






Jika Anda berinvestasi reksa dana, pasti pernah melihat bahwa nilai aktiva bersih (NAB) per unit berubah setiap hari. Perubahan ini bukan tanpa alasan. NAB mencerminkan nilai kekayaan bersih dari portofolio reksa dana yang Anda miliki dan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kinerja suatu reksa dana. Lalu, apa yang menyebabkan NAB reksa dana berubah setiap hari? Bagaimana proses perhitungannya dilakukan? Mari kita bahas detailnya.
Perubahan NAB harian merupakan hasil dari berbagai dinamika pasar keuangan yang memengaruhi aset yang dimiliki reksa dana. Berikut adalah faktor penyebab NAB reksa dana berubah setiap hari:
Salah satu komponen yang memengaruhi NAB adalah perubahan harga aset seperti saham, obligasi, atau instrumen pasar uang yang menjadi bagian dari portofolio reksa dana. Ketika harga pasar dari aset tersebut mengalami kenaikan atau penurunan, nilai total portofolio suatu produk reksa dana juga ikut berubah, yang pada akhirnya memengaruhi NAB per unit.
Sebagai contoh, jika suatu produk reksa dana saham memiliki sebuah emiten dalam portofolionya dan harga saham tersebut naik hari ini, maka nilai portofolio berpotensi meningkat, dan begitu juga NAB-nya. Sebaliknya, jika terjadi penurunan harga saham, NAB cenderung akan ikut turun.
Setiap reksa dana memiliki biaya operasional seperti biaya pengelolaan (management fee), biaya kustodian, dan biaya lainnya yang secara rutin dipotong dari aset kelolaan. Meskipun jumlahnya tidak begitu signifikan, akumulasi biaya ini juga memengaruhi nilai NAB secara harian. Mungkin Anda tidak melihat biaya ini secara terpisah, tetapi efeknya tercermin dalam perubahan nilai NAB per unit.
Ketika investor membeli atau menjual unit reksa dana, terjadi penyesuaian dalam struktur portofolio. Misalnya, jika terjadi penjualan besar, maka manajer investasi (MI) perlu menjual sebagian aset untuk mencairkan dana. Aktivitas ini bisa memengaruhi nilai NAB. Namun, proses ini dikelola sedemikian rupa agar tidak berdampak signifikan dalam jangka pendek terhadap NAB.
Jika suatu produk reksa dana menerima dividen dari saham atau kupon obligasi dalam portofolionya, nilai portofolio akan meningkat sehingga NAB per unit cenderung naik. Sebaliknya, ketika dividen reksa dana tersebut dibayarkan kepada pemegang unit, nilai portofolio akan kembali seperti semula, karena tambahan nilai dari dividen telah dikeluarkan.
Untuk memahami perubahan NAB, Anda perlu mengetahui cara menghitungnya. Perhitungan ini dilakukan setiap hari bursa dan dilakukan oleh MI. Di bawah ini merupakan proses perhitungan NAB reksa dana:
Pertama, seluruh nilai pasar dari aset dalam portofolio dijumlahkan, mencakup semua saham, obligasi, instrumen pasar uang, serta kas yang dimiliki oleh reksa dana berdasarkan harga pasar yang berlaku pada hari itu.
Contoh:
Dari portofolio tersebut, dapat diketahui total nilai aset sebesar Rp1,60 triliun.
Dari total nilai aset tersebut, dikurangkan semua kewajiban dan biaya yang menjadi tanggungan reksa dana, seperti biaya manajemen dan administrasi.
Misalnya:
Maka: Rp1,6 triliun – Rp10 miliar, nilai bersih aset sebesar Rp1,59 triliun.
Setelah mendapatkan nilai bersih aset, angka tersebut dibagi dengan total unit penyertaan yang beredar. Misalnya, total unit penyertaan adalah 1 miliar unit, maka:
NAB ini akan menjadi acuan harga untuk transaksi pembelian dan penjualan unit reksa dana pada hari tersebut. Perubahan nilai aset dan faktor lain pada hari berikutnya akan membuat angka NAB ini berubah pula.
Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana berubah setiap hari karena dipengaruhi oleh berbagai faktor pasar, seperti fluktuasi harga aset, biaya operasional, transaksi investor, dan penerimaan dividen. Anda sebagai investor perlu memahami bahwa perubahan NAB adalah hal yang wajar dan mencerminkan kondisi riil dari portofolio reksa dana yang Anda miliki.
Proses perhitungannya dilakukan secara profesional dan transparan oleh MI serta bank kustodian setiap hari, sehingga Anda bisa yakin bahwa nilai NAB mencerminkan nilai sebenarnya dari investasi Anda. Jika Anda tertarik untuk mulai berinvestasi di reksa dana, terdapat beberapa jenis produk yang bisa dipilih sesuai profil risiko Anda:
Produk dari reksa dana pasar uang menempatkan sebagian besar dana kelolaan pada instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi jangka pendek. Reksa dana pasar uang memiliki risiko dan fluktuasi perubahan NAB yang rendah dibandingkan jenis reksa dana lain, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko konservatif.
Reksa dana pendapatan tetap mengalokasikan minimal 80% dana kelolaan pada instrumen obligasi atau surat utang. Fluktuasi NAB-nya lebih tinggi dibanding reksa dana pasar uang, namun relatif stabil dibandingkan reksa dana campuran dan reksa dana saham. Cocok bagi investor dengan profil risiko konservatif maupun moderat.
Reksa dana campuran merupakan produk reksa dana yang mengalokasikan dana kelolaan secara proporsional ke dalam instrumen pasar uang, obligasi, dan saham, dengan maksimal 79% di masing-masing instrumen. Perubahan NAB cenderung fluktuatif, namun berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Cocok bagi Anda yang memiliki profil risiko moderat dan agresif.
Reksa dana saham merupakan produk reksa dana yang mengalokasikan minimal 80% dana kelolaan ke dalam instrumen saham. Produk ini memiliki fluktuasi NAB yang tinggi dalam jangka pendek, tetapi berpotensi memberikan imbal hasil yang optimal. Sangat cocok untuk profil risiko agresif dan berorientasi hasil dalam jangka panjang.
Pastikan Anda berinvestasi reksa dana melalui Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, MI dan produk reksa dana yang ada di Makmur telah dikurasi secara profesional.
Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Prosperity November, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam berinvestasi reksa dana, keputusan untuk membeli atau menjual sering kali dipengaruhi oleh kondisi pasar pada hari tersebut. Namun, hasil transaksi yang dilakukan tidak selalu sesuai dengan harapan jika harga yang digunakan bukanlah Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada hari yang sama. Hal ini terjadi karena transaksi yang dilakukan pada waktu yang tidak tepat, […]
Key Takeaways: Broker summary adalah laporan yang mencakup informasi terkait volume transaksi yang dilakukan oleh broker, harga beli dan jual saham, perubahan harga saham yang dipengaruhi oleh aktivitas broker, serta akumulasi dan distribusi saham yang dilakukan oleh market maker. Market maker merupakan pihak berupa institusi atau individu yang menyediakan likuiditas di pasar keuangan. Meskipun broker […]
Key Takeaways: Arus dana asing bisa menjadi indikator kunci dalam menganalisis saham, karena aliran dana asing dari luar negeri dapat memberikan dampak signifikan terhadap sektor tertentu di pasar saham, termasuk perubahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami cara menganalisis sektor yang berpotensi mendapatkan keuntungan dari arus dana asing. […]
Key Takeaways: Status Full Call Auction (FCA) merupakan mekanisme perdagangan khusus yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap saham yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK). Melalui mekanisme ini, perdagangan saham tidak lagi dilakukan seperti biasa di Pasar Reguler, melainkan hanya pada waktu tertentu melalui proses lelang. Bagi investor yang memiliki saham dengan status […]
Key Takeaways: Investasi saham syariah biasanya menjadi pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah. Namun, perlu dipahami bahwa saham syariah tetap memiliki risiko, meskipun sesuai dengan ketentuan syariah. Sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, penting untuk memahami kriteria perusahaan yang memenuhi syarat sebagai saham syariah serta melakukan analisis yang mendalam. Karena setiap saham […]
Key Takeaways: Masuk ke bursa melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) selama ini dianggap sebagai pilihan bagi perusahaan yang ingin memperoleh pendanaan publik dan meningkatkan kredibilitas. Namun, dalam praktiknya, tidak semua perusahaan memilih jalur tersebut. Terdapat beberapa perusahaan yang menempuh jalur backdoor listing sebagai alternatif. Melalui mekanisme ini, perusahaan dapat menjadi emiten […]