






Dalam dunia investasi, pergerakan pasar tidak dapat sepenuhnya dapat diprediksi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik global maupun domestik, mulai dari rilis data ekonomi, kebijakan bank sentral, hingga dinamika geopolitik. Di tengah kondisi yang fluktuatif ini, pemahaman terhadap konsep risk-on dan risk-off menjadi penting bagi investor agar dapat menyusun strategi investasi yang tepat sesuai arah pergerakan pasar. Dalam artikel ini, Makmur akan membahas apa yang dimaksud dengan kondisi risk-on dan risk-off, faktor-faktor yang memicunya, serta bagaimana investor dapat menyesuaikan strategi investasi secara optimal untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Secara sederhana, risk-on adalah kondisi pasar ketika investor menunjukkan toleransi risiko yang lebih tinggi. Pada fase ini, sentimen terhadap prospek pertumbuhan ekonomi cenderung positif, mendorong aliran dana ke aset berisiko seperti saham, komoditas, dan reksa dana berbasis ekuitas.
Sebaliknya, risk-off adalah situasi ketika ketidakpastian pasar meningkat, misalnya akibat pelemahan ekonomi global, konflik geopolitik, atau kebijakan suku bunga yang agresif. Dalam kondisi seperti ini, investor umumnya cenderung menghindari risiko dan mengalihkan portofolionya ke instrumen yang lebih defensif, seperti emas, obligasi pemerintah, instrumen pasar uang, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana pendapatan tetap.
Transisi antara kondisi risk-on dan risk-off (atau sebaliknya) umumnya dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental maupun sentimen global yang saling berkaitan. Beberapa faktor utama yang biasanya menjadi pemicu antara lain:
Memahami siklus risk-on dan risk-off penting bagi semua investor, baik institusi maupun individu, terutama bagi investor yang mengelola portofolio jangka menengah hingga panjang. Dengan menyesuaikan strategi investasi terhadap perubahan sentimen pasar, Anda dapat meminimalkan risiko investasi.
Dalam kondisi risk-on, investor cenderung meningkatkan eksposur ke instrumen dengan potensi imbal hasil lebih tinggi, seperti saham, reksa dana saham, atau reksa dana indeks yang berbasis kinerja IHSG, seperti LQ45, Infobank15 (indeks yang berisi 15 saham perbankan dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi), dan sub-indeks lainnya.
Salah satu instrumen reksa dana indeks yang dapat dipertimbangkan adalah Reksa Dana STAR Infobank15 Kelas Utama, yang mengalokasikan mayoritas portofolionya pada saham-saham anggota Indeks Infobank15. Produk ini memberikan eksposur langsung ke sektor perbankan Indonesia yang prospektif, serta dikelola oleh Manajer Investasi (MI) profesional yang memahami dinamika pasar.
Sebaliknya, dalam kondisi risk-off, investor cenderung mengambil sikap lebih defensif (mengutamakan perlindungan modal dan kestabilan nilai portofolio). Strategi alokasi aset yang lebih konservatif seperti memperbesar porsi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) dan Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) dapat menjadi pilihan untuk menjaga stabilitas portofolio.
RDPT adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan minimal 80% portofolionya pada surat utang (obligasi). Instrumen ini cenderung memberikan kestabilan nilai serta potensi imbal hasil berkala.
RDPU cocok bagi investor yang mengutamakan likuiditas dan kestabilan nilai investasi dalam jangka pendek. Instrumen ini mengalokasikan dananya sepenuhnya pada pasar uang, seperti deposito dan surat berharga jangka pendek, dengan risiko yang relatif rendah.
Itulah penjelasan mengenai strategi investasi berdasarkan kondisi risk-on dan risk-off. Dengan memahami dinamika ini, Anda dapat menyusun strategi investasi yang lebih optimal terhadap perubahan pasar. Pastikan juga Anda memilih produk investasi yang sesuai dengan profil risiko, guna menjaga kestabilan portofolio dan mendukung tercapainya tujuan finansial jangka panjang.
Di Makmur, Anda juga dapat memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda dapat memilih dan membeli reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo June Invest dan promo Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Menyusun target keuangan tahunan sering kali terdengar sederhana, tetapi dalam praktiknya tidak selalu mudah dijalankan secara konsisten. Ketika tidak disertai dengan perencanaan yang jelas, target tersebut berisiko tidak terealisasi. Di sinilah pentingnya menggunakan metode perencanaan keuangan yang lebih terstruktur, salah satunya melalui metode SMART. Metode ini membantu Anda menyusun tujuan keuangan secara lebih […]
Key Takeaways: Ketika berinvestasi di saham, memahami laporan keuangan perusahaan bisa saja belum cukup untuk mengambil keputusan yang tepat. Investor juga perlu memperhatikan berbagai indikator makroekonomi yang dapat memberikan gambaran mengenai arah perekonomian. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk membaca kondisi ekonomi adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). IKK merupakan hasil survei yang mengukur tingkat […]
Key Takeaways: Perubahan nilai tukar US Dollar (USD) terhadap rupiah bukan sekadar indikator makroekonomi yang jauh dari aktivitas sehari-hari. Bagi pelaku pasar modal, pergerakan USD memiliki implikasi langsung terhadap kinerja keuangan sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perubahan nilai tukar dapat menjadi katalis positif maupun negatif terhadap kinerja emiten, bergantung pada karakteristik bisnis masing-masing […]
Key Takeaways: Dinamika pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sementara rebalancing indeks untuk saham Indonesia pada 27 Januari 2026. Keputusan tersebut tidak terlepas dari isu transparansi free float serta struktur kepemilikan saham yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar. Sebagai respons, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa […]
Key Takeaways: Proses cleansing dalam reksa dana syariah merupakan mekanisme yang memastikan seluruh keuntungan yang diperoleh investor bersumber dari aktivitas yang halal dan sesuai dengan prinsip Islam. Proses ini sangat penting untuk menjaga agar portofolio investasi tetap selaras dengan ketentuan syariah, sebagaimana ditetapkan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis […]
Key Takeaways: Sepanjang Juli 2026, sejumlah emiten secara resmi menyatakan kesiapannya menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dua nama yang cukup mencuri perhatian adalah PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), yang pada 6 Juli 2026 mulai melaksanakan distribusi saham kepada para investor. Distribusi ini menandai bahwa […]