






Reksa dana saham merupakan salah satu instrumen investasi yang banyak diminati oleh masyarakat. Salah satu daya tarik dari reksa dana saham adalah potensi pembagian dividen yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi investor. Namun, tidak semua reksa dana saham memiliki mekanisme distribusi dividen yang sama. Oleh karena itu, kita akan membahasnya secara detail.
Distribusi dividen pada reksa dana saham adalah pembagian keuntungan yang diperoleh dari hasil investasi pada saham yang terdapat dalam portofolio reksa dana. Keuntungan ini bisa berasal dari dua sumber, yaitu dividen yang dibagikan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di dalam portofolio reksa dana dan capital gain yang dihasilkan dari penjualan saham. Beberapa mekanisme distribusi dividen reksa dana ke investor di antaranya:
Pembagian dividen dalam bentuk unit penyertaan merupakan salah satu cara distribusi dividen yang umum dilakukan oleh manajer investasi (MI). Jadi, jika Anda berinvestasi di reksa dana saham yang melakukan pembagian dividen dalam bentuk unit penyertaan, maka alih-alih menerima uang tunai, jumlah unit penyertaan yang Anda miliki akan bertambah sesuai dengan nilai dividen yang dibagikan.
Contoh Perhitungan:
Katakanlah, Anda memiliki 10.000 unit penyertaan pada reksa dana saham X. Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB)/unit saat ini adalah Rp1.500. MI mengumumkan akan membagikan dividen sebesar Rp75 per unit penyertaan dalam bentuk unit.
Maka, nilai dividen yang Anda terima:
Jumlah unit baru yang akan Anda terima:
Jadi setelah pembagian dividen, total unit penyertaan Anda menjadi:
Anda tidak menerima uang tunai, namun nilai investasi Anda meningkat seiring dengan bertambahnya unit. Pembagian dividen dalam bentuk unit penyertaan ini memungkinkan Anda untuk memperoleh manfaat dalam jangka panjang.
Selain pembagian unit penyertaan, distribusi dividen juga bisa dilakukan dalam bentuk uang tunai. Pada pembagian dividen tunai, MI akan mengalihkan sebagian keuntungan yang diperoleh dari hasil investasi reksa dana saham kepada para pemegang unit penyertaan dalam bentuk uang.
Contoh perhitungan:
Misalnya, Anda memiliki 10.000 unit reksa dana saham X. MI mengumumkan dividen tunai sebesar Rp75 per unit penyertaan.
Maka total dividen tunai yang Anda terima:
Nominal uang Rp750 ribu tersebut akan langsung ditransfer ke rekening dana nasabah Anda, biasanya dalam beberapa hari setelah tanggal pembayaran dividen. Perlu dicatat bahwa nilai NAB/unit Anda akan menyesuaikan (turun) setelah pembagian dividen.
Pembagian dividen tunai ini memberikan keuntungan bagi investor yang ingin memperoleh pendapatan secara langsung dari investasi. Uang yang diterima dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan Anda, baik untuk reinvestasi, konsumsi, atau tujuan keuangan lainnya.
Anda juga perlu tahu bahwa MI bisa saja mengalokasikan dividen pada pertumbuhan NAB reksa dana. Artinya, hasil dividen yang diperoleh dari saham dalam portofolio akan langsung digunakan untuk menambah nilai NAB reksa dana. Metode ini dikenal juga sebagai reinvestasi otomatis oleh MI, di mana seluruh keuntungan tetap berada dalam portofolio untuk mendukung pertumbuhan nilai reksa dana.
Misalnya, NAB per unit reksa dana saat ini adalah Rp1.500. MI menerima dividen dari saham dalam portofolio senilai total Rp750 juta dan memilih untuk tidak membagikannya, tetapi mengalokasikannya untuk menambah total dana kelolaan.
Jika dana kelolaan sebelumnya berjumlah Rp150 miliar dengan total unit sebanyak 100 juta unit, maka NAB/unit sebelum alokasi dividen:
Setelah dividen sebesar Rp750 juta ditambahkan ke dana kelolaan:
Total dana kelolaan menjadi:
Maka NAB/unit baru setelah penambahan dividen:
Dengan demikian, NAB per unit Anda naik dari Rp1.500 menjadi Rp1.507,5 tanpa adanya penambahan unit maupun transfer tunai, karena dividen langsung diinvestasikan ulang ke dalam portofolio reksa dana.
Waktu pembagian dividen pada reksa dana saham bervariasi tergantung pada kebijakan masing-masing reksa dana dan kebijakan MI. Secara umum, pembagian dividen dilakukan setiap tahun, tetapi ada juga yang per kuartal atau per semester. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait dengan waktu pembagian dividen:
Banyak reksa dana saham yang melakukan pembagian dividen secara tahunan, yaitu satu kali dalam setahun. Biasanya, pembagian ini dilakukan setelah laporan keuangan tahunan emiten yang ada di dalam portofolio reksa dana. Pada saat itu, MI akan menghitung hasil dividen yang diterima dan memutuskan berapa banyak yang akan dibagikan kepada investor.
Beberapa reksa dana saham bisa saja memberikan dividen setiap kuartal atau per semester. Pembagian dividen per kuartal atau semester ini memberikan keuntungan tersendiri bagi investor yang ingin menerima pendapatan lebih sering. Namun, tidak semua reksa dana saham memberikan dividen dengan frekuensi seperti ini, karena pembagian dividen bergantung pada kinerja investasi dan kebijakan MI.
Pada setiap pembagian dividen, terdapat dua tanggal penting yang perlu Anda ketahui, yaitu tanggal rekam (record date) dan tanggal pembayaran (payment date). Tanggal rekam adalah tanggal di mana Anda harus tercatat sebagai pemegang unit penyertaan dalam reksa dana untuk berhak atas pembagian dividen. Sedangkan tanggal pembayaran adalah tanggal di mana dividen akan dibayarkan atau ditambahkan ke rekening atau unit penyertaan Anda. MI akan menentukan tanggal rekam dan tanggal pembayaran dividen.
Bagaimana? Apakah saat ini Anda sudah memahami bagaimana mekanisme distribusi dividen reksa dana saham? Sebelum berinvestasi, penting bagi Anda untuk memahami mekanisme distribusi dividen reksa dana saham yang diterapkan agar dapat menyesuaikannya dengan tujuan investasi dan strategi investasi jangka panjang yang Anda rencanakan.
Ada beragam reksa dana saham di Makmur yang bisa Anda pertimbangkan, salah satunya Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A. Berdasarkan data per 24 November 2025, reksa dana saham ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 21,55% secara year-to-date (ytd).
Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Prosperity November, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Investasi saham adalah salah satu instrumen keuangan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Banyak investor yang mencari saham dengan pembagian dividen yang konsisten sebagai sumber penghasilan pasif. Dividen adalah pembagian laba yang diberikan perusahaan kepada pemegang sahamnya. Namun, tidak semua emiten memberikan dividen dengan frekuensi yang sama. Di Indonesia, sebagian besar saham blue […]
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp261,64 triliun per Januari 2026, naik 3,14% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik bergerak fluktuatif pada Februari 2026 di tengah pembaruan pandangan lembaga pemeringkat terhadap posisi fiskal Indonesia. Moody’s merevisi outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif, sementara S&P Global Ratings menyoroti meningkatnya tekanan fiskal, khususnya rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan negara yang berpotensi melampaui ambang 15%. Jika tekanan tersebut berlanjut, hal ini dapat […]
Key Takeaways: Pada Januari 2026, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tercatat mengalami defisit. Berdasarkan pengumuman Kementerian Keuangan pada 23 Februari 2026, pendapatan negara tercatat sebesar Rp172,7 triliun dan belanja negara sebesar Rp227,3 triliun. Selisih tersebut menghasilkan defisit sebesar Rp54,6 triliun atau setara 0,21% terhadap produk domestik bruto (PDB). Gambar 1. Realisasi APBN per Januari […]