






Dalam perekonomian, cadangan devisa suatu negara memiliki peran yang sangat penting. Bagi Indonesia, cadangan devisa menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga kestabilan ekonomi. Melansir dari halaman resmi Bank Indonesia (BI), pada Juni 2025 cadangan devisa Indonesia tercatat sekitar 152,6 miliar dolar AS (USD), yang terdiri dari beberapa instrumen.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperbarui pada Februari 2025, menyebutkan cadangan devisa Indonesia terdiri dari emas moneter, Special Drawing Rights (SDR), Reserve Position in the Fund (RPF), serta cadangan devisa lainnya. Komponen cadangan devisa lainnya mencakup uang kertas asing dan simpanan, surat berharga, serta tagihan lainnya.
RPF adalah hak suatu negara anggota International Monetary Fund (IMF), yang berasal dari setoran keanggotaan. Hak ini bisa digunakan kapan saja untuk ditukar dengan mata uang asing, sehingga menjadi bagian dari cadangan devisa yang siap dipakai bila dibutuhkan. Sementara itu, SDR merupakan aset cadangan internasional dari IMF berupa hak penarikan khusus yang nilainya didasarkan pada lima mata uang utama dunia (USD, Euro, Yen, Pound Sterling, dan Yuan).
Secara singkat, RPF mirip “tabungan” negara di IMF, sedangkan SDR berfungsi seperti “voucher” internasional yang bisa ditukar menjadi mata uang keras untuk memperkuat cadangan devisa. Lalu, apa saja manfaat berbagai aset dalam cadangan devisa tersebut bagi kestabilan ekonomi? Mari kita bahas.
Cadangan devisa adalah aset yang dimiliki oleh bank sentral, beberapa fungsi utamanya adalah:
Salah satu alasan cadangan devisa sangat penting adalah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama USD. Ketika permintaan USD meningkat, misalnya saat impor lebih tinggi daripada ekspor, bank sentral dapat menggunakan cadangan devisa untuk menstabilkan nilai tukar. Jika rupiah melemah terlalu tajam, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga barang impor, seperti bahan bakar atau produk elektronik.
Indonesia memiliki kewajiban membayar utang luar negeri, baik berupa pokok maupun bunga. Dengan cadangan devisa yang memadai, pemerintah dapat memastikan kewajiban tersebut terpenuhi tepat waktu. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan kreditur dan investor asing. Bayangkan jika cadangan devisa tidak cukup, kepercayaan lembaga keuangan internasional dan negara lain terhadap perekonomian Indonesia bisa menurun drastis.
Cadangan devisa juga berfungsi sebagai penopang kelancaran impor barang-barang yang sangat penting bagi masyarakat, seperti bahan bakar minyak, obat-obatan, dan bahan pangan. Misalnya, ketika harga minyak dunia melonjak, Indonesia membutuhkan devisa lebih banyak untuk membayar impor. Dengan cadangan yang cukup, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi sehingga tidak mengganggu aktivitas perekonomian di dalam negeri.
Investor global sangat memperhatikan besarnya cadangan devisa suatu negara. Cadangan yang besar dipandang sebagai indikator kekuatan ekonomi sekaligus daya tahan terhadap krisis. Hal ini terlihat jelas saat krisis finansial global, di mana negara dengan cadangan devisa kuat mampu pulih lebih cepat dibandingkan negara dengan cadangan terbatas. Bagi Indonesia, posisi cadangan devisa yang solid akan meningkatkan kepercayaan investor, sehingga memudahkan masuknya investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).
Krisis global bisa datang tanpa dapat diprediksi, seperti krisis Asia 1997-1998 maupun krisis keuangan global 2008. Dalam kondisi seperti itu, cadangan devisa berperan sebagai salah satu benteng pertahanan ekonomi yang sangat penting. Cadangan devisa yang memadai memberi ruang bagi pemerintah dan otoritas moneter untuk melakukan intervensi pasar, menstabilkan nilai tukar, serta menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor. Sebaliknya, keterbatasan cadangan devisa membuat perekonomian rentan terguncang dan sulit mempertahankan stabilitas di tengah tekanan eksternal.
BI menggunakan cadangan devisa untuk melaksanakan kebijakan moneter, terutama yang berkaitan dengan stabilitas rupiah. Misalnya, ketika terjadi tekanan inflasi akibat kenaikan harga barang impor, bank sentral dapat menstabilkan nilai tukar dengan intervensi pasar menggunakan cadangan devisa. Dengan begitu, harga barang tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga.
Anda juga perlu mengetahui ada aspek psikologis dari besarnya jumlah cadangan devisa suatu negara. Ketika masyarakat dan pelaku usaha tahu bahwa negara memiliki cadangan devisa yang kuat, muncul rasa aman terhadap kestabilan ekonomi. Hal ini berdampak pada meningkatnya kepercayaan untuk bertransaksi, berinvestasi, dan menjalankan aktivitas bisnis di Indonesia.
Cadangan devisa yang kuat memang menjadi pondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Stabilitas ini menciptakan iklim investasi yang kondusif, sehingga masyarakat tidak hanya merasa aman dalam bertransaksi, tetapi juga lebih percaya diri untuk mengembangkan aset melalui berbagai instrumen investasi di Indonesia.
Salah satu instrumen investasi yang mudah dilakukan oleh banyak investor adalah reksa dana, karena dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang mengelola dana masyarakat secara kolektif. Terlebih, barrier to entry investasi reksa dana tidak tinggi, dalam artian investor sudah dapat membeli reksa dana dengan modal terjangkau dan berpeluang mendapatkan imbal hasil yang optimal.
Anda dapat mulai investasi melalui aplikasi Makmur dengan nominal minimal sebesar Rp10.000 untuk membeli produk reksa dana. Ada beberapa jenis reksa dana yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko Anda. Pertama, ada reksa dana pasar uang cocok untuk investasi jangka pendek karena risikonya relatif rendah dibandingkan jenis reksa dana lainnya, sebagian besar aset pada reksa dana ini ditempatkan pada instrumen pasar uang, serta memiliki likuiditas tinggi.
Lalu, ada reksa dana pendapatan tetap yang cocok bagi investor moderat, karena minimal 80% dana kelolaannya dialokasikan pada obligasi, menawarkan potensi imbal hasil lebih besar dibandingkan pasar uang. Ketiga, ada reksa dana campuran yang mengalokasikan dana kelolaan secara proporsional ke saham, obligasi, dan pasar uang maksimal 79% pada tiap instrumen, sehingga memberikan keseimbangan antara risiko dan keuntungan.
Terakhir, bagi investor yang memiliki toleransi risiko tinggi, ada reksa dana saham yang memiliki potensi imbal hasil optimal dalam jangka panjang, karena minimal 80% aset kelolaan akan dialokasikan pada instrumen saham.
Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo October Boost, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana sering dianggap serupa karena keduanya memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi tanpa harus membeli saham secara langsung. Meskipun demikian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dalam mekanismenya. Exchange Traded Fund (ETF) adalah jenis reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek seperti saham […]
Key Takeaways: Bagi investor saham, memahami capital inflow sangatlah penting karena dapat membantu membaca sentimen pasar, mengidentifikasi peluang, dan mengukur risiko investasi dengan lebih baik. Capital inflow adalah aliran dana asing yang masuk ke suatu negara dalam bentuk investasi portofolio maupun langsung. Di Indonesia, capital inflow dipantau secara rutin oleh Bank Indonesia melalui tiga jalur, […]
Key Takeaways: Membangun portofolio reksa dana saham bukan hanya tentang memilih produk dengan return terbaik. Salah satu keputusan penting yang sering diabaikan investor adalah menentukan apakah sebaiknya menempatkan seluruh investasi pada satu manajer investasi (MI) atau membaginya ke beberapa MI sekaligus. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Tidak ada jawaban yang sepenuhnya benar […]
Key Takeaways: Dalam investasi reksa dana, investor umumnya ingin memahami potensi imbal hasil, termasuk pada reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur potensi tersebut adalah expected return atau potensi imbal hasil yang diharapkan. Expected return digunakan untuk memperkirakan rata-rata imbal hasil yang dapat diperoleh di masa […]
Key Takeaways: Revisi aturan royalti mineral sempat diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM) pada konsultasi publik pada 8 Mei 2026. Pemerintah berencana merevisi PP Nomor 19 Tahun 2025 terkait penyesuaian tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya royalti sektor mineral. Melalui revisi tersebut, pemerintah ingin meningkatkan penerimaan negara dari […]
Key Takeaways: Akuisisi perusahaan merupakan aksi korporasi yang berdampak material terhadap harga saham dan kinerja keuangan pihak-pihak yang terlibat, di mana suatu perusahaan membeli atau mengendalikan perusahaan lain untuk memperluas bisnis atau meningkatkan nilai. Bagi investor yang memiliki saham pada perusahaan pengakuisisi, penting untuk mengevaluasi berbagai aspek untuk memahami implikasi jangka pendek dan jangka panjang dari […]