






Perubahan nilai aktiva bersih (NAB) pada reksa dana saham, baik dalam tren naik maupun turun, merupakan kondisi yang wajar. Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen global, kondisi makroekonomi, serta fundamental perusahaan.
Oleh karena itu, tujuan berinvestasi pada reksa dana saham bukan untuk sepenuhnya menghindari penurunan, melainkan memahami sejauh mana produk mampu menjaga stabilitas kinerja saat pasar bergejolak.
Konsistensi kinerja reksa dana saham tercermin dari kemampuan manajer investasi (MI) dalam menyamai atau bahkan melampaui tolok ukur tertentu (benchmark), seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di berbagai kondisi pasar, dengan tingkat risiko yang terukur. Reksa dana yang berkinerja baik tidak hanya mampu memberikan imbal hasil optimal saat pasar mengalami kenaikan, tetapi juga mampu mengelola penurunan ketika pasar berada dalam tren negatif.
Untuk membantu Anda memahami cara evaluasi yang tepat, kita akan menggunakan data kinerja reksa dana saham Sucorinvest Maxi Fund sebagai acuan. Berikut adalah langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengevaluasi konsistensi kinerja reksa dana saham, di antaranya:
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengevaluasi kinerja dalam beberapa periode yang berbeda, karena kinerja dalam satu periode tahunan saja belum cukup representatif untuk menggambarkan performa investasi secara komprehensif. Anda juga bisa membandingkannya dengan benchmark seperti IHSG, seperti terlampir di bawah ini:
Tabel 1. Evaluasi kinerja reksa dana Sucorinvest Maxi Fund di 2024, 2025, dan 2026

Sumber: Investing.com
Berdasarkan data tersebut, terlihat kinerja Sucorinvest Maxi Fund menunjukkan kinerja yang solid di beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, ketika IHSG mengalami penurunan sebesar -3,3%, Sucorinvest Maxi Fund justru mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,3%.
Lalu, saat IHSG tumbuh 20,7% di tahun 2025, pertumbuhan Sucorinvest Maxi Fund juga jauh melampauinya, di angka 55,6%. Pada periode year-to-date (YTD) hingga 2 April 2026, IHSG mengalami koreksi sebesar -19,6% di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global, termasuk perkembangan kebijakan MSCI terkait Indonesia dan meningkatnya tensi geopolitik global. Namun, Sucorinvest Maxi Fund hanya mencatatkan penurunan sebesar -3% pada periode yang sama. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi pengelolaan portofolio yang diterapkan mampu membantu membatasi penurunan dibandingkan pasar pada periode tersebut.
2. Seberapa dalam penurunan saat pasar sedang bearish
Selain mengevaluasi kinerja tahunan, Anda dapat menganalisis kinerja reksa dana ketika pasar saham berada dalam kondisi bearish, yaitu tren penurunan atau pelemahan dalam periode tertentu. Fokus pada tahap ini adalah mengukur besarnya drawdown, yaitu penurunan nilai portofolio dari titik tertinggi (puncak) ke titik terendah (lembah). Anda bisa melihat contohnya pada tabel data di bawah ini:
Tabel 2. Evaluasi kinerja reksa dana Sucorinvest Maxi Fund saat bearish

Sumber: Investing.com
Dari data di atas, terlihat pada periode 19 Oktober 2024 hingga 19 Desember 2024, IHSG mengalami penurunan -11,74%, sementara Sucorinvest Maxi Fund terkoreksi -11,3%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja reksa dana relatif sama dengan pergerakan pasar.
Di periode 2 Januari 2025 hingga 9 April 2025, IHSG mengalami penurunan sebesar -16,69%, di sisi lain Sucorinvest Maxi Fund mencatat penurunan yang lebih baik, yaitu -15,21%. Selanjutnya, kinerja yang resilien juga terlihat pada periode 2 Januari hingga 2 April 2026. Ketika IHSG terkoreksi signifikan sebesar -19,6%, Sucorinvest Maxi Fund hanya mengalami penurunan -3%.
Berdasarkan data dalam tiga tahun terakhir, Sucorinvest Maxi Fund secara konsisten mencatatkan tingkat penurunan yang lebih rendah dibandingkan IHSG pada fase koreksi pasar. Hal ini mencerminkan efektivitas strategi pemilihan saham yang diterapkan sehingga mampu menjaga drawdown tetap relatif terkendali selama periode koreksi pasar.
Aspek berikutnya yang perlu diperhatikan adalah mengevaluasi kinerja dalam jangka panjang. Tujuannya untuk memastikan bahwa hasil investasi yang optimal bukan hanya dipengaruhi oleh momentum jangka pendek saja. Anda juga dapat membandingkan kinerjanya dengan benchmark pasar seperti IHSG dalam berbagai periode waktu, seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 3. Evaluasi kinerja reksa dana Sucorinvest Maxi Fund dalam jangka panjang

Sumber: Investing.com
Dalam periode tiga tahun terakhir, IHSG hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,9%, sementara Sucorinvest Maxi Fund mampu membukukan imbal hasil sebesar 47%. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pemilihan saham yang diterapkan berhasil menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan benchmark pada periode tersebut.
Dalam jangka waktu lima tahun terakhir, IHSG tumbuh 16,9%, di sisi lain Sucorinvest Maxi Fund berhasil tumbuh 58,9%. Selisih kinerja yang cukup signifikan ini mencerminkan penerapan strategi investasi yang didukung oleh analisis fundamental yang matang.
Sementara itu, dalam periode sepuluh tahun, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 45,08%, dibandingkan dengan Sucorinvest Maxi Fund yang mencapai 218,83%. Capaian ini menunjukkan kemampuan MI dalam mengelola portofolio secara optimal di berbagai kondisi dan fase siklus pasar.
Sucorinvest Maxi Fund mencatatkan outperformance terhadap IHSG, dengan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan benchmark secara konsisten dalam periode 3, 5, dan 10 tahun. Hal ini dapat menjadi indikator bahwa strategi investasi yang diterapkan bersifat efektif dan berorientasi jangka panjang.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Dengan memahami berbagai pendekatan evaluasi tersebut, Anda dapat menjadi lebih selektif dalam memilih reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi jangka panjang.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan InfoVesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo June Bonanza dan Road to Makmur.
Link: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Seiring skalanya yang besar, komposisi anggaran program ini turut menjadi bahan diskusi publik, termasuk mengenai porsi belanja untuk komponen pendukung di luar bahan makanan. Untuk memahami gambaran tersebut, berikut alokasi anggaran Badan Gizi […]
Key Takeaways: Investasi saham sering menjadi pilihan bagi para investor yang bertujuan memperoleh keuntungan. Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang signifikan, investasi saham juga memiliki risiko yang cukup tinggi, termasuk bila harga saham yang dibeli mengalami penurunan. Terdapat beberapa strategi untuk mengatasi kerugian tersebut, salah satunya adalah average down. Strategi ini memungkinkan investor membeli lebih banyak […]
Key Takeaways: Masuk ke pasar modal melalui Initial Public Offering (IPO) merupakan salah satu langkah besar dalam perjalanan sebuah bisnis. Dengan IPO, akses terhadap pendanaan menjadi lebih luas melalui penerbitan saham. Namun dalam praktiknya, IPO bukanlah satu-satunya cara untuk memperoleh dana tambahan. Banyak emiten tetap aktif menghimpun dana melalui instrumen lain, salah satunya obligasi korporasi. […]
Key Takeaways: Dalam industri tambang batu bara, harga komoditas global kerap menjadi acuan utama dalam menentukan pendapatan emiten. Untuk batu bara termal, acuan yang umum dipakai adalah indeks seperti Newcastle atau ICI, sedangkan batu bara metalurgi (kokas) mengacu pada harga hard coking coal. Pergerakan harga ini sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran global, sehingga […]
Key Takeaways: Menyusun target keuangan tahunan sering kali terdengar sederhana, tetapi dalam praktiknya tidak selalu mudah dijalankan secara konsisten. Ketika tidak disertai dengan perencanaan yang jelas, target tersebut berisiko tidak terealisasi. Di sinilah pentingnya menggunakan metode perencanaan keuangan yang lebih terstruktur, salah satunya melalui metode SMART. Metode ini membantu Anda menyusun tujuan keuangan secara lebih […]
Key Takeaways: Ketika berinvestasi di saham, memahami laporan keuangan perusahaan bisa saja belum cukup untuk mengambil keputusan yang tepat. Investor juga perlu memperhatikan berbagai indikator makroekonomi yang dapat memberikan gambaran mengenai arah perekonomian. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk membaca kondisi ekonomi adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). IKK merupakan hasil survei yang mengukur tingkat […]