makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Cara Memeriksa Pemegang Saham di Atas 1% dan Mengapa Hal ini Penting bagi Investor

author
Content Management
author
04 Maret 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Anda dapat memeriksa kepemilikan saham di atas 1% melalui situs BEI.
  • Pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% memiliki pengaruh dalam keputusan strategis, seperti kebijakan dividen dan aksi korporasi.
  • Informasi mengenai pemegang saham membantu investor untuk mendeteksi potensi manipulasi pasar dan mengurangi risiko yang tidak diinginkan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi mulai mempublikasikan data kepemilikan saham emiten di atas 1% kepada publik sejak 3 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 1/KDK.04/2026 yang menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka bagi publik.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan transparansi pasar modal, memberikan visibilitas lebih jelas bagi investor terkait struktur kepemilikan, serta mendukung peningkatan standar keterbukaan informasi agar sejalan dengan praktik pasar global, termasuk yang menjadi perhatian dalam penilaian indeks MSCI. Dengan keterbukaan data ini, investor kini dapat mengetahui pihak-pihak yang memiliki porsi saham signifikan dalam suatu emiten secara lebih mudah dan akurat.

Cara Memeriksa Pemegang Saham di Atas 1%

Berikut adalah beberapa cara memeriksa pemegang saham di atas 1% yang dapat Anda lakukan:

1. Melalui situs resmi BEI

BEI menyediakan informasi terkait kepemilikan saham melalui situs resminya yang dapat diakses oleh publik. Cara memeriksa pemegang saham di atas 1% melalui situs resmi BEI adalah sebagai berikut:

  • Kunjungi situs BEI, idx.co.id.
  • Pilih menu “Berita”, lalu buka sub-menu “Pengumuman”.
  • Gunakan fitur pencarian kata kunci untuk mencari “pemegang saham di atas 1%”.

Laporan tersebut memberikan informasi mengenai pihak-pihak yang memiliki saham di atas 1% pada suatu perusahaan. Bahkan, Anda bisa melihat beberapa nama tokoh pasar modal di Indonesia seperti Lo Kheng Hong (LKH) dan Andry Hakim. Berdasarkan data per 27 Februari 2026, berikut merupakan beberapa saham yang dimiliki oleh Lo Kheng Hong:

Tabel 1. Daftar saham yang dimiliki oleh Lo Kheng Hong

KodeNama EmitenJumlah SahamKepemilikan
SRILPT Sri Rejeki Isman Tbk209.339.5001,02%
BESTPT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk111.862.8001,16%
LSIPPP London Sumatra Indonesia Tbk82.594.7001,21%
PNINPT Paninvest Tbk50.195.7501,23%
MAINPT Malindo Feedmill Tbk27.656.6001,24%
ADMGPT Polychem Indonesia Tbk50.318.1001,29%
CFINPT Clipan Finance Indonesia Tbk63.141.1001,58%
RALSPT Ramayana Lestari Sentosa Tbk153.251.7002,16%

Munculnya emiten SRIL, BEST, LSIP, PNIN, MAIN, ADMG, CFIN, dan RALS yang merupakan saham kepemilikan LKH merupakan dampak dari kebijakan baru BEI yang membuka akses data kepemilikan investor di atas 1%, di mana sebelumnya publik hanya bisa melihat data kepemilikan di atas 5%.

Dari data yang sama, Anda juga bisa melihat kepemilikan saham tokoh pasar modal lainnya. Di bawah ini adalah kepemilikan saham Andry Hakim yang tercatat di beberapa emiten:

Tabel 2. Beberapa saham yang dimiliki oleh Andry Hakim

KodeNama EmitenJumlah SahamKepemilikan
RMKORoyaltama Mulia Kontraktorindo Tbk30.000.0002,40%
SOTSSatria Mega Kencana Tbk39.594.7003,96%

Dari data tersebut, publik kini dapat mengetahui bahwa Andry Hakim memiliki kepemilikan saham di atas 1% di beberapa emiten, termasuk RMKO dan SOTS, yang sebelumnya mungkin tidak sepenuhnya terlihat oleh investor ritel karena porsi kepemilikannya berada di bawah ambang batas pelaporan lama.

Keterbukaan informasi ini memberikan peluang bagi investor untuk memantau pergerakan investor besar atau tokoh pasar modal yang dikenal memiliki rekam jejak investasi tertentu. Dengan demikian, investor dapat memperoleh wawasan tambahan mengenai saham yang menarik perhatian investor besar.

Sebagai catatan, meskipun data kepemilikan saham di atas 1% memperlihatkan lebih banyak saham yang dimiliki oleh tokoh pasar modal, bukan berarti investor dapat serta-merta mengikuti keputusan investasinya. Setiap investor memiliki tujuan investasi, profil risiko, serta strategi yang berbeda. Jadi, informasi kepemilikan saham sebaiknya digunakan sebagai referensi tambahan, bukan sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

2. Melalui laporan keterbukaan informasi bulanan

Laporan keterbukaan informasi bulanan atau Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRPE) merupakan laporan yang disusun oleh Biro Administrasi Efek (BAE) yang mencatat komposisi kepemilikan saham suatu emiten. BAE bertindak sebagai pihak ketiga yang independen untuk melakukan pencatatan kepemilikan efek secara objektif. Hal ini meminimalisir risiko manipulasi data pemegang saham oleh pihak internal emiten. BAE yang menyusun laporan tersebut merupakan lembaga yang telah memiliki izin resmi dan diawasi langsung oleh OJK.

Laporan keterbukaan informasi tersebut juga dapat menjadi sumber informasi untuk mengetahui pemegang saham di atas 1%. Selain itu, Anda juga dapat mengetahui seluruh anggota manajemen serta jumlah saham yang dimiliki. Hal tersebut penting untuk melihat apakah manajemen “percaya” pada perusahaannya sendiri. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 10/POJK.04/2020, emiten wajib menyampaikan laporan tersebut paling lambat tanggal 10 setiap bulannya untuk posisi akhir bulan sebelumnya.

Di situs BEI, laporan ini dapat Anda lihat melalui menu “Perusahaan Tercatat”, lalu pilih “Keterbukaan Informasi”, Anda bisa cari berdasarkan kode emiten. Anda juga dapat menemukannya di situs resmi emiten, umumnya pada menu “Investor Relations” atau “Hubungan Investor”, lalu pilih sub-menu “Keterbukaan Informasi” atau “Laporan Bulanan”.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua emiten mempublikasikan laporan tersebut secara lengkap di situs perusahaan, sehingga investor dapat merujuk ke situs BEI sebagai sumber utama.

Pentingnya Mengetahui Kepemilikan Saham di Atas 1%

Setelah mengetahui siapa saja pemegang saham yang memiliki di atas 1%, investor perlu memahami pentingnya informasi tersebut terhadap keputusan investasi. Pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% biasanya memiliki pengaruh cukup besar dalam kebijakan perusahaan dan dapat memengaruhi pergerakan harga saham. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui oleh investor:

1. Pengaruh terhadap kebijakan perusahaan

Pemegang saham besar memiliki pengaruh yang signifikan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan, seperti perubahan dalam kebijakan dividen atau aksi korporasi lainnya. Dengan informasi yang lebih terbuka mengenai siapa pemegang saham di atas 1%, investor dapat memahami potensi dampak perubahan dalam struktur kepemilikan terhadap arah kebijakan perusahaan.

Sebagai contoh, aksi kuasi reorganisasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Juni 2025 dilakukan atas persetujuan pemegang saham, termasuk entitas pengendali yang berada di bawah Grup Bakrie dan Grup Salim. Kuasi reorganisasi merupakan tindakan korporasi untuk merestrukturisasi permodalan dengan menghapus akumulasi kerugian masa lalu menggunakan agio saham, yaitu selisih lebih antara harga penerbitan saham dan nilai nominalnya.

Secara struktur kepemilikan, pemegang saham terbesar sekaligus pengendali BUMI adalah Mach Energy (Singapore) Pte. Ltd. (MEL) dengan kepemilikan sekitar 45,78%. MEL dikendalikan secara bersama oleh Grup Bakrie dan Grup Salim.

2. Deteksi dini manipulasi pasar

Transparansi dalam data kepemilikan saham di atas 1% memberikan investor peluang untuk mendeteksi manipulasi pasar secara lebih dini. Misalnya, pada Juni–Juli 2018 dalam kasus manipulasi pasar yang terjadi pada initial public offering (IPO) perusahaan PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT), penyidik OJK menemukan bahwa volume transaksi saham mencapai 639 juta lembar saham atau 14,7% dari total saham, yang melibatkan transaksi melalui rekening efek dan rekening bank pihak nominee. 

Manipulasi pasar ini jelas melanggar Pasal 91 dan Pasal 92 juncto Pasal 104 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang mengatur tentang tindak pidana manipulasi pasar. Dengan data mengenai pemegang saham yang lebih terbuka, OJK dan BEI dapat lebih mudah melacak afiliasi antara pemegang saham besar dan mendeteksi kemungkinan manipulasi pasar. 

Investor yang memantau struktur kepemilikan saham dapat mengidentifikasi potensi adanya tindakan manipulasi atau pengaturan harga saham yang tidak wajar, sehingga dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat.

3. Free float yang lebih akurat

Memahami siapa pemegang saham di atas 1% juga memungkinkan investor untuk memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai free float saham perusahaan. Free float adalah jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik dan tidak dimiliki oleh pemegang saham pengendali. Pemegang saham di atas 1% cenderung memengaruhi proporsi free float, yang pada gilirannya memengaruhi likuiditas saham tersebut.

Sebagai contoh, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memiliki free float sebesar 45,06%, sementara sekitar 54,94% sahamnya dimiliki oleh PT Dwimuria Investama Andalan. Pemegang Saham PT Dwimuria Investama Andalan adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono.

Data tersebut bisa Anda dapatkan melalui web resmi BBCA, tepatnya pada halaman hubungan investor dan komposisi pemegang saham. Selain itu, sekitar 2,4% dari porsi free float dimiliki oleh pihak yang terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama Andalan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun saham BBCA sebagian besar dikuasai oleh pengendali, likuiditas saham tetap terjaga dengan baik karena jumlah saham beredar cukup besar di tangan investor publik.

Seiring meningkatnya transparansi mengenai kepemilikan saham di atas 1%, investor kini memiliki akses yang lebih baik untuk memahami siapa yang memiliki pengaruh besar dalam perusahaan dan bagaimana kepemilikan tersebut dapat memengaruhi pasar. Cara memeriksa pemegang saham di atas 1% melalui situs BEI, laporan tahunan, dan aplikasi investasi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi yang relevan dan terkini.

Mengetahui siapa pemegang saham besar tidak hanya memungkinkan investor untuk mendeteksi potensi manipulasi pasar, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai likuiditas saham dan kebijakan perusahaan. Transparansi ini membantu investor mengambil keputusan investasi yang lebih terukur.

Informasi mengenai pemilik saham di atas 1% tidak hanya bermanfaat bagi investor, tetapi juga bagi manajer investasi (MI) dalam menyusun strategi portofolio reksa dana yang lebih tepat. Struktur kepemilikan saham dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam analisis fundamental dan pengelolaan risiko investasi.

Jika tertarik berinvestasi pada reksa dana, Anda bisa menggunakan Makmur yang merupakan platform wealth tech berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menyediakan platform investasi terpadu untuk reksa dana dan saham. Salah satu reksa dana saham di Makmur yang dapat Anda pertimbangkan adalah Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data 4 Maret 2026, reksa dana ini berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 8,60% dalam 3 bulan terakhir. 

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo March Ramadhan dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Ramadan Sering Jadi Momentum Seasonal, Ini Strategi Beli Saham yang Perlu Dipertimbangkan

Key Takeaways: Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan menjadi momen yang bermakna bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama Ramadan, terjadi perubahan pola konsumsi, sehingga mendorong peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat, karena banyaknya tradisi dan kebutuhan yang perlu dipenuhi selama bulan suci tersebut. Aktivitas ekonomi tersebut mendorong kinerja perusahaan di sektor tertentu. Oleh […]

author
Content Management
calendar
05 Maret 2026
Artikel

Gejolak Pasar Meningkat Akibat Eskalasi AS‑Iran, Ini Strategi Investasi yang Bisa Dicermati

Key Takeaways: Pada 28 Februari 2026, militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan pusat pemerintahan dan fasilitas militer di Teheran serta sejumlah provinsi lain di Iran. Pemerintah Iran kemudian mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, pada 1 Maret 2026 dan di hari yang sama Iran merespons dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan […]

author
Content Management
calendar
03 Maret 2026
Artikel

Saham yang Bagi Dividen Empat Kali Setahun, Apakah Benar Lebih Stabil untuk Investasi Jangka Panjang?

Key Takeaways: Investasi saham adalah salah satu instrumen keuangan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Banyak investor yang mencari saham dengan pembagian dividen yang konsisten sebagai sumber penghasilan pasif. Dividen adalah pembagian laba yang diberikan perusahaan kepada pemegang sahamnya. Namun, tidak semua emiten memberikan dividen dengan frekuensi yang sama.  Di Indonesia, sebagian besar saham blue […]

author
Content Management
calendar
02 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Februari 2026 Berdasarkan Return

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi […]

author
Content Management
calendar
28 Februari 2026
Artikel

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Februari 2026 Berdasarkan Return

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp261,64 triliun per Januari 2026, naik 3,14% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]

author
Content Management
calendar
28 Februari 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0