makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Peran Real Interest Rate sebagai Indikator dalam Keputusan Investasi

author
Content Management
author
08 Oktober 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Imbal hasil menunjukkan angka kinerja investasi, sedangkan real interest rate memperhitungkan inflasi sehingga mencerminkan pertumbuhan riil.
  • Real interest rate membantu investor menilai apakah potensi return suatu aset sepadan dengan tingkat risikonya.
  • Dengan menghitung real interest rate, investor dapat memastikan apakah suatu instrumen benar-benar memberikan keuntungan riil atau justru nilainya tergerus inflasi.

Pengambilan keputusan investasi yang tepat bisa dipengaruhi oleh berbagai indikator ekonomi. Namun, ada satu indikator yang sangat krusial, yaitu real interest rate atau suku bunga riil. Real interest rate mencerminkan return riil yang Anda dapatkan dari suatu aset investasi setelah disesuaikan dengan inflasi. Dengan memahami dan mempertimbangkan real interest rate, Anda sebagai investor dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai imbal hasil investasi dan risiko yang mungkin dihadapi.

Mengapa Investor Perlu Memperhitungkan Interest Rate?

Sebelum memahami real interest rate, penting bagi Anda untuk memahami peran suku bunga dalam konteks ekonomi dan investasi secara umum. Suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap biaya pinjaman, nilai tukar mata uang, konsumsi, dan keputusan investasi.

1. Imbal hasil vs real interest rate

Suku bunga nominal atau imbal hasil merupakan hasil kinerja sebuah aset dalam memberikan return. Sebagai contoh, produk reksa dana saham Bahana Icon Syariah Kelas G yang ada di platform Makmur, memiliki imbal hasil sekitar 16,6% pada tahun 2024. Angka tersebut merupakan kinerja, belum mencerminkan daya beli aktual yang Anda peroleh dari hasil investasi. 

Melansir dari laman Bank Indonesia (BI), inflasi tahunan Indonesia pada tahun 2024 sebesar 1,57%. Di sinilah pentingnya real interest rate, rumus perhitungan sederhananya adalah:

Real interest rate = suku bunga nominal/imbal hasil – inflasi

Jika diimplementasikan pada perhitungan, maka:

  • Real interest rate = Imbal hasil reksa dana – inflasi
  • Real interest rate = 16,6% – 1,57%
  • Real interest rate = 15,03%

Berarti secara daya beli, uang yang Anda peroleh dari investasi reksa dana saham tersebut di tahun 2024 sebenarnya ada di kisaran 15,03% per tahun secara riil. Ketika mempertimbangkan investasi, tujuan utamanya tentu adalah mendapatkan return yang lebih besar dari inflasi. Real interest rate memberikan pandangan apakah investasi tersebut akan memberikan keuntungan riil atau tidak.

2. Indikator keseimbangan risiko dan imbal hasil

Misalnya Anda mempertimbangkan dua instrumen investasi reksa dana:

Sebagai informasi, reksa dana pendapatan tetap mengalokasikan minimal 80% aset kelolaan pada aset obligasi. Sedangkan, reksa dana saham mengalokasikan minimal 80% aset kelolaan pada instrumen saham. Jadi, secara risiko, reksa dana saham lebih tinggi. 

Jika inflasi di 2%, maka:

  • Real interest rate reksa dana pendapatan tetap = 6% – 2% = 4%
  • Real interest rate reksa dana saham = 10% – 2% = 8%

Dalam kondisi tersebut, meskipun reksa dana saham lebih berisiko, return riilnya berpotensi lebih tinggi. Namun, reksa dana pendapatan tetap bisa saja menarik bagi investor karena risikonya lebih rendah dan return riilnya juga positif.

Saat ini, ada simulasi kedua, jika inflasi naik menjadi 6%, maka:

  • Real interest rate reksa dana pendapatan tetap = 6% − 6% = 0%
  • Real interest rate reksa dana saham = 10% − 6% = 4%

Pada situasi itu, reksa dana pendapatan tetap tidak memberikan pertumbuhan riil, sehingga investor bisa mempertimbangkan memilih reksa dana saham dengan potensi return lebih tinggi, meskipun risikonya lebih besar.

3. Mengetahui arah kebijakan moneter

Bank sentral seperti Bank Indonesia biasanya menyesuaikan suku bunga acuan untuk merespons kondisi ekonomi. Real interest rate kemudian terbentuk dari perubahan suku bunga acuan tersebut. Dengan kata lain, meskipun yang ditetapkan adalah suku bunga acuan, efek akhirnya akan menentukan seberapa besar daya beli riil dari hasil investasi. Oleh karena itu, memahami hubungan antara suku bunga acuan dan inflasi penting bagi Anda untuk menilai arah kebijakan moneter serta dampaknya pada pilihan investasi.

Jika real interest rate tinggi, hal ini menandakan kebijakan moneter ketat karena aktivitas ekonomi cenderung melambat. Sebaliknya, jika real interest rate rendah atau negatif, hal itu mencerminkan kebijakan ekonomi yang lebih longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bagi investor, informasi ini dapat menjadi acuan dalam memilih sektor investasi. Memahami dan mempertimbangkan real interest rate adalah langkah penting bagi Anda dalam menyusun strategi investasi yang cerdas dan terukur. Real interest rate memberikan gambaran nyata mengenai keuntungan riil yang Anda peroleh dari suatu instrumen keuangan setelah memperhitungkan inflasi.

Dengan menggunakan indikator real interest rate, Anda dapat memilih instrumen investasi yang benar-benar menguntungkan secara riil sekaligus menyesuaikan portofolio dengan arah kebijakan moneter. Salah satu opsi yang bisa Anda pertimbangkan adalah reksa dana, karena instrumen investasi ini dikelola oleh manajer investasi (MI) secara profesional yang berupaya meraih potensi pertumbuhan imbal hasil optimal dan sepadan dengan risiko yang diambil.

Selain lebih terdiversifikasi, reksa dana juga memungkinkan Anda untuk menyesuaikan profil risiko. Jika memiliki tujuan jangka pendek dan ingin risiko rendah, reksa dana pasar uang sangat cocok karena menempatkan minimal 80% dana pada deposito atau surat berharga jangka pendek. 

Untuk Anda yang memiliki preferensi untuk imbal hasil stabil dengan risiko yang tidak begitu tinggi, maka reksa dana pendapatan tetap bisa jadi pilihan karena mengalokasikan dana kelolaan minimal 80% pada obligasi. 

Jika Anda ingin keseimbangan antara risiko dan potensi keuntungan, reksa dana campuran bisa dipertimbangkan karena dana kelolaannya dialokasikan maksimal 79% pada masing-masing instrumen saham, obligasi, maupun pasar uang. Sementara bagi Anda yang siap memiliki toleransi risiko tinggi dan punya tujuan investasi jangka panjang, reksa dana saham menempatkan minimal 80% dana kelolaan pada instrumen saham.


Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo October Boost, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Tips Memilih Reksa Dana Saham: Evaluasi Konsistensi Kinerja dan Bandingkan dengan Benchmark

Key Takeaways: Perubahan nilai aktiva bersih (NAB) pada reksa dana saham, baik dalam tren naik maupun turun, merupakan kondisi yang wajar. Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen global, kondisi makroekonomi, serta fundamental perusahaan. Oleh karena itu, tujuan berinvestasi pada reksa dana saham bukan untuk sepenuhnya menghindari penurunan, melainkan […]

author
Content Management
calendar
09 Juni 2026
Artikel

Gaji Terasa Cepat Habis? Ini Cara Melakukan Review Keuangan Bulanan Agar Optimal

Key Takeaways: Gaji yang terasa cepat habis sering menjadi persoalan yang berulang dari bulan ke bulan. Ketika awal gajian, kondisi keuangan tampak terkendali, namun tanpa disadari, pengeluaran kecil justru menyebabkan total pengeluaran membengkak. Akibatnya, sisa dana di akhir bulan tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Kondisi ini umumnya bukan hanya disebabkan oleh besarnya […]

author
Content Management
calendar
08 Juni 2026
Artikel

Perusahaan dengan WACC Rendah Dianggap Efisien, Benarkah Selalu Menguntungkan Investor?

Key Takeaways: Efisiensi biaya pendanaan sering kali dikaitkan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola struktur modalnya. Salah satu indikator dalam menilai efisiensi tersebut adalah Weighted Average Cost of Capital (WACC). Banyak yang menganggap WACC rendah sebagai tanda efisiensi dan daya tarik bagi investor. Namun, apakah asumsi ini selalu benar? WACC adalah rata-rata tertimbang dari biaya modal […]

author
Content Management
calendar
05 Juni 2026
Artikel

Tertarik Investasi di Reksa Dana Indeks? Pahami Mekanisme Replikasi dan Rebalancing Portofolio

Key Takeaways: Reksa dana indeks semakin sering menjadi pilihan dalam perencanaan investasi. Produk ini dirancang untuk meniru kinerja suatu indeks pasar, seperti LQ45, IDX30, IHSG, dan JII. Alih-alih mengandalkan strategi pemilihan saham secara aktif, reksa dana indeks berupaya mengikuti arah pergerakan indeks acuannya. Banyak investor tertarik karena kinerjanya yang sejalan dengan pasar tanpa perlu analisis […]

author
Content Management
calendar
03 Juni 2026
Artikel

Bagaimana Cara Mendeteksi Akumulasi Saham Menggunakan Data Broker Flow? Ini Penjelasannya

Key Takeaways: Sebagai investor, pemahaman terhadap pergerakan saham sangat diperlukan untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik. Salah satu fitur yang dapat membantu investor untuk memprediksi pergerakan saham adalah data broker flow. Broker Flow adalah data yang merangkum aktivitas transaksi (beli dan jual) yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas atau broker dalam periode waktu tertentu. Data […]

author
Content Management
calendar
03 Juni 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per Mei 2026

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
31 Mei 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0