makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Tertarik Berinvestasi di Saham IPO? Pahami Cara Kerja Penjatahan dan Strateginya

author
Content Management
author
06 Juli 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • SEOJK No. 25/SEOJK.04/2025 meningkatkan porsi penjatahan IPO bagi investor ritel sesuai tingkat oversubscribed.
  • Semakin tinggi oversubscribed, semakin besar porsi penjatahan terpusat (pooling allotment) yang kemudian berdampak pada porsi ritel.
  • Memahami mekanisme penjatahan dan strategi pemesanan dapat meningkatkan peluang memperoleh alokasi saham IPO.

Berinvestasi pada saham yang ditawarkan melalui Initial Public Offering (IPO) menjadi salah satu pilihan yang banyak dipertimbangkan oleh investor ritel di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya aktivitas di pasar, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan sebanyak 50 perusahaan melakukan IPO sepanjang 2026.

Pada awal Juli 2026, sudah ada sejumlah perusahaan dijadwalkan untuk melakukan IPO, antara lain PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS).

Bertambahnya jumlah perusahaan yang melakukan IPO memberikan lebih banyak pilihan bagi investor untuk berpartisipasi. Namun, sebelum mengikuti proses IPO, investor perlu memahami mekanisme penjatahan saham dan proses pemesanannya. Pemahaman tersebut dapat membantu investor menyusun strategi yang sesuai serta meningkatkan peluang memperoleh alokasi saham IPO yang diinginkan.

Aturan Penjatahan SEOJK No. 25/SEOJK.04/2025

Salah satu perkembangan penting yang perlu Anda ketahui adalah terbitnya SEOJK No. 25/SEOJK.04/2025 yang memberikan perubahan mekanisme penjatahan guna meningkatkan partisipasi investor ritel. Aturan ini merupakan pembaruan signifikan dari SEOJK 15/SEOJK.04/2020 yang sebelumnya berlaku.

Perubahan ini secara langsung meningkatkan porsi saham yang dialokasikan untuk investor ritel, terutama saat tingkat permintaan tinggi (oversubscribed)

Tabel 1. Porsi penjatahan IPO berdasarkan tingkat oversubscribed

Sumber: OJK

Berdasarkan tabel di atas, besaran alokasi untuk penjatahan terpusat ditentukan oleh dua faktor, yaitu nilai penawaran umum dan tingkat oversubscribed. Semakin tinggi tingkat oversubscribed, semakin besar persentase minimum saham yang harus dialokasikan untuk penjatahan terpusat.

Pada Golongan I, alokasi minimum dimulai dari 20%. Ketika tingkat oversubscribed mencapai 2,5 hingga kurang dari 10 kali, alokasi meningkat menjadi 22,5%, kemudian menjadi 25% pada tingkat oversubscribed 10 hingga kurang dari 25 kali, dan mencapai 30% apabila oversubscribed 25 kali atau lebih.

Pola yang sama juga berlaku pada golongan lainnya, meskipun dengan persentase awal yang berbeda. Sebagai contoh, pada Golongan V, alokasi minimum meningkat secara bertahap dari 2,5% menjadi 5%, kemudian 7,5%, hingga 12,5% ketika tingkat oversubscribed mencapai 25 kali atau lebih.

Seluruh alokasi penjatahan terpusat tersebut kemudian dibagi antara investor ritel dan investor institusi dengan perbandingan 1:1. Dengan demikian, peningkatan persentase alokasi penjatahan terpusat juga akan meningkatkan porsi alokasi yang tersedia bagi kedua jenis investor tersebut sesuai ketentuan.

Strategi Mengoptimalkan Penjatahan Saham IPO

Memahami aturan saja tidak cukup. Anda juga perlu menerapkan strategi yang tepat agar peluang mendapatkan penjatahan saham IPO menjadi lebih besar dan efisien.

Berikut beberapa strategi yang dapat Anda terapkan untuk meningkatkan peluang memperoleh penjatahan saham IPO:

1. Ketahui sekuritas yang bertindak sebagai lead underwriter

Beberapa investor memilih memesan saham IPO melalui sekuritas yang bertindak sebagai penjamin emisi utama atau lead underwriter karena dinilai lebih praktis dalam proses pemesanan selama masa penawaran.

Meski demikian, tidak terdapat ketentuan yang menyatakan bahwa pemesanan melalui sekuritas tersebut akan memberikan porsi penjatahan yang lebih besar. Peluang memperoleh saham tetap mengikuti mekanisme penjatahan yang berlaku, termasuk tingkat oversubscribed dan ketentuan yang ditetapkan dalam proses IPO. Oleh karena itu, pastikan Anda tetap memeriksa informasi mengenai lead underwriter dalam prospektus resmi yang diterbitkan emiten sebelum masa penawaran dimulai.

2. Pertimbangkan strategi buffer pemesanan

Strategi buffer pemesanan adalah melakukan pemesanan saham dalam jumlah lebih banyak dari yang sebenarnya Anda inginkan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pemotongan jatah secara proporsional yang terjadi ketika sebuah IPO mengalami oversubscribed.

Misalnya, jika Anda menargetkan mendapatkan 10 lot saham, Anda bisa memesan 20 hingga 30 lot sebagai buffer. Pastikan dana yang Anda siapkan mencukupi untuk jumlah pesanan tersebut, karena sistem e-IPO mensyaratkan pemblokiran dana sesuai nominal pemesanan. 

3. Pantau oversubscribed sebelum memesan

Strategi ini cocok bagi investor yang ingin mengurangi lamanya dana yang tertahan di Rekening Dana Nasabah (RDN). Salah satu caranya adalah menunggu hingga mendekati akhir masa penawaran sebelum mengajukan pemesanan, setelah melakukan analisis terhadap prospektus dan mempertimbangkan informasi terbaru mengenai minat pasar yang tersedia. Namun, investor juga perlu memperhatikan potensi kepadatan transaksi pada hari terakhir masa penawaran. 

Dengan cara ini, Anda memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menentukan jumlah pesanan atau mengalokasikan dana ke instrumen investasi lain apabila memutuskan tidak mengikuti IPO. Namun, strategi ini memerlukan pemantauan aktif terhadap perkembangan informasi selama masa penawaran. 

Investasi di saham IPO menawarkan potensi keuntungan yang menarik, namun memerlukan persiapan dan strategi yang matang. Dengan memahami perubahan aturan penjatahan melalui SEOJK 25/2025, memilih sekuritas yang tepat, menerapkan buffer pemesanan, serta mengelola timing pemesanan secara strategis, Anda dapat meningkatkan peluang mendapatkan alokasi saham IPO secara lebih optimal. Selalu lakukan riset mendalam terhadap prospektus dan fundamental emiten sebelum memutuskan untuk berpartisipasi dalam setiap IPO.

Bagi investor yang tidak memiliki waktu untuk menelaah prospektus atau memantau perkembangan setiap IPO secara berkala, reksa dana dapat menjadi alternatif investasi. Melalui reksa dana, proses pemilihan saham maupun instrumen investasi lainnya dapat dilakukan oleh manajer investasi (MI) sehingga investor dapat memperoleh eksposur ke pasar modal tanpa harus melakukan analisis secara mandiri.

Jika Anda ingin mulai berinvestasi di reksa dana saham, Makmur menyediakan akses ke berbagai produk reksa dana dari sejumlah MI profesional. Salah satunya adalah Sucorinvest Maxi Fund, yang mencatatkan imbal hasil sebesar 45,39% dalam satu tahun terakhir berdasarkan data per 3 Juli 2026. 

Sementara itu, bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi melalui kombinasi saham, obligasi, dan instrumen pasar uang dalam satu portofolio, Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A sebagai reksa dana campuran juga dapat menjadi pilihan dengan imbal hasil sebesar 24,80% pada periode yang sama.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Penerbitan Obligasi Indonesia di China Tekan Ketergantungan terhadap Dolar, Apakah Bisa Menjadi Sentimen Positif?

Key Takeaways: Ketergantungan terhadap pembiayaan berdenominasi dolar sudah lama menjadi salah satu titik kerentanan struktur utang Indonesia. Ketika kondisi keuangan global berubah atau premi risiko meningkat, tekanan terhadap nilai tukar rupiah biasanya ikut naik dan berdampak pada beban pembayaran utang pemerintah. Sepanjang 2026, tekanan tersebut cukup terasa. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia tercatat Rp17.836 per […]

author
Content Management
calendar
25 Agustus 2026
Artikel

Analisis Peluang Investasi Berbasis Teori Trickle Down Economics, Ini Cara Memilah Sektor dan Instrumen Potensial

Key Takeaways: Dalam berinvestasi, kebijakan ekonomi suatu negara seringkali menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan pasar dan peluang investasi. Salah satu konsep yang cukup sering dibahas dalam ekonomi makro adalah trickle down economics, yaitu teori yang menyatakan bahwa ketika kelompok ekonomi atas memperoleh insentif seperti pemotongan pajak, kemudahan investasi, atau deregulasi bisnis, maka […]

author
Content Management
calendar
24 Agustus 2026
Artikel

Emiten Melakukan Spin-off Perusahaan, Apa Dampaknya terhadap Saham Induk dan Anak Usaha?

Key Takeaways: Spin-off perusahaan adalah aksi korporasi di mana sebuah perusahaan induk memisahkan unit bisnis atau anak perusahaannya untuk menjadi entitas mandiri yang berdiri sendiri. Aksi korporasi ini kerap dipilih oleh perusahaan untuk lebih fokus pada bisnis inti dan meningkatkan efisiensi operasional. Namun, spin-off perusahaan tidak hanya berpengaruh pada struktur internal organisasi, tetapi juga dapat […]

author
Content Management
calendar
20 Agustus 2026
Artikel

Saham Bonus vs Dividen, Mana yang Lebih Memperbesar Portofolio Investor?

Key Takeaways: Bagi investor saham, terdapat berbagai cara untuk memperoleh keuntungan, di antaranya melalui pembagian dividen dan saham bonus. Keduanya sama-sama memberikan manfaat kepada pemegang saham, tetapi mekanisme dan dampaknya terhadap investasi sangat berbeda.  Lalu, mana yang lebih memperbesar portofolio investor, saham bonus atau dividen? Untuk menjawabnya, penting memahami terlebih dahulu cara kerja masing-masing aksi […]

author
Content Management
calendar
19 Agustus 2026
Artikel

Strategi Diversifikasi Aset Saat Volatilitas Valas Tinggi untuk Mengelola Risiko Investasi

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang year-to-date (YTD) 2026 per 18 Agustus menunjukkan tekanan yang cukup tinggi. Rupiah sempat menembus level psikologis Rp17.000/USD pada awal April 2026 dan terus melemah hingga menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah di Rp18.201/USD secara intraday pada 8 Juni 2026.  Sepanjang pertengahan Agustus 2026, rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.700 […]

author
Content Management
calendar
18 Agustus 2026
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0