makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Memahami Apa Itu MSCI dan Pengaruhnya terhadap Pasar Saham Indonesia

author
Content Management
author
17 September 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • MSCI adalah perusahaan riset yang menyediakan indeks dan data pasar saham global yang sering dijadikan acuan bagi investor institusi maupun individu dalam membuat keputusan investasi.
  • MSCI Indonesia Index mencakup saham besar dan menengah di BEI sehingga mencerminkan mayoritas kapitalisasi pasar saham Indonesia yang bisa diinvestasikan.
  • Masuknya sebuah emiten ke dalam Indeks MSCI Indonesia bisa memicu kenaikan harga, karena ada aliran dana dari investor institusi yang menjadikan indeks tersebut sebagai acuan.

Pasar saham Indonesia tidak pernah lepas dari pengaruh geopolitik dan ekonomi global. Setiap pergerakan modal asing, baik masuk maupun keluar, sering kali berawal dari acuan yang digunakan investor global dalam menentukan strategi investasinya. Salah satu acuan berpengaruh adalah indeks dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berbagai Indeks MSCI, khususnya MSCI Indonesia Index, menjadi salah satu acuan penting bagi investor global dalam menentukan alokasi portofolio.

Memahami Apa Itu MSCI

MSCI merupakan perusahaan riset asal Amerika Serikat yang menyediakan tool analisis portofolio dan berbagai indeks pasar saham global seperti MSCI Emerging Markets, MSCI World, dan MSCI All Country World Index, yang sering digunakan sebagai acuan oleh investor dalam mengukur kinerja pasar saham dan menyusun portofolio investasi

Selain indeks global, MSCI juga memiliki indeks khusus untuk Indonesia yang disebut MSCI Indonesia Index atau Indeks MSCI Indonesia, yang mencakup saham-saham berkapitalisasi besar dan menengah di Bursa Efek Indonesia.

Dalam metodologi MSCI Global Investable Market Indexes (GIMI), klasifikasi kapitalisasi pasar dibagi menjadi tiga:

  • Large cap (kapitalisasi besar)

Perusahaan berkapitalisasi besar menurut MSCI adalah emiten-emiten terbesar di suatu negara yang secara total mencakup sekitar 70% dari nilai pasar free float-adjusted market capitalization suatu negara.

  • Mid cap (kapitalisasi menengah)

Mencakup sekitar 85% dari total nilai pasar.

  • Small cap

Mencakup tambahan hingga 99% dari total nilai pasar.

Jadi, di Indeks MSCI Indonesia, saham yang masuk kategori berkapitalisasi besar (large cap) adalah emiten-emiten terbesar di BEI yang secara kolektif menutup 70% nilai pasar Indonesia. Nilai minimumnya bisa berbeda dan angka ambang batasnya bisa berubah tiap periode, tergantung kondisi pasar. Bagi investor, indeks ini menjadi data penting untuk menilai emiten di pasar saham Indonesia.

Pengaruh Indeks MSCI terhadap Pasar Saham Indonesia

Untuk lebih memahami peran MSCI, Anda perlu melihat bagaimana Indeks MSCI Indonesia bisa memengaruhi kondisi pasar saham Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung. 

1. Aliran dana asing

Masuknya sebuah saham ke dalam Indeks MSCI Indonesia membuat emiten tersebut lebih dikenal oleh investor dari negara lain, karena indeks ini dijadikan acuan utama dalam pengelolaan portofolio internasional. Kondisi ini biasanya memicu arus dana asing masuk, dan diikuti juga oleh institusi seperti Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana.

Dampaknya, saham yang baru masuk indeks umumnya mengalami kenaikan permintaan, likuiditas yang tinggi, dan potensi apresiasi harga, meski dalam jangka panjang kinerjanya tetap akan kembali bergantung pada fundamental emiten serta kondisi pasar.

2. Efek rebalancing 

MSCI melakukan rebalancing Indeks MSCI Indonesia secara berkala empat kali setahun, yaitu di bulan Februari, Mei, Agustus, dan November, sehingga saham yang masuk atau keluar indeks kerap memicu reaksi pasar. Saham yang ditambahkan biasanya mengalami lonjakan permintaan atau disebut efek MSCI bounce, karena institusi seperti ETF dan reksa dana indeks harus menyesuaikan portofolionya, sedangkan saham yang dikeluarkan cenderung mendapat tekanan jual. 

Sebagai contoh, MSCI mengumumkan hasil rebalancing pada 07 Agustus 2025, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) diumumkan masuk ke indeks global MSCI. Hasilnya? Harga saham DSSA mengalami kenaikan 17% pada periode tanggal 07-25 Agustus 2025, saham CUAN juga mengalami kenaikan 11% di periode yang sama. 

3. Sensitivitas terhadap sentimen

Investor perlu mengetahui bahwa penurunan peringkat dari MSCI juga bisa memicu sentimen negatif, hal ini pernah terlihat dalam pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Downgrade pasar saham Indonesia oleh MSCI pernah diumumkan pada 19 Februari 2025, dari status “equal weight” menjadi “underweight”

Equal weight artinya bobot atau porsi investasi di pasar Indonesia setara dengan proporsi acuan/benchmark. Dengan kata lain, MSCI menilai risiko dan prospek pasar Indonesia masih seimbang, sehingga investor global bisa menempatkan dana sesuai porsi normal dalam portofolio.

Underweight artinya bobot atau porsi investasi di pasar Indonesia lebih kecil dari acuan/benchmark. Hal itu menunjukkan MSCI menilai prospek pasar Indonesia kurang menarik atau lebih berisiko dibanding pasar lain, sehingga investor disarankan untuk mengurangi eksposur dan menaruh dana lebih banyak ke pasar lain yang dianggap lebih potensial.

MSCI menurunkan peringkat Indonesia dari equal weight menjadi underweight karena beberapa faktor, antara lain penurunan return on equity (ROE) emiten, melemahnya prospek ekonomi domestik, dan tekanan pada likuiditas pasar. Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan kondisi pasar juga dinilai menurunkan daya tarik Indonesia dibandingkan negara emerging market lain. 

Setelah mengetahui penjelasan di atas, Anda tentu dapat menarik kesimpulan betapa pentingnya peran MSCI yang dapat mempengaruhi arus investasi ke pasar saham Indonesia. Namun, penting dicatat bahwa MSCI bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan pasar. Kinerja emiten, tren ekonomi global maupun domestik, serta kebijakan pemerintah juga memiliki peran penting. Oleh karena itu, investor tetap perlu melakukan analisis komprehensif serta memantau berbagai indikator ekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.

Bagi investor, akses terhadap peluang yang dipengaruhi MSCI dapat dilakukan melalui investasi di reksa dana saham yang dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional. MI berperan penting dalam mengelola dana secara terdiversifikasi, menyeleksi saham-saham yang potensial, serta menyesuaikan strategi portofolio dengan kondisi pasar, termasuk dinamika yang dipengaruhi oleh MSCI.

Ada beragam produk reksa dana saham yang bisa Anda pilih di Makmur, salah satunya Bahana Icon Syariah Kelas G. Berdasarkan data tanggal 16 September 2025, reksa dana tersebut memberikan imbal hasil 23,08% dalam 1 tahun. 


Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Smart September, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Suku Bunga Acuan BI Naik 50 bps di Mei 2026 untuk Menguatkan Mata Uang Rupiah, Apa yang Investor Perlu Lakukan?

Key Takeaways: Pada 20 Mei 2026, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari sebelumnya 4,75% di April 2026 menjadi 5,25%, hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG). Kebijakan ini menjadi salah satu langkah penting yang diambil pada tahun 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang terus mengalami tekanan, sekaligus […]

author
Content Management
calendar
20 Mei 2026
Artikel

ETF dan Reksa Dana Terlihat Sama, Tapi Ini Mekanisme yang Membedakannya

Key Takeaways: Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana sering dianggap serupa karena keduanya memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi tanpa harus membeli saham secara langsung. Meskipun demikian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dalam mekanismenya. Exchange Traded Fund (ETF) adalah jenis reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek seperti saham […]

author
Content Management
calendar
19 Mei 2026
Artikel

Mengapa Capital Inflow Bisa Menjadi Indikator Positif untuk Investasi? Ini Dampaknya untuk Investor Saham

Key Takeaways: Bagi investor saham, memahami capital inflow sangatlah penting karena dapat membantu membaca sentimen pasar, mengidentifikasi peluang, dan mengukur risiko investasi dengan lebih baik. Capital inflow adalah aliran dana asing yang masuk ke suatu negara dalam bentuk investasi portofolio maupun langsung. Di Indonesia, capital inflow dipantau secara rutin oleh Bank Indonesia melalui tiga jalur, […]

author
Content Management
calendar
18 Mei 2026
Artikel

Diversifikasi ke Beberapa MI atau Fokus di Satu MI? Ini Strategi yang Tepat untuk Profil Risiko Anda

Key Takeaways: Membangun portofolio reksa dana saham bukan hanya tentang memilih produk dengan return terbaik. Salah satu keputusan penting yang sering diabaikan investor adalah menentukan apakah sebaiknya menempatkan seluruh investasi pada satu manajer investasi (MI) atau membaginya ke beberapa MI sekaligus. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Tidak ada jawaban yang sepenuhnya benar […]

author
Content Management
calendar
13 Mei 2026
Artikel

Ingin Mengetahui Expected Return Reksa Dana? Ini Cara Menghitungnya

Key Takeaways: Dalam investasi reksa dana, investor umumnya ingin memahami potensi imbal hasil, termasuk pada reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur potensi tersebut adalah expected return atau potensi imbal hasil yang diharapkan. Expected return digunakan untuk memperkirakan rata-rata imbal hasil yang dapat diperoleh di masa […]

author
Content Management
calendar
12 Mei 2026
Artikel

Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Royalti Sejumlah Komoditas Mineral, Timah Berpotensi Paling Terdampak

Key Takeaways: Revisi aturan royalti mineral sempat diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM) pada konsultasi publik pada 8 Mei 2026. Pemerintah berencana merevisi PP Nomor 19 Tahun 2025 terkait penyesuaian tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya royalti sektor mineral. Melalui revisi tersebut, pemerintah ingin meningkatkan penerimaan negara dari […]

author
Content Management
calendar
11 Mei 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0