makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Sebelum Membeli atau Menjual Reksa Dana, Ketahui Pentingnya Memahami Cut-Off Time NAB

author
Content Management
author
18 Februari 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Cut-off time NAB memengaruhi jumlah unit atau hasil penjualan transaksi reksa dana Anda.
  • Manajer investasi (MI) dan bank Kustodian menjamin perhitungan NAB akurat dan sesuai regulasi.
  • Memahami cut-off time berguna untuk menentukan strategi investasi lebih optimal dan terukur.

Dalam berinvestasi reksa dana, keputusan untuk membeli atau menjual sering kali dipengaruhi oleh kondisi pasar pada hari tersebut. Namun, hasil transaksi yang dilakukan tidak selalu sesuai dengan harapan jika harga yang digunakan bukanlah Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada hari yang sama. Hal ini terjadi karena transaksi yang dilakukan pada waktu yang tidak tepat, sehingga pemahaman mengenai cut-off time NAB menjadi sangat penting sebelum membuat keputusan investasi. 

Secara sederhana, cut-off time adalah batas waktu harian yang menentukan NAB yang digunakan dalam transaksi reksa dana. Transaksi yang dilakukan sebelum batas waktu akan menggunakan NAB hari tersebut, sedangkan transaksi setelahnya diproses dengan NAB hari kerja berikutnya. 

Hal ini terjadi karena manajer investasi (MI) menghitung NAB berdasarkan nilai aset setelah penutupan pasar, dan perhitungan ini diverifikasi oleh bank kustodian sebagai pihak yang menyimpan dan mengadministrasikan aset reksa dana, sehingga NAB tidak dapat ditetapkan secara real time seperti harga saham. NAB reksa dana dihitung setelah penutupan pasar pada hari tersebut. Umumnya pukul 13.00 WIB merupakan batas waktu (cut-off time) penerimaan transaksi agar menggunakan NAB hari yang sama.

Bagaimana Cut-Off Time NAB Bekerja

Untuk memahami mekanismenya secara mendalam, berikut alur transaksi reksa dana dari awal hingga penetapan NAB:

1. Pengajuan transaksi

Investor melakukan pengajuan transaksi pembelian (subscription) atau penjualan (redemption) reksa dana melalui platform agen penjual reksa dana seperti Makmur. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda ingat. Transaksi reksa dana yang diajukan sebelum cut-off time akan menggunakan NAB hari tersebut. Jika transaksi dilakukan setelah cut-off time, NAB yang berlaku adalah NAB pada hari kerja berikutnya.

2. Verifikasi dan pencatatan

Setiap transaksi yang masuk melalui platform diverifikasi oleh sistem untuk memastikan validitas data, ketersediaan dana, dan kesesuaian instruksi transaksi. Setelah diverifikasi, transaksi dicatat dan diteruskan ke MI serta bank kustodian untuk proses selanjutnya.

3. Penutupan pasar dan perhitungan NAB

Pada akhir hari kerja, MI akan menutup perhitungan portofolio reksa dana dengan mengacu pada closing price dari seluruh aset yang dimiliki. Harga tersebut digunakan untuk menghitung NAB per unit reksa dana secara akurat.

4. Penetapan NAB oleh Bank Kustodian

Setelah penutupan pasar, bank kustodian memverifikasi perhitungan NAB yang dilakukan oleh MI untuk memastikan akurasi dan kepatuhan terhadap regulasi. Setelah diverifikasi, NAB resmi ditetapkan dan diumumkan kepada publik, biasanya melalui website MI dan platform agen penjual reksa dana seperti Makmur.

Dampak Cut-Off Time Saat Transaksi Reksa Dana

Untuk melihat dampak cut-off time NAB secara jelas, mari gunakan data Sucorinvest Sustainability Equity Fund dengan cut-off time pukul 13.00 WIB. Harga NAB tercatat sebagai berikut:

  • 21 Januari 2026: Rp1.592,28
  • 22 Januari 2026: Rp1.600,59
  • 23 Januari 2026: Rp1.614,20

Misalkan Anda membeli reksa dana sebesar 100.000 rupiah, simulasi pembelian dan penjualan berdasarkan cut-off time NAB adalah sebagai berikut:

1. Pembelian reksa dana

  • Skenario A: pembelian sebelum cut-off time 

Jika pembelian dilakukan pada 21 Januari 2026 sebelum pukul 13.00 WIB, transaksi diproses menggunakan NAB hari yang sama sebesar Rp1.592,28.

  • Unit yang diperoleh: 100.000 ÷ 1.592,28 = 62,83 unit
  • Skenario B: pembelian setelah cut-off time 

Jika pembelian dilakukan pada 21 Januari 2026 setelah pukul 13.00 WIB, NAB yang berlaku adalah hari kerja berikutnya, yaitu tanggal 22 Januari 2026 sebesar Rp1.600,59.

  • Unit yang diperoleh: 100.000 ÷ 1.600,59 = 62,49 unit

Perbedaan NAB meskipun hanya satu hari dapat mengubah jumlah unit yang dimiliki investor. Ini penting bagi strategi akumulasi reksa dana secara rutin.

2. Penjualan reksa dana

  • Skenario A: penjualan sebelum cut-off time 

Jika penjualan dilakukan pada 22 Januari 2026 sebelum pukul 13.00 WIB, NAB yang digunakan adalah Rp1.600,59. Misalkan Anda menjual 62,83 unit:

  • Hasil penjualan = 62,83 × 1.600,59 = Rp100.566
  • Skenario B: penjualan setelah cut-off time 

Jika penjualan dilakukan pada 22 Januari 2026 setelah pukul 13.00 WIB, NAB yang berlaku adalah tanggal 23 Januari 2026 sebesar Rp1.614,20.

  • Hasil penjualan = 62,83 × 1.614,20 = Rp101.360

Dari simulasi pembelian dan penjualan reksa dana berdasarkan cut-off time, terlihat bahwa waktu pengajuan transaksi memiliki pengaruh signifikan terhadap NAB yang digunakan, sehingga berdampak pada jumlah unit yang diperoleh saat membeli reksa dana maupun hasil yang diterima saat menjual reksa dana. Perbedaan NAB hanya dalam satu hari saja dapat menghasilkan selisih investasi yang riil, baik saat pasar naik maupun turun. 

Dengan memahami dan memperhatikan cut-off time, investor dapat merencanakan strategi pembelian dan penjualan lebih optimal, memaksimalkan akumulasi unit, dan memanfaatkan pergerakan NAB untuk hasil investasi yang lebih menguntungkan. Pemahaman ini juga mencegah kesalahan asumsi terkait harga beli dan jual, sehingga strategi investasi didasarkan pada data yang sebenarnya tersedia. Selain itu, mengetahui waktu transaksi memungkinkan perencanaan investasi lebih terukur, termasuk saat melakukan diversifikasi portofolio, sekaligus mengurangi keputusan emosional atau spekulatif saat pasar bergejolak. 

Jika Anda ingin memperoleh informasi yang lengkap terkait ketentuan transaksi reksa dana, Anda dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi melalui Makmur. Makmur menyediakan panduan yang jelas dan transparan mengenai ketentuan transaksi, termasuk waktu cut-off time NAB, sehingga Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih strategis dan sesuai dengan kebutuhan Anda.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo February Fortune dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Banyak Investor Mengandalkan Broker Summary, Padahal Ada Hal Lain yang Perlu Dipahami

Key Takeaways: Broker summary adalah laporan yang mencakup informasi terkait volume transaksi yang dilakukan oleh broker, harga beli dan jual saham, perubahan harga saham yang dipengaruhi oleh aktivitas broker, serta akumulasi dan distribusi saham yang dilakukan oleh market maker. Market maker merupakan pihak berupa institusi atau individu yang menyediakan likuiditas di pasar keuangan. Meskipun broker […]

author
Content Management
calendar
13 Februari 2026
Artikel

Cara Menganalisis Sektor yang Diuntungkan Ketika Ada Arus Dana Asing

Key Takeaways: Arus dana asing bisa menjadi indikator kunci dalam menganalisis saham, karena aliran dana asing dari luar negeri dapat memberikan dampak signifikan terhadap sektor tertentu di pasar saham, termasuk perubahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami cara menganalisis sektor yang berpotensi mendapatkan keuntungan dari arus dana asing.  […]

author
Content Management
calendar
12 Februari 2026
Artikel

Menghadapi Saham dengan Status Full Call Auction (FCA), Apa Strategi Investor yang Tepat?

Key Takeaways: Status Full Call Auction (FCA) merupakan mekanisme perdagangan khusus yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap saham yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK). Melalui mekanisme ini, perdagangan saham tidak lagi dilakukan seperti biasa di Pasar Reguler, melainkan hanya pada waktu tertentu melalui proses lelang. Bagi investor yang memiliki saham dengan status […]

author
Content Management
calendar
11 Februari 2026
Artikel

Saham Syariah Tidak Berarti Bebas Risiko, Ini yang Perlu Anda Analisis

Key Takeaways: Investasi saham syariah biasanya menjadi pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah. Namun, perlu dipahami bahwa saham syariah tetap memiliki risiko, meskipun sesuai dengan ketentuan syariah. Sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, penting untuk memahami kriteria perusahaan yang memenuhi syarat sebagai saham syariah serta melakukan analisis yang mendalam. Karena setiap saham […]

author
Content Management
calendar
10 Februari 2026
Artikel

Tidak Melalui Jalur IPO, Ini Alasan Sebuah Perusahaan Melakukan Backdoor Listing

Key Takeaways: Masuk ke bursa melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) selama ini dianggap sebagai pilihan bagi perusahaan yang ingin memperoleh pendanaan publik dan meningkatkan kredibilitas. Namun, dalam praktiknya, tidak semua perusahaan memilih jalur tersebut. Terdapat beberapa perusahaan yang menempuh jalur backdoor listing sebagai alternatif. Melalui mekanisme ini, perusahaan dapat menjadi emiten […]

author
Content Management
calendar
09 Februari 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0