






Dalam berinvestasi reksa dana, keputusan membeli atau menjual sering dipengaruhi oleh kondisi pasar pada hari tertentu. Namun, harga yang digunakan dalam transaksi bukanlah harga saat instruksi diberikan, melainkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada tanggal efektif sesuai ketentuan cut-off time. Jika transaksi dilakukan setelah batas waktu tersebut, maka akan menggunakan NAB hari bursa berikutnya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai cut-off time menjadi penting sebelum mengambil keputusan investasi.
Secara sederhana, cut-off time merupakan batas waktu harian yang menentukan NAB yang digunakan dalam transaksi reksa dana. Transaksi yang masuk sebelum batas waktu akan menggunakan NAB hari yang sama, sedangkan transaksi setelahnya diproses menggunakan NAB hari kerja berikutnya.
Mekanisme ini terjadi karena manajer investasi (MI) menghitung NAB berdasarkan nilai aset setelah penutupan pasar, yang kemudian diverifikasi oleh bank kustodian sebagai pihak yang menyimpan dan mengadministrasikan aset reksa dana. Oleh sebab itu, NAB tidak dapat ditetapkan secara real time seperti harga saham. Umumnya, pukul 13.00 WIB menjadi batas waktu (cut-off time) agar transaksi menggunakan NAB pada hari yang sama.
Untuk memahami mekanismenya secara mendalam, berikut alur transaksi reksa dana dari awal hingga penetapan NAB:
Investor melakukan pengajuan transaksi pembelian (subscription) atau penjualan (redemption) reksa dana melalui platform agen penjual reksa dana seperti Makmur. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda ingat. Transaksi reksa dana yang diajukan sebelum cut-off time akan menggunakan NAB hari tersebut. Jika transaksi dilakukan setelah cut-off time, NAB yang berlaku adalah NAB pada hari kerja berikutnya.
Setiap transaksi yang masuk melalui platform diverifikasi oleh sistem untuk memastikan validitas data, ketersediaan dana, dan kesesuaian instruksi transaksi. Setelah diverifikasi, transaksi dicatat dan diteruskan ke MI serta bank kustodian untuk proses selanjutnya.
Pada akhir hari kerja, MI akan menutup perhitungan portofolio reksa dana dengan mengacu pada closing price dari seluruh aset yang dimiliki. Harga tersebut digunakan untuk menghitung NAB per unit reksa dana secara akurat.
Setelah penutupan pasar, bank kustodian memverifikasi perhitungan NAB yang dilakukan oleh MI untuk memastikan akurasi dan kepatuhan terhadap regulasi. Setelah diverifikasi, NAB resmi ditetapkan dan diumumkan kepada publik, biasanya melalui website MI dan platform agen penjual reksa dana seperti Makmur.
Untuk melihat dampak cut-off time NAB secara jelas, mari gunakan data Sucorinvest Sustainability Equity Fund dengan cut-off time pukul 13.00 WIB. Harga NAB tercatat sebagai berikut:
Misalkan Anda membeli reksa dana sebesar Rp100.000, simulasi pembelian dan penjualan berdasarkan cut-off time NAB adalah sebagai berikut:
Jika pembelian dilakukan pada 21 Januari 2026 sebelum pukul 13.00 WIB, transaksi diproses menggunakan NAB hari yang sama sebesar Rp1.592,28.
Jika pembelian dilakukan pada 21 Januari 2026 setelah pukul 13.00 WIB, NAB yang berlaku adalah hari kerja berikutnya, yaitu tanggal 22 Januari 2026 sebesar Rp1.600,59.
Perbedaan NAB meskipun hanya satu hari dapat mengubah jumlah unit yang dimiliki investor. Ini penting bagi strategi akumulasi reksa dana secara rutin.
Jika penjualan dilakukan pada 22 Januari 2026 sebelum pukul 13.00 WIB, NAB yang digunakan adalah Rp1.600,59. Misalkan Anda menjual 62,83 unit:
Jika penjualan dilakukan pada 22 Januari 2026 setelah pukul 13.00 WIB, NAB yang berlaku adalah tanggal 23 Januari 2026 sebesar Rp1.614,20.
Dari simulasi pembelian dan penjualan reksa dana berdasarkan cut-off time, terlihat bahwa waktu pengajuan transaksi memiliki pengaruh signifikan terhadap NAB yang digunakan, sehingga berdampak pada jumlah unit yang diperoleh saat membeli reksa dana maupun hasil yang diterima saat menjual reksa dana. Perbedaan NAB hanya dalam satu hari saja dapat menghasilkan selisih investasi yang riil, baik saat pasar naik maupun turun.
Dengan memahami dan memperhatikan cut-off time, investor dapat merencanakan strategi pembelian dan penjualan lebih optimal, memaksimalkan akumulasi unit, dan memanfaatkan pergerakan NAB untuk hasil investasi yang lebih menguntungkan. Pemahaman ini juga mencegah kesalahan asumsi terkait harga beli dan jual, sehingga strategi investasi didasarkan pada data yang sebenarnya tersedia. Selain itu, mengetahui waktu transaksi memungkinkan perencanaan investasi lebih terukur, termasuk saat melakukan diversifikasi portofolio, sekaligus mengurangi keputusan emosional atau spekulatif saat pasar bergejolak.
Jika Anda ingin memperoleh informasi yang lengkap terkait ketentuan transaksi reksa dana, Anda dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi melalui Makmur. Makmur menyediakan panduan yang jelas dan transparan mengenai ketentuan transaksi, termasuk waktu cut-off time NAB, sehingga Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih strategis dan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo February Fortune dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Private placement saham adalah proses penerbitan saham baru yang ditujukan kepada investor institusi tanpa melalui pasar terbuka. Biasanya, perusahaan memilih private placement sebagai cara untuk memperkuat posisi keuangan atau mendanai proyek ekspansi. Walaupun disebut sebagai pendanaan strategis, apakah private placement selalu menguntungkan bagi investor? Mari kita bahas lebih dalam mengenai cara kerja private […]
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp252,82 triliun per Maret 2026, turun 5,25% dari Rp266,82 triliun pada Februari 2026, seiring dinamika pasar. Meski demikian, RDPT tetap menjadi reksa dana dengan AUM tertinggi […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang April 2026 di tengah kombinasi sentimen global dan domestik. Konflik di Timur Tengah yang berlanjut mendorong harga minyak WTI tetap tinggi, berada di atas $100/bbl, sehingga turut meningkatkan kekhawatiran inflasi di tengah ekspektasi suku bunga global yang masih tinggi. Dari sisi domestik, IHSG sempat menguat dari level 7.048 pada […]
Key Takeaways: Assets under management (AUM) atau total dana kelolaan dari suatu reksa dana saham dapat menjadi salah satu indikator kredibilitas, karena menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap manajer investasi (MI), termasuk investor institusi besar seperti dana pensiun yang telah melakukan due diligence atau proses penilaian untuk menempatkan dana. Namun, besarnya AUM tidak selalu menjamin kinerja […]