






Leverage saham adalah strategi investasi yang menggunakan dana pinjaman sekuritas untuk memperbesar nilai transaksi saham, dengan tujuan mengoptimalkan potensi imbal hasil. Namun, potensi risikonya juga lebih besar, karena perubahan kecil dalam harga saham bisa berdampak besar terhadap pengurangan ekuitas atau modal. Oleh karena itu, sebelum menggunakan leverage saham, penting bagi Anda untuk memahami cara kerjanya dan mengevaluasi risiko dari penggunaan leverage dalam investasi saham.
Misalnya, OCBC Sekuritas menawarkan fasilitas margin dengan rasio leverage hingga 2x dana tunai dan 1x portofolio, dengan jaminan awal sebesar Rp50 juta. Sehingga, dana margin berpotensi mencapai Rp100 juta.
Sebagai contoh, Anda ingin menggunakan leverage untuk membeli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Harga saham BBCA pada tanggal 28 Januari 2026 berada di kisaran Rp7.025 per lembar. Jika Anda memiliki modal sebesar Rp50.000.000, maka bisa membeli saham BBCA sebanyak 70 lot.
Namun, dengan menggunakan leverage 1:2, Anda bisa membeli lebih banyak saham. Jadi, dengan modal yang sama, Anda dapat membeli 140 lot saham BBCA. Leverage ini memungkinkan Anda untuk memiliki jumlah saham yang lebih besar tanpa harus mengeluarkan lebih banyak modal. Tetapi hal ini juga meningkatkan potensi keuntungan atau risiko kerugian Anda, di bawah ini merupakan skenarionya:
Misalnya, pada keesokan hari harga saham BBCA turun menjadi Rp6.900 per lembar saham. Jika Anda tidak menggunakan leverage, kerugian Anda akan sebesar Rp125 per lembar saham, atau total kerugian sebesar -Rp875.000 atau -1,8% untuk 70 lot saham yang Anda miliki. Namun, karena Anda menggunakan leverage 1:2 dan memiliki 140 lot saham, kerugian Anda menjadi jauh lebih besar.
Jika harga saham turun Rp125, Anda akan mengalami kerugian sebesar -Rp1.750.000. Sehingga, kerugian yang Anda alami menjadi dua kali lebih besar daripada jika Anda hanya memiliki 70 lot tanpa leverage. Kerugian tersebut setara dengan sekitar 3,5% dari modal awal Rp50.000.000, atau dua kali lipat dibandingkan tanpa leverage.
Sebaliknya, jika harga saham BBCA naik ke Rp7.125 per lembar saham, Anda akan mengalami keuntungan. Dengan menggunakan leverage 1:2, keuntungan Anda akan lebih besar dibandingkan jika Anda hanya membeli 70 lot saham tanpa leverage.
Dengan dana leverage dan harga naik Rp100 per lembar saham, keuntungan Anda dari 140 lot saham yang dimiliki adalah Rp1.400.000. Dalam hal ini, keuntungan yang Anda dapatkan adalah 2,8% dari modal awal Rp50.000.000. Jika Anda tidak menggunakan leverage dan hanya memiliki 70 lot saham, keuntungan Anda sebesar Rp700.000 atau 1,4%.
Meskipun leverage dapat meningkatkan potensi keuntungan, ada beberapa risiko yang perlu Anda evaluasi sebelum memutuskan untuk menggunakannya dalam investasi saham. Berikut adalah beberapa risiko yang harus Anda pertimbangkan:
Leverage dapat memperbesar baik potensi keuntungan maupun potensi kerugian. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, apabila harga saham BBCA mengalami penurunan sedikit saja, kerugian yang Anda alami bisa jauh lebih besar dibandingkan dengan membeli saham tanpa leverage. Hal ini dapat mengancam modal yang Anda miliki, bahkan kerugian yang ditanggung bisa melebihi jumlah investasi awal Anda.
Selain menggunakan leverage, broker biasanya menetapkan persyaratan untuk mempertahankan margin tertentu agar posisi Anda tetap aman. Apabila harga saham turun dan nilai ekuitas akun Anda berkurang hingga mencapai batas yang ditentukan, Anda menerima margin call atau berisiko dilakukan likuidasi paksa oleh sekuritas.
Saham cenderung mengalami fluktuasi harga yang cepat dan sering kali tidak terduga. Perubahan harga dalam waktu singkat, baik yang positif maupun negatif, adalah hal yang umum terjadi di pasar saham. Dengan menggunakan leverage, perubahan harga yang kecil sekalipun dapat mempengaruhi perubahan ekuitas atau modal Anda secara signifikan.
Jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi yang Anda ambil, kerugian yang terjadi bisa jauh lebih besar dibandingkan dengan jika Anda tidak menggunakan leverage. Hal ini disebabkan oleh sifat leverage yang memperbesar nilai pada transaksi Anda.
Meskipun leverage dapat meningkatkan potensi keuntungan, tidak ada jaminan bahwa Anda akan pasti memperoleh hasil yang menguntungkan. Dalam pasar saham yang sangat fluktuatif, harga saham bisa bergerak dalam arah yang merugikan Anda, bahkan meskipun analisis dan strategi investasi Anda sudah matang.
Kondisi pasar yang berubah-ubah, termasuk faktor ekonomi, politik, atau sentimen investor, dapat menyebabkan harga saham bergerak secara tidak terduga. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk tidak hanya fokus pada potensi keuntungan yang besar, tetapi juga mempertimbangkan besarnya risiko yang bisa Anda terima. Selain itu, memiliki exit strategy yang jelas dan disiplin sangatlah penting untuk melindungi modal Anda.
Leverage dalam investasi saham dapat menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi, tetapi juga disertai risiko yang lebih besar. Sebelum menggunakan leverage, Anda harus benar-benar memahami cara kerjanya dan menilai dengan cermat apakah profil risiko Anda cocok dengan strategi ini. Meskipun potensi keuntungan dari leverage terlihat menarik, potensi kerugiannya juga bisa jauh lebih besar.
Jika tujuan Anda adalah berinvestasi dengan tingkat risiko yang lebih rendah, maka leverage mungkin bukanlah pilihan yang bijak. Sebagai alternatif, Anda bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi pada reksa dana saham yang dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional, yang dapat membantu dalam mengelola risiko dan membeli saham secara terdiversifikasi.
Ada beragam reksa dana saham yang bisa Anda pertimbangkan di Makmur, salah satunya TRIM Syariah Saham. Berdasarkan data per 04 Februari 2026, reksa dana ini mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa sebesar 29,37% dalam 1 tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo February Fortune dan promo Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam membangun portofolio investasi saham, salah satu tantangan terbesar bagi investor adalah membedakan antara saham yang benar-benar berkualitas (best buy) dan saham yang sebaiknya dihindari (worst buy). Tidak semua saham yang harganya murah layak dibeli, dan tidak semua saham yang populer menjamin keuntungan. Memahami perbedaan fundamental antara kedua kategori ini adalah langkah krusial […]
Key Takeaways: Strategi buy and hold pada reksa dana merupakan pendekatan investasi jangka panjang, di mana investor mempertahankan investasinya tanpa melakukan penjualan atau pencairan. Tujuannya adalah memperoleh pertumbuhan aset secara bertahap dan optimal. Berbeda dengan trading aktif yang mengandalkan timing pasar, strategi ini lebih konsisten dan disiplin. Dalam reksa dana, strategi investasi ini didukung oleh […]
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp266,82 triliun per Februari 2026, naik 5,05% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang year-to-date (YTD) per 31 Maret 2026 akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, berlanjutnya konflik Timur Tengah mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 79% YTD, disertai kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Dari sisi domestik, sentimen dipengaruhi kekhawatiran fiskal dan pembekuan rebalancing […]