makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Tidak Mudah Masuk Papan Utama BEI, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Perusahaan

author
Content Management
author
02 Juli 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Papan Utama ditujukan untuk perusahaan besar yang memiliki rekam jejak operasional yang kuat dan keuangan yang stabil.
  • Per 9 Februari 2026, ada 258 saham di BEI yang berhasil masuk kategori Papan Utama.
  • Perusahaan yang ingin mencatatkan saham di Papan Utama harus memenuhi berbagai persyaratan, termasuk berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dan telah beroperasi dalam bentuk yang sama selama minimal 3 tahun.
  • Laporan keuangan perusahaan wajib diaudit oleh auditor independen dan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Papan Utama adalah salah satu dari tiga kategori papan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI), selain Papan Pengembangan dan Papan Akselerasi. Klasifikasi ini dibuat untuk mengelompokkan perusahaan tercatat berdasarkan karakteristik bisnis dan kinerja keuangannya. Sebagai informasi, per 9 Februari 2026, terdapat 258 saham yang tercatat di Papan Utama.

Papan Utama merupakan kumpulan perusahaan besar yang telah beroperasi cukup lama, memiliki struktur keuangan yang stabil, dan memenuhi standar tata kelola perusahaan yang baik. Masuknya sebuah perusahaan ke Papan Utama memberikan sinyal kepada investor bahwa perusahaan tersebut memiliki reputasi dan rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan.

Syarat Perusahaan Masuk Papan Utama BEI

BEI menetapkan kriteria tertentu dalam Peraturan Bursa Nomor I-A untuk perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di Papan Utama. Berikut adalah persyaratan utama yang harus dipenuhi:

1. Badan hukum perusahaan

Syarat pertama, perusahaan harus berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Bentuk badan hukum ini memberikan struktur tanggung jawab yang jelas dan memenuhi ketentuan legal sebagai perusahaan. Contohnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), salah satu perusahaan yang sudah masuk Papan Utama, berbentuk PT dan telah memenuhi semua persyaratan administratif yang ditentukan oleh BEI.

2. Masa operasional minimal 3 tahun

BEI menetapkan bahwa perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di Papan Utama harus telah menjalankan kegiatan usaha dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) yang sama selama minimal 36 bulan atau 3 tahun. Ketentuan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki stabilitas dan rekam jejak operasional.

Sebagai contoh, BMRI telah berdiri sejak tahun 1998, sehingga telah memiliki pengalaman operasional hampir 28 tahun, jauh melampaui syarat minimum tersebut. Selain memiliki masa operasional minimal tiga tahun, perusahaan yang tercatat di Papan Utama BEI juga diwajibkan untuk menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah membukukan laba usaha dalam satu tahun buku terakhir.

Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan tidak hanya memiliki stabilitas operasional, tetapi juga kinerja keuangan yang positif dan dapat memberikan kepercayaan kepada investor. BMRI misalnya, berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp56,3 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini tumbuh sekitar 0,9% dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 sebesar Rp55,8 triliun.

3. Laporan keuangan dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP)

Selama dua tahun buku terakhir, perusahaan yang ada di Papan Utama BEI wajib menyajikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini ini menunjukkan bahwa laporan keuangan disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku tanpa adanya penyimpangan material.

Sebagai contoh, laporan keuangan konsolidasian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, anggota jaringan PwC. Auditor memberikan opini WTP atas laporan tersebut, yang mencerminkan bahwa informasi keuangan perusahaan disampaikan secara transparan, akurat, dan dapat dipercaya. Hal ini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kelayakan perusahaan untuk masuk ke Papan Utama BEI.

4. Aset berwujud bersih minimal Rp100 miliar

Perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di Papan Utama BEI diwajibkan memiliki aset berwujud bersih atau Net Tangible Asset (NTA) paling sedikit sebesar Rp100 miliar. NTA dihitung dari total ekuitas perusahaan setelah dikurangi nilai aset tidak berwujud seperti goodwill dan software.

Goodwill mencerminkan hal-hal yang tidak terlihat secara fisik, seperti reputasi perusahaan, kepercayaan pelanggan, atau branding. Sementara itu, software merupakan sistem yang dikembangkan oleh perusahaan dan dicatat sebagai aset. Meskipun memiliki fungsi penting dalam operasional, software tetap digolongkan sebagai aset tidak berwujud karena tidak memiliki bentuk fisik.

5. Jumlah saham dan pemegang saham

Perusahaan yang ingin masuk ke Papan Utama BEI diwajibkan memiliki sekurang-kurangnya 300 juta saham tercatat serta minimal 1.000 pemegang saham yang bukan merupakan pihak pengendali maupun afiliasi.

Per Februari 2026, BMRI memiliki sebanyak 93,33 miliar saham beredar dan berdasarkan data per Agustus 2025, terdapat 271.963 pemegang saham publik. Angka tersebut menunjukkan bahwa struktur kepemilikan saham BMRI tidak hanya memenuhi persyaratan, tetapi juga jauh melampaui persyaratan minimum yang ditetapkan untuk pencatatan di Papan Utama BEI.

6. Minimal free float saham

Free float merupakan porsi saham yang bisa diperdagangkan oleh publik. BEI menetapkan batas minimum sebagai berikut:

●      Kapitalisasi pasar < Rp5 triliun: 25%

●      Kapitalisasi pasar Rp5–50 triliun: 20%

●      Kapitalisasi pasar > Rp50 triliun: 15%

Komposisi kepemilikan saham BMRI:

●      Pemerintah Negara Republik Indonesia: 52%

●      Indonesia Investment Authority (INA): 8%

●      Publik atau masyarakat: 40%

Dengan porsi publik sebesar 40%, BMRI jauh melampaui batas minimum free float, menandakan likuiditas saham yang sangat baik di pasar.

Dari penjelasan di atas, Anda bisa memahami bahwa masuk ke Papan Utama BEI bukanlah hal yang mudah. Terdapat banyak kriteria yang harus dipenuhi, khususnya dari sisi legalitas, keuangan, dan struktur kepemilikan saham.

Namun, sebaiknya Anda tidak hanya terpaku pada papan pencatatan saja. Meskipun perusahaan berada di Papan Utama, itu tidak otomatis menjamin sahamnya layak untuk diinvestasikan. Anda tetap perlu melakukan analisis fundamental, seperti menilai valuasi saham, prospek bisnis, dan potensi risiko industrinya. Jadi, gunakan informasi papan pencatatan sebagai salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

Sebagai catatan, jika Anda merasa belum memiliki cukup pengalaman, waktu, atau keahlian dalam melakukan analisis fundamental suatu saham, investasi melalui reksa dana saham dapat menjadi pilihan yang bisa dipertimbangkan. Manajer investasi (MI) akan melakukan analisis perusahaan seperti menilai valuasi saham dan prospek pertumbuhannya di masa depan.

Terdapat berbagai pilihan reksa dana saham yang dapat diakses melalui platform Makmur, salah satunya adalah Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan fund fact sheet per 29 Mei 2026, reksa dana ini memiliki sejumlah saham dari Papan Utama BEI dalam portofolionya, termasuk Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Artikel

Potensi Imported Inflation Indonesia, Mengapa Biaya Hidup Makin Mahal Saat Rupiah Melemah?

Key Takeaways: Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indikator makroekonomi yang memengaruhi stabilitas harga di Indonesia. Ketika rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harga berbagai barang dan jasa cenderung ikut meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai inflasi impor atau imported inflation, yaitu kenaikan harga yang berasal dari meningkatnya biaya barang impor akibat pelemahan mata uang […]

author
Content Management
calendar
08 Oktober 2026
Artikel

Reformasi Free Float dan Transparansi Jadi Sorotan MSCI, Sejauh Mana Progresnya Menentukan Nasib Pasar Saham Indonesia?

Key Takeaways: Bagi investor global, keputusan mengalokasikan dana ke suatu negara sering kali dimulai dari indeks acuan, bukan dari analisis emiten satu per satu. MSCI merupakan salah satu penyedia indeks global yang dijadikan patokan oleh banyak investor institusional, sehingga perubahan perlakuannya terhadap suatu pasar dapat memengaruhi komposisi indeks dan alokasi dana yang mengikutinya. Sepanjang 2026, […]

author
Content Management
calendar
07 Oktober 2026
Artikel

Sektor yang Cenderung Tahan Gejolak di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Analisisnya

Key Takeaways: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian investor. Konflik yang melibatkan kawasan produsen energi penting ini bukan hanya berdampak pada stabilitas politik, tetapi juga memicu kenaikan harga komoditas, nilai tukar, hingga pasar saham. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mencari saham tahan gejolak yang mampu menjaga kinerja di tengah tekanan eksternal. Perlu […]

author
Content Management
calendar
05 Oktober 2026
Artikel

Mengapa Rupiah Melemah hingga Rp18.000/USD? Ini Penyebabnya dan Jenis Reksa Dana yang Relatif Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]

author
Content Management
calendar
01 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0