makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Tertarik Membeli Saham IPO? Ini Pertimbangan dalam Memilih Saham yang Layak Dibeli

author
Content Management
author
03 Februari 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Membeli saham IPO menawarkan potensi keuntungan, tetapi juga memiliki risiko, terutama pada awal pencatatan saham.
  • Investor perlu melakukan riset mendalam terhadap sektor industri, fundamental perusahaan, serta kondisi pasar saat memilih saham IPO.
  • Industri yang sedang berkembang dan memiliki prospek pertumbuhan yang baik berpotensi memberikan peluang keuntungan jangka panjang.

Membeli saham di pasar perdana atau Initial Public Offering (IPO) sering kali menarik perhatian banyak investor karena menawarkan peluang untuk meraih keuntungan. Sebagai catatan, IPO adalah proses ketika sebuah perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Banyak investor berpikir bahwa membeli saham IPO adalah kesempatan untuk memiliki bagian dari perusahaan yang baru saja terdaftar di bursa, dengan harapan harga saham tersebut akan melonjak setelahnya.

Namun, meski potensi keuntungan saham IPO besar, investor tetap perlu berhati-hati. Fluktuasi harga pada awal perdagangan sering kali dipengaruhi oleh sentimen pasar dan euforia sesaat. Saham IPO cenderung memiliki volatilitas tinggi pada fase awal pencatatan, sementara dalam jangka panjang kinerjanya akan lebih dipengaruhi fundamental perusahaan.

Cara Memilih Saham IPO yang Layak Dibeli

Saat memilih saham IPO, Anda perlu mempertimbangkan berbagai faktor agar investasi Anda tidak mengalami kerugian yang signifikan dalam portofolio investasi. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu Anda dalam memilih saham IPO, di antaranya:

1. Tinjau sektor dan industrinya

Pilihlah perusahaan yang beroperasi di industri dengan potensi pertumbuhan yang tinggi dan prospek yang baik di masa depan. Industri dan sektor saham yang terus berkembang dengan perubahan pasar berpotensi menawarkan peluang yang lebih besar untuk tumbuh dalam jangka panjang. Selain itu, penting untuk memperhatikan tren dan dinamika pasar yang dapat memengaruhi perkembangan sektor tersebut, sehingga Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih strategis. 

Tahun 2025 menjadi salah satu periode yang menarik bagi investor karena ada sejumlah besar perusahaan dari berbagai sektor yang IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti sektor energi, kesehatan, dan barang baku, di antaranya:

Sumber: E-IPO

2. Periksa Kinerja Keuangan Perusahaan

Sebelum memutuskan untuk membeli saham IPO, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan keuangan perusahaan yang akan melaksanakan penawaran umum. Fokus pada pendapatan, laba bersih, dan utang yang dimiliki perusahaan tersebut. Anda juga perlu menghitung rasio keuangan saham tersebut seperti Price to Earnings Ratio (P/E), Price to Book Value (PBV), dan Net Profit Margin

Rasio keuangan di atas dapat membantu penilaian Anda mengenai efisiensi operasional dan potensi keuntungan perusahaan di masa depan. Perusahaan dengan fundamental yang baik cenderung memiliki kinerja keuangan yang stabil dan pertumbuhan yang konsisten, akan diikuti apresiasi harga saham oleh investor dalam jangka panjang.

3. Tinjau historikal penjamin emisi

Dalam proses IPO, penjamin emisi efek atau underwriter memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu emiten di pasar. Underwriter bertugas membantu perusahaan dalam proses IPO, mulai dari penetapan harga saham, penyusunan prospektus, hingga distribusi saham ke investor. 

Kepercayaan investor terhadap saham IPO sangat dipengaruhi oleh reputasi dan kredibilitas underwriter yang terlibat. Perusahaan sekuritas yang memiliki rekam jejak sukses dalam mengawal IPO sebelumnya cenderung meningkatkan kepercayaan pasar, karena dianggap mampu menyaring perusahaan dengan fundamental yang baik.

Sumber: E-IPO per 2023-2025

4. Analisis penggunaan dana IPO

Penggunaan dana yang dihimpun melalui IPO memiliki peranan penting dalam menentukan masa depan perusahaan. Setiap perusahaan yang melaksanakan IPO biasanya telah merencanakan alokasi dana tersebut untuk tujuan yang spesifik, seperti ekspansi, pengembangan produk, atau perbaikan struktur keuangan. 

Anda perlu memastikan bahwa rencana penggunaan dana tersebut mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Perusahaan yang menggunakan dana IPO secara efisien dan bijaksana, dengan fokus pada strategi pengembangan yang jelas, cenderung memiliki fondasi yang lebih kuat dan lebih stabil di masa depan. 

Jika penggunaan dana didominasi untuk pembayaran utang atau Operational Expenditure (OPEX), maka ini dapat menjadi indikasi bahwa perusahaan tidak memiliki rencana ekspansi dalam jangka pendek pasca IPO.

5. Risiko pasar dan potensi keuntungan

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam saham IPO, sangat penting untuk mempertimbangkan risiko yang berpotensi terjadi. Fluktuasi harga saham yang tajam dapat terjadi, terutama dalam beberapa hari pertama setelah pencatatan. Pasar cenderung merespons dengan cepat sentimen, berita terkait perusahaan, serta kondisi ekonomi secara keseluruhan. 

Anda perlu bersiap menghadapi ketidakpastian harga dan memahami bahwa meskipun ada peluang untuk meraih keuntungan, ada juga potensi kerugian yang perlu diperhitungkan. Sebelum membeli saham IPO, pastikan Anda memiliki strategi investasi yang matang dan kesiapan untuk menghadapi fluktuasi harga.

Contoh Saham IPO yang Bertumbuh Signifikan

Salah satu contoh saham IPO yang berhasil mencatatkan kinerja signifikan adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

  • Sektor: Infrastruktur (Energi, Air, Logistik, Pelabuhan)
  • Tanggal Pencatatan (Listing): 08 Juli 2025
  • Harga IPO: Rp190 per saham (batas atas book-building)
  • Dana Terhimpun: Sekitar Rp2,37 triliun
  • Penjamin Emisi Efek (Underwriter): HP – Henan Putihrai Sekuritas

1. Alokasi dana IPO

Dana yang dihimpun melalui IPO PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) digunakan untuk mendukung ekspansi anak perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan pelabuhan. Sebesar 36,8% dari total dana yang dihimpun akan digunakan untuk penyetoran modal ke anak usaha yang bergerak di sektor logistik, khususnya untuk Chandra Shipping. Dana ini akan dialokasikan untuk pembelian kapal, yang akan mendukung ekspansi dan operasional perusahaan dalam meningkatkan kapasitas transportasi logistik melalui jalur laut.

Sementara itu, 63,2% dari dana IPO akan digunakan untuk penyetoran modal ke anak usaha yang berada di pilar bisnis pelabuhan dan penyimpanan, khususnya melalui Chandra Samudra Port. Alokasi dana ini bertujuan untuk mendukung pengembangan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas penyimpanan, yang berperan penting dalam memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mendistribusikan barang secara efisien, serta meningkatkan kapasitas operasional pelabuhan yang dimiliki.

2. Kinerja pasca IPO

Setelah mencatatkan harga IPO sebesar Rp190 per saham, saham CDIA mengalami lonjakan harga yang signifikan. Dalam empat belas hari perdagangan sejak IPO, harga saham CDIA meroket hingga mencapai Rp1.830, mencatatkan kenaikan luar biasa sebesar 863,16%. Ini menunjukkan adanya permintaan yang sangat kuat dari investor, yang tertarik dengan prospek perusahaan ini dalam sektor infrastruktur yang strategis, serta pengaruh positif dari underwriter yang membawa perusahaan CDIA listing di BEI.

3. Daya tarik saham CDIA

Terdapat beberapa alasan mengapa saham PT Chandra Daya Investasi Tbk menarik bagi investor:

  • Sektor strategis

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) beroperasi di sektor yang sangat penting bagi perkembangan ekonomi Asia Tenggara, yaitu logistik, kepelabuhanan, energi, dan pengelolaan air. Sektor tersebut menjadi bagian penting dari infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri hilir di kawasan tersebut.

Menurut publikasi Meeting Asia’s Infrastructure Needs, kawasan Asia membutuhkan investasi triliunan dolar dalam berbagai sektor infrastruktur seperti transportasi, energi, telekomunikasi, dan air bersih hingga tahun 2030 untuk memenuhi tuntutan pembangunan ekonomi. Proyeksi ini mencerminkan peluang pertumbuhan sektor infrastruktur di kawasan, termasuk di Asia Tenggara, yang dapat mendukung perusahaan yang beroperasi di sektor tersebut seperti CDIA.

  • Induk dan investor yang kuat

CDIA didukung oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam sektor infrastruktur, khususnya pada industri petrokimia dan energi. Grup ini telah berhasil mengelola berbagai proyek besar dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan sektor tersebut di Indonesia.

  • Fundamental yang kuat

Secara fundamental, CDIA membukukan kinerja 9M2025 yang sangat solid dengan margin laba bersih yang tercatat hingga +79,7%. Angka ini mencerminkan efisiensi operasional yang baik, di mana perusahaan mampu menghasilkan laba yang signifikan dari pendapatan yang diperoleh. 

Selain itu, tingkat utang CDIA tercatat cukup rendah, dengan rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio di angka 0,39x pada 3Q2025, yang menunjukkan bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang untuk mendanai operasional dan ekspansinya.

Kini, pada 20 Januari 2026, harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk ditutup pada angka Rp1.555, mencatatkan kenaikan sekitar 718% dalam waktu hanya enam bulan sejak IPO pada 08 Juli 2025. Hal tersebut menjadi bukti betapa cepatnya saham CDIA berkembang setelah melantai di bursa efek Indonesia.

Investasi saham IPO dapat memberikan keuntungan yang besar, namun memerlukan waktu dan riset yang mendalam mengenai berbagai sektor saham dan perkembangan industrinya. Tidak semua investor memiliki waktu atau keahlian untuk menganalisis pasar dan memilih saham yang tepat. Maka dari itu, berinvestasi melalui reksa dana saham bisa menjadi pilihan yang bisa Anda pertimbangkan. 

Pemilihan saham dan pengelolaan portofolio dalam reksa dana saham akan dilakukan oleh manajer investasi (MI) yang profesional dan berpengalaman. MI memiliki keahlian dalam melakukan analisis fundamental yang mendalam, termasuk mempelajari laporan keuangan perusahaan, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan bisnis, serta mengevaluasi prospek pertumbuhan jangka panjang. 

Selain itu, MI juga melakukan riset mendalam tentang tren industri yang sedang berkembang, menyesuaikan dengan kondisi pasar dan memetakan sektor potensial yang dapat memberikan keuntungan secara optimal. Ada beragam produk reksa dana di Makmur yang bisa dipertimbangkan, salah satunya Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per tanggal 02 Februari 2026, reksa dana ini memiliki pertumbuhan sebesar 61,75% dalam 1 tahun terakhir. 


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo February Fortune dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Saham Bonus vs Dividen, Mana yang Lebih Memperbesar Portofolio Investor?

Key Takeaways: Bagi investor saham, terdapat berbagai cara untuk memperoleh keuntungan, di antaranya melalui pembagian dividen dan saham bonus. Keduanya sama-sama memberikan manfaat kepada pemegang saham, tetapi mekanisme dan dampaknya terhadap investasi sangat berbeda.  Lalu, mana yang lebih memperbesar portofolio investor, saham bonus atau dividen? Untuk menjawabnya, penting memahami terlebih dahulu cara kerja masing-masing aksi […]

author
Content Management
calendar
19 Agustus 2026
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0