






Initial Public Offering (IPO) adalah aksi korporasi bagi perusahaan untuk go public atau menjual sahamnya ke masyarakat, salah satu aspek penting bagi investor yang ingin membeli saham IPO adalah mempertimbangkan underwriter yang terlibat. Underwriter adalah perusahaan sekuritas atau bank investasi yang membantu perusahaan dalam proses IPO, mulai dari menetapkan harga saham, memasarkan saham kepada investor, hingga membantu distribusi saham di pasar perdana. Memahami peran underwriter penting bagi investor untuk mengelola risiko dan menilai potensi keberhasilan IPO.
Sebelum memutuskan untuk membeli saham dari emiten yang IPO, penting untuk memahami siapa underwriter di balik aksi tersebut. Berikut adalah beberapa hal penting mengenai underwriter yang perlu diperiksa sebelum Anda mengambil keputusan investasi.
Dalam proses IPO, underwriter bisa terdiri dari satu atau lebih lembaga keuangan yang berperan penting dalam memfasilitasi proses tersebut. Pada umumnya, perusahaan yang melakukan IPO akan bekerja dengan lebih dari satu underwriter atau konsorsium, termasuk jika IPO tersebut bernilai besar atau melibatkan banyak saham.
Konsorsium underwriter digunakan perusahaan untuk menjangkau target pasar yang lebih luas, dengan memanfaatkan keahlian dan jaringan klien masing-masing underwriter. Sebagai contoh, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) bekerja sama dengan beberapa underwriter, seperti PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sinarmas Sekuritas dalam proses IPO mereka.
Namun, untuk IPO yang lebih kecil atau dengan kompleksitas yang lebih rendah, satu underwriter tunggal sudah memadai untuk menangani seluruh proses, terutama jika perusahaan yang melakukan IPO memiliki hubungan yang erat dengan lembaga tersebut atau jika risiko dan pasar yang terlibat tidak terlalu kompleks. Sebagai contoh, PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) memilih PT BCA Sekuritas sebagai underwriter.
Setelah mengetahui underwriter yang terlibat dalam IPO, penting untuk mengevaluasi rekam jejak mereka guna menilai tingkat keberhasilan dalam menangani IPO sebelumnya, kualitas layanan yang diberikan, serta kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan pasar.
Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengevaluasi rekam jejak underwriter antara lain jumlah dan ukuran IPO yang telah ditangani, tingkat keberhasilan penawaran saham dalam 1–7 hari setelah IPO, reputasi di pasar, serta kemampuan dalam menjaga stabilitas harga saham setelah IPO. Underwriter yang berpengalaman dalam menangani IPO besar memiliki reputasi yang baik, dapat mencerminkan tingkat profesionalisme yang lebih baik.
Sebagai contoh, pada saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), emiten tersebut memilih Ciptadana Sekuritas Asia (KI) sebagai underwriter tunggal dalam proses IPO. Pemilihan ini didasarkan pada rekam jejak dalam menangani IPO sebelumnya, seperti PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) pada 2024 yang mengalami kenaikan harga saham sebesar 25% pada hari pertama setelah listing.
Pada emiten yang melakukan IPO dengan skema konsorsium, underwriter adalah lembaga keuangan yang dibagi dalam dua kelompok berdasarkan kapasitas dan perannya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, proses IPO BLOG dilakukan dengan menggandeng beberapa underwriter, yaitu PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sinarmas Sekuritas.
Ketiga underwriter tersebut merupakan underwriter utama (lead underwriter) yang memimpin konsorsium, bertanggung jawab atas penetapan harga saham dan strategi pemasaran. Selain terdiri dari lead underwriter tersebut, proses IPO BLOG juga terdiri dari PT UOB Kay Hian Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Amantara Sekuritas Indonesia, PT OCBC Sekuritas Indonesia sebagai underwriter sekunder yang membantu dalam distribusi saham.
Pembagian kelas underwriter ini bertujuan untuk memastikan kelancaran proses IPO, di mana setiap underwriter dapat memanfaatkan keahlian dan jaringan mereka untuk mencapai distribusi saham yang optimal.
Komitmen penjamin dari underwriter adalah jaminan yang diberikan kepada perusahaan yang melakukan IPO untuk memastikan bahwa saham yang ditawarkan dapat terserap sesuai dengan target yang ditetapkan. Ada beberapa jenis komitmen yang dapat diterapkan, antara lain:
Underwriter bertanggung jawab penuh untuk membeli seluruh saham yang ditawarkan oleh perusahaan, termasuk saham yang tidak terjual selama proses IPO. Dalam hal ini, underwriter menjamin bahwa semua saham akan terjual dan jika tidak, underwriter akan membeli sisa saham tersebut.
Dalam komitmen ini, underwriter tidak diwajibkan untuk membeli saham yang tidak terjual. Underwriter hanya berusaha semaksimal mungkin untuk menawarkan saham kepada investor, tetapi tidak ada jaminan bahwa seluruh saham akan terjual. Oleh karena itu, jika terdapat saham yang tidak laku di pasar perdana, underwriter akan mengembalikannya kepada emiten.
Dalam IPO EMAS dan BLOG, kedua emiten ini menggunakan full commitment yang didukung oleh underwriter. Dengan komitmen penuh ini, investor merasa lebih aman karena ada jaminan bahwa proses IPO akan berjalan lancar dan tidak ada saham yang tidak terserap.
Untuk mengetahui informasi tentang underwriter pada proses IPO, investor dapat memanfaatkan beberapa sumber yang dapat diakses secara publik. Salah satu caranya adalah dengan melihat prospektus IPO yang diterbitkan oleh perusahaan yang akan IPO.
Prospektus IPO biasanya disusun oleh perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana, dengan bantuan konsultan hukum dan underwriter yang terlibat dalam proses tersebut. Dengan prospektus, investor dapat mengevaluasi kredibilitas dan reputasi underwriter yang berperan penting dalam keberhasilan strategi investasi dalam saham IPO.
Mengetahui informasi underwriter adalah salah satu hal penting dalam perencanaan investasi pada emiten yang akan melakukan IPO. Namun, tidak semua investor memiliki waktu atau pengetahuan yang cukup untuk melakukan analisis mendalam sebelum membeli saham IPO.
Sebagai alternatif, reksa dana saham bisa menjadi pilihan, karena ada peran manajer investasi (MI) berpengalaman yang akan melakukan evaluasi dan analisis fundamental sebelum membeli saham IPO dalam portofolio.
Adapun salah satu reksa dana saham yang dapat dipertimbangkan adalah Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per 25 Maret 2026, reksa dana tersebut berhasil mencatatkan kinerja pertumbuhan sebesar 83,54% dalam 1 tahun terakhir.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo March Ramadhan dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam memilih saham untuk diinvestasikan, investor dapat menggunakan acuan seperti indeks saham. Indeks saham adalah ukuran statistik yang merepresentasikan pergerakan harga sekelompok saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Indeks berfungsi sebagai tolok ukur (benchmark) yang digunakan menilai kinerja portofolio, mengukur sentimen pasar, serta membantu investor dalam melakukan analisis perbandingan antar saham atau sektor. […]
Key Takeaways: Setiap investor memiliki tujuan investasi yang berbeda. Ada yang menjadikan reksa dana sebagai investasi jangka panjang, misalnya untuk tabungan pensiun. Ada pula yang memanfaatkannya untuk memperoleh keuntungan dari imbal hasil atau return yang ditawarkan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami strategi dalam mengoptimalkan imbal hasil reksa dana. Strategi Mendapatkan Imbal Hasil […]
Key Takeaways: Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh banyak orang, khususnya karyawan dan pegawai. Dana THR umumnya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan serta merayakan momen kebersamaan dengan keluarga. Namun, THR juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan di masa depan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan […]
Key Takeaways: Harga minyak west texas intermediate (WTI) pada (9/3) sempat mencapai US$118 per barel, meningkat sekitar 29,81% dibandingkan harga penutupan di tanggal 6 Maret 2026 yang berada di US$90,90 per barel. Berdasarkan data pembukaan perdagangan (9/3), tren harga minyak mentah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tabel 1. Kenaikan harga minyak mentah dunia […]
Key Takeaways: Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikelompokkan ke dalam berbagai sektor. Pergerakan antar-sektor dapat berbeda, tergantung pada kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Beberapa sektor dapat tumbuh signifikan, sementara lainnya stagnan atau menurun, tergantung kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap analisis sektoral penting, agar bisa menganalisis potensi imbal hasil dan […]