






Dalam investasi reksa dana, investor umumnya ingin memahami potensi imbal hasil, termasuk pada reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi.
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur potensi tersebut adalah expected return atau potensi imbal hasil yang diharapkan. Expected return digunakan untuk memperkirakan rata-rata imbal hasil yang dapat diperoleh di masa depan berdasarkan data historis.
Perhitungan expected return reksa dana dapat dilakukan menggunakan metode probabilitas dengan rumus:
| E(R) = (P1 × R1) + (P2 × R2) + ⋯ + (Pn × Rn) |
Keterangan:
Meskipun tidak dapat memberikan kepastian hasil, expected return tetap menjadi indikator yang relevan dalam proses pengambilan keputusan investasi.
Sebagai contoh, kita akan menggunakan data historis nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana saham Sucorinvest Equity Fund Kelas A.
Tabel 1. Perubahan NAB Tahunan Sucorinvest Equity Fund Kelas A dalam 3 Tahun Terakhir

Sumber: MakmurApp
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Meskipun kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan, namun data historis tetap dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan. Oleh karena itu, Anda perlu mengolah data return tersebut secara sistematis melalui beberapa langkah berikut:
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengubah nilai return dari bentuk persentase menjadi desimal agar dapat dimasukkan ke dalam rumus.
Dalam notasi Ri:
Ubah kinerja tahunan reksa dana di atas dalam bentuk desimal:
Terdapat 3 periode data, apabila diasumsikan memiliki peluang yang sama, maka probabilitas masing-masing periode adalah:
Sebagai catatan, pendekatan probabilitas di atas dapat digunakan apabila setiap periode diasumsikan memiliki peluang yang sama.
Setelah nilai return dan probabilitas ditentukan, Anda dapat langsung menghitungnya dengan rumus expected return. Karena setiap tahun memiliki probabilitas yang sama, maka rumusnya menjadi:
| E(R) = 0,3333 × R1 + 0,3333 × R2 + 0,3333 × R3 |
Substitusi nilai:
| E(R) = 0,3333 × 0,1298 + 0,3333 × (-0,0099) + 0,3333 × 0,1189 |
Hasil perhitungan:
Kemudian jumlahkan seluruh hasil:
Berdasarkan data historis tahun 2023 hingga 2025, expected return dari reksa dana Sucorinvest Equity Fund Kelas A adalah sebesar 7,96% per tahun. Angka ini mencerminkan estimasi rata-rata imbal hasil yang berpotensi diperoleh jika pola kinerja historis berulang.
Expected return dapat menjadi salah satu pendekatan dalam memperkirakan potensi imbal hasil reksa dana berdasarkan data historis.
Namun, expected return tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan dalam memilih reksa dana. Keputusan investasi yang bijak tetap harus mempertimbangkan faktor lain seperti tingkat risiko, total dana kelolaan, serta konsistensi kinerja manajer investasi (MI) dalam jangka panjang.
Selain itu, estimasi expected return akan menjadi lebih representatif apabila didukung oleh data historis dengan periode yang lebih panjang, karena dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh terhadap kinerja investasi dalam jangka panjang.
Apabila Anda tertarik untuk mulai berinvestasi reksa dana, Makmur dapat menjadi salah satu platform yang dapat digunakan. Makmur merupakan perusahaan wealth-tech yang menyediakan layanan investasi terpadu untuk saham dan reksa dana, serta telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Momentum May dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]
Key Takeaways: Perubahan nilai aktiva bersih (NAB) pada reksa dana saham, baik dalam tren naik maupun turun, merupakan kondisi yang wajar. Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen global, kondisi makroekonomi, serta fundamental perusahaan. Oleh karena itu, tujuan berinvestasi pada reksa dana saham bukan untuk sepenuhnya menghindari penurunan, melainkan […]
Key Takeaways: Gaji yang terasa cepat habis sering menjadi persoalan yang berulang dari bulan ke bulan. Ketika awal gajian, kondisi keuangan tampak terkendali, namun tanpa disadari, pengeluaran kecil justru menyebabkan total pengeluaran membengkak. Akibatnya, sisa dana di akhir bulan tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Kondisi ini umumnya bukan hanya disebabkan oleh besarnya […]
Key Takeaways: Efisiensi biaya pendanaan sering kali dikaitkan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola struktur modalnya. Salah satu indikator dalam menilai efisiensi tersebut adalah Weighted Average Cost of Capital (WACC). Banyak yang menganggap WACC rendah sebagai tanda efisiensi dan daya tarik bagi investor. Namun, apakah asumsi ini selalu benar? WACC adalah rata-rata tertimbang dari biaya modal […]
Key Takeaways: Reksa dana indeks semakin sering menjadi pilihan dalam perencanaan investasi. Produk ini dirancang untuk meniru kinerja suatu indeks pasar, seperti LQ45, IDX30, IHSG, dan JII. Alih-alih mengandalkan strategi pemilihan saham secara aktif, reksa dana indeks berupaya mengikuti arah pergerakan indeks acuannya. Banyak investor tertarik karena kinerjanya yang sejalan dengan pasar tanpa perlu analisis […]
Key Takeaways: Sebagai investor, pemahaman terhadap pergerakan saham sangat diperlukan untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik. Salah satu fitur yang dapat membantu investor untuk memprediksi pergerakan saham adalah data broker flow. Broker Flow adalah data yang merangkum aktivitas transaksi (beli dan jual) yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas atau broker dalam periode waktu tertentu. Data […]