






Hai, Sobat Makmur! Pasar modal global dan Indonesia saat ini tengah diterpa sejumlah sentimen negatif. Sebut saja perang dagang jilid II antara China-Amerika Serikat (AS), kebijakan Presiden Trump yang kontroversial, potensi melonjaknya inflasi di AS, hingga efek domino dari efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga (KL). Hal ini membuat iklim investasi pasar modal saat ini cukup menantang, yang berpotensi bisa merusak tujuan investasimu. Dalam artikel ini, Makmur akan mengajak kamu untuk menyimak tips dari 5 superinvestor dunia yang masih relevan kamu terapkan di tengah volatilitas pasar saat ini. Yuk, disimak!
1. Memahami Kondisi Psikologi Pasar (George Soros)
Tips pertama datang dari investor kawakan George Soros, investor sekaligus pendiri dari perusahaan dana investasi Quantum Fund. Salah satu petuah dari Soros yang paling terkenal dan masih relevan adalah penggunaan filosofi refleksivitas, dimana pelaku pasar dapat mempengaruhi pasar itu sendiri. Menurut Soros, pandangan yang keliru dapat mempengaruhi situasi yang terkait dengan pasar, karena pandangan/tindakan yang salah akan mengarah pada tindakan yang tidak tepat, begitu juga sebaliknya. Teori ini menggambarkan hubungan umpan balik antara persepsi investor dan realitas. Sebagai contoh, jika investor optimis terhadap ekonomi, investor cenderung membeli saham yang meningkatkan harga saham dan nilai perusahaan.
Oleh sebab itu, penting bagi Sobat Makmur untuk memperhatikan perilaku dan sentimen pasar untuk mengidentifikasi peluang investasi. Ada baiknya, Sobat Makmur juga mencermati tren makroekonomi global seperti tren pertumbuhan ekonomi, perubahan suku bunga, dan tingkat inflasi. Dengan mengetahui sentimen global kamu berpotensi menghasilkan peluang investasi yang lebih menguntungkan.
2. Analisis Fundamental yang Mendalam (Steven Cohen)
Tips kedua datang dari superinvestor dunia, yakni Steven Cohen. Cohen merupakan pendiri perusahaan hedge fund Point72 yang sering dijuluki sebagai raja hedge fund dunia. Salah satu tips investasi Cohen adalah menerapkan analisis fundamental untuk memahami potensi pertumbuhan jangka panjang suatu perusahaan. Metodologi ini berfokus pada evaluasi nilai intrinsik suatu aset dengan menganalisis laporan keuangan, tren pasar, dan faktor ekonomi lainnya. Dengan demikian, Sobat Makmur dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat.
Dengan strategi ini, Cohen menjadikan sejumlah kriteria seperti pendapatan, laba bersih, dan aliran kas sebelum membeli suatu saham. Cohen bahkan membangun tim riset di Point72 yang menganalisis data secara mendalam untuk mengidentifikasi saham undervalued yang memiliki potensi kenaikan besar.
3. Berinvestasi dalam Jangka Panjang (Peter Lynch)
Tips ketiga datang dari investor saham kawakan Peter Lynch. Dalam berinvestasi, Lynch lebih memilih memegang saham untuk jangka panjang, terutama jika suatu perusahaan memiliki fundamental yang kuat. Dia percaya bahwa harga saham pada akhirnya akan mencerminkan nilai sebenarnya (fair value) dari perusahaan. Investor harus bersabar dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar jangka pendek. Oleh karena itu, investor yang sabar dan menahan saham untuk jangka waktu yang lebih lama sering kali akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Tips ini tentu masih relevan untuk Sobat Makmur terapkan di tengah fluktuasi pasar saat ini.
4. Memanfaatkan Volatilitas Pasar (Paul Tudor Jones II)
Bagi sebagian orang, volatilitas pasar menjadi sesuatu yang menakutkan. Akan tetapi, bagi seorang Paul Tudor Jones II, volatilitas pasar bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang. Jones sering mengambil keuntungan dari kondisi pasar yang tidak stabil, termasuk peristiwa geopolitik atau krisis ekonomi. Dengan pemahaman mendalam tentang pola pasar, Jones mampu mengambil posisi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga yang signifikan. Tips ini bisa Sobat Makmur terapkan dalam kondisi pasar yang cukup volatile. Dengan pemahaman dan analisis fundamental yang baik, kamu bisa meraup keuntungan dari volatilitas pasar.
5. Diversifikasi Portofolio (Abigail Johnson)
Diversifikasi portofolio menjadi strategi yang tepat saat pasar sedang volatile akibat faktor eksternal seperti krisis ekonomi, perubahan suku bunga, ketidakstabilan geopolitik, atau kejadian tak terduga seperti pandemi. Dalam kondisi seperti ini, diversifikasi membantu mengurangi risiko dengan menyebarkan investasi ke berbagai aset sehingga kerugian di satu area dapat dikompensasi oleh keuntungan di area lain. Abigail Johnson, CEO dari Fidelity Investments, salah satu perusahaan investasi terbesar di dunia, menjadi salah satu investor yang menekankan pentingnya diversifikasi sebagai strategi investasi utama. Menurut Abigail, dengan diversifikasi, investor tidak terlalu bergantung pada kinerja satu jenis aset atau sektor tertentu. Di bawah kepemimpinannya, Fidelity menawarkan berbagai produk investasi, termasuk reksa dana, reksa dana indeks, Exchange-Traded Fund (ETF), dan produk-produk lain untuk memberi investor pilihan yang lebih luas dan mengurangi risiko volatilitas pasar.
Nah, Sobat Makmur, itu dia beberapa nasihat dan strategi dari 5 tokoh superinvestor dunia yang bisa kamu terapkan dalam berinvestasi di tahun ini. Selain strategi yang tepat, kamu juga harus mengenali profil risiko dan juga memilih instrumen investasi yang tepat. Salah satu instrumen investasi yang bisa kamu pilih adalah reksa dana. Sebab, dana yang kamu investasikan di instrumen reksa dana akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi (MI) sehingga kamu tidak perlu repot mengelola portofolio sendiri.
Dengan membeli reksa dana, tandanya kamu juga telah melakukan diversifikasi otomatis. Dalam artian, Sobat Makmur tidak perlu repot untuk membeli beberapa jenis aset karena danamu sudah dikelola secara otomatis dan profesional oleh MI. Hal ini cocok terutama bagi kamu yang baru mulai dan belum terlalu paham cara memilih portofolio yang seimbang.
Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo Special Valentine, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi
Key Takeaways: Dinamika pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sementara rebalancing indeks untuk saham Indonesia pada 27 Januari 2026. Keputusan tersebut tidak terlepas dari isu transparansi free float serta struktur kepemilikan saham yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar. Sebagai respons, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa […]
Key Takeaways: Proses cleansing dalam reksa dana syariah merupakan mekanisme yang memastikan seluruh keuntungan yang diperoleh investor bersumber dari aktivitas yang halal dan sesuai dengan prinsip Islam. Proses ini sangat penting untuk menjaga agar portofolio investasi tetap selaras dengan ketentuan syariah, sebagaimana ditetapkan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis […]
Key Takeaways: Sepanjang Juli 2026, sejumlah emiten secara resmi menyatakan kesiapannya menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dua nama yang cukup mencuri perhatian adalah PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), yang pada 6 Juli 2026 mulai melaksanakan distribusi saham kepada para investor. Distribusi ini menandai bahwa […]
Key Takeaways: Berinvestasi pada saham yang ditawarkan melalui Initial Public Offering (IPO) menjadi salah satu pilihan yang banyak dipertimbangkan oleh investor ritel di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya aktivitas di pasar, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan sebanyak 50 perusahaan melakukan IPO sepanjang 2026. Pada awal Juli 2026, sudah ada sejumlah perusahaan dijadwalkan untuk melakukan IPO, antara […]
Key Takeaways: Papan Utama adalah salah satu dari tiga kategori papan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI), selain Papan Pengembangan dan Papan Akselerasi. Klasifikasi ini dibuat untuk mengelompokkan perusahaan tercatat berdasarkan karakteristik bisnis dan kinerja keuangannya. Sebagai informasi, per 9 Februari 2026, terdapat 258 saham yang tercatat di Papan Utama. Papan Utama merupakan kumpulan perusahaan […]
Key Takeaways: Musim pembagian dividen kembali menjadi perhatian investor setelah sejumlah emiten batu bara mengumumkan besaran dividen untuk tahun buku 2025. Di tengah volatilitas harga komoditas dan berbagai tantangan industri batu bara, sejumlah emiten tetap mampu membagikan dividen dalam jumlah besar sehingga menghasilkan dividend yield yang menarik. Dalam investasi saham, dividend yield adalah persentase imbal […]