






Membeli saham di pasar perdana atau Initial Public Offering (IPO) sering kali menarik perhatian banyak investor karena menawarkan peluang untuk meraih keuntungan. Sebagai catatan, IPO adalah proses ketika sebuah perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Banyak investor berpikir bahwa membeli saham IPO adalah kesempatan untuk memiliki bagian dari perusahaan yang baru saja terdaftar di bursa, dengan harapan harga saham tersebut akan melonjak setelahnya.
Namun, meski potensi keuntungan saham IPO besar, investor tetap perlu berhati-hati. Fluktuasi harga pada awal perdagangan sering kali dipengaruhi oleh sentimen pasar dan euforia sesaat. Saham IPO cenderung memiliki volatilitas tinggi pada fase awal pencatatan, sementara dalam jangka panjang kinerjanya akan lebih dipengaruhi fundamental perusahaan.
Saat memilih saham IPO, Anda perlu mempertimbangkan berbagai faktor agar investasi Anda tidak mengalami kerugian yang signifikan dalam portofolio investasi. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu Anda dalam memilih saham IPO, di antaranya:
Pilihlah perusahaan yang beroperasi di industri dengan potensi pertumbuhan yang tinggi dan prospek yang baik di masa depan. Industri dan sektor saham yang terus berkembang dengan perubahan pasar berpotensi menawarkan peluang yang lebih besar untuk tumbuh dalam jangka panjang. Selain itu, penting untuk memperhatikan tren dan dinamika pasar yang dapat memengaruhi perkembangan sektor tersebut, sehingga Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih strategis.
Tahun 2025 menjadi salah satu periode yang menarik bagi investor karena ada sejumlah besar perusahaan dari berbagai sektor yang IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti sektor energi, kesehatan, dan barang baku, di antaranya:

Sumber: E-IPO
Sebelum memutuskan untuk membeli saham IPO, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan keuangan perusahaan yang akan melaksanakan penawaran umum. Fokus pada pendapatan, laba bersih, dan utang yang dimiliki perusahaan tersebut. Anda juga perlu menghitung rasio keuangan saham tersebut seperti Price to Earnings Ratio (P/E), Price to Book Value (PBV), dan Net Profit Margin.
Rasio keuangan di atas dapat membantu penilaian Anda mengenai efisiensi operasional dan potensi keuntungan perusahaan di masa depan. Perusahaan dengan fundamental yang baik cenderung memiliki kinerja keuangan yang stabil dan pertumbuhan yang konsisten, akan diikuti apresiasi harga saham oleh investor dalam jangka panjang.
Dalam proses IPO, penjamin emisi efek atau underwriter memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu emiten di pasar. Underwriter bertugas membantu perusahaan dalam proses IPO, mulai dari penetapan harga saham, penyusunan prospektus, hingga distribusi saham ke investor.
Kepercayaan investor terhadap saham IPO sangat dipengaruhi oleh reputasi dan kredibilitas underwriter yang terlibat. Perusahaan sekuritas yang memiliki rekam jejak sukses dalam mengawal IPO sebelumnya cenderung meningkatkan kepercayaan pasar, karena dianggap mampu menyaring perusahaan dengan fundamental yang baik.

Sumber: E-IPO per 2023-2025
Penggunaan dana yang dihimpun melalui IPO memiliki peranan penting dalam menentukan masa depan perusahaan. Setiap perusahaan yang melaksanakan IPO biasanya telah merencanakan alokasi dana tersebut untuk tujuan yang spesifik, seperti ekspansi, pengembangan produk, atau perbaikan struktur keuangan.
Anda perlu memastikan bahwa rencana penggunaan dana tersebut mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Perusahaan yang menggunakan dana IPO secara efisien dan bijaksana, dengan fokus pada strategi pengembangan yang jelas, cenderung memiliki fondasi yang lebih kuat dan lebih stabil di masa depan.
Jika penggunaan dana didominasi untuk pembayaran utang atau Operational Expenditure (OPEX), maka ini dapat menjadi indikasi bahwa perusahaan tidak memiliki rencana ekspansi dalam jangka pendek pasca IPO.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam saham IPO, sangat penting untuk mempertimbangkan risiko yang berpotensi terjadi. Fluktuasi harga saham yang tajam dapat terjadi, terutama dalam beberapa hari pertama setelah pencatatan. Pasar cenderung merespons dengan cepat sentimen, berita terkait perusahaan, serta kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Anda perlu bersiap menghadapi ketidakpastian harga dan memahami bahwa meskipun ada peluang untuk meraih keuntungan, ada juga potensi kerugian yang perlu diperhitungkan. Sebelum membeli saham IPO, pastikan Anda memiliki strategi investasi yang matang dan kesiapan untuk menghadapi fluktuasi harga.
Salah satu contoh saham IPO yang berhasil mencatatkan kinerja signifikan adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).
Dana yang dihimpun melalui IPO PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) digunakan untuk mendukung ekspansi anak perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan pelabuhan. Sebesar 36,8% dari total dana yang dihimpun akan digunakan untuk penyetoran modal ke anak usaha yang bergerak di sektor logistik, khususnya untuk Chandra Shipping. Dana ini akan dialokasikan untuk pembelian kapal, yang akan mendukung ekspansi dan operasional perusahaan dalam meningkatkan kapasitas transportasi logistik melalui jalur laut.
Sementara itu, 63,2% dari dana IPO akan digunakan untuk penyetoran modal ke anak usaha yang berada di pilar bisnis pelabuhan dan penyimpanan, khususnya melalui Chandra Samudra Port. Alokasi dana ini bertujuan untuk mendukung pengembangan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas penyimpanan, yang berperan penting dalam memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mendistribusikan barang secara efisien, serta meningkatkan kapasitas operasional pelabuhan yang dimiliki.
Setelah mencatatkan harga IPO sebesar Rp190 per saham, saham CDIA mengalami lonjakan harga yang signifikan. Dalam empat belas hari perdagangan sejak IPO, harga saham CDIA meroket hingga mencapai Rp1.830, mencatatkan kenaikan luar biasa sebesar 863,16%. Ini menunjukkan adanya permintaan yang sangat kuat dari investor, yang tertarik dengan prospek perusahaan ini dalam sektor infrastruktur yang strategis, serta pengaruh positif dari underwriter yang membawa perusahaan CDIA listing di BEI.
Terdapat beberapa alasan mengapa saham PT Chandra Daya Investasi Tbk menarik bagi investor:
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) beroperasi di sektor yang sangat penting bagi perkembangan ekonomi Asia Tenggara, yaitu logistik, kepelabuhanan, energi, dan pengelolaan air. Sektor tersebut menjadi bagian penting dari infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri hilir di kawasan tersebut.
Menurut publikasi Meeting Asia’s Infrastructure Needs, kawasan Asia membutuhkan investasi triliunan dolar dalam berbagai sektor infrastruktur seperti transportasi, energi, telekomunikasi, dan air bersih hingga tahun 2030 untuk memenuhi tuntutan pembangunan ekonomi. Proyeksi ini mencerminkan peluang pertumbuhan sektor infrastruktur di kawasan, termasuk di Asia Tenggara, yang dapat mendukung perusahaan yang beroperasi di sektor tersebut seperti CDIA.
CDIA didukung oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam sektor infrastruktur, khususnya pada industri petrokimia dan energi. Grup ini telah berhasil mengelola berbagai proyek besar dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan sektor tersebut di Indonesia.
Secara fundamental, CDIA membukukan kinerja 9M2025 yang sangat solid dengan margin laba bersih yang tercatat hingga +79,7%. Angka ini mencerminkan efisiensi operasional yang baik, di mana perusahaan mampu menghasilkan laba yang signifikan dari pendapatan yang diperoleh.
Selain itu, tingkat utang CDIA tercatat cukup rendah, dengan rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio di angka 0,39x pada 3Q2025, yang menunjukkan bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang untuk mendanai operasional dan ekspansinya.
Kini, pada 20 Januari 2026, harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk ditutup pada angka Rp1.555, mencatatkan kenaikan sekitar 718% dalam waktu hanya enam bulan sejak IPO pada 08 Juli 2025. Hal tersebut menjadi bukti betapa cepatnya saham CDIA berkembang setelah melantai di bursa efek Indonesia.
Investasi saham IPO dapat memberikan keuntungan yang besar, namun memerlukan waktu dan riset yang mendalam mengenai berbagai sektor saham dan perkembangan industrinya. Tidak semua investor memiliki waktu atau keahlian untuk menganalisis pasar dan memilih saham yang tepat. Maka dari itu, berinvestasi melalui reksa dana saham bisa menjadi pilihan yang bisa Anda pertimbangkan.
Pemilihan saham dan pengelolaan portofolio dalam reksa dana saham akan dilakukan oleh manajer investasi (MI) yang profesional dan berpengalaman. MI memiliki keahlian dalam melakukan analisis fundamental yang mendalam, termasuk mempelajari laporan keuangan perusahaan, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan bisnis, serta mengevaluasi prospek pertumbuhan jangka panjang.
Selain itu, MI juga melakukan riset mendalam tentang tren industri yang sedang berkembang, menyesuaikan dengan kondisi pasar dan memetakan sektor potensial yang dapat memberikan keuntungan secara optimal. Ada beragam produk reksa dana di Makmur yang bisa dipertimbangkan, salah satunya Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per tanggal 02 Februari 2026, reksa dana ini memiliki pertumbuhan sebesar 61,75% dalam 1 tahun terakhir.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo February Fortune dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Menyusun target keuangan tahunan sering kali terdengar sederhana, tetapi dalam praktiknya tidak selalu mudah dijalankan secara konsisten. Ketika tidak disertai dengan perencanaan yang jelas, target tersebut berisiko tidak terealisasi. Di sinilah pentingnya menggunakan metode perencanaan keuangan yang lebih terstruktur, salah satunya melalui metode SMART. Metode ini membantu Anda menyusun tujuan keuangan secara lebih […]
Key Takeaways: Ketika berinvestasi di saham, memahami laporan keuangan perusahaan bisa saja belum cukup untuk mengambil keputusan yang tepat. Investor juga perlu memperhatikan berbagai indikator makroekonomi yang dapat memberikan gambaran mengenai arah perekonomian. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk membaca kondisi ekonomi adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). IKK merupakan hasil survei yang mengukur tingkat […]
Key Takeaways: Perubahan nilai tukar US Dollar (USD) terhadap rupiah bukan sekadar indikator makroekonomi yang jauh dari aktivitas sehari-hari. Bagi pelaku pasar modal, pergerakan USD memiliki implikasi langsung terhadap kinerja keuangan sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perubahan nilai tukar dapat menjadi katalis positif maupun negatif terhadap kinerja emiten, bergantung pada karakteristik bisnis masing-masing […]
Key Takeaways: Dinamika pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sementara rebalancing indeks untuk saham Indonesia pada 27 Januari 2026. Keputusan tersebut tidak terlepas dari isu transparansi free float serta struktur kepemilikan saham yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar. Sebagai respons, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa […]
Key Takeaways: Proses cleansing dalam reksa dana syariah merupakan mekanisme yang memastikan seluruh keuntungan yang diperoleh investor bersumber dari aktivitas yang halal dan sesuai dengan prinsip Islam. Proses ini sangat penting untuk menjaga agar portofolio investasi tetap selaras dengan ketentuan syariah, sebagaimana ditetapkan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis […]
Key Takeaways: Sepanjang Juli 2026, sejumlah emiten secara resmi menyatakan kesiapannya menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dua nama yang cukup mencuri perhatian adalah PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), yang pada 6 Juli 2026 mulai melaksanakan distribusi saham kepada para investor. Distribusi ini menandai bahwa […]