makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Pencapaian Strategis Bursa Efek Indonesia 2025 Menuju Penguatan Pasar Modal Indonesia 2026

author
Content Management
author
06 Januari 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Kebijakan BEI sepanjang 2025 berhasil meningkatkan likuiditas dan stabilitas pasar secara berkelanjutan.
  • Penerapan Non-Cancellation Period dan Liquidity Provider memperkuat kualitas dan integritas perdagangan.
  • Pertumbuhan signifikan produk derivatif dan indeks global menandai meningkatnya daya saing pasar modal nasional.
  • Keberhasilan IDXCarbon menempatkan Indonesia sebagai pemain strategis dalam perdagangan karbon di tingkat internasional.

Tahun 2025 menjadi periode penting Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memperkuat pasar modal Indonesia, seiring implementasi berbagai kebijakan yang mendorong perubahan struktural secara berkelanjutan. Melalui fokus pada pendalaman likuiditas, peningkatan transparansi perdagangan, serta pengembangan inovasi produk yang relevan bagi investor pasar modal, BEI tidak hanya memperkokoh fondasi domestik, tetapi juga meningkatkan daya saing IHSG dan ekosistem investasi Indonesia di tengah pasar keuangan global yang semakin kompetitif di tahun 2026 dan seterusnya.

Kinerja Pasar Modal dan Strategi BEI dalam Memperkuat Daya Saing

Sepanjang 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) sebanyak 24 kali, dengan puncaknya mencapai level 8.776,97 pada 11 Desember 2025, dan kenaikan total return sebesar 22,13%. Kapitalisasi pasar juga menembus angka Rp16.000 triliun, melampaui negara tetangga seperti Singapura dan Thailand. Selain itu, terdapat 26 emiten baru yang melantai di BEI, dengan total penghimpunan dana mencapai Rp28 triliun, sementara jumlah investor pasar modal secara keseluruhan tembus 20 juta Single Investor Identification (SID), naik 35,8% dari akhir 2024. Kontribusi investor domestik mendominasi hingga 60,6%, menunjukkan bangkitnya investor ritel yang mendominasi transaksi. Pencapaian ini mencerminkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap pasar modal Indonesia, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Di balik pertumbuhan impresif IHSG dan kapitalisasi pasar sepanjang 2025, terdapat serangkaian inisiatif strategis yang telah diterapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memperkuat ekosistem pasar modal nasional. Kebijakan-kebijakan ini tidak hanya fokus pada pendalaman likuiditas dan integritas perdagangan, tetapi juga inovasi produk derivatif, penguatan visibilitas global melalui indeks internasional, serta kontribusi nyata dalam perdagangan karbon berkelanjutan. Berikut merupakan 6 pencapaian utama BEI selama tahun 2025:

1. Liquidity provider saham sebagai penggerak likuiditas dan kualitas harga

Likuiditas menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga kualitas perdagangan saham, terutama pada saham berkapitalisasi menengah yang kerap memiliki volume transaksi terbatas. Salah satu kebijakan utama BEI di 2025 adalah implementasi Liquidity Provider (LP) saham bagi Anggota Bursa (AB). Kebijakan ini resmi diberlakukan pada 8 Mei 2025, setelah persiapan yang matang termasuk penerbitan POJK Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penyediaan Likuiditas Peraturan Nomor II-Q dan III-Q tentang Kegiatan Liquidity Provider Saham. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan kuotasi jual dan beli secara berkelanjutan, khususnya untuk saham berkapitalisasi menengah (mid-cap) yang sering kali mengalami likuiditas rendah.

Dalam praktiknya, LP Saham memungkinkan AB untuk bertindak sebagai penyedia likuiditas dengan menempatkan order beli/jual secara berkala, sehingga meningkatkan market depth dan mengurangi bid-ask spread. Hingga akhir 2025, program ini telah melibatkan 13 AB yang siap berpartisipasi, dengan daftar efek mencakup 371 saham yang termasuk ke dalam daftar Efek Liquidity Provider Saham. Dampaknya terlihat jelas, seperti likuiditas pasar meningkat secara berkelanjutan, harga saham lebih stabil, dan investor mendapatkan peluang transaksi yang lebih baik. Selain itu, program ini membuka peluang bisnis baru bagi AB melalui insentif seperti biaya transaksi yang lebih rendah dan fleksibilitas strategi, yang pada akhirnya memperkuat integritas pasar secara keseluruhan.

2. Non-cancellation period dan penguatan integritas mekanisme perdagangan

Untuk meningkatkan tata kelola perdagangan, BEI menerapkan Non-Cancellation Period mulai 15 Desember 2025 yang tertera berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor: Kep-00003/BEI/04-2025 Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Mekanisme ini membatasi pembatalan atau perubahan pesanan pada periode tertentu menjelang akhir sesi, yaitu pada waktu pra-pembukaan, diberlakukan Non-Cancellation Period (No Withdraw) pada pukul 08.56.00–08.57.59, serta Non-Cancellation Period (No Amend) pada 08.56.00–08.59.59. Sementara itu, pada pra-penutupan, Non-Cancellation Period (No Withdraw) berlangsung pada 15.56.00–15.59.59, dan Non-Cancellation Period (No Amend) diterapkan pada 15.56.00–16.01.59. Investor tetap bisa menambahkan order baru, tetapi tidak bisa membatalkan atau mengubah yang sudah masuk, sehingga harga pembukaan dan penutupan lebih mencerminkan kondisi pasar yang wajar.

Penyempurnaan ini didukung oleh optimalisasi distribusi data perdagangan akhir sesi, yang memberikan transparansi lebih tinggi dan membantu investor dalam pengambilan keputusan berbasis data akurat. Dampaknya, pasar menjadi lebih stabil, mengurangi manipulasi harga, meningkatkan likuiditas di pasar, dan kepercayaan investor. Kebijakan ini merupakan bagian dari pembaruan aturan perdagangan BEI yang lebih luas, termasuk penyesuaian jam perdagangan untuk menjaga integritas di tengah volume transaksi yang meningkat.

3. Pertumbuhan produk derivatif dengan akses ke pasar global

Inovasi produk derivatif menjadi pendorong utama pertumbuhan BEI di 2025. Single Stock Future (SSF) semakin populer sebagai instrumen trading dan hedging, dengan efisiensi modal tinggi, fleksibilitas posisi long/short, dan penyelesaian tunai dalam T+1. Berdasarkan data terakhir dari BEI per Juni 2025, transaksi SSF mencapai 2.175 kontrak senilai Rp1,02 miliar, naik 19% dari 2024. BEI menambah 5 underlying baru pada Juli 2025, sehingga total menjadi 10 saham. Selain itu, jumlah investor derivatif tercatat melonjak signifikan, meningkat 142% dibandingkan tahun 2024 hingga mencapai 359 investor. Pencapaian ini menegaskan tumbuhnya minat sekaligus kepercayaan investor terhadap instrumen SSF. Secara keseluruhan, volume kontrak derivatif naik 65% dibandingkan 2024, mencapai rekor tertinggi sejak diperkenalkan. 

Di sisi lain, peresmian Kontrak Berjangka Indeks Asing (KBIA) pada awal 2025, dengan underlying seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) Hong Kong Listed Large Cap, bertujuan untuk memperluas akses investor domestik ke pasar global, mendukung diversifikasi portofolio. Inisiatif ini juga didukung oleh kolaborasi dengan KPEI untuk kliring, memastikan ekosistem derivatif yang aman dan efisien. Adapun instrumen ini menawarkan fleksibilitas transaksi long-short, leverage hingga 33x, nilai kontrak yang terjangkau, serta penyelesaian transaksi T+1 yang aman dan transparan dengan penjaminan dari Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Selain itu, BEI juga menggelar Grand Launching Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) Repo pada Desember 2025, menandai langkah strategis dalam pendalaman pasar modal dan pasar uang domestik melalui likuiditas repo, obligasi, dan Penyedia Electronic Trading Platform (ETP) antarpasar. Inisiatif ini menjadi bagian krusial dari agenda transformasi harga yang lebih baik, pasar surat utang lebih dalam, serta peningkatan kualitas dan efisiensi transaksi bagi seluruh pelaku pasar. Hingga akhir 2025, total transaksi Efek Bersifat Utang Syariah (EBUS) melalui SPPA telah mencapai Rp1.342 triliun, termasuk transaksi repo, dengan pertumbuhan signifikan sebesar 545% dibandingkan tahun 2024 yang mencerminkan adopsi kuat dan kontribusi nyata terhadap stabilitas serta pertumbuhan ekosistem pasar modal Indonesia.

4. Kolaborasi IDX dan S&P Dow Jones dalam pengembangan indeks global

Kolaborasi strategis BEI dengan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) pada November 2025 menandai langkah penting dalam meningkatkan visibilitas saham Indonesia secara internasional. Adapun tiga indeks yang diluncurkan yakni: S&P/IDX Indonesia ESG Tilted Index, S&P/IDX Indonesia Shariah High Dividend Index, dan S&P/IDX Indonesia Dividend Opportunities Index.

Indeks-indeks ini menjadi referensi bagi investor institusional global, serta mempromosikan investasi berkelanjutan dan syariah. Melalui indeks ini, pasar saham Indonesia mendapatkan eksposur lebih luas, menarik arus dana asing dan mendukung pengembangan produk seperti ETF berbasis indeks. Kolaborasi ini juga selaras dengan tren global, di mana ESG dan syariah semakin menjadi prioritas investor.

5. IDXCarbon dan peran Indonesia dalam pasar karbon internasional

Di bidang keberlanjutan, IDXCarbon mencapai pencapaian penting dengan perdagangan karbon internasional perdana pada 20 Januari 2025. Hingga 19 Desember 2025, tercatat 2,69 juta ton CO₂e dari sembilan proyek, dengan nilai transaksi Rp29,5 miliar. Secara akumulasi sejak 2023, volume mencapai 1,6 juta ton CO₂e senilai Rp80,75 miliar. Pada kuartal I 2025 saja, volume mencapai 690.675 tCO₂e, melebihi total 2024.

Pencapaian ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin perdagangan karbon di pasar negara berkembang, dengan pengakuan sebagai Best Official Carbon Exchange in an Emerging Economy pada Carbon Positive Awards 2025 di London. Menggunakan teknologi blockchain, IDXCarbon memfasilitasi transaksi aman dan mudah, mendukung Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia menuju Net Zero Emission 2060. Kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Gold Standard memastikan kredibilitas unit karbon internasional.

Secara keseluruhan, rangkaian pencapaian BEI sepanjang 2025 mencerminkan konsistensi transformasi pasar modal Indonesia menuju ekosistem yang lebih likuid, transparan, inovatif, dan berkelanjutan. 

Dengan fondasi pasar modal Indonesia yang semakin kokoh dan inklusif melalui berbagai pencapaian BEI sepanjang 2025, investor memiliki kesempatan untuk memanfaatkan dinamika pasar secara lebih optimal. Adapun salah satu instrumen investasi yang menarik untuk dipertimbangkan yakni reksa dana. Instrumen ini dikelola secara profesional oleh manajer investasi, dapat menjadi pilihan bagi investor pemula maupun berpengalaman yang ingin memanfaatkan momentum pertumbuhan IHSG secara terukur dan terdiversifikasi.

Anda bisa membeli reksa dana melalui Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua aset manajemen dan produk reksa dana yang tersedia di Makmur juga sudah dikurasi secara profesional. 


Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January, dan promo Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website:Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Jangan Asal Pilih, Ini Karakteristik Perusahaan yang Cocok untuk Strategi Nabung Saham

Key Takeaways: Investasi saham saat ini merupakan hal yang umum dilakukan oleh banyak orang, terutama dengan hadirnya program Yuk Nabung Saham yang diinisiasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2017. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menabung saham sebagai instrumen investasi jangka panjang.  Melalui program ini, BEI berupaya mendorong masyarakat […]

author
Content Management
calendar
30 Januari 2026
Artikel

Tidak Semua Fase Menguntungkan, Memahami Siklus Ekonomi Bisa Jadi Landasan dalam Membuat Strategi Investasi

Key Takeaways: Dalam berinvestasi, tidak semua keputusan dapat menghasilkan keuntungan, karena beberapa fase ekonomi dapat memberikan hasil yang kurang menguntungkan. Oleh karena itu, pemahaman tentang siklus ekonomi sangatlah penting, karena membantu Anda dalam merencanakan strategi investasi yang lebih tepat.  Siklus ekonomi merupakan pola aktivitas ekonomi yang terjadi secara berulang dalam suatu periode perekonomian, yang dipengaruhi […]

author
Content Management
calendar
29 Januari 2026
Artikel

MSCI Bekukan Sementara Rebalancing, IHSG Trading Halt Usai Koreksi Tajam Hingga >-8%

Key Takeaways: Morgan Stanley Capital International (MSCI) secara resmi mengumumkan pembekuan sementara (interim freeze) rebalancing untuk seluruh indeks saham Indonesia pada Selasa, 27 Januari 2026. Langkah pembekuan rebalancing MSCI ini diambil menyusul kekhawatiran MSCI terhadap transparansi struktur kepemilikan saham dan potensi praktik perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia.  MSCI merupakan perusahaan riset asal Amerika Serikat […]

author
Content Management
calendar
28 Januari 2026
Artikel

Apakah Saham Blue Chip Cocok untuk Investasi Jangka Panjang? Ini Penjelasannya

Key Takeaways: Saham blue chip merujuk pada saham yang diterbitkan oleh perusahaan besar, stabil, dan sering ditransaksikan di pasar saham. Perusahaan-perusahaan ini umumnya memiliki rekam jejak yang panjang, kinerja keuangan yang solid, serta kemampuan untuk bertahan dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Istilah “blue chip” diambil dari permainan poker, di mana “blue chip” adalah chip dengan […]

author
Content Management
calendar
27 Januari 2026
Artikel

Saham yang Berpotensi Masuk MSCI Februari 2026, Investor Perlu Cermati Risiko dan Kriterianya

Key Takeaways: Pasar modal Indonesia sedang bersiap menghadapi agenda penting, yaitu rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan diumumkan pada 10 Februari 2026 dan efektif diberlakukan mulai 2 Maret 2026. Proses rebalancing ini rutin dilakukan oleh MSCI untuk memastikan bahwa indeks tetap representatif terhadap kondisi pasar global dan domestik. Mengapa hal tersebut penting? […]

author
Content Management
calendar
26 Januari 2026
Artikel

Return on Investment Besar Belum Tentu Ideal, Ini Cara Menilainya

Key Takeaways: Return on Investment (ROI) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu investasi. ROI menunjukkan seberapa efektif investasi yang dilakukan dalam menghasilkan keuntungan. Secara umum, semakin besar ROI yang diperoleh, semakin baik kinerja investasi tersebut. Namun, ROI yang besar tidak selalu mencerminkan investasi yang ideal karena masih terdapat faktor lain yang […]

author
Content Management
calendar
22 Januari 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0