






Investasi saham syariah biasanya menjadi pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah. Namun, perlu dipahami bahwa saham syariah tetap memiliki risiko, meskipun sesuai dengan ketentuan syariah. Sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, penting untuk memahami kriteria perusahaan yang memenuhi syarat sebagai saham syariah serta melakukan analisis yang mendalam. Karena setiap saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki karakteristik berbeda, penting untuk melakukan evaluasi yang teliti agar dapat memperoleh hasil investasi yang optimal.
Saham syariah merujuk pada saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang kegiatannya tidak bertentangan dengan prinsip syariah Islam. Kriteria untuk suatu perusahaan dapat masuk dalam kategori saham syariah sebagai berikut:
Perusahaan yang sahamnya masuk dalam kategori syariah tidak boleh terlibat dalam bisnis yang bertentangan dengan syariah, seperti sektor yang melibatkan riba (bunga), perjudian, minuman keras, serta produk atau jasa yang secara tegas dilarang dalam Islam. Aktivitas usaha perusahaan harus sepenuhnya halal, tanpa mengandung unsur yang dilarang oleh syariah.
Perusahaan yang sahamnya terdaftar dalam kategori syariah tidak boleh memiliki utang berbasis bunga lebih dari 45% dari total aset. Selain memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai prinsip halal, perusahaan juga wajib menjaga aspek keuangan agar selaras dengan prinsip syariah, termasuk dalam pengelolaan utang dan sumber pendapatan.
Pendapatan yang berasal dari bunga atau sumber non-halal lainnya pun harus dibatasi, umumnya tidak melebihi 10% dari total pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, emiten saham syariah harus mematuhi ketentuan pasar modal syariah, baik dalam aspek keuangan maupun operasional perusahaan.
Perusahaan yang menerbitkan saham syariah wajib memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertanggung jawab atas kepatuhan syariah, pemberian rekomendasi pengembangan produk dan layanan, pemberian nasihat strategis kepada manajemen perusahaan, serta penyelesaian sengketa berbasis syariah. Anggota DPS harus memiliki kualifikasi sesuai standar pasar modal syariah guna memastikan seluruh kegiatan perusahaan berjalan sesuai ketentuan syariah yang berlaku.
Selama proses penerbitan saham syariah, seperti dalam penawaran umum (IPO), perusahaan diwajibkan untuk mengungkapkan informasi yang jelas dalam prospektus mereka mengenai kepatuhan perusahaan terhadap prinsip syariah. Hal ini mencakup penjelasan mengenai kegiatan usaha, struktur pengelolaan perusahaan, serta peran dan identitas Dewan Pengawas Syariah yang mengawasi pelaksanaan prinsip syariah di dalam perusahaan.
Kriteria tersebut ditetapkan oleh otoritas pengawas pasar modal seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, yang berkolaborasi dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk memastikan bahwa saham yang diperdagangkan sesuai dengan prinsip syariah.
Proses ini juga diatur dalam peraturan perundang-undangan yang ada, seperti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2015 dan POJK No. 35/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Syariah Berupa Saham oleh Emiten Syariah atau Perusahaan Publik Syariah.
Saham syariah kerap dipandang sebagai pilihan yang lebih rendah risiko, karena memiliki kriteria tertentu yang sudah dibahas. Namun, seperti halnya investasi lainnya, saham syariah juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan dengan cermat. Salah satu langkah awal untuk mencari saham syariah adalah dengan mengacu pada indeks saham syariah, seperti Jakarta Islamic Index (JII), yang populer digunakan dalam mencari saham syariah oleh investor di Indonesia.
JII adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham syariah yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan likuiditas transaksi yang tinggi. Pembaruan JII dilakukan secara bertahap. Evaluasi minor dilakukan pada Februari dan Agustus, sedangkan evaluasi mayor dilakukan pada Mei dan November, mengikuti kriteria ketat Dewan Pengawas Syariah OJK terkait kegiatan bisnis halal dan likuiditas pasar.
Pembaruan ini dilakukan untuk memastikan bahwa saham yang tercatat dalam indeks tetap memenuhi kriteria syariah yang berlaku, serta untuk mencerminkan perubahan kondisi pasar dan kinerja emiten yang terdaftar. Pembaruan ini memberi kesempatan bagi investor untuk melihat apakah ada perubahan dalam komposisi saham syariah.
Untuk mengukur pertumbuhan saham syariah di Indonesia, Anda bisa membandingkan Indeks JII dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG adalah indeks yang mencakup seluruh saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, tanpa memandang apakah saham tersebut syariah atau tidak. Sementara itu, JII hanya mencakup 30 saham syariah yang sesuai dengan kriteria yang sudah dibahas pada penjelasan sebelumnya.
Kinerja baik JII maupun IHSG sangat fluktuatif dari waktu ke waktu, tergantung pada berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, kinerja emiten, serta kondisi pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
Berdasarkan data per 23 Januari 2026, dalam jangka pendek JII dapat mengungguli IHSG. Sebagai contoh, dalam satu tahun terakhir, Indeks JII mencatatkan pertumbuhan sebesar 28,49%, lebih tinggi dibandingkan IHSG yang hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 23,76%.
Namun, dalam jangka panjang, IHSG justru unggul jauh dibandingkan dengan JII. Dalam periode lima tahun terakhir, IHSG mencatatkan pertumbuhan sebesar 37,26%, sementara JII justru mencatatkan hasil negatif, yaitu -17,13%. Hal ini menunjukkan bahwa tidak seluruh saham syariah dapat memberikan hasil yang optimal dalam jangka panjang.
Dari data tersebut, Anda tidak bisa sepenuhnya bergantung pada indeks ini dalam memilih saham. Untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan, sangat penting untuk melakukan analisis fundamental terhadap perusahaan yang sahamnya terdaftar dalam indeks syariah.
Berikut adalah beberapa analisis yang perlu Anda lakukan sebelum memutuskan untuk memilih saham syariah secara optimal:
Sebelum memutuskan untuk membeli saham, sangat penting bagi Anda untuk melakukan analisis fundamental yang mendalam terhadap laporan keuangan perusahaan. Salah satu aspek yang perlu dianalisis adalah rasio keuangan perusahaan seperti kestabilan laba bersih. Perusahaan yang sehat secara finansial harus mencerminkan kinerja keuangan yang stabil dan mampu menghasilkan laba yang konsisten dari waktu ke waktu.
Sebagai contoh, laba bersih PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang terdaftar dalam JII. Berikut adalah laporan laba bersih tahun berjalan Telkom Indonesia dalam beberapa tahun terakhir:
Meskipun ada penurunan laba bersih pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021, laba bersih TLKM menunjukkan pemulihan yang signifikan pada tahun 2023, dengan angka yang hampir setara dengan laba bersih pada tahun 2021. Data tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan untuk mengatasi penurunan sementara dan kembali ke jalur pertumbuhannya, yang merupakan indikasi dari manajemen yang baik dan model bisnis yang kuat.
Salah satu langkah penting dalam memilih saham syariah yang potensial adalah memastikan bahwa sektor saham perusahaan memiliki prospek yang baik dalam jangka panjang. Memilih perusahaan yang berada di sektor dengan potensi pertumbuhan yang stabil dan terus berkembang sangat penting untuk memastikan investasi Anda dapat bertahan dan berkembang, meskipun kondisi pasar mengalami fluktuasi.
Anda bisa melihat proyeksi dari laporan riset pasar dan analisis industri, yang memprediksi pertumbuhan sektor tertentu dalam beberapa tahun ke depan. Dengan mengukur proyeksi permintaan di masa depan, Anda dapat mengetahui apakah sektor tersebut akan terus berkembang atau tidak.
Pemerintah dan lembaga publik seringkali menerbitkan laporan yang berisi proyeksi ekonomi serta analisis sektor tertentu yang berkaitan dengan kebijakan nasional. Laporan ini dapat memberikan wawasan yang berharga tentang prospek sektor yang didorong oleh kebijakan pemerintah. Beberapa contoh laporan yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah adalah:
Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin merilis data dan analisis terkait perekonomian Indonesia. Laporan-laporan yang dikeluarkan BPS mencakup berbagai sektor penting seperti manufaktur, pertanian, dan perdagangan. Data yang disediakan oleh BPS membantu menggambarkan kondisi ekonomi makro dan perkembangan sektor-sektor tersebut, sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang potensi pertumbuhan dan tantangan yang dihadapi masing-masing sektor.
Kementerian Perdagangan sering menerbitkan laporan yang membahas prospek sektor perdagangan dan industri di Indonesia. Laporan ini memberikan analisis mendalam tentang kondisi dan tren yang terjadi di sektor perdagangan, baik itu perdagangan dalam negeri maupun ekspor-impor. Informasi yang diberikan oleh kementerian ini dapat membantu investor memahami arah perkembangan sektor perdagangan dan industri serta kebijakan yang mempengaruhi pertumbuhannya.
Bank Indonesia juga menerbitkan laporan yang berfokus pada proyeksi ekonomi makro dan sektor-sektor ekonomi yang relevan dengan kebijakan moneter. Laporan BI memberikan analisis tentang kondisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan, termasuk proyeksi inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, BI juga menganalisis dampak kebijakan moneter terhadap sektor-sektor tertentu, seperti sektor perbankan, sektor manufaktur, dan sektor lainnya yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter.
Selain menganalisis aspek rasio keuangan perusahaan, sangat penting juga untuk menilai sisi kompetitif atau daya saing perusahaan di pasar. Perusahaan yang memiliki daya saing yang kuat biasanya dapat mempertahankan posisi unggulnya dalam pasar, meskipun ada banyak pesaing. Daya saing ini didorong oleh sejumlah faktor kunci yang membedakan perusahaan dari kompetitornya, dan hal ini menjadi kunci bagi keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Salah satu faktor dalam daya saing adalah keunggulan produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan. Perusahaan dengan produk yang memiliki kualitas kompetitif, teknologi inovatif, atau diferensiasi yang jelas cenderung lebih unggul di pasar.
Sebagai contoh, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yang bergerak di sektor pertambangan, memiliki keunggulan kompetitif melalui produk-produk unggulan seperti emas, nikel, dan bauksit.
ANTM dikenal dengan kualitas emas yang tinggi dan produk nikel yang digunakan dalam industri baterai kendaraan listrik, yang semakin meningkat permintaannya seiring dengan perkembangan industri kendaraan listrik.
Salah satu indikator dari kekuatan daya saing adalah dominasi pasar atau pangsa pasar yang dikuasai oleh perusahaan. Perusahaan yang memiliki posisi dominan dalam pasar memiliki kekuatan untuk mempengaruhi harga dan memilih mitra bisnis yang lebih baik. Contoh perusahaan yang memiliki dominasi pasar adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di sektor telekomunikasi Indonesia.
Sebagai pemimpin pasar dalam layanan telekomunikasi dan data, TLKM memiliki pangsa pasar yang signifikan, yang memberinya kekuatan untuk mempengaruhi harga layanan dan memilih mitra bisnis strategis, baik di dalam negeri maupun di pasar global. TLKM menguasai lebih dari 50% pangsa pasar layanan internet broadband di Indonesia melalui lini bisnisnya, yaitu IndiHome.
Memilih saham syariah yang tepat membutuhkan riset yang komprehensif. Anda perlu melakukan analisis fundamental perusahaan yang mencakup kinerja keuangan, sektor usaha atau industri, serta keunggulan kompetitif perusahaan dalam jangka panjang. Namun, jika Anda tidak memiliki waktu untuk melakukan analisis tersebut, Anda bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi melalui reksa dana saham syariah. Reksa dana saham syariah dikelola oleh manajer investasi (MI) yang memiliki keahlian dalam menganalisis saham dan menilai kinerja perusahaan.
Ada beragam produk reksa dana saham syariah di Makmur yang bisa Anda pertimbangkan, salah satunya Sucorinvest Sharia Equity Fund. Berdasarkan data per 9 Februari 2026, reksa dana tersebut telah bertumbuh 16,41% dalam 3 bulan terakhir. Pertumbuhan tersebut mengungguli kinerja IHSG yang melemah -1,83% selama periode yang sama.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo February Fortune 2026 dan promo Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Masuk ke bursa melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) selama ini dianggap sebagai pilihan bagi perusahaan yang ingin memperoleh pendanaan publik dan meningkatkan kredibilitas. Namun, dalam praktiknya, tidak semua perusahaan memilih jalur tersebut. Terdapat beberapa perusahaan yang menempuh jalur backdoor listing sebagai alternatif. Melalui mekanisme ini, perusahaan dapat menjadi emiten […]
Key Takeaways: Ketika membeli saham, terdapat berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh investor, mulai dari investasi jangka panjang hingga perdagangan jangka pendek. Salah satu strategi yang cukup populer di kalangan trader aktif adalah scalping method. Meskipun terlihat menarik dengan potensi keuntungan yang cepat, scalping mengandung berbagai risiko yang perlu dipahami dengan baik sebelum diterapkan. Scalping […]
Key Takeaways: Leverage saham adalah strategi investasi yang menggunakan dana pinjaman sekuritas untuk memperbesar nilai transaksi saham, dengan tujuan mengoptimalkan potensi imbal hasil. Namun, potensi risikonya juga lebih besar, karena perubahan kecil dalam harga saham bisa berdampak besar terhadap pengurangan ekuitas atau modal. Oleh karena itu, sebelum menggunakan leverage saham, penting bagi Anda untuk memahami […]
Key Takeaways Investasi saham memerlukan analisis yang mendalam dan cermat, mengingat tingginya fluktuasi pasar dan risiko kegagalan dari perusahaan yang dipilih oleh investor. Untuk mengurangi risiko tersebut, berbagai metode analisis kuantitatif dan kualitatif terus berkembang. Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah penggunaan model statistik, yang memungkinkan analisis yang objektif dan terukur dengan mengolah data […]
Key Takeaways: Membeli saham di pasar perdana atau Initial Public Offering (IPO) sering kali menarik perhatian banyak investor karena menawarkan peluang untuk meraih keuntungan. Sebagai catatan, IPO adalah proses ketika sebuah perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Banyak investor berpikir bahwa membeli saham IPO adalah kesempatan untuk memiliki bagian […]