hal ini, FOLK menggunakan dana hasil private placement untuk mendukung ekspansi bisnis dan investasi yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan di masa depan.
Selain itu, penguatan struktur permodalan menjadi salah satu tujuan. Private placement dapat meningkatkan jumlah aset dan ekuitas perusahaan, yang diproyeksikan meningkat, dengan aset naik 8,86% dan ekuitas 10,04%.
Private placement dapat memengaruhi struktur kepemilikan saham perusahaan. Dalam hal ini, FOLK memilih untuk melibatkan investor strategis, termasuk afiliasi seperti PT Garam Ventura Indonesia dan non-afiliasi seperti Sutopo Widodo, yang memperlihatkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis FOLK.
Dampak dari private placement, struktur kepemilikan saham menjadi lebih tersebar, di mana beberapa investor strategis memiliki andil yang lebih besar, namun hal ini juga menunjukkan adanya risiko dilusi bagi pemegang saham lama. Total modal yang ditempatkan dan disetor penuh ke FOLK meningkat menjadi Rp81,82 miliar dari Rp78,96 miliar.
Aksi private placement memang bisa menguntungkan bagi investor, namun bukan berarti bebas risiko. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi apakah hal tersebut benar-benar menguntungkan bagi investor.
Salah satu keuntungan dari private placement saham adalah harga saham yang lebih rendah (diskon) dibandingkan harga pasar. Investor institusi dapat memperoleh saham dengan harga diskon yang lebih besar ketika perusahaan memerlukan dana untuk ekspansi atau penguatan modal.
Dalam kasus FOLK, aksi korporasi dilakukan pada harga Rp398 per saham, yang mencerminkan diskon hingga 90% dari rata-rata harga penutupan saham FOLK selama 25 hari bursa berturut-turut. Total saham baru yang diterbitkan adalah 394.814.146 lembar, dengan nilai total mencapai Rp56,9 miliar.
Namun, meskipun harga yang ditawarkan sangat menarik, hanya investor institusi atau investor dana besar yang dapat mengakses harga tersebut. Investor ritel atau pemegang saham lama yang tidak berpartisipasi dalam private placement tidak dapat membeli saham dengan harga diskon. Hal ini menimbulkan ketidaksetaraan antara investor yang berpartisipasi dan yang tidak berpartisipasi dalam private placement.
Risiko yang dihadapi investor pada perusahaan yang melakukan private placement adalah dilusi kepemilikan. Pada perusahaan FOLK, pemegang saham lama yang tidak berpartisipasi dalam aksi korporasi ini akan mengalami dilusi kepemilikan hingga 9,09%. Artinya, meskipun investor tetap memegang saham yang sama, persentase kepemilikannya berkurang secara signifikan akibat penerbitan saham baru. Adapun perhitungan harga dilusi dapat menggunakan rumus Theoretical Ex-Rights Price (TERP).
Selain itu, ketidakpastian terkait penggunaan dana yang dihimpun juga menjadi perhatian. Jika dana tidak digunakan dengan efektif atau tidak memberikan hasil yang diharapkan, harga saham dapat tertekan dan investor berpotensi tidak mendapatkan keuntungan yang diinginkan.
Investor perlu memantau kinerja perusahaan setelah melakukan private placement untuk memastikan apakah dana yang dihimpun memberikan dampak positif. Pada FOLK, harga saham perusahaan sebelum private placement saham pada 14 Januari 2026 berada pada harga Rp1.075, sementara setelah penerbitan saham baru (ex-date) pada 15 Januari 2026, harga saham tercatat pada Rp1.000. Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian harga saham pasca penerbitan saham baru, yang juga berkaitan dengan efek dilusi.
Laporan keuangan perusahaan juga penting untuk dianalisis. Pada 9M2025, FOLK mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp14,06 miliar, dengan rugi bersih Rp10,51 miliar, dan arus kas akhir turun dari Rp2,06 miliar menjadi Rp1,51 miliar akibat kerugian yang dialami perusahaan. Dengan adanya debt-to-equity ratio 12,2%, tingkat leverage perusahaan tergolong rendah. Namun demikian, kondisi ini tetap perlu dikaji bersama dengan profitabilitas perusahaan yang masih mencatatkan kerugian.
Namun dalam konteks private placement, investor perlu memantau apakah dana yang dihimpun benar-benar digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi, serta apakah perusahaan mampu meningkatkan kinerjanya setelah aksi tersebut.
Oleh karena itu, meskipun aksi korporasi ini dapat menguntungkan bagi investor yang dapat memanfaatkan diskon harga, risiko yang terkait dengan dilusi dan kinerja perusahaan pasca-penerbitan saham perlu diperhatikan dengan seksama sebelum membuat keputusan investasi.
Private placement saham dapat menjadi solusi pendanaan yang efektif bagi perusahaan, namun investor perlu mempertimbangkan baik potensi keuntungan maupun risiko yang terlibat. Meskipun harga saham diskon bisa menjadi daya tarik bagi investor, potensi dilusi dan ketidakpastian dalam penggunaan dana perlu diperhatikan dengan cermat.
Sebelum berpartisipasi dalam private placement, investor sebaiknya memahami tujuan penggunaan dana, dampak terhadap struktur kepemilikan saham, dan prospek jangka panjang perusahaan. Dengan melakukan analisis yang tepat, investor dapat membuat keputusan yang lebih cerdas dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang.
Aksi private placement saham memang menawarkan potensi keuntungan yang besar, namun kesempatan ini umumnya hanya diberikan kepada investor tertentu. Jika Anda mencari peluang investasi yang lebih inklusif dan terbuka bagi banyak investor, maka reksa dana saham bisa menjadi pilihan.Melalui reksa dana saham, dana Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) yang berkompeten untuk membeli saham potensial berdasarkan analisis fundamental dan riset mendalam.
Makmur menawarkan berbagai produk reksa dana yang bisa dipertimbangkan, salah satunya Sucorinvest Sustainability Equity Fund. Berdasarkan data per 30 April 2026, reksa dana tersebut mengalami pertumbuhan signifikan dalam 1 tahun terakhir, sebesar 26,05%.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Momentum May dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp252,82 triliun per Maret 2026, turun 5,25% dari Rp266,82 triliun pada Februari 2026, seiring dinamika pasar. Meski demikian, RDPT tetap menjadi reksa dana dengan AUM tertinggi […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang April 2026 di tengah kombinasi sentimen global dan domestik. Konflik di Timur Tengah yang berlanjut mendorong harga minyak WTI tetap tinggi, berada di atas $100/bbl, sehingga turut meningkatkan kekhawatiran inflasi di tengah ekspektasi suku bunga global yang masih tinggi. Dari sisi domestik, IHSG sempat menguat dari level 7.048 pada […]
Key Takeaways: Assets under management (AUM) atau total dana kelolaan dari suatu reksa dana saham dapat menjadi salah satu indikator kredibilitas, karena menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap manajer investasi (MI), termasuk investor institusi besar seperti dana pensiun yang telah melakukan due diligence atau proses penilaian untuk menempatkan dana. Namun, besarnya AUM tidak selalu menjamin kinerja […]