makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Memenuhi Standar MSCI, BEI Evaluasi Mekanisme FCA untuk Tingkatkan Kepercayaan Pasar Saham

author
Content Management
author
13 Juli 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Evaluasi mekanisme FCA bertujuan meningkatkan transparansi dan likuiditas pasar sekaligus menyelaraskan aturan dengan standar global.
  • Reformasi FCA dan peningkatan free float diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
  • Keberhasilan reformasi ini akan memengaruhi daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.

Dinamika pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sementara rebalancing indeks untuk saham Indonesia pada 27 Januari 2026. Keputusan tersebut tidak terlepas dari isu transparansi free float serta struktur kepemilikan saham yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar. Sebagai respons, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah cepat dengan menaikkan standar minimum free float dari 7,5% menjadi 15%, yang penerapannya dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun.

Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada mekanisme Full Call Auction (FCA) pada saham yang masuk Papan Pemantauan Khusus (PPK). Mekanisme yang telah diterapkan secara bertahap sejak 2023 ini bertujuan meningkatkan stabilitas dan transparansi perdagangan, terutama untuk saham berlikuiditas rendah maupun yang terkena penghentian perdagangan.

Namun, ketentuan tersebut juga membuat saham yang masuk PPK dengan kriteria nomor 10, yaitu terkait penghentian perdagangan atau volatilitas harga ekstrem, akan sulit dipertahankan dalam indeks global seperti MSCI Global Standard. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan bagi saham Indonesia untuk tetap relevan di mata investor internasional.

Oleh karena itu, BEI kini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme FCA. Langkah ini tidak hanya menjawab kritik dari lembaga indeks global, tetapi juga memastikan struktur pasar domestik tetap kompetitif dan kredibel di mata investor.

Evaluasi Mekanisme FCA oleh BEI

Evaluasi terhadap mekanisme FCA berlangsung intensif sepanjang Kuartal II 2026, dengan melibatkan regulator, pelaku pasar, serta mempertimbangkan standar lembaga indeks global seperti MSCI. Berikut sejumlah poin utama dalam proses evaluasi tersebut:

1. Peninjauan kriteria Papan Pemantauan Khusus (PPK)

BEI tengah mengkaji penyederhanaan dari 11 kriteria yang menyebabkan saham masuk ke mekanisme FCA. Fokus penyederhanaan diarahkan pada kriteria yang paling berdampak terhadap likuiditas, seperti kriteria nomor 10. Penyesuaian ini diharapkan mengurangi hambatan transaksi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian pasar.

2. Penyelarasan dengan standar MSCI

Salah satu tujuan utama evaluasi adalah memastikan mekanisme perdagangan domestik tidak menjadi penghambat bagi saham Indonesia untuk tetap masuk indeks global. Sebelumnya muncul kekhawatiran bahwa FCA dapat menurunkan kualitas likuiditas dan transparansi, sehingga berpotensi membuat saham tertentu dikeluarkan dari indeks MSCI. Karena itu, penyelarasan menjadi langkah strategis.

3. Penyelarasan aturan free float

Kenaikan batas minimum free float menjadi 15% merupakan bagian dari reformasi yang lebih luas. Kebijakan ini bertujuan menambah jumlah saham yang beredar di publik agar lebih mudah ditransaksikan, sehingga pasar diharapkan menjadi lebih dalam dan mampu menampung kebutuhan investor institusi dalam skala besar.

4. Masa keluar dari FCA

Salah satu ketentuan yang berdampak langsung pada likuiditas adalah masa keluar dari FCA pada kriteria nomor 10. Sejak penyesuaian aturan pada 2024, durasi minimum dipersingkat dari 30 hari kalender menjadi 7 hari bursa berturut-turut, dengan syarat likuiditas telah membaik. Dalam evaluasi 2026, BEI kembali meninjau kriteria ini agar proses keluar dan masuk saham tidak menghambat kembalinya saham ke perdagangan normal.

5. Transparansi perdagangan

Salah satu kritik utama terhadap FCA adalah terbatasnya visibilitas data selama sesi auction, khususnya pada kolom bid dan offer. Dalam evaluasi yang berjalan, BEI mempertimbangkan berbagai opsi untuk meningkatkan transparansi tersebut. Harapannya, pelaku pasar dapat memperoleh gambaran harga yang lebih jelas dan akurat secara real-time.

Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar penyempurnaan mekanisme FCA yang diumumkan BEI bersama OJK pada pertengahan 2026.

Dampak Evaluasi FCA

Evaluasi FCA tidak hanya berdampak pada aspek teknis perdagangan, tetapi juga memiliki implikasi yang lebih luas terhadap persepsi dan kepercayaan investor. Berikut sejumlah dampak yang mulai tercermin maupun yang berpotensi terjadi:

1. Pemulihan kredibilitas di mata global

Reformasi ini menjadi respons atas tekanan MSCI yang sebelumnya membekukan penyesuaian indeks Indonesia. Hasilnya mulai terlihat ketika pada tinjauan Juni 2026 MSCI memutuskan mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market, meski disertai catatan dan perpanjangan evaluasi hingga November 2026. Peningkatan transparansi harga, termasuk rencana peningkatan keterbukaan informasi bid dan offer, diharapkan dapat membantu menekan risiko distorsi harga. 

2. Kepastian likuiditas

Masa keluar FCA yang lebih singkat memberikan kepastian bahwa saham tidak terlalu lama berada dalam kondisi perdagangan terbatas. Hal ini memberi investor keyakinan bahwa dana yang ditempatkan tetap memiliki fleksibilitas untuk diperdagangkan kembali ketika kondisi membaik.

3. Sentimen positif pasar

Langkah reformasi yang diumumkan BEI dan OJK memberikan sinyal positif sekaligus mencerminkan keterbukaan regulator terhadap masukan berbagai pihak. Upaya peningkatan transparansi kepemilikan, khususnya untuk kepemilikan di atas 1%, menjadi indikator bahwa reformasi dilakukan secara menyeluruh.

4. Standardisasi menuju praktik global

Penyelarasan antara FCA dan kebijakan free float menunjukkan arah kebijakan yang lebih terstruktur. Dengan standar yang semakin mendekati praktik global, pasar modal Indonesia diharapkan mampu menarik lebih banyak investor institusi dan menciptakan ekosistem investasi yang stabil serta berkelanjutan.

Evaluasi mekanisme FCA mencerminkan upaya adaptasi terhadap dinamika pasar global yang terus berkembang. Tekanan dari lembaga indeks seperti MSCI menjadi pemicu percepatan reformasi, terutama dalam hal transparansi dan likuiditas. Namun demikian, implementasi kebijakan tersebut tetap memerlukan keseimbangan antara menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan efisiensi perdagangan.

Dalam jangka menengah, hasil evaluasi ini akan menjadi penentu penting bagi posisi pasar modal Indonesia di kancah global. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada konsistensi penerapan dan respons pelaku pasar terhadap perubahan tersebut.

Di tengah dinamika pasar dan perubahan regulasi yang terus berlangsung, investasi saham pada dasarnya memiliki risiko yang relatif tinggi sehingga pendekatan investasi yang lebih terukur menjadi penting untuk membantu meminimalkan risiko. Sebagai alternatif, Anda dapat mempertimbangkan investasi di reksa dana saham yang dikelola manajer investasi (MI) berkompeten.

Terdapat beragam reksa dana saham yang bisa Anda beli melalui Makmur, salah satunya Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per 10 Juli 2026, reksa dana tersebut mencatatkan imbal hasil sebesar 48,46% dalam satu tahun terakhir.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Artikel

Efek Musiman Menawarkan Peluang, Ini Cara Investor Mengoptimalkan Timing Investasi

Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]

author
Content Management
calendar
04 Agustus 2026
Artikel

Dampak Ketegangan Geopolitik Global terhadap Proyeksi PDB Indonesia 2026

Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]

author
Content Management
calendar
03 Agustus 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik per Juli 2026

RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik per Juli 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0