Dividen merupakan salah satu sumber pendapatan pasif bagi investor saham, khususnya Anda yang menerapkan strategi investasi jangka panjang. Namun, besarnya dividen saja tidak cukup untuk menilai kualitas suatu emiten. Anda juga perlu memahami apakah dividen tersebut bertumbuh secara konsisten dari waktu ke waktu. Salah satu perhitungan yang dapat digunakan untuk menilainya adalah Dividend Growth Rate (DGR).
DGR adalah ukuran yang menunjukkan tingkat pertumbuhan rata-rata dividen per tahun dalam suatu periode tertentu. DGR dihitung dengan membandingkan dividen pada awal dan akhir periode, sehingga mencerminkan seberapa konsisten emiten meningkatkan pembagian dividen kepada pemegang saham. Dengan memahami DGR, Anda dapat menilai tingkat konsistensi dividen sekaligus komitmen manajemen emiten dalam menjaga kebijakan dividen jangka panjang.
Sebelum masuk ke perhitungan, Anda perlu memahami bahwa DGR umumnya dihitung menggunakan pendekatan Compound Annual Growth Rate (CAGR). Pendekatan ini digunakan karena mampu mencerminkan pertumbuhan rata-rata tahunan secara konsisten, meskipun dalam praktiknya dividen dapat naik atau turun pada tahun tertentu.
DGR cocok digunakan untuk menilai emiten yang telah membagikan dividen secara rutin dalam jangka waktu panjang. Semakin panjang periode data yang digunakan, semakin representatif hasil perhitungannya. Oleh karena itu, penggunaan data historis minimal sepuluh tahun sering dianggap memadai untuk menilai kestabilan dividen.
Sebagai ilustrasi, berikut adalah data dividen dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Data ini mencakup periode 2015 hingga 2025 dan menunjukkan nilai dividen yang dibagikan setiap tahun kepada pemegang saham.
Tabel 1. Dividen TLKM Tahun 2015-2025
| Tahun | Tanggal Ex-Dividen | Dividen (Rp) | Tanggal Pembayaran | Imbal Hasil |
| 2025 | 11/06/2025 | 212,47 | 20/06/2025 | 7,30% |
| 2024 | 16/05/2024 | 178,50 | 30/05/2024 | 5,76% |
| 2023 | 12/06/2023 | 167,60 | 05/07/2023 | 4,14% |
| 2022 | 08/06/2022 | 149,97 | 30/06/2022 | 3,53% |
| 2021 | 09/06/2021 | 168,01 | 02/07/2021 | 4,80% |
| 2020 | 30/06/2020 | 154,07 | 23/07/2020 | 4,84% |
| 2019 | 12/06/2019 | 163,82 | 27/06/2019 | 4,08% |
| 2018 | 08/05/2018 | 167,66 | 31/05/2018 | 4,41% |
| 2017 | 03/05/2017 | 117,37 | 26/05/2017 | 2,66% |
| 2016 | 02/05/2016 | 94,64 | 26/05/2016 | 2,38% |
| 2016 | 15/12/2016 | 19,38 | 27/12/2016 | 0,55% |
| 2015 | 27/04/2015 | 89,46 | 21/05/2015 | 3,08% |
Sumber: Investing
Berdasarkan data tersebut, TLKM secara konsisten membagikan dividen, dengan nilai yang cenderung meningkat dalam jangka panjang. Walaupun terdapat fluktuasi pada tahun-tahun tertentu, secara umum tren dividen menunjukkan arah pertumbuhan.
Untuk perhitungan DGR, Anda perlu mengolah data dengan mengambil dividen awal dan dividen akhir dari periode yang dianalisis.
Data yang Digunakan
Rumus DGR
= 2,3740,1 = 1,090 – 1
= 0,090
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Dividend Growth Rate (DGR) TLKM berada di kisaran 9,0% per tahun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan dividen yang relatif stabil dan konsisten dalam jangka panjang. Dengan DGR tersebut, TLKM dapat dikategorikan sebagai emiten dengan pertumbuhan dividen yang baik.
Namun, penting bagi Anda untuk memahami bahwa DGR tidak menjamin dividen akan terus meningkat di masa depan. DGR hanya memberikan gambaran historis yang perlu dikombinasikan dengan analisis fundamental lainnya.
Memahami bahwa suatu emiten memiliki dividen yang stabil memberikan beberapa manfaat bagi investor, di antaranya:
Emiten yang memiliki Dividend Growth Rate (DGR) stabil, memudahkan Anda menghitung potensi pertumbuhan pendapatan dividen secara lebih terukur. Hal ini memberikan keyakinan yang lebih besar dalam menyusun rencana keuangan jangka panjang. Pendekatan ini juga membantu Anda menjaga disiplin dalam berinvestasi.
Emiten yang secara konsisten membagikan dividen umumnya menunjukkan pertumbuhan yang stabil, karena memiliki laporan keuangan yang baik. Dividen yang stabil dapat memberikan aliran pendapatan pasif, bahkan ketika harga saham sedang terkoreksi. Selain itu, kestabilan dividen mengindikasikan disiplin pengelolaan keuangan dari manajemen perusahaan.
DGR yang konsisten mencerminkan stabilitas pendapatan dan dapat menjadi indikator kualitas emiten secara keseluruhan. Perusahaan yang mampu meningkatkan dividen secara bertahap dari tahun ke tahun biasanya memiliki karakteristik fundamental yang kuat, seperti model bisnis yang berkelanjutan, struktur modal yang sehat, dan kemampuan menghasilkan laba bersih yang stabil.
DGR merupakan analisis yang efektif untuk menilai kestabilan pertumbuhan dividen suatu emiten. Melalui pendekatan ini, Anda dapat memperoleh gambaran objektif mengenai pertumbuhan rata-rata dividen tahunan dalam periode tertentu. Dalam jangka panjang, informasi ini sangat berharga untuk membantu menyusun strategi investasi berbasis pendapatan yang lebih terukur dan terencana.
Namun, penting untuk Anda pahami bahwa DGR hanya mencerminkan performa historis dividen. Pertumbuhan dividen di masa lalu tidak selalu menjamin tren yang sama akan berlanjut di masa depan. Oleh karena itu, ketika mempertimbangkan untuk berinvestasi pada suatu saham, sebaiknya Anda tidak hanya bergantung pada satu indikator saja.
Gunakan Dividend Growth Rate (DGR) sebagai bagian dari analisis yang lebih luas, yang mencakup evaluasi aspek fundamental lainnya seperti pertumbuhan laba bersih, arus kas operasional, rasio utang, serta strategi bisnis emiten. Dengan menggabungkan berbagai indikator tersebut, keputusan investasi Anda akan lebih menyeluruh, akurat, dan berpotensi memberikan hasil yang optimal dalam jangka panjang.
Jika Anda ingin mendapatkan potensi keuntungan dari pertumbuhan dividen namun tidak memiliki waktu atau keahlian untuk memilih saham, maka berinvestasi melalui reksa dana saham dapat dipertimbangkan. Reksa dana saham dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang melakukan analisis terhadap emiten potensial, termasuk yang memiliki pertumbuhan dividen stabil.
Terdapat beragam pilihan produk reksa dana yang dapat Anda pertimbangkan di Makmur, salah satunya adalah Bahana Icon Syariah Kelas G, yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dan berfokus pada instrumen saham dengan fundamental solid. Produk ini relevan bagi Anda yang mencari potensi imbal hasil jangka panjang melalui kepemilikan atas beberapa saham blue chip, yaitu saham perusahaan besar, bereputasi tinggi, fundamental kuat, dan yang sering membagikan dividen. Berdasarkan informasi fund fact sheet per Desember 2025, salah satu emiten dalam portofolio ini adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang menempati porsi sebesar 6,71% dari total alokasi aset.
Di Makmur, Anda juga dapat memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itureksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January dan promo Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Banyak investor menggunakan strategi yang sama sepanjang hidupnya, padahal kebutuhan dan toleransi risiko akan terus berubah seiring waktu. Salah satu cara yang dapat Anda gunakan untuk memaksimalkan hasil investasi adalah life-cycle investing. Pendekatan ini berfokus pada perubahan profil risiko dan tujuan keuangan seseorang seiring berjalannya waktu, sehingga memungkinkan Anda untuk menyesuaikan keputusan investasi […]
Key Takeaways: Sebagai seorang investor, memahami berbagai metrik keuangan yang digunakan untuk menilai suatu saham merupakan langkah penting dalam proses pengambilan keputusan investasi yang cerdas. Salah satu metrik yang layak Anda pertimbangkan untuk menilai apakah saham suatu perusahaan tergolong overvalued atau undervalued adalah Price to Cash Flow (P/CF). Metrik P/CF memberikan indikasi yang relatif akurat […]
Key Takeaways: Loss aversion merupakan bias psikologis di mana seseorang cenderung memiliki rasa sakit yang lebih besar akibat kerugian dibandingkan dengan kebahagiaan yang dirasakan dari keuntungan dengan nilai yang sama. Dalam investasi saham, bias ini bisa sangat merugikan, sehingga berpotensi membuat keputusan yang tidak rasional atau menunda tindakan yang seharusnya segera diambil. Dampak Loss Aversion […]
Key Takeaways: Dalam berinvestasi saham, dibutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap berbagai aspek fundamental perusahaan untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan. Salah satu pendekatan penting dalam analisis ini adalah dengan menilai seberapa sehat kondisi keuangan suatu perusahaan. Memahami kondisi keuangan perusahaan secara mendalam merupakan langkah yang penting, karena nilai sebuah perusahaan tidak selalu tercermin dari […]
Key Takeaways: Tahun 2025 menjadi periode penting Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memperkuat pasar modal Indonesia, seiring implementasi berbagai kebijakan yang mendorong perubahan struktural secara berkelanjutan. Melalui fokus pada pendalaman likuiditas, peningkatan transparansi perdagangan, serta pengembangan inovasi produk yang relevan bagi investor pasar modal, BEI tidak hanya memperkokoh fondasi domestik, tetapi juga meningkatkan daya saing […]