makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Penerbitan Obligasi Indonesia di China Tekan Ketergantungan terhadap Dolar, Apakah Bisa Menjadi Sentimen Positif?

author
Content Management
author
25 Agustus 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Pemerintah menerbitkan Panda Bond perdana senilai CNY 7 miliar pada 23 Juli 2026, melengkapi penerbitan obligasi berdenominasi yuan sebelumnya yang mencapai CNH 15,25 miliar.
  • Selisih yield sekitar 221 basis poin terhadap Global Bond berdenominasi USD belum mencerminkan biaya lindung nilai dan konversi.
  • Penerbitan ini memperluas basis investor dan sumber pembiayaan, sementara dampaknya terhadap biaya utang bersih dan stabilitas rupiah masih bergantung pada penerbitan lanjutan dan strategi lindung nilai.

Ketergantungan terhadap pembiayaan berdenominasi dolar sudah lama menjadi salah satu titik kerentanan struktur utang Indonesia. Ketika kondisi keuangan global berubah atau premi risiko meningkat, tekanan terhadap nilai tukar rupiah biasanya ikut naik dan berdampak pada beban pembayaran utang pemerintah.

Sepanjang 2026, tekanan tersebut cukup terasa. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia tercatat Rp17.836 per dolar AS pada 14 Agustus 2026, setelah sempat berada di atas level Rp18.000 pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026. Bank Indonesia merespons dinamika ini dengan mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur 21 hingga 22 Juli 2026.

Pemerintah kemudian memperluas pembiayaan ke pasar obligasi berdenominasi yuan melalui penerbitan bond Indonesia-China. Namun, apakah langkah ini positif? Selain itu, seberapa besar dampaknya terhadap biaya utang, struktur risiko APBN, dan pasar SBN domestik? Mari kita simak pembahasan di bawah ini.

Skema Penerbitan Obligasi Indonesia di China

Terdapat dua instrumen obligasi berdenominasi renminbi yang telah diterbitkan pemerintah Indonesia, yaitu Dim Sum Bond dan Panda Bond. Untuk memperjelas, perlu diketahui bahwa renminbi adalah nama mata uang China, sedangkan yuan merupakan satuan hitungnya.

Dim Sum Bond menggunakan CNH atau yuan offshore yang diperdagangkan di pasar internasional seperti Hong Kong dan Singapura, sehingga nilainya lebih dipengaruhi mekanisme pasar. 

Sementara itu, Panda Bond menggunakan CNY atau yuan onshore, yaitu yuan yang digunakan di pasar domestik China, dengan central parity rate terhadap dolar AS yang ditetapkan setiap hari oleh People’s Bank of China (PBoC). Perbedaan tersebut membuat kedua instrumen memiliki proses, regulasi, dan basis investor yang berbeda.

1. Dim Sum Bond

Dim Sum Bond merupakan obligasi berdenominasi renminbi yang diterbitkan di luar wilayah China daratan. Karena berada di pasar offshore, instrumen ini mengikuti standar pasar modal internasional, mulai dari penunjukan joint lead manager global, penyusunan prospektus berbahasa Inggris, hingga proses bookbuilding yang terbuka bagi investor internasional.

Indonesia melakukan pricing perdana pada 23 Oktober 2025 untuk penerbitan Dim Sum Bond senilai CNH 6 miliar. Berdasarkan keterangan Kementerian Keuangan, nilai tersebut setara Rp13,5 triliun pada kurs Rp2.250 per CNH. Pemerintah melanjutkan penerbitan CNH pada 4 Maret 2026 senilai CNH 9,25 miliar dalam tiga seri.

Tabel 1. Seri Dim Sum Bond Indonesia yang Beredar

Sumber: data seri Surat Berharga Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan. 

Seri penerbitan 2025 tercatat di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST) dengan peringkat internasional Baa2 dari Moody’s serta BBB dari S&P dan Fitch.

2. Panda Bond

Berbeda dengan Dim Sum Bond, Panda Bond merupakan obligasi berdenominasi CNY yang diterbitkan langsung di pasar domestik China melalui China Interbank Bond Market (CIBM). Karena berada di bawah ketentuan hukum China, seluruh prosesnya mengikuti regulasi National Association of Financial Markets Institutional Investors (NAFMII) dan PBoC, mulai dari persetujuan penerbitan hingga standar dokumen dalam bahasa Mandarin.

Prosesnya juga lebih panjang karena Indonesia harus memperoleh persetujuan regulator sebelum menunjuk underwriter yang menawarkan instrumen kepada investor institusional. Dalam penerbitan perdana ini, Bank of China bertindak sebagai lead underwriter sekaligus lead bookrunner, sedangkan ICBC, CITIC, CICC, dan DBS Bank China bertindak sebagai joint lead underwriters dan joint bookrunners

Tabel 2. Rincian Penerbitan Panda Bond Perdana Indonesia, 23 Juli 2026

Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan. Nilai total setara sekitar USD 1,03 miliar dengan setelmen 30 Juli 2026.

Penerbitan ini memperoleh peringkat AAA dengan outlook stabil dari China Lianhe Credit Rating pada 1 Juli 2026. Namun, peringkat tersebut menggunakan skala pemeringkatan domestik China dan tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan peringkat internasional Indonesia, yaitu BBB dari S&P dan Baa2 dari Moody’s. Perbedaan skala ini tidak menandakan adanya kenaikan kualitas kredit Indonesia.

Dana hasil Panda Bond juga berbentuk CNY dan masih berada dalam kerangka pengendalian modal China. Pemerintah menyatakan akan menggunakan jalur Local Currency Transaction (LCT) sehingga pembayaran investor dalam renminbi dikonversi melalui mekanisme antarbank sentral dan pemerintah menerima rupiah.

Apakah Penerbitan Bond Indonesia di China Mampu Memberikan Sentimen Positif?

Penerbitan ini merupakan langkah diversifikasi pembiayaan yang dapat memberikan sejumlah manfaat, tetapi manfaat tersebut perlu dibaca bersama batasannya.

1. Efisiensi biaya pendanaan nominal

Biaya utang pemerintah pada akhirnya memengaruhi pasokan SBN dan pembentukan yield di pasar domestik, sehingga aspek ini relevan bagi investor.

Tabel 3. Perbandingan Yield Penerbitan SBN Valas Indonesia, Januari hingga Juli 2026

Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan, imbal hasil pada saat penerbitan.

Selisih yield dihitung menggunakan formula berikut:

Yield Spread = Yield Instrumen A dikurangi Yield Instrumen B pada tenor sebanding

Hasil perhitungannya:

  • USD 5 tahun terhadap Panda 5 tahun: 4,40% dikurangi 2,19% sama dengan 2,21 poin persentase atau 221 bps
  • USD 5 tahun terhadap Dim Sum 5 tahun: 4,40% dikurangi 2,655% sama dengan 1,75 poin persentase atau 175 bps
  • USD 10 tahun terhadap Dim Sum 10 tahun: 5,00% dikurangi 3,050% sama dengan 1,95 poin persentase atau 195 bps

Yield penerbitan di pasar yuan memang lebih rendah dibandingkan pasar dolar, dengan selisih 175 hingga 221 basis poin pada tenor sebanding. Pasar onshore China juga memberikan yield lebih rendah dibandingkan pasar offshore CNH, meskipun perbandingan tersebut perlu dibaca hati-hati karena kedua penerbitan dilakukan pada periode yang berbeda.

2. Selisih nominal belum tentu menjadi penghematan bersih

Selisih 221 basis poin merupakan selisih yield pada saat penerbitan, bukan penghematan biaya utang bersih. Alasannya sederhana, penerimaan negara sebagian besar berdenominasi rupiah, sedangkan kewajiban dari instrumen ini berdenominasi yuan. Selisih tersebut baru menjadi penghematan riil apabila pemerintah membiarkan eksposur kurs tetap terbuka, dan itu berarti memindahkan risiko, bukan menghilangkan biaya.

Secara teori, melalui mekanisme covered interest parity, biaya lindung nilai antara dua mata uang dipengaruhi oleh perbedaan tingkat suku bunga, meskipun biaya aktual dapat berbeda karena cross-currency basis, likuiditas, tenor, dan biaya transaksi. Artinya, apabila seluruh dana dikonversi ke rupiah dan seluruh risiko yuan dilindungi, sebagian keunggulan yield sebesar 221 basis poin berpotensi terserap oleh biaya lindung nilai. Perlu dicatat, perhitungan ini bersifat ilustratif dan bergantung pada asumsi tersebut.

Hal ini tidak berarti penerbitan bond dalam yuan tidak bermanfaat. Hal yang perlu dipahami adalah besaran manfaatnya bergantung pada struktur lindung nilai yang digunakan, sehingga angka penghematan tidak dapat dilihat langsung dari selisih yield. Komponen lain seperti biaya penjaminan emisi, biaya penukaran renminbi menjadi rupiah, serta biaya pemindahan dana ke luar China juga perlu masuk dalam perhitungan biaya menyeluruh.

3. Perluasan basis investor

Order book Panda Bond mencapai CNY 17 miliar atau 2,4 kali nilai penerbitan. Pada penerbitan Dim Sum Bond Oktober 2025, order book tercatat CNH 18 miliar atau tiga kali nilai penerbitan. Data ini menunjukkan permintaan pada tingkat harga yang ditawarkan melampaui jumlah obligasi yang diterbitkan. 

Satu hal yang perlu digarisbawahi investor adalah kelebihan permintaan tidak dapat dibaca sebagai indikator tunggal atas kekuatan fundamental Indonesia. Kondisi likuiditas dan tingkat imbal hasil di pasar domestik China juga turut memengaruhi daya tarik instrumen tersebut, sehingga investor institusi di sana aktif mencari instrumen berperingkat layak investasi dengan imbal hasil lebih tinggi. Sebagian daya tarik instrumen ini karena itu bersumber dari kondisi pasar China, bukan hanya dari kondisi Indonesia.

Perluasan basis investor menjadi manfaat yang lebih dapat dinilai saat ini. Indonesia kini memiliki akses ke salah satu pasar obligasi terbesar di dunia, sehingga menambah opsi pembiayaan di luar pasar dolar dan euro. 

4. Dampak terhadap rupiah dan pasar domestik

Penggunaan skema LCT memungkinkan pembayaran dilakukan dalam yuan dan pemerintah menerima rupiah, sehingga kebutuhan konversi melalui dolar AS dapat dikurangi. Likuiditas yuan yang diperoleh juga dapat dimanfaatkan untuk transaksi dengan China, sehingga mengurangi kebutuhan konversi berlapis dari rupiah ke dolar AS lalu ke yuan.

Dari sisi pasar domestik, beragamnya sumber pembiayaan dapat mengurangi kebutuhan menyerap dana dari dalam negeri pada periode tertentu, yang secara teori menekan crowding out effect. Namun skala perlu diletakkan pada proporsinya. Nilai Panda Bond perdana sekitar USD 1,03 miliar, masih terbatas dibandingkan total kebutuhan pembiayaan APBN. Pada tahap ini, dampaknya terhadap kurs maupun pasokan SBN domestik lebih bersifat marjinal dibandingkan struktural.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Sumber risiko terbesar dari instrumen ini terletak pada ketidaksesuaian mata uang. Kewajiban pokok dan bunga berdenominasi yuan, sementara penerimaan negara sebagian besar diterima dalam rupiah. Apabila rupiah melemah terhadap yuan sepanjang umur obligasi, beban yang harus dibayar dalam rupiah akan meningkat dan dapat menghapus keunggulan kupon yang tampak murah di awal. 

Biaya lindung nilai dipengaruhi oleh perbedaan suku bunga rupiah dan yuan, serta faktor pasar seperti cross-currency basis, likuiditas, dan tenor transaksi. 

Aspek berikutnya menyangkut konversi dana. Berbeda dengan penerbitan di pasar dolar atau euro, dana hasil Panda Bond berada dalam kerangka pengendalian modal China sehingga pemindahannya ke luar memerlukan mekanisme tersendiri. Selama mekanisme itu berjalan lancar, persoalannya bersifat administratif. Namun perubahan ketentuan regulator China mengenai arus modal keluar dapat memengaruhi kelancaran maupun biaya konversi dana menjadi rupiah.

Terakhir, diversifikasi berbasis yuan perlu diimbangi pengelolaan portofolio utang yang seimbang. Meskipun langkah ini mengurangi ketergantungan terhadap dolar, peningkatan porsi pendanaan dari satu pasar secara signifikan justru menambah eksposur Indonesia terhadap kebijakan moneter, regulasi keuangan, serta dinamika ekonomi dan politik negara tersebut. 

Tenor Panda Bond perdana yang berada pada tiga dan lima tahun juga membuat kewajiban tersebut jatuh tempo pada 2029 dan 2031 ketika kondisi pasar dan posisi kurs belum dapat diketahui hari ini.

Apa yang Relevan bagi Investor?

Instrumen Bond Indonesia di China umumnya tidak dapat diakses langsung oleh investor ritel Indonesia karena ditujukan kepada investor institusi. Relevansinya bersifat tidak langsung, terutama melalui pasokan SBN domestik dan penilaian risiko fiskal. Bagi pemegang SBN rupiah maupun reksa dana pendapatan tetap, variabel ini bekerja bersama faktor lain yang jauh lebih dominan, yaitu arah BI-Rate, inflasi, dan aliran dana asing.

Data yang perlu dipantau ke depan mencakup rencana penerbitan Panda Bond lanjutan, komposisi SBN valas berdasarkan mata uang dalam publikasi DJPPR, pergerakan CNY terhadap rupiah, serta hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Bagi investor yang tertarik pada kelas aset obligasi tanpa membeli surat utang secara langsung, reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi alternatif. Jenis reksa dana ini mengalokasikan sebagian besar dana kelolaannya pada obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi. 

Dibanding dengan dana pasar uang, potensi imbal hasilnya cenderung lebih tinggi, tetapi disertai risiko suku bunga dan risiko kredit yang juga lebih tinggi, sehingga nilai aktiva bersih dapat berfluktuasi ketika yield pasar naik.

Melalui Makmur, tersedia berbagai pilihan produk saham dan reksa dana dalam satu platform. Salah satu produk yang dapat menjadi pertimbangan adalah reksa dana pendapatan tetap Insight Elite Fund, yang mencatatkan kinerja sebesar 9,89% dalam satu tahun terakhir berdasarkan data per 24 Agustus 2026.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. 

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Analisis Peluang Investasi Berbasis Teori Trickle Down Economics, Ini Cara Memilah Sektor dan Instrumen Potensial

Key Takeaways: Dalam berinvestasi, kebijakan ekonomi suatu negara seringkali menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan pasar dan peluang investasi. Salah satu konsep yang cukup sering dibahas dalam ekonomi makro adalah trickle down economics, yaitu teori yang menyatakan bahwa ketika kelompok ekonomi atas memperoleh insentif seperti pemotongan pajak, kemudahan investasi, atau deregulasi bisnis, maka […]

author
Content Management
calendar
24 Agustus 2026
Artikel

Emiten Melakukan Spin-off Perusahaan, Apa Dampaknya terhadap Saham Induk dan Anak Usaha?

Key Takeaways: Spin-off perusahaan adalah aksi korporasi di mana sebuah perusahaan induk memisahkan unit bisnis atau anak perusahaannya untuk menjadi entitas mandiri yang berdiri sendiri. Aksi korporasi ini kerap dipilih oleh perusahaan untuk lebih fokus pada bisnis inti dan meningkatkan efisiensi operasional. Namun, spin-off perusahaan tidak hanya berpengaruh pada struktur internal organisasi, tetapi juga dapat […]

author
Content Management
calendar
20 Agustus 2026
Artikel

Saham Bonus vs Dividen, Mana yang Lebih Memperbesar Portofolio Investor?

Key Takeaways: Bagi investor saham, terdapat berbagai cara untuk memperoleh keuntungan, di antaranya melalui pembagian dividen dan saham bonus. Keduanya sama-sama memberikan manfaat kepada pemegang saham, tetapi mekanisme dan dampaknya terhadap investasi sangat berbeda.  Lalu, mana yang lebih memperbesar portofolio investor, saham bonus atau dividen? Untuk menjawabnya, penting memahami terlebih dahulu cara kerja masing-masing aksi […]

author
Content Management
calendar
19 Agustus 2026
Artikel

Strategi Diversifikasi Aset Saat Volatilitas Valas Tinggi untuk Mengelola Risiko Investasi

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang year-to-date (YTD) 2026 per 18 Agustus menunjukkan tekanan yang cukup tinggi. Rupiah sempat menembus level psikologis Rp17.000/USD pada awal April 2026 dan terus melemah hingga menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah di Rp18.201/USD secara intraday pada 8 Juni 2026.  Sepanjang pertengahan Agustus 2026, rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.700 […]

author
Content Management
calendar
18 Agustus 2026
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0