






Hi Investor Makmur!
Bank Indonesia kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps dari 5,75% menjadi 5,50% pada Mei 2025. Langkah ini diambil seiring dengan inflasi yang tetap terkendali dalam target BI di kisaran 1,5%-3,5%, nilai tukar rupiah yang stabil, serta upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pemangkasan suku bunga menjadi katalis positif bagi pasar keuangan. Di pasar obligasi, suku bunga lebih rendah mendorong penurunan yield dan kenaikan harga, imbal hasil jadi lebih menarik. Di sisi lain, saham juga berpotensi mendapat dampak positif karena biaya pinjaman yang lebih rendah bisa mendorong ekspansi usaha dan peningkatan laba.
Pemangkasan suku bunga ini menjadi peluang untuk berinvestasi di reksa dana seperti reksa dana saham, reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, ataupun reksa dana campuran yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuanganmu. Ditambah lagi saat ini Makmur sedang bagi-bagi Bonus Investasi hingga Rp100 Juta. Yuk, investasi di Makmur sekarang!
Berikut syarat dan ketentuan promo ini:
Halo Investor Makmur, Membangun kekayaan adalah sebuah perjalanan yang panjang, tidak selalu mudah, dan penuh tantangan yang tidak dapat diprediksi. Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, setiap keputusan investasi menuntut kesabaran dan konsistensi yang tidak semua orang mampu pertahankan. Makmur memahami kompleksitas perjalanan tersebut, dan menyadari bahwa di balik setiap portofolio yang dibangun, terdapat […]
Halo Investor Makmur, IHSG terkoreksi 12,4% secara MTD hingga (21/5), diikuti net foreign sell Rp 6 triliun. Tekanan ini dipicu rebalancing MSCI dan kebijakan ekspor komoditas satu pintu melalui pemerintah. Dari sisi global, The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga, sementara BI menaikkan suku bunga acuan ke 5,25% untuk menjaga stabilitas rupiah. Di tengah volatilitas […]
Halo Investor Makmur, MSCI kembali membekukan rebalancing saham Indonesia untuk periode Mei 2026, dengan pengumuman evaluasi final pada Juni 2026. Kebijakan ini berpotensi menahan aliran dana pasif global ke pasar ekuitas, sejalan dengan koreksi IHSG sebesar 18,2% dan net foreign sell yang mencapai Rp47,2 triliun secara YTD (per 28 April 2026). Di tengah tekanan pada […]
Halo Investor Makmur, Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus berlanjut, memasuki pekan kelima. Eskalasi ini mendorong harga minyak naik >40% akibat gangguan distribusi dan turut menekan pasar keuangan. IHSG turun 13,82% (month-to-date hingga 27 Maret) diikuti aksi net foreign sell sebesar Rp16,46 triliun seiring meningkatnya sentimen risk-off global. Di tengah ketidakpastian pasar yang […]
Halo Investor Makmur, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) capai kesepakatan dagang final, dengan tarif ekspor Indonesia menjadi 19% dan 0% untuk 1.819 produk, sebagai timbal balik, Indonesia menghapus bea masuk atas 99% produk AS. Kesepakatan ini perlu dicermati terutama jika impor melampaui ekspor, surplus neraca perdagangan dapat tertekan. Di sisi lain, AS berencana menaikkan tarif […]
Halo Investor Makmur, Pasar Saham Indonesia bergerak fluktuatif sepanjang Januari 2026. Pada (28/01), IHSG terkoreksi dalam hingga memicu trading halt. Tekanan pasar terjadi usai MSCI mengumumkan penerapan perlakuan sementara terhadap pasar saham Indonesia dengan membekukan penyesuaian indeks pada evaluasi Februari 2026, meningkatkan kehati-hatian investor global dan berpotensi menahan arus dana asing dalam jangka pendek. Di […]