makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Diversifikasi ke Beberapa MI atau Fokus di Satu MI? Ini Strategi yang Tepat untuk Profil Risiko Anda

author
Content Management
author
13 Mei 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Keputusan untuk fokus pada satu manajer investasi (MI) atau melakukan diversifikasi tidak dapat digeneralisasi untuk semua investor.
  • Konsentrasi pada satu MI memberikan kemudahan monitoring, namun risikonya dapat lebih besar apabila portofolio didominasi sektor tertentu. 
  • Strategi konsentrasi berpotensi menghasilkan return lebih tinggi apabila produk reksa dana yang dipilih mencatatkan kinerja unggul.
  • Diversifikasi ke beberapa MI membantu menyeimbangkan risiko melalui eksposur ke lebih banyak sektor.

Membangun portofolio reksa dana saham bukan hanya tentang memilih produk dengan return terbaik. Salah satu keputusan penting yang sering diabaikan investor adalah menentukan apakah sebaiknya menempatkan seluruh investasi pada satu manajer investasi (MI) atau membaginya ke beberapa MI sekaligus.

Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Tidak ada jawaban yang sepenuhnya benar atau salah, karena pilihan yang tepat perlu disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, serta seberapa aktif Anda memantau portofolio. Memahami perbedaan keduanya akan membantu Anda mengambil keputusan lebih strategis, terutama dalam konteks reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya.

Fokus di Satu Manajer Investasi (MI)

Pendekatan fokus di satu MI berarti Anda menempatkan seluruh dana reksa dana saham Anda hanya pada satu pengelola. Sebagai contoh, Anda hanya memiliki reksa dana saham Sucorinvest Maxi Fund dalam portofolio.

1. Pantau portofolio jauh lebih mudah

Salah satu keuntungan fokus di satu MI adalah kemudahan dalam memantau portofolio. Dengan hanya satu produk yang diikuti, Anda cukup memahami satu strategi investasi, satu tim pengelola, dan satu fund fact sheet (FFS) untuk mengetahui ke mana dana Anda diinvestasikan.

Sebagai contoh, Anda bisa melihat portofolio dari Sucorinvest Maxi Fund berdasarkan FFS 27 Februari 2026:

Tabel 1. Komposisi portofolio Sucorinvest Maxi Fund (per 27 Februari 2026)

Sumber: MakmurApp

Dengan data seperti di atas, Anda dapat langsung melihat eksposur portofolio Sucorinvest Maxi Fund terhadap berbagai sektor. Sektor keuangan mendominasi dengan bobot gabungan sekitar 39,76% dari lima emiten perbankan besar, yakni BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, dan BBTN. Informasi ini dapat Anda peroleh secara berkala dari dokumen FFS produk reksa dana saham setiap bulan. 

2. Potensi drawdown bisa lebih besar

Konsentrasi pada satu MI juga membawa risiko yang perlu Anda waspadai. Jika portofolionya didominasi sektor tertentu dan sektor tersebut mengalami penurunan, maka drawdown-nya bisa cukup besar. Dari Tabel 1, terlihat bahwa sektor keuangan mendominasi portofolio dengan bobot 39,76%, yang berasal dari lima emiten perbankan dengan market cap besar. Hal ini mencerminkan tingginya eksposur terhadap sektor keuangan. Apabila sektor keuangan mengalami penurunan, maka portofolio reksa dana saham berpotensi terdampak secara signifikan.

Dari sisi kinerja berdasarkan data per 9 April 2026, Sucorinvest Maxi Fund memiliki kinerja yang sangat baik dalam jangka panjang. Berikut adalah acuan nilai investasi sebesar Rp10 juta jika melakukan investasi di beberapa waktu yang berbeda secara historis:

Tabel 2. Kinerja historis Sucorinvest Maxi Fund

Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa dalam jangka pendek, kinerja Sucorinvest Maxi Fund cenderung mengalami tekanan, tercermin dari penurunan sebesar -5,94% dalam periode 3 bulan dan relatif stagnan secara YTD di -0,04%. 

Namun, dalam jangka panjang selama 1 tahun, kinerjanya menunjukkan pertumbuhan dengan return mencapai 91,72%. Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun terdapat tekanan dalam jangka pendek, Sucorinvest Maxi Fund sempat mencatatkan kinerja yang kuat dalam periode 1 tahun terakhir. 

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Diversifikasi ke Beberapa MI

Pendekatan diversifikasi ke beberapa MI berarti Anda membagi investasi ke beberapa produk dari MI yang berbeda. Strategi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada satu strategi pengelolaan dan menyebarkan risiko antar MI.

1. Risiko lebih tersebar, return bisa lebih stabil

Salah satu manfaat diversifikasi ke beberapa MI adalah penyebaran risiko yang lebih merata. Ketika satu MI mengalami penurunan kinerja akibat keputusan investasi atau kondisi pasar tertentu, MI lain dalam portofolio Anda berpotensi memberikan hasil yang lebih baik sehingga dampaknya bisa saling menyeimbangkan.

Sebagai ilustrasi, berikut perbandingan kinerja per 9 April 2026 jika Anda membagi investasi Rp10 juta ke dua produk reksa dana saham dari MI berbeda, yaitu Sucorinvest Maxi Fund dan Batavia Dana Saham Syariah, masing-masing Rp5 juta:

Tabel 3. Kinerja portofolio dari diversifikasi dua reksa dana saham

Dengan melakukan diversifikasi dana investasi menjadi Rp5 juta per produk reksa dana saham di atas, hasil 1 tahunnya sekitar Rp16,07 juta, dalam ilustrasi ini lebih rendah dibandingkan apabila seluruh dana ditempatkan pada Sucorinvest Maxi Fund.

Namun, risiko menjadi lebih tersebar karena penurunan kinerja Batavia Dana Saham Syariah dalam 3 bulan terakhir tidak sedalam Sucorinvest Maxi Fund. Diversifikasi ke beberapa MI membantu mengurangi dominasi suatu pendekatan investasi, sehingga lebih sesuai bagi investor yang menginginkan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan pengelolaan risiko.

2. Evaluasi portofolio lebih kompleks

Di sisi lain, memiliki lebih dari satu produk dari MI berbeda membutuhkan ketelitian yang lebih cermat. Anda perlu memahami strategi tiap MI serta mengevaluasi FFS dan eksposur portofolio secara berkala. Di bawah ini merupakan portofolio reksa dana saham Batavia Dana Saham Syariah:

Tabel 4. Komposisi portofolio Batavia Dana Saham Syariah (per 27 Februari 2026)

Sumber: MakmurApp

Dari tabel di atas, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara strategi konsentrasi pada satu reksa dana dan diversifikasi ke dua reksa dana, baik dari sisi jumlah emiten maupun eksposur sektor. Oleh karena itu, evaluasi akan lebih kompleks bila Anda memiliki lebih dari satu reksa dana saham. 

Jika Anda menginvestasikan Rp10 juta hanya pada Sucorinvest Maxi Fund, maka portofolio Anda memiliki eksposur ke 10 emiten. Namun, struktur investasinya cenderung terkonsentrasi, terutama pada sektor keuangan dengan porsi sekitar 39,76%. Sementara itu, sektor lain seperti bahan baku, konsumsi primer, energi, dan infrastruktur memiliki proporsi yang lebih kecil.

Di sisi lain, jika dana investasi dibagi menjadi Rp5 juta pada Sucorinvest Maxi Fund dan Rp5 juta pada Batavia Dana Saham Syariah, maka total eksposur sektor dalam portofolio menjadi lebih beragam karena terdapat eksposur terhadap 19 emiten, dengan beberapa saham dimiliki pada kedua portofolio.

Sementara itu, sektor bahan baku menjadi sektor terbesar dengan porsi sekitar 20,6%. Sektor konsumsi, baik primer ataupun non-primer berkontribusi sekitar 16%, diikuti sektor telekomunikasi sekitar 8,85%, serta sektor energi dan infrastruktur yang tersebar dalam porsi yang relatif lebih kecil.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Keputusan antara fokus di satu MI atau diversifikasi ke beberapa MI sangat bergantung pada beberapa faktor, antara lain profil risiko, tujuan investasi, dan kemampuan Anda dalam memantau serta mengevaluasi portofolio produk reksa dana secara berkala.

Apabila Anda tertarik untuk mulai berinvestasi reksa dana, Makmur dapat menjadi salah satu platform yang dapat digunakan. Makmur merupakan perusahaan wealth-tech yang menyediakan layanan investasi terpadu untuk saham dan reksa dana, serta telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Momentum May dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

 

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%–4,00%, Apa Dampaknya bagi Investor Indonesia?

Key Takeaways: Federal Open Market Committee (FOMC) atau komite kebijakan moneter Federal Reserve resmi menaikkan kisaran target suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 3,75% sampai 4,00% pada 16 September 2026. Keputusan tersebut disetujui secara bulat melalui voting, dengan hasil 12 suara setuju tanpa adanya perbedaan pendapat.  Dalam pernyataan resminya, komite FOMC menempatkan keputusan tersebut […]

author
Content Management
calendar
18 September 2026
Artikel

Menilai Penggunaan Dana Hasil Right Issue, Apa yang Harus Diperhatikan Investor Sebelum Menebusnya?

Key Takeaways: Right issue merupakan salah satu aksi korporasi yang cukup sering dilakukan oleh emiten di pasar modal. Aksi right issue memberikan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk menambah kepemilikan dengan harga tertentu sebelum saham baru ditawarkan lebih luas. Menilai penggunaan dana right issue menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk menebus atau melepas hak tersebut. […]

author
Content Management
calendar
17 September 2026
Artikel

Mengapa Investor Wajib Menghitung Risiko Negative Real Return? Ini Alasannya

Key Takeaways: Banyak investor merasa puas ketika melihat nilai investasi mereka terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, pertumbuhan nominal tersebut belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan yang sebenarnya. Ada satu faktor penting yang sering diabaikan, yaitu inflasi. Investor wajib menghitung risiko negative real return karena inflasi yang tinggi dapat membuat nilai riil atau daya beli […]

author
Content Management
calendar
16 September 2026
Artikel

Tertarik Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong? Ini Cara Memilih Perusahaan yang Fundamentalnya Kuat

Key Takeaways: Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor terkemuka di Indonesia yang telah menunjukkan konsistensinya dalam berinvestasi di saham sejak lama. Dengan mengadopsi filosofi value investing, Lo Kheng Hong percaya bahwa investasi yang baik harus didasarkan pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, bukan hanya sekadar fluktuasi harga jangka pendek.  Mari kita ulas lebih […]

author
Content Management
calendar
15 September 2026
Artikel

Belanja Pemerintah dan Investasi: Seberapa Besar Keterkaitannya?

Key Takeaways: Multiplier effect adalah kondisi ketika perubahan awal pada pengeluaran menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap pendapatan maupun output ekonomi secara keseluruhan. Proses ini terjadi karena pengeluaran satu pihak akan menjadi pendapatan bagi pihak lain, yang kemudian kembali dibelanjakan sehingga menciptakan putaran aktivitas ekonomi baru. Salah satu sumber multiplier effect yang paling sering dibahas […]

author
Content Management
calendar
10 September 2026
Artikel

Ke Mana Dana Asing Mengalir? Membaca Sinyal Pasar Lewat Makro Flow of Funds Analysis

Key Takeaways: Aliran dana asing merupakan pergerakan masuk dan keluarnya modal investasi dari investor asing ke suatu negara. Pergerakan ini menjadi salah satu indikator yang sering diamati pelaku pasar karena dapat memberikan gambaran mengenai preferensi risiko investor global terhadap suatu negara. Di tengah ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2026, sikap investor asing terhadap Indonesia menunjukkan dinamika […]

author
Content Management
calendar
09 September 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0