makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Cara Akurat Mengukur Downside Risk dan Menghitung Drawdown Maksimum Portofolio Investasi

author
Content Management
author
03 Desember 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Mengukur downside risk dan drawdown sangat penting untuk memahami potensi kerugian yang mungkin terjadi dalam portofolio Anda.
  • Value-at-Risk (VaR) adalah cara yang efektif untuk mengukur downside risk, seberapa besar potensi kerugian maksimum yang mungkin terjadi dalam kondisi pasar normal.
  • Di sisi lain, drawdown memberikan gambaran historis tentang seberapa dalam penurunan nilai portofolio yang pernah terjadi.

Dalam berinvestasi, portofolio Anda mungkin pernah mengalami fase naik dan turun, fluktuasi ini merupakan bagian dari dinamika pasar dan di sinilah perhitungan downside risk berperan penting, karena dengan mengukurnya Anda dapat lebih siap dalam menghadapi potensi kerugian yang akan terjadi kembali di masa depan. 

Selain downside risk, ada pula indikator penting lainnya yang perlu Anda perhatikan, yaitu drawdown. Drawdown mencerminkan penurunan terbesar nilai portofolio Anda dari posisi tertinggi (peak) ke titik terendah (trough) sebelum kembali pulih. 

Mengetahui dan menghitung kedua ukuran risiko ini akan membantu Anda mengambil keputusan investasi yang lebih bijak, menyusun strategi alokasi aset yang lebih tepat, serta mempersiapkan portofolio Anda agar lebih tahan terhadap gejolak pasar.

Cara Mengukur Downside Risk

Downside risk adalah ukuran yang digunakan untuk melihat potensi kerugian investasi. Salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengukur downside risk secara kuantitatif adalah Value-at-Risk (VaR). VaR memberikan estimasi tentang seberapa besar potensi kerugian maksimum yang mungkin terjadi dalam kondisi pasar normal, pada tingkat kepercayaan dan dalam periode waktu tertentu.

VaR adalah ukuran risiko yang menunjukkan kerugian maksimum yang mungkin dialami portofolio dalam jangka waktu tertentu, dengan tingkat kepercayaan tertentu (confidence level), misalnya 95% atau 99%. VaR digunakan untuk membantu investor memahami seberapa besar nilai yang “berada dalam risiko”.

  • Jika menggunakan 95%, maka skor Z (nilai Z) dalam distribusi normal adalah 1,65.
  • Jika menggunakan 99%, maka skor Z adalah sekitar 2,33.

Rumus VaR (metode parametrik)

Jika Anda menggunakan asumsi distribusi normal terhadap return, maka rumus untuk menghitung VaR adalah:

VaR = Z x σ x √t x V

Keterangan:

  • Z = skor Z sesuai tingkat kepercayaan (contoh: 1,65 untuk 95% confidence level).
  • σ = standar deviasi (volatilitas) return portfolio.
  • t = periode waktu (biasanya dalam hari).
  • V = nilai portofolio saat ini.

Cara Mendapatkan Standar Deviasi (σ)

  1. Kumpulkan data historis return portofolio, misalnya return harian selama 30 hari terakhir.

Contoh return harian (dalam %): 0,5%; -0,2%; 0,1%; 0,3%; -0,4%; … dst.

  1. Hitung rata-rata return harian, jumlahkan seluruh return, lalu bagi dengan jumlah periode.
  2. Hitung selisih setiap return dari rata-rata, lalu kuadratkan selisih tersebut.
  3. Ambil rata-rata dari hasil kuadrat selisih tadi.
  4. Ambil akar kuadrat dari nilai tersebut, hasil akhirnya adalah standar deviasi return harian (σ).

Contoh Perhitungan VaR

Misalkan:

  • Nilai portofolio = Rp100 juta
  • Standar deviasi return harian = 1,2% (0,012)
  • Periode waktu = 1 hari
  • Tingkat kepercayaan = 95% (Z = 1,65)

Maka:

VaR = 1,65 x 0,012 x √1 x 100.000.000 = 1,65 x 0,012 x 100.000.000VaR = 1.980.000

Artinya, terdapat 95% keyakinan bahwa kerugian tidak akan melebihi Rp1,98 juta dalam 1 hari perdagangan. Value-at-Risk (VaR) memiliki keunggulan dalam menyederhanakan pengukuran risiko menjadi satu angka yang mudah dipahami. 

Dengan VaR, Anda bisa mengetahui berapa besar potensi kerugian maksimum yang mungkin terjadi dalam kondisi pasar normal, berdasarkan tingkat kepercayaan tertentu. Hal ini sangat berguna untuk membantu investor atau manajer investasi (MI) dalam menilai dan membandingkan risiko antar aset atau strategi investasi.

Meskipun populer, VaR juga memiliki keterbatasan yang penting untuk dipahami. Salah satu kelemahan utamanya adalah bahwa VaR tidak memberikan informasi tentang seberapa besar kerugian yang mungkin terjadi jika nilai VaR terlampaui, dengan kata lain, VaR tidak mengukur risiko ekstrem di luar batas yang ditetapkan.

Dengan menghitung downside risk, Anda dapat mengukur seberapa besar kerugian yang terjadi pada portofolio tanpa terpengaruh oleh fluktuasi keuntungan yang mungkin tidak relevan ketika Anda fokus pada risiko kerugian.

Menghitung Drawdown Portofolio

Selain menghitung downside risk, Anda juga perlu menghitung drawdown, yaitu penurunan nilai portofolio dari puncaknya ke titik terendah sebelum pulih kembali. Pengukuran ini mencerminkan tingkat kerugian yang sesungguhnya pernah terjadi dan dapat memberikan gambaran mengenai risiko ekstrem yang mungkin Anda hadapi. Untuk menghitung drawdown maksimum yang pernah terjadi, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Kumpulkan data nilai portofolio dalam periode tertentu, misalnya nilai harian, mingguan, atau bulanan.
  2. Identifikasi nilai tertinggi (peak), telusuri nilai tertinggi portofolio yang dicapai sebelum terjadi penurunan.
  3. Identifikasi nilai terendah (trough) setelah puncak, titik minimum sebelum nilai portofolio kembali naik melewati puncak sebelumnya.
  4. Hitung persentase penurunan dari peak ke trough, rumusnya:
Drawdown = (troughpeak) / peak  x 100%
  1. Catat drawdown maksimum, di antara semua drawdown yang dihitung selama periode tersebut, persentase yang paling besar merupakan drawdown maksimum.

Contoh:

Nilai portofolio Anda saat ini berada di angka Rp110 juta. Namun, sebelum mencapai nilai tersebut, portofolio sempat mengalami penurunan. Pertama, portofolio turun dari Rp100 juta menjadi Rp95 juta. 

Setelah itu, portofolio kembali naik ke Rp105 juta, namun sempat turun lagi ke Rp103 juta, sebelum akhirnya mencapai nilai saat ini, yaitu Rp110 juta. Berikut adalah dua skenario drawdown berdasarkan perubahan nilai portofolio yang terjadi:

  • Drawdown 1, dari Rp100 juta ke Rp95 juta
    • (Troughpeak)/peak x 100% 
    • (Rp95 juta – Rp100 juta) / Rp100 juta x 100% = -5%
  • Drawdown 2, dari Rp105 juta ke Rp103 juta
    • (Troughpeak)/peak x 100% 
    • (Rp103 juta – Rp105 juta) / Rp105 juta x 100% = -1,9%

Berdasarkan perhitungan dua contoh drawdown di atas, drawdown terbesar dalam periode tersebut terjadi pada skenario 1, yaitu penurunan sebesar 5% dari Rp100 juta ke Rp95 juta. Meskipun sejak mencapai titik terendah (trough) tersebut portofolio Anda telah tumbuh sebesar 15,7% hingga mencapai nilai saat ini, Anda perlu menyadari bahwa potensi kerugian sebesar 5% pernah terjadi dan bisa saja terulang di masa depan, terutama dalam kondisi pasar yang tidak stabil.

Drawdown dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain volatilitas pasar, di mana fluktuasi tajam baik naik maupun turun dapat meningkatkan risiko kerugian. Alokasi aset juga memainkan peran penting, karena portofolio yang terlalu terfokus pada aset berisiko tinggi lebih rentan terhadap drawdown besar dibandingkan dengan portofolio yang terdiversifikasi dengan baik. Selain itu, kondisi ekonomi makro seperti resesi atau inflasi dapat menyebabkan penurunan signifikan pada nilai investasi. 

Mengukur downside risk dan menghitung drawdown maksimum adalah dua pendekatan penting dalam memahami risiko yang pernah terjadi di portofolio Anda. Downside risk memberikan gambaran tentang seberapa besar kemungkinan portofolio Anda mengalami kerugian yang di tingkat VaR. Sementara itu, drawdown maksimum memberikan informasi historis mengenai kerugian terbesar yang telah terjadi pada portofolio Anda.

Dengan memahami dan menghitung kedua indikator ini secara akurat, Anda dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak, menyesuaikan alokasi aset, serta merancang strategi mitigasi risiko yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Gunakan pendekatan ini secara konsisten untuk mengevaluasi kinerja portofolio dan menjaga ketahanan investasi Anda terhadap gejolak pasar. 

Investasi reksa dana bisa menjadi pilihan yang menarik bagi Anda yang ingin mengelola risiko portofolio secara lebih efektif, karena dana yang Anda investasikan akan dikelola oleh MI profesional. 

Terdapat empat jenis reksa dana, pertama ada reksa dana pasar uang yang memiliki risiko rendah karena sebagian besar dana kelolaan diinvestasikan pada instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi jangka pendek. Meskipun downside risk dan drawdown-nya cenderung rendah, Anda perlu memperhitungkan real interest rate dari produk reksa dana pasar uang, yaitu return riil yang Anda dapatkan dari suatu aset investasi setelah disesuaikan dengan inflasi.

Kedua, ada reksa dana pendapatan tetap yang mengalokasikan minimal 80% dana kelolaan pada obligasi. Produk reksa dana ini memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi dari reksa dana pasar uang, namun dengan drawdown yang cenderung lebih tinggi juga.

Lalu, ada reksa dana campuran, yang mengalokasikan dana kelolaan secara proporsional pada instrumen pasar uang, obligasi, dan saham, dengan alokasi maksimal 79% setiap jenis instrumen. Potensi downside risk dan drawdown-nya cenderung lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap, namun memberikan potensi imbal hasil yang lebih besar.

Terakhir, ada reksa dana saham yang mengalokasikan minimal 80% dana kelolaan ke instrumen saham, sehingga potensi downside risk dan drawdown-nya paling tinggi dibandingkan dengan jenis reksa dana lain. Namun, produk reksa dana ini menawarkan potensi imbal hasil yang optimal dalam jangka panjang.

Anda juga bisa membeli berbagai jenis reksa dana di Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui aplikasi Makmur, Anda dapat melihat data historis berbagai produk reksa dana secara lengkap, mulai dari return, CAGR, hingga drawdown untuk periode 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, serta sejak peluncuran. Sehingga memudahkan Anda mengevaluasi kinerja dan memilih produk yang sesuai dengan tujuan investasi.

Salah satu produk yang dapat Anda pertimbangkan adalah Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A, reksa dana pendapatan tetap syariah yang dikelola dengan pendekatan fundamental melalui fokus pada sukuk negara serta sukuk korporasi berkualitas. Pendekatan ini bertujuan  untuk memberikan imbal hasil optimal dalam jangka menegah hingga panjang dengan volatilitas relatif terjaga.

Misalnya, Anda berinvestasi dengan dana awal sebesar Rp100.000.000 dan rutin berinvestasi Rp2.000.000 per bulan. Dalam 1 tahun, total nilai investasi Anda tumbuh menjadi Rp134.153.466 (+10%).
*Data per 02 Desember 2025. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang.


Itulah pembahasan lengkap mengenai downside risk dan drawdown. Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo December Thrive, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Efek Musiman Menawarkan Peluang, Ini Cara Investor Mengoptimalkan Timing Investasi

Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]

author
Content Management
calendar
04 Agustus 2026
Artikel

Dampak Ketegangan Geopolitik Global terhadap Proyeksi PDB Indonesia 2026

Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]

author
Content Management
calendar
03 Agustus 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik per Juli 2026

RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik per Juli 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Campuran Terbaik per Juli 2026

Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Saham Terbaik per Juli 2026

Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0