






Return on Investment (ROI) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu investasi. ROI menunjukkan seberapa efektif investasi yang dilakukan dalam menghasilkan keuntungan. Secara umum, semakin besar ROI yang diperoleh, semakin baik kinerja investasi tersebut. Namun, ROI yang besar tidak selalu mencerminkan investasi yang ideal karena masih terdapat faktor lain yang perlu dipertimbangkan.
Pada dasarnya, ROI dihitung dengan rumus sebagai berikut:
| ROI = (Laba bersih / biaya investasi) × 100 |
Laba bersih yang dimaksud di sini adalah nilai keuntungan dari investasi yang Anda lakukan. Sedangkan, biaya investasi mencakup semua modal yang terkait dengan investasi tersebut, seperti jumlah nilai investasi, biaya transaksi, atau pengeluaran lainnya yang timbul selama periode investasi.
Sebagai contoh, Anda berinvestasi dalam sebuah saham dengan modal investasi sebesar Rp50.000.000. Setelah beberapa waktu, saham tersebut menghasilkan laba bersih sebesar Rp15.000.000. Maka perhitungan ROI-nya adalah:
Artinya, Anda memperoleh keuntungan sebesar 30% dari total pengeluaran yang dikeluarkan untuk investasi tersebut. Meskipun ROI memberikan gambaran nilai keuntungan, menentukan apakah nilai tersebut ideal memerlukan pertimbangan lebih lanjut. Beberapa faktor yang memengaruhi sebuah ROI antara lain tingkat risiko, jangka waktu investasi, dan kondisi pasar yang terjadi.
Setelah mengetahui perhitungan ROI dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk menentukan apakah ROI yang diperoleh sudah ideal:
Salah satu cara untuk menilai apakah ROI yang Anda peroleh ideal adalah dengan membandingkannya dengan benchmark industri. Setiap industri atau sektor saham umumnya memiliki standar atau rata-rata ROI yang dianggap wajar dan dapat digunakan sebagai tolok ukur.
Membandingkan ROI dengan angka rata-rata dalam industri yang sama, Anda bisa menilai apakah hasil investasi berada pada level yang kompetitif atau bahkan lebih baik daripada yang lain.
Jika ROI yang Anda peroleh jauh lebih tinggi dari rata-rata industri, ini menandakan bahwa investasi tersebut sangat menguntungkan dan dapat dianggap ideal. Sebaliknya, jika ROI Anda lebih rendah, Anda perlu mempertimbangkan apakah ada faktor-faktor lain yang membatasi hasil tersebut, seperti tingginya risiko yang diambil atau kondisi pasar yang kurang mendukung.
Tujuan investasi yang jelas dan terukur sangat berpengaruh terhadap bagaimana Anda menilai ROI yang Anda capai ideal atau tidak bergantung pada tujuan investasi yang Anda tetapkan. Setiap investor memiliki tujuan yang berbeda dan hal ini harus diperhatikan ketika mengevaluasi hasil investasi.
Jika tujuan investasi Anda adalah untuk memperoleh keuntungan jangka panjang, maka ROI yang tinggi dalam waktu singkat mungkin bukan pilihan terbaik. ROI yang besar dalam periode yang singkat cenderung mencerminkan fluktuasi pasar dan tingkat risiko yang tinggi. Sebagai contoh, harga saham PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) telah mengalami pertumbuhan 92,95% dalam 1 tahun terakhir, harga per 02 Januari 2025 tercatat sebesar Rp2.250, kemudian naik menjadi Rp4.150 pada 21 Januari 2026.
Sebaliknya, jika tujuan Anda adalah untuk memperoleh potensi keuntungan dalam waktu singkat, ROI yang besar bisa lebih relevan. Potensi keuntungan cepat bisa dianggap ideal, terutama jika diimbangi dengan manajemen risiko yang baik. Salah satu contoh saham yang mengalami kenaikan signifikan dalam waktu singkat adalah PT RMK Energy Tbk (RMKE). Berdasarkan data per 21 Januari 2026, RMKE tercatat mengalami kenaikan sebesar 42,20% sejak 02 Januari 2026.
ROI yang tinggi dalam satu periode investasi memang menarik, namun Anda perlu mempertimbangkan potensi pertumbuhan dan keberlanjutan investasi tersebut di masa depan. Sebuah investasi yang memberikan ROI besar di awal akan sangat menguntungkan dalam jangka pendek, tetapi jika bergantung pada kondisi pasar yang fluktuatif atau tidak stabil, ROI tersebut mungkin tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi apakah ROI yang diperoleh dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, ROI yang lebih moderat namun stabil cenderung lebih disukai oleh banyak investor, terutama untuk investasi jangka panjang. Investasi yang memiliki potensi pertumbuhan yang berkelanjutan, sering kali lebih menguntungkan meskipun ROI-nya lebih rendah dibandingkan dengan investasi yang lebih berisiko. Dengan menganalisis prospek masa depan dan stabilitas investasi, Anda dapat menentukan apakah ROI yang diperoleh sesuai dengan tujuan dan strategi investasi yang diinginkan.
Dalam menilai apakah ROI yang Anda capai sudah ideal, sangat penting untuk memperhitungkan rata-rata pertumbuhan investasi dalam periode yang lebih panjang. Evaluasi ROI sebaiknya tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada bagaimana kinerja investasi Anda berkembang seiring waktu. Dengan memiliki tolok ukur yang jelas untuk pertumbuhan investasi, Anda dapat lebih mudah merencanakan dan mengarahkan strategi investasi di masa depan.
Mengukur rata-rata pertumbuhan tahunan atau dalam periode tertentu memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang potensi investasi Anda. Hal ini membantu Anda menilai apakah hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan. Dengan tolok ukur yang tepat, Anda bisa lebih mudah membandingkan hasil investasi dengan standar industri atau performa investasi lainnya, sehingga memungkinkan Anda untuk membuat keputusan yang lebih terkonsep dan strategis di masa depan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap risiko setiap investasi dan membandingkannya dengan ROI yang dihasilkan. Langkah ini akan membantu Anda memastikan bahwa hasil investasi seimbang dengan risiko yang diambil, serta memungkinkan Anda membuat keputusan investasi yang lebih bijaksana dan aman.
Return on Investment (ROI) adalah cara yang efektif untuk mengukur keberhasilan suatu investasi. Namun, ROI yang tinggi tidak selalu mencerminkan investasi yang ideal. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti risiko investasi, jangka waktu investasi, kondisi pasar, dan tujuan investasi. Oleh karena itu, Anda perlu menganalisis ROI secara menyeluruh, membandingkannya dengan standar industri, dan mempertimbangkan potensi keberlanjutan investasi.
Apabila Anda ingin memiliki potensi keuntungan dari saham namun tidak memiliki waktu dan keahlian untuk menganalisis, maka reksa dana saham bisa menjadi pilihan. Dana Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang memiliki keahlian dalam memilih saham dan mengelola portofolio investasi.
MI memilih saham berdasarkan analisis fundamental yang mendalam dan secara aktif memantau kinerja portofolio untuk memastikan alokasi yang optimal, dengan tujuan memaksimalkan keuntungan dalam batas risiko yang dapat diterima.
Anda bisa memilih beragam produk reksa dana saham melalui Makmur, salah satunya Bahana Icon Syariah Kelas G. Berdasarkan data per 21 Januari 2025, reksa dana ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 20,61% dalam 3 bulan terakhir, 70,94% dalam 1 tahun terakhir, dan 89,87% dalam 3 tahun terakhir.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itureksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January dan promo Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam membangun portofolio investasi saham, salah satu tantangan terbesar bagi investor adalah membedakan antara saham yang benar-benar berkualitas (best buy) dan saham yang sebaiknya dihindari (worst buy). Tidak semua saham yang harganya murah layak dibeli, dan tidak semua saham yang populer menjamin keuntungan. Memahami perbedaan fundamental antara kedua kategori ini adalah langkah krusial […]
Key Takeaways: Strategi buy and hold pada reksa dana merupakan pendekatan investasi jangka panjang, di mana investor mempertahankan investasinya tanpa melakukan penjualan atau pencairan. Tujuannya adalah memperoleh pertumbuhan aset secara bertahap dan optimal. Berbeda dengan trading aktif yang mengandalkan timing pasar, strategi ini lebih konsisten dan disiplin. Dalam reksa dana, strategi investasi ini didukung oleh […]
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp266,82 triliun per Februari 2026, naik 5,05% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang year-to-date (YTD) per 31 Maret 2026 akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, berlanjutnya konflik Timur Tengah mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 79% YTD, disertai kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Dari sisi domestik, sentimen dipengaruhi kekhawatiran fiskal dan pembekuan rebalancing […]