Tahun 2025 menjadi periode penting Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memperkuat pasar modal Indonesia, seiring implementasi berbagai kebijakan yang mendorong perubahan struktural secara berkelanjutan. Melalui fokus pada pendalaman likuiditas, peningkatan transparansi perdagangan, serta pengembangan inovasi produk yang relevan bagi investor pasar modal, BEI tidak hanya memperkokoh fondasi domestik, tetapi juga meningkatkan daya saing IHSG dan ekosistem investasi Indonesia di tengah pasar keuangan global yang semakin kompetitif di tahun 2026 dan seterusnya.
Sepanjang 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) sebanyak 24 kali, dengan puncaknya mencapai level 8.776,97 pada 11 Desember 2025, dan kenaikan total return sebesar 22,13%. Kapitalisasi pasar juga menembus angka Rp16.000 triliun, melampaui negara tetangga seperti Singapura dan Thailand. Selain itu, terdapat 26 emiten baru yang melantai di BEI, dengan total penghimpunan dana mencapai Rp28 triliun, sementara jumlah investor pasar modal secara keseluruhan tembus 20 juta Single Investor Identification (SID), naik 35,8% dari akhir 2024. Kontribusi investor domestik mendominasi hingga 60,6%, menunjukkan bangkitnya investor ritel yang mendominasi transaksi. Pencapaian ini mencerminkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap pasar modal Indonesia, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
Di balik pertumbuhan impresif IHSG dan kapitalisasi pasar sepanjang 2025, terdapat serangkaian inisiatif strategis yang telah diterapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memperkuat ekosistem pasar modal nasional. Kebijakan-kebijakan ini tidak hanya fokus pada pendalaman likuiditas dan integritas perdagangan, tetapi juga inovasi produk derivatif, penguatan visibilitas global melalui indeks internasional, serta kontribusi nyata dalam perdagangan karbon berkelanjutan. Berikut merupakan 6 pencapaian utama BEI selama tahun 2025:
1. Liquidity provider saham sebagai penggerak likuiditas dan kualitas harga
Likuiditas menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga kualitas perdagangan saham, terutama pada saham berkapitalisasi menengah yang kerap memiliki volume transaksi terbatas. Salah satu kebijakan utama BEI di 2025 adalah implementasi Liquidity Provider (LP) saham bagi Anggota Bursa (AB). Kebijakan ini resmi diberlakukan pada 8 Mei 2025, setelah persiapan yang matang termasuk penerbitan POJK Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penyediaan Likuiditas Peraturan Nomor II-Q dan III-Q tentang Kegiatan Liquidity Provider Saham. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan kuotasi jual dan beli secara berkelanjutan, khususnya untuk saham berkapitalisasi menengah (mid-cap) yang sering kali mengalami likuiditas rendah.
Dalam praktiknya, LP Saham memungkinkan AB untuk bertindak sebagai penyedia likuiditas dengan menempatkan order beli/jual secara berkala, sehingga meningkatkan market depth dan mengurangi bid-ask spread. Hingga akhir 2025, program ini telah melibatkan 13 AB yang siap berpartisipasi, dengan daftar efek mencakup 371 saham yang termasuk ke dalam daftar Efek Liquidity Provider Saham. Dampaknya terlihat jelas, seperti likuiditas pasar meningkat secara berkelanjutan, harga saham lebih stabil, dan investor mendapatkan peluang transaksi yang lebih baik. Selain itu, program ini membuka peluang bisnis baru bagi AB melalui insentif seperti biaya transaksi yang lebih rendah dan fleksibilitas strategi, yang pada akhirnya memperkuat integritas pasar secara keseluruhan.
2. Non-cancellation period dan penguatan integritas mekanisme perdagangan
Untuk meningkatkan tata kelola perdagangan, BEI menerapkan Non-Cancellation Period mulai 15 Desember 2025 yang tertera berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor: Kep-00003/BEI/04-2025 Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Mekanisme ini membatasi pembatalan atau perubahan pesanan pada periode tertentu menjelang akhir sesi, yaitu pada waktu pra-pembukaan, diberlakukan Non-Cancellation Period (No Withdraw) pada pukul 08.56.00–08.57.59, serta Non-Cancellation Period (No Amend) pada 08.56.00–08.59.59. Sementara itu, pada pra-penutupan, Non-Cancellation Period (No Withdraw) berlangsung pada 15.56.00–15.59.59, dan Non-Cancellation Period (No Amend) diterapkan pada 15.56.00–16.01.59. Investor tetap bisa menambahkan order baru, tetapi tidak bisa membatalkan atau mengubah yang sudah masuk, sehingga harga pembukaan dan penutupan lebih mencerminkan kondisi pasar yang wajar.
Penyempurnaan ini didukung oleh optimalisasi distribusi data perdagangan akhir sesi, yang memberikan transparansi lebih tinggi dan membantu investor dalam pengambilan keputusan berbasis data akurat. Dampaknya, pasar menjadi lebih stabil, mengurangi manipulasi harga, meningkatkan likuiditas di pasar, dan kepercayaan investor. Kebijakan ini merupakan bagian dari pembaruan aturan perdagangan BEI yang lebih luas, termasuk penyesuaian jam perdagangan untuk menjaga integritas di tengah volume transaksi yang meningkat.
3. Pertumbuhan produk derivatif dengan akses ke pasar global
Inovasi produk derivatif menjadi pendorong utama pertumbuhan BEI di 2025. Single Stock Future (SSF) semakin populer sebagai instrumen trading dan hedging, dengan efisiensi modal tinggi, fleksibilitas posisi long/short, dan penyelesaian tunai dalam T+1. Berdasarkan data terakhir dari BEI per Juni 2025, transaksi SSF mencapai 2.175 kontrak senilai Rp1,02 miliar, naik 19% dari 2024. BEI menambah 5 underlying baru pada Juli 2025, sehingga total menjadi 10 saham. Selain itu, jumlah investor derivatif tercatat melonjak signifikan, meningkat 142% dibandingkan tahun 2024 hingga mencapai 359 investor. Pencapaian ini menegaskan tumbuhnya minat sekaligus kepercayaan investor terhadap instrumen SSF. Secara keseluruhan, volume kontrak derivatif naik 65% dibandingkan 2024, mencapai rekor tertinggi sejak diperkenalkan.
Di sisi lain, peresmian Kontrak Berjangka Indeks Asing (KBIA) pada awal 2025, dengan underlying seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) Hong Kong Listed Large Cap, bertujuan untuk memperluas akses investor domestik ke pasar global, mendukung diversifikasi portofolio. Inisiatif ini juga didukung oleh kolaborasi dengan KPEI untuk kliring, memastikan ekosistem derivatif yang aman dan efisien. Adapun instrumen ini menawarkan fleksibilitas transaksi long-short, leverage hingga 33x, nilai kontrak yang terjangkau, serta penyelesaian transaksi T+1 yang aman dan transparan dengan penjaminan dari Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
Selain itu, BEI juga menggelar Grand Launching Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) Repo pada Desember 2025, menandai langkah strategis dalam pendalaman pasar modal dan pasar uang domestik melalui likuiditas repo, obligasi, dan Penyedia Electronic Trading Platform (ETP) antarpasar. Inisiatif ini menjadi bagian krusial dari agenda transformasi harga yang lebih baik, pasar surat utang lebih dalam, serta peningkatan kualitas dan efisiensi transaksi bagi seluruh pelaku pasar. Hingga akhir 2025, total transaksi Efek Bersifat Utang Syariah (EBUS) melalui SPPA telah mencapai Rp1.342 triliun, termasuk transaksi repo, dengan pertumbuhan signifikan sebesar 545% dibandingkan tahun 2024 yang mencerminkan adopsi kuat dan kontribusi nyata terhadap stabilitas serta pertumbuhan ekosistem pasar modal Indonesia.
4. Kolaborasi IDX dan S&P Dow Jones dalam pengembangan indeks global
Kolaborasi strategis BEI dengan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) pada November 2025 menandai langkah penting dalam meningkatkan visibilitas saham Indonesia secara internasional. Adapun tiga indeks yang diluncurkan yakni: S&P/IDX Indonesia ESG Tilted Index, S&P/IDX Indonesia Shariah High Dividend Index, dan S&P/IDX Indonesia Dividend Opportunities Index.
Indeks-indeks ini menjadi referensi bagi investor institusional global, serta mempromosikan investasi berkelanjutan dan syariah. Melalui indeks ini, pasar saham Indonesia mendapatkan eksposur lebih luas, menarik arus dana asing dan mendukung pengembangan produk seperti ETF berbasis indeks. Kolaborasi ini juga selaras dengan tren global, di mana ESG dan syariah semakin menjadi prioritas investor.
5. IDXCarbon dan peran Indonesia dalam pasar karbon internasional
Di bidang keberlanjutan, IDXCarbon mencapai pencapaian penting dengan perdagangan karbon internasional perdana pada 20 Januari 2025. Hingga 19 Desember 2025, tercatat 2,69 juta ton CO₂e dari sembilan proyek, dengan nilai transaksi Rp29,5 miliar. Secara akumulasi sejak 2023, volume mencapai 1,6 juta ton CO₂e senilai Rp80,75 miliar. Pada kuartal I 2025 saja, volume mencapai 690.675 tCO₂e, melebihi total 2024.
Pencapaian ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin perdagangan karbon di pasar negara berkembang, dengan pengakuan sebagai Best Official Carbon Exchange in an Emerging Economy pada Carbon Positive Awards 2025 di London. Menggunakan teknologi blockchain, IDXCarbon memfasilitasi transaksi aman dan mudah, mendukung Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia menuju Net Zero Emission 2060. Kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Gold Standard memastikan kredibilitas unit karbon internasional.
Secara keseluruhan, rangkaian pencapaian BEI sepanjang 2025 mencerminkan konsistensi transformasi pasar modal Indonesia menuju ekosistem yang lebih likuid, transparan, inovatif, dan berkelanjutan.
Dengan fondasi pasar modal Indonesia yang semakin kokoh dan inklusif melalui berbagai pencapaian BEI sepanjang 2025, investor memiliki kesempatan untuk memanfaatkan dinamika pasar secara lebih optimal. Adapun salah satu instrumen investasi yang menarik untuk dipertimbangkan yakni reksa dana. Instrumen ini dikelola secara profesional oleh manajer investasi, dapat menjadi pilihan bagi investor pemula maupun berpengalaman yang ingin memanfaatkan momentum pertumbuhan IHSG secara terukur dan terdiversifikasi.
Anda bisa membeli reksa dana melalui Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua aset manajemen dan produk reksa dana yang tersedia di Makmur juga sudah dikurasi secara profesional.
Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January, dan promo Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website:Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Kenaikan harga emas 2025 menyita perhatian banyak investor. Pada awal Januari 2025, harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat dijual seharga Rp1.553.000 per gram. Namun per 31 Desember 2025, harga emas tersebut melonjak hingga Rp2.501.000 per gram. Kenaikan ini mencerminkan lonjakan harga sebesar sekitar 61,04% dalam waktu satu tahun. Fenomena […]
Key Takeaways: DuPont Analysis merupakan metode yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan secara lebih mendalam. Dikenalkan pertama kali oleh perusahaan kimia DuPont pada tahun 1920-an, analisis ini bisa dimanfaatkan investor untuk memecah return on equity (ROE), menjadi beberapa komponen yang lebih spesifik. Dengan demikian, DuPont Analysis memberikan wawasan yang lebih jelas tentang faktor apa […]
Key Takeaways: Pergerakan harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan sentimen pasar, tetapi juga oleh aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten. Setiap aksi korporasi mencerminkan langkah strategis perusahaan yang berpotensi memengaruhi nilai saham serta arah pengambilan keputusan pemegang saham. Memahami jenis-jenis aksi korporasi dan dampaknya terhadap pasar menjadi langkah penting untuk membangun keputusan […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp243,41 triliun per November 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari manajer investasi (MI) bereputasi baik, […]
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi […]