makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Tips Memilih Reksa Dana Saham: Evaluasi Konsistensi Kinerja dan Bandingkan dengan Benchmark

author
Content Management
author
09 Juni 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Konsistensi kinerja reksa dana saham tidak dapat dinilai hanya dari satu periode, melainkan perlu dianalisis dalam berbagai kondisi pasar. 
  • Perbandingan kinerja reksa dana dengan benchmark seperti IHSG dapat dijadikan acuan untuk menilai apakah reksa dana mampu memberikan kinerja yang optimal. 
  • Kinerja yang konsisten menunjukkan bahwa strategi investasi yang diterapkan didukung oleh analisis yang mendalam dan berorientasi jangka panjang. 

Perubahan nilai aktiva bersih (NAB) pada reksa dana saham, baik dalam tren naik maupun turun, merupakan kondisi yang wajar. Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen global, kondisi makroekonomi, serta fundamental perusahaan.

Oleh karena itu, tujuan berinvestasi pada reksa dana saham bukan untuk sepenuhnya menghindari penurunan, melainkan memahami sejauh mana produk mampu menjaga stabilitas kinerja saat pasar bergejolak.

Konsistensi kinerja reksa dana saham tercermin dari kemampuan manajer investasi (MI) dalam menyamai atau bahkan melampaui tolok ukur tertentu (benchmark), seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di berbagai kondisi pasar, dengan tingkat risiko yang terukur. Reksa dana yang berkinerja baik tidak hanya mampu memberikan imbal hasil optimal saat pasar mengalami kenaikan, tetapi juga mampu mengelola penurunan ketika pasar berada dalam tren negatif.

Cara Menilai Konsistensi Kinerja Reksa Dana

Untuk membantu Anda memahami cara evaluasi yang tepat, kita akan menggunakan data kinerja reksa dana saham Sucorinvest Maxi Fund sebagai acuan. Berikut adalah langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengevaluasi konsistensi kinerja reksa dana saham, di antaranya:

1. Lihat kinerja pada beberapa periode

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengevaluasi kinerja dalam beberapa periode yang berbeda, karena kinerja dalam satu periode tahunan saja belum cukup representatif untuk menggambarkan performa investasi secara komprehensif. Anda juga bisa membandingkannya dengan benchmark seperti IHSG, seperti terlampir di bawah ini:

Tabel 1. Evaluasi kinerja reksa dana Sucorinvest Maxi Fund di 2024, 2025, dan 2026

Sumber: Investing.com

Berdasarkan data tersebut, terlihat kinerja Sucorinvest Maxi Fund menunjukkan kinerja yang solid di beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, ketika IHSG mengalami penurunan sebesar -3,3%, Sucorinvest Maxi Fund justru mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,3%. 

Lalu, saat IHSG tumbuh 20,7% di tahun 2025, pertumbuhan Sucorinvest Maxi Fund juga jauh melampauinya, di angka 55,6%. Pada periode year-to-date (YTD) hingga 2 April 2026, IHSG mengalami koreksi sebesar -19,6% di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global, termasuk perkembangan kebijakan MSCI terkait Indonesia dan meningkatnya tensi geopolitik global. Namun, Sucorinvest Maxi Fund hanya mencatatkan penurunan sebesar -3% pada periode yang sama. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi pengelolaan portofolio yang diterapkan mampu membantu membatasi penurunan dibandingkan pasar pada periode tersebut. 

2. Seberapa dalam penurunan saat pasar sedang bearish

Selain mengevaluasi kinerja tahunan, Anda dapat menganalisis kinerja reksa dana ketika pasar saham berada dalam kondisi bearish, yaitu tren penurunan atau pelemahan dalam periode tertentu. Fokus pada tahap ini adalah mengukur besarnya drawdown, yaitu penurunan nilai portofolio dari titik tertinggi (puncak) ke titik terendah (lembah). Anda bisa melihat contohnya pada tabel data di bawah ini:

Tabel 2. Evaluasi kinerja reksa dana Sucorinvest Maxi Fund saat bearish

Sumber: Investing.com

Dari data di atas, terlihat pada periode 19 Oktober 2024 hingga 19 Desember 2024, IHSG mengalami penurunan -11,74%, sementara Sucorinvest Maxi Fund terkoreksi -11,3%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja reksa dana relatif sama dengan pergerakan pasar.

Di periode 2 Januari 2025 hingga 9 April 2025, IHSG mengalami penurunan sebesar -16,69%, di sisi lain Sucorinvest Maxi Fund mencatat penurunan yang lebih baik, yaitu -15,21%. Selanjutnya, kinerja yang resilien juga terlihat pada periode 2 Januari hingga 2 April 2026. Ketika IHSG terkoreksi signifikan sebesar -19,6%, Sucorinvest Maxi Fund hanya mengalami penurunan -3%. 

Berdasarkan data dalam tiga tahun terakhir, Sucorinvest Maxi Fund secara konsisten mencatatkan tingkat penurunan yang lebih rendah dibandingkan IHSG pada fase koreksi pasar. Hal ini mencerminkan efektivitas strategi pemilihan saham yang diterapkan sehingga mampu menjaga drawdown tetap relatif terkendali selama periode koreksi pasar.

3. Lihat performa jangka panjangnya

Aspek berikutnya yang perlu diperhatikan adalah mengevaluasi kinerja dalam jangka panjang. Tujuannya untuk memastikan bahwa hasil investasi yang optimal bukan hanya dipengaruhi oleh momentum jangka pendek saja. Anda juga dapat membandingkan kinerjanya dengan benchmark pasar seperti IHSG dalam berbagai periode waktu, seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 3. Evaluasi kinerja reksa dana Sucorinvest Maxi Fund dalam jangka panjang

Sumber: Investing.com

Dalam periode tiga tahun terakhir, IHSG hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,9%, sementara Sucorinvest Maxi Fund mampu membukukan imbal hasil sebesar 47%. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pemilihan saham yang diterapkan berhasil menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan benchmark pada periode tersebut.

Dalam jangka waktu lima tahun terakhir, IHSG tumbuh 16,9%, di sisi lain Sucorinvest Maxi Fund berhasil tumbuh 58,9%. Selisih kinerja yang cukup signifikan ini mencerminkan penerapan strategi investasi yang didukung oleh analisis fundamental yang matang. 

Sementara itu, dalam periode sepuluh tahun, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 45,08%, dibandingkan dengan Sucorinvest Maxi Fund yang mencapai 218,83%. Capaian ini menunjukkan kemampuan MI dalam mengelola portofolio secara optimal di berbagai kondisi dan fase siklus pasar.

Sucorinvest Maxi Fund mencatatkan outperformance terhadap IHSG, dengan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan benchmark secara konsisten dalam periode 3, 5, dan 10 tahun. Hal ini dapat menjadi indikator bahwa strategi investasi yang diterapkan bersifat efektif dan berorientasi jangka panjang.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Dengan memahami berbagai pendekatan evaluasi tersebut, Anda dapat menjadi lebih selektif dalam memilih reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi jangka panjang.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan InfoVesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo June Bonanza dan Road to Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Target Pertumbuhan Ekonomi 6% dalam APBN 2027, Ini Instrumen Investasi yang Perlu Dicermati

Key Takeaways: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Target tersebut berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% yang sebelumnya diusulkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Sebagai […]

author
Content Management
calendar
21 Oktober 2026
Artikel

Penerbitan SBN dan Beban Bunga Utang Meningkat, Kapan Crowding Out Menjadi Risiko Nyata bagi Yield dan Ekuitas?

Key Takeaways: Kebutuhan pembiayaan pemerintah merupakan salah satu faktor yang menentukan arah imbal hasil di pasar obligasi domestik. Semakin besar utang yang harus diterbitkan, semakin ketat persaingan memperebutkan dana yang tersedia di pasar. APBN 2027 yang disahkan DPR pada September 2026 menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp833,7 triliun. Angka tersebut naik 4,28% […]

author
Content Management
calendar
20 Oktober 2026
Artikel

BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7% Usai IHSG Anjlok 11,57%, Apa Dampaknya bagi Investor?

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas menjadi 7% secara asimetris melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A. ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Ketentuan yang mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlaku di Pasar Reguler dan […]

author
Content Management
calendar
19 Oktober 2026
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Sektor Kesehatan Paling Banyak di Pipeline IPO 2026, Apa yang Perlu Dinilai Investor Sebelum Masuk Saham Perdana?

Harga saham perdana ditetapkan sebelum saham diperdagangkan di pasar, sehingga penilaian investor terutama bertumpu pada informasi dalam prospektus. Ketelitian membaca dokumen tersebut menjadi pembeda utama dalam menilai penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pada 2026, sektor kesehatan menjadi sektor yang paling banyak muncul dalam proses IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per […]

author
Content Management
calendar
13 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0