makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Jangan Asal Pilih, Ini Karakteristik Perusahaan yang Cocok untuk Strategi Nabung Saham

author
Content Management
author
30 Januari 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Strategi nabung saham, yang dilakukan secara rutin bisa membantu Anda membangun portofolio investasi yang stabil dalam jangka panjang.
  • Pemilihan saham perusahaan yang memiliki fundamental yang kuat, prospek bisnis yang baik, dan manajemen yang profesional sangatlah penting. 
  • Ada beberapa faktor yang memengaruhi potensi keuntungan nabung saham tidak optimal, yaitu kondisi pasar dan pemilihan saham.

Investasi saham saat ini merupakan hal yang umum dilakukan oleh banyak orang, terutama dengan hadirnya program Yuk Nabung Saham yang diinisiasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2017. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menabung saham sebagai instrumen investasi jangka panjang. 

Melalui program ini, BEI berupaya mendorong masyarakat untuk memulai investasi secara rutin di pasar saham. Menabung saham bisa menjadi sarana untuk belajar disiplin, namun apakah potensi keuntungannya optimal? Lalu, apa saja karakteristik perusahaan yang cocok untuk menerapkan strategi nabung saham? Mari kita bahas secara detail dan mendalam pada artikel ini. 

Kriteria Perusahaan yang Cocok untuk Nabung Saham

Tidak semua saham bisa diinvestasikan dengan strategi nabung saham, berikut ini adalah beberapa kriteria yang perlu Anda perhatikan dalam memilih perusahaan untuk nabung saham, di antaranya:

1. Perusahaan dengan fundamental yang kuat

Salah satu faktor dalam memilih saham adalah mengevaluasi fundamental perusahaan. Perusahaan dengan fundamental yang kuat cenderung lebih stabil dan memiliki prospek yang baik dalam jangka panjang. Beberapa indikator yang bisa digunakan untuk menilai fundamental perusahaan antara lain:

  • Price to earning ratio (P/E) 

Rasio keuangan ini digunakan untuk mengukur harga saham relatif terhadap laba yang dihasilkan perusahaan. Semakin rendah P/E ratio, semakin murah saham tersebut dibandingkan dengan laba yang dihasilkan. Sebagai contoh, jika harga saham perusahaan ABCD adalah Rp10.000 dan Earning per share (EPS)-nya adalah Rp500, maka:

  • P/E Ratio = 10.000/500 = 20

Angka 20 ini menunjukkan bahwa harga saham perusahaan 20 kali lebih tinggi dibandingkan dengan laba yang dihasilkan per saham. P/E ratio yang dianggap ideal atau wajar dapat bervariasi tergantung pada sektor industri dan kondisi pasar. Berikut adalah acuannya:

Tabel 1. Acuan P/E Ratio

P/E Ratio RendahJika sebuah perusahaan memiliki P/E ratio yang lebih rendah, ini merupakan indikasi saham undervalued (murah) dibandingkan dengan laba yang dihasilkan.
P/E Ratio TinggiP/E yang tinggi bisa mengindikasikan bahwa saham perusahaan tersebut overvalued (mahal), atau investor memiliki harapan tinggi terhadap pertumbuhan laba perusahaan tersebut di masa depan.

Sebagai catatan, setiap sektor industri memiliki P/E ratio ideal yang berbeda. Angka ideal diperoleh dari rata-rata P/E ratio dari saham di industri sejenis. Sebagai contoh, pada industri perbankan, Anda bisa mengelompokkan saham, seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI.

  • Dividend payout ratio

Dividend payout ratio (DPR) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai seberapa besar laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen

Rasio ini dihitung dengan membagi total dividen yang dibayarkan dengan laba bersih perusahaan dan mengalikan hasilnya dengan 100%. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar bagian laba yang dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) adalah contoh perusahaan yang memiliki laba bersih yang konsisten meningkat dari tahun ke tahun, disertai dengan peningkatan dividend payout ratio yang menunjukkan keberlanjutan kebijakan pembayaran dividen yang menguntungkan bagi para investor. Berikut adalah data laba bersih dan dividend payout ratio untuk tahun 2021-2024:

Tabel 2. Dividend payout ratio BBCA

TahunLaba BersihDividend Payout Ratio (DPR)
2021Rp31,4 triliun56,9% dari laba bersih
2022Rp40,7 triliun62,1% dari laba bersih
2023Rp48,6 triliun68,5% dari laba bersih
2024Rp54,8 triliun67,5% dari laba bersih

Sumber: Investing.com

Terlihat, BBCA berhasil menjaga pertumbuhan laba bersih yang kuat, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola operasi dan mencatatkan kinerja keuangan yang sehat. Kenaikan laba bersih yang konsisten ini mencerminkan stabilitas dan pertumbuhan yang menguntungkan bagi perusahaan dan para pemegang sahamnya.

2. Memiliki prospek bisnis yang baik

Salah satu kriteria dalam memilih perusahaan untuk strategi nabung saham adalah prospek bisnis yang baik. Perusahaan yang memiliki prospek bisnis yang cerah di masa depan tidak hanya mampu menghasilkan laba yang stabil, tetapi juga dapat beradaptasi dengan perubahan industri. Prospek bisnis yang baik mencerminkan kemampuan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang, bahkan dalam kondisi ekonomi yang menantang.

Selain itu, perusahaan yang mampu berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), misalnya, telah menunjukkan kemampuannya dalam beradaptasi dengan tren digital melalui layanan seperti BCA mobile dan KlikBCA, yang mengakomodasi pertumbuhan transaksi digital. 

Manajemen risiko yang baik dan kebijakan keuangan yang sehat sangat penting untuk memastikan perusahaan tetap stabil dan menguntungkan meskipun menghadapi tantangan ekonomi. BCA juga mencatatkan laba bersih yang terus meningkat dan kebijakan dividen yang konsisten, yang menunjukkan prospek bisnis yang stabil dan menguntungkan bagi para investor. 

3. Memiliki manajemen yang profesional

Manajemen perusahaan yang baik memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan perusahaan di masa depan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih perusahaan yang dipimpin oleh tim manajemen yang berpengalaman, profesional, dan memiliki visi yang jelas untuk masa depan. 

Salah satu contoh perusahaan yang menunjukkan kualitas manajemen yang luar biasa adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang dikenal sebagai salah satu bank swasta terbesar dan paling terpercaya di Indonesia. BCA telah berhasil meraih penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia selama 7 tahun berturut‑turut, yang mencerminkan komitmen manajemennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan menciptakan lingkungan kerja yang positif.

Simulasi Nabung Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Sebelumnya sudah membahas beberapa data tentang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bagaimana hasilnya jika Anda nabung saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) selama 5 tahun terakhir? Apakah menguntungkan? Di bawah ini merupakan daftar tanggal simulasi Anda membeli saham BBCA di setiap awal bulan selama periode 2021 hingga 2025.

Tabel 3. Periode Pembelian Saham BBCA

Sumber: Investing.com

Apabila Anda nabung saham BBCA 1 lot setiap bulan dari Januari 2021 hingga Desember 2025 dengan harga penutupan di setiap awal bulan. Maka, total uang yang dikeluarkan untuk membeli saham BBCA selama 5 tahun tersebut sebesar Rp50.431.500. Jumlah total yang Anda keluarkan untuk membeli saham BBCA sebanyak 60 lot (6.000 lembar) selama periode tersebut.

Setelah menghitung harga pembelian rata-rata dari semua pembelian yang dilakukan setiap bulan, harga rata-rata saham yang Anda beli adalah Rp8.405,25 per lembar. Berarti, meskipun harga saham bervariasi setiap bulan, Anda membeli saham BBCA dengan harga rata-rata sekitar Rp8.405,25 per lembar.

Pada 15 Januari 2026, harga penutupan saham BBCA tercatat sebesar Rp8.075 per lembar. Karenakan harga saham BBCA pada Januari 2026 lebih rendah dari harga rata-rata yang Anda beli di angka Rp8.405,25, maka Anda mengalami kerugian sebesar Rp1.981.500 atau -3,9% dalam 5 tahun.

Namun, selama 5 tahun berinvestasi Anda mendapatkan dividen, perhitungannya sebagai berikut:

Tabel 4. Histori Pembagian Dividen BBCA

Tanggal ex-dividendDividen per lembar sahamJumlah lembar sahamDividen yang diperoleh
08/04/2021432400Rp172.800
17/11/2021251.100 Rp27.500
28/03/20221201.500Rp180.000
02/12/2022352.400Rp84.000
29/03/20231702.700Rp459.000
04/12/202342,53.600Rp153.000
25/03/2024227,53.900Rp887.250
21/11/2024504.700Rp235.000
21/03/20252505.100Rp1.275.000
03/12/2025556.000Rp330.000

Sumber: Investing.com

Total dividen yang Anda peroleh selama periode tersebut adalah Rp3.803.550. Meskipun secara capital gain Anda mengalami kerugian sebesar Rp1.981.500 atau -3,9% dalam 5 tahun, namun Anda masih memperoleh keuntungan berkat adanya dividen yang dibagikan. Sehingga,  Anda tetap mendapatkan keuntungan bersih dari investasi sebesar Rp1.822.050, atau sekitar 3,61% dari modal Anda sebesar Rp50.431.500.

Menabung saham dapat memberikan hasil yang menguntungkan, namun apakah keuntungannya optimal? Hal itu tergantung dari analisis fundamental dan pemilihan saham yang Anda lakukan. Apabila Anda ingin mengoptimalkan potensi keuntungan dan meminimalkan risiko, reksa dana saham bisa menjadi pilihan yang bisa dipertimbangkan. 

Manajer investasi (MI) yang berpengalaman akan mengelola portofolio investasi, termasuk dalam menentukan waktu pembelian yang tepat, berdasarkan analisis fundamental dan penilaian terhadap sektor yang berpotensi tumbuh. Hal tersebut berpotensi memberikan Anda keuntungan yang lebih maksimal. 

Di Makmur, ada berbagai pilihan reksa dana saham, salah satunya Bahana Icon Syariah Kelas G. Reksa dana ini memiliki kinerja yang solid secara historis, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berdasarkan data per 29 Januari 2026, reksa dana ini memiliki return sebesar 10,21% dalam 3 bulan terakhir dan 70,80% dalam 3 tahun terakhir. 


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itureksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January dan promo Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Realisasi Investasi Danantara di Tahun 2026, Saham, Proyek Hilirisasi, dan Aset Luar Negeri

Key Takeaways: Daya Anagata Nusantara (Danantara) adalah Badan Pengelola Investasi (BPI) milik negara yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengkonsolidasikan aset BUMN secara strategis dan mengelola kekayaan negara secara terpusat. Lembaga ini bertujuan menjadi sovereign wealth fund (SWF) untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. SWF merupakan lembaga investasi khusus yang […]

author
Content Management
calendar
22 September 2026
Artikel

The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%–4,00%, Apa Dampaknya bagi Investor Indonesia?

Key Takeaways: Federal Open Market Committee (FOMC) atau komite kebijakan moneter Federal Reserve resmi menaikkan kisaran target suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 3,75% sampai 4,00% pada 16 September 2026. Keputusan tersebut disetujui secara bulat melalui voting, dengan hasil 12 suara setuju tanpa adanya perbedaan pendapat.  Dalam pernyataan resminya, komite FOMC menempatkan keputusan tersebut […]

author
Content Management
calendar
18 September 2026
Artikel

Menilai Penggunaan Dana Hasil Right Issue, Apa yang Harus Diperhatikan Investor Sebelum Menebusnya?

Key Takeaways: Right issue merupakan salah satu aksi korporasi yang cukup sering dilakukan oleh emiten di pasar modal. Aksi right issue memberikan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk menambah kepemilikan dengan harga tertentu sebelum saham baru ditawarkan lebih luas. Menilai penggunaan dana right issue menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk menebus atau melepas hak tersebut. […]

author
Content Management
calendar
17 September 2026
Artikel

Mengapa Investor Wajib Menghitung Risiko Negative Real Return? Ini Alasannya

Key Takeaways: Banyak investor merasa puas ketika melihat nilai investasi mereka terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, pertumbuhan nominal tersebut belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan yang sebenarnya. Ada satu faktor penting yang sering diabaikan, yaitu inflasi. Investor wajib menghitung risiko negative real return karena inflasi yang tinggi dapat membuat nilai riil atau daya beli […]

author
Content Management
calendar
16 September 2026
Artikel

Tertarik Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong? Ini Cara Memilih Perusahaan yang Fundamentalnya Kuat

Key Takeaways: Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor terkemuka di Indonesia yang telah menunjukkan konsistensinya dalam berinvestasi di saham sejak lama. Dengan mengadopsi filosofi value investing, Lo Kheng Hong percaya bahwa investasi yang baik harus didasarkan pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, bukan hanya sekadar fluktuasi harga jangka pendek.  Mari kita ulas lebih […]

author
Content Management
calendar
15 September 2026
Artikel

Belanja Pemerintah dan Investasi: Seberapa Besar Keterkaitannya?

Key Takeaways: Multiplier effect adalah kondisi ketika perubahan awal pada pengeluaran menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap pendapatan maupun output ekonomi secara keseluruhan. Proses ini terjadi karena pengeluaran satu pihak akan menjadi pendapatan bagi pihak lain, yang kemudian kembali dibelanjakan sehingga menciptakan putaran aktivitas ekonomi baru. Salah satu sumber multiplier effect yang paling sering dibahas […]

author
Content Management
calendar
10 September 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0