






Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan menjadi momen yang bermakna bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama Ramadan, terjadi perubahan pola konsumsi, sehingga mendorong peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat, karena banyaknya tradisi dan kebutuhan yang perlu dipenuhi selama bulan suci tersebut. Aktivitas ekonomi tersebut mendorong kinerja perusahaan di sektor tertentu.
Oleh karena itu, memahami strategi pembelian saham selama Ramadan sangat penting bagi investor yang ingin mengambil keputusan investasi secara terukur dan terencana.
Untuk strategi pembelian saham yang efektif, investor perlu melihat bagaimana kinerja saham pada momentum Ramadan dalam lima tahun terakhir. Di bawah ini adalah data mengenai tanggal awal Ramadan dan Idulfitri yang akan menjadi time frame acuan untuk analisis pergerakan pasar selama periode tersebut.
Tabel 1. Periode Ramadan tahun 2021-2025
| Tahun | Awal Ramadan | Idulfitri |
| 2021 | 13 April 2021 | 12 Mei 2021 |
| 2022 | 3 April 2022 | 1 Mei 2022 |
| 2023 | 23 Maret 2023 | 21 April 2023 |
| 2024 | 12 Maret 2024 | 9 April 2024 |
| 2025 | 1 Maret 2025 | 29 Maret 2025 |
Setelah mengetahui periode Ramadan dalam lima tahun terakhir, penting untuk dipahami bahwa strategi membeli saham menjelang Ramadan sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu saham tertentu. Berikut beberapa sektor yang sering menjadi sorotan selama periode Ramadan.
Sektor barang konsumen primer cenderung memiliki kinerja yang cukup baik selama bulan Ramadan, karena perubahan pola konsumsi masyarakat yang terjadi selama bulan suci. Sebagai contoh, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami fluktuasi kinerja saham yang dipengaruhi oleh dinamika pasar yang terjadi selama Ramadan, berikut rinciannya:
Tabel 2. Kinerja beberapa saham sektor barang konsumen primer 2021-2025
| Sektor barang konsumen primer – subsektor barang konsumsi | |||||
| Saham | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
| ICBP | -5,43% | 3,74% | 6,02% | 0,43% | -2,63% |
| INDF | -1,14% | 5,88% | 4,03% | -3,77% | -0,35% |
| UNVR | -8,75% | 6,28% | 1,15% | -1,10% | 24,63% |
Secara rata-rata selama Ramadan dalam lima tahun terakhir, ketiga saham tersebut mencatatkan kinerja yang relatif stabil dengan kecenderungan positif. UNVR memiliki rata-rata kinerja sekitar 4,44%, diikuti INDF sekitar 0,93% dan ICBP sekitar 0,43%. Namun, perlu dicatat bahwa ada tahun tertentu di mana ketiga saham tersebut mengalami koreksi. Jadi, meskipun Ramadan berpotensi meningkatkan volume penjualan, pergerakan harga sahamnya tidak selalu positif, karena dipengaruhi oleh efisiensi operasional dan kondisi makroekonomi tahun berjalan.
Sektor infrastruktur, khususnya subsektor telekomunikasi, juga dapat merasakan dampak positif selama periode Ramadan. Selama bulan Ramadan, permintaan terhadap layanan telekomunikasi, khususnya penggunaan data internet, umumnya meningkat, seiring dengan bertambahnya aktivitas komunikasi masyarakat, baik itu untuk mudik, berbagi momen dengan keluarga, maupun berbagi kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri. Oleh karena itu, peningkatan penggunaan layanan telekomunikasi seperti data internet dan telepon seluler dapat menjadi faktor pendorong bagi subsektor telekomunikasi.
Di bawah ini merupakan kinerja beberapa saham sektor telekomunikasi seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).
Tabel 3. Kinerja beberapa saham sektor infrastruktur 2021-2025
| Sektor infrastruktur – subsektor telekomunikasi | |||||
| Saham | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
| TLKM | -6,43% | 0,87% | 4,68% | -13,25% | 2,55% |
| ISAT | 4,78% | 35,27% | 0,72% | -2,19% | -1,69% |
| EXCL | 0,00% | 20,38% | -11,62% | -5,04% | 3,17% |
Dari data di atas, tahun 2022 adalah masa keemasan bagi sektor telekomunikasi selama Ramadan. Ketiga saham kompak berada di zona hijau dengan lonjakan signifikan pada ISAT dan EXCL, yang dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas digital masyarakat pada periode tersebut. Tahun 2024 merupakan periode terberat bagi ketiga emiten secara bersamaan. Penurunan ini mencerminkan jenuhnya pasar seluler serta tingginya biaya investasi infrastruktur yang menekan sentimen investor meskipun volume trafik data tetap naik saat Lebaran.
Pada tahun 2025, tren mulai bergeser secara selektif. TLKM dan EXCL mulai kembali ke zona positif, menunjukkan bahwa pasar kembali mengapresiasi efisiensi yang dilakukan perusahaan. Di sisi lain, ISAT mengalami koreksi minor di 2025. Selain katalis Ramadan, faktor seperti perang tarif, belanja modal untuk jaringan, dan integrasi layanan juga memengaruhi pergerakan harga saham telekomunikasi.
Sebagai informasi, meskipun terdapat pola musiman selama Ramadan, kinerja saham tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan, sehingga pola tersebut tidak selalu terjadi setiap tahun.
Setelah memahami data mengenai sektor-sektor yang potensial selama Ramadan, langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana strategi yang tepat dalam membeli saham pada momentum tersebut. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat Anda pertimbangkan untuk memaksimalkan peluang investasi selama periode Ramadan.
Memasuki bulan Ramadan, aktivitas ekonomi biasanya mulai meningkat karena masyarakat mempersiapkan berbagai kebutuhan puasa dan mudik Lebaran. Permintaan terhadap barang dan jasa cenderung naik, terutama pada sektor transportasi, logistik, telekomunikasi, serta makanan dan minuman. Banyak orang mulai membeli kebutuhan pokok dalam jumlah lebih besar, melakukan servis kendaraan, atau merencanakan perjalanan pulang kampung.
Kondisi tersebut dapat mendorong peningkatan kinerja penjualan perusahaan di sektor-sektor tersebut, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi harga sahamnya. Oleh karena itu, membeli saham beberapa minggu sebelum Ramadan bisa menjadi strategi yang menarik. Namun, tetap penting untuk memilih perusahaan dengan fundamental yang baik dan rasio keuangan yang sehat, sehingga tidak hanya mengikuti tren pasar.
Menjelang Idulfitri, daya beli masyarakat biasanya meningkat seiring dengan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR). Masyarakat cenderung membelanjakan dana tersebut untuk kebutuhan seperti pakaian baru, perlengkapan ibadah, makanan khas Lebaran, hingga berbagai kebutuhan konsumtif lainnya. Perusahaan ritel, konsumsi non-primer, serta makanan dan minuman sering mengalami lonjakan permintaan pada periode ini.
Selain itu, sektor perbankan juga berpotensi mendapatkan dampak positif karena meningkatnya transaksi keuangan. Strategi membeli saham di sektor dan industri tersebut beberapa minggu sebelum Idulfitri dapat memberikan peluang keuntungan. Meski demikian, investor perlu tetap berhati-hati karena setelah momen Lebaran berakhir, harga saham berpotensi mengalami koreksi.
Walaupun terdapat pola musiman selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, pergerakan pasar saham tetap dipengaruhi oleh banyak faktor lain seperti kondisi ekonomi global, kebijakan pemerintah, tingkat suku bunga, dan sentimen investor. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan pasar sebelum dan selama periode investasi.
Investor sebaiknya memperhatikan tren harga saham, volume transaksi, serta berita ekonomi yang relevan. Selain itu, menetapkan batas keuntungan dan batas kerugian juga menjadi langkah penting untuk mengelola risiko. Dengan memantau tren secara konsisten dan mengedepankan keputusan investasi yang rasional, peluang imbal hasil dari investasi saham selama bulan Ramadan dapat lebih optimal.
Bulan Ramadan sebagai momentum musiman menghadirkan peluang bagi investor saham. Data historis menunjukkan bahwa sektor barang konsumen primer dan infrastruktur merespons Ramadan dengan pola yang menyesuaikan aktivitas masyarakat selama Ramadan. Oleh karena itu, strategi membeli saham menjelang Ramadan sebaiknya difokuskan pada pemahaman terhadap sektor industri serta analisis fundamental yang baik, sehingga keputusan investasi tetap terukur dan selaras dengan tujuan investasi.
Meskipun peluang investasi saham selama Ramadan cukup menarik, tidak semua investor memiliki waktu, pengalaman, dan keahlian untuk melakukan analisis sektor dan pemilihan saham secara mendalam. Perubahan kondisi pasar yang cepat serta perbedaan respon setiap sektor menuntut ketepatan waktu dan disiplin dalam pengelolaan risiko.
Oleh karena itu, reksa dana saham, khususnya yang berbasis syariah, dapat menjadi salah satu pilihan jika Anda tertarik untuk berinvestasi saham di bulan Ramadan secara terdiversifikasi. Terdapat beragam reksa dana saham syariah di Makmur yang dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang bisa Anda pertimbangkan, salah satunya Bahana Icon Syariah Kelas G. Berdasarkan data per 4 Maret 2026, reksa dana ini mencatatkan pertumbuhan sekitar 72,96% selama 1 tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo March Ramadhan dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi mulai mempublikasikan data kepemilikan saham emiten di atas 1% kepada publik sejak 3 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 1/KDK.04/2026 yang menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka bagi publik. […]
Key Takeaways: Pada 28 Februari 2026, militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan pusat pemerintahan dan fasilitas militer di Teheran serta sejumlah provinsi lain di Iran. Pemerintah Iran kemudian mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, pada 1 Maret 2026 dan di hari yang sama Iran merespons dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan […]
Key Takeaways: Investasi saham adalah salah satu instrumen keuangan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Banyak investor yang mencari saham dengan pembagian dividen yang konsisten sebagai sumber penghasilan pasif. Dividen adalah pembagian laba yang diberikan perusahaan kepada pemegang sahamnya. Namun, tidak semua emiten memberikan dividen dengan frekuensi yang sama. Di Indonesia, sebagian besar saham blue […]
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp261,64 triliun per Januari 2026, naik 3,14% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]