Dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada mekanisme yang mengatur pergerakan harga, yaitu sistem fraksi harga. Sistem ini berperan penting dalam menentukan nilai perubahan harga saham, sehingga memberikan kestabilan dan keteraturan dalam perdagangan.
Dengan kata lain, sistem fraksi harga saham adalah ketentuan yang mengatur besaran perubahan harga yang dapat terjadi pada saham yang diperdagangkan di BEI. Fraksi harga dibedakan berdasarkan level harga saham. Sistem ini menetapkan batas perubahan harga yang proporsional terhadap nilai saham, sehingga saham dengan harga tinggi dan saham dengan harga rendah memiliki interval perubahan yang berbeda.
Penerapan sistem fraksi harga di BEI memiliki tujuan sekaligus memberikan manfaat bagi investor, di antaranya:
Dengan adanya batas perubahan harga yang jelas, Anda bisa mengetahui titik untuk membeli atau menjual saham dengan lebih tepat. Fraksi harga membantu memberikan gambaran kepada investor seberapa besar pergerakan harga selanjutnya, sehingga keputusan investasi menjadi lebih terukur.
Penerapan fraksi harga yang proporsional membantu mengendalikan pergerakan harga saham agar tidak berubah secara signifikan dalam waktu singkat. Hal ini meminimalkan risiko kerugian akibat fluktuasi harga yang tiba-tiba.
Fraksi harga yang jelas memastikan setiap transaksi dilakukan sesuai interval harga yang ditetapkan. Dengan demikian, harga beli dan jual dapat disesuaikan dengan cepat, sehingga proses perdagangan menjadi lebih lancar dan berjalan dengan efisien.
Sistem fraksi harga di BEI dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan harga saham. Setiap kategori memiliki ketentuan perubahan harga yang berbeda sebagaimana terinformasi di laman resmi BEI, yaitu idx.co.id. Anda perlu memahami ketentuan tersebut agar bisa mengetahui perubahan harga saham dengan tepat.

Saham dengan harga di bawah Rp200 per lembar termasuk kategori saham dengan nilai relatif rendah di BEI. Untuk saham dalam kategori ini, fraksi harga ditetapkan sebesar Rp1.
Artinya, setiap kenaikan atau penurunan harga saham hanya bisa terjadi dalam kelipatan Rp1. Misalnya, jika harga saham saat ini adalah Rp150, maka harga berikutnya bisa Rp151 atau Rp149.
Saham dengan harga di atas Rp200 hingga Rp500 per lembar termasuk kategori saham dengan nilai menengah di BEI. Untuk saham dalam kategori ini, fraksi harga ditetapkan sebesar Rp2.
Artinya, setiap kenaikan atau penurunan harga saham hanya bisa terjadi dalam kelipatan Rp2. Misalnya, jika harga saham saat ini adalah Rp250, maka harga berikutnya bisa Rp252 atau Rp248.
Saham dengan harga di atas Rp500 hingga Rp2.000 per lembar termasuk kategori saham dengan nilai menengah ke atas di BEI. Untuk saham dalam kategori ini, fraksi harga minimum ditetapkan sebesar Rp5.
Artinya, setiap kenaikan atau penurunan harga saham hanya dapat terjadi dalam kelipatan Rp5. Misalnya, jika harga saham saat ini adalah Rp750, maka perubahan harganya bisa menjadi Rp755 atau Rp745.
Saham dengan harga di atas Rp2.000 hingga Rp5.000 per lembar termasuk kategori saham dengan nilai tinggi di BEI. Untuk saham dalam kategori ini, fraksi harga minimum ditetapkan sebesar Rp10.
Artinya, setiap kenaikan atau penurunan harga saham hanya dapat terjadi dalam kelipatan Rp10. Misalnya, jika harga saham saat ini adalah Rp2.500, maka harga berikutnya bisa menjadi Rp2.510 atau Rp2.490.
Saham dengan harga di atas Rp5.000 per lembar termasuk kategori saham dengan nilai sangat tinggi di BEI. Untuk saham dalam kategori ini, fraksi harga minimum ditetapkan sebesar Rp25.
Artinya, setiap kenaikan atau penurunan harga saham hanya dapat terjadi dalam kelipatan Rp25. Misalnya, jika harga saham saat ini adalah Rp5.200, harga berikutnya bisa menjadi Rp5.225 atau Rp5.175.
Dengan pembagian fraksi harga di atas, Anda dapat memahami bahwa semakin tinggi harga saham, semakin besar pula fraksi harga yang ditetapkan. Ketika terjadi transaksi, harga saham dapat naik atau turun hanya sesuai dengan fraksi yang berlaku.
Mekanisme ini memudahkan Anda dalam membaca pergerakan harga karena setiap kenaikan atau penurunan dapat diprediksi dalam kelipatan tertentu. Selain itu, sistem ini juga mendukung transparansi perdagangan, karena setiap perubahan harga memiliki dasar yang jelas dan konsisten.
Bagi Anda yang ingin mendapatkan eksposur terhadap saham-saham pilihan tanpa harus memantau pergerakan harganya secara langsung, investasi melalui reksa dana saham bisa menjadi pilihan. Melalui reksa dana saham, manajer investasi (MI) yang akan menyeleksi portofolio saham dan mengelola risiko, sehingga Anda juga berpotensi untuk merasakan pertumbuhan harga saham.
Ada beragam produk reksa dana saham yang bisa Anda pilih melalui Makmur, salah satunya Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per tanggal 24 September 2025, reksa dana ini berhasil memberikan return sebesar 21,86% secara year-to-date (ytd).
Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Smart September, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Federal Open Market Committee (FOMC) atau komite kebijakan moneter Federal Reserve resmi menaikkan kisaran target suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 3,75% sampai 4,00% pada 16 September 2026. Keputusan tersebut disetujui secara bulat melalui voting, dengan hasil 12 suara setuju tanpa adanya perbedaan pendapat. Dalam pernyataan resminya, komite FOMC menempatkan keputusan tersebut […]
Key Takeaways: Right issue merupakan salah satu aksi korporasi yang cukup sering dilakukan oleh emiten di pasar modal. Aksi right issue memberikan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk menambah kepemilikan dengan harga tertentu sebelum saham baru ditawarkan lebih luas. Menilai penggunaan dana right issue menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk menebus atau melepas hak tersebut. […]
Key Takeaways: Banyak investor merasa puas ketika melihat nilai investasi mereka terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, pertumbuhan nominal tersebut belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan yang sebenarnya. Ada satu faktor penting yang sering diabaikan, yaitu inflasi. Investor wajib menghitung risiko negative real return karena inflasi yang tinggi dapat membuat nilai riil atau daya beli […]
Key Takeaways: Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor terkemuka di Indonesia yang telah menunjukkan konsistensinya dalam berinvestasi di saham sejak lama. Dengan mengadopsi filosofi value investing, Lo Kheng Hong percaya bahwa investasi yang baik harus didasarkan pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, bukan hanya sekadar fluktuasi harga jangka pendek. Mari kita ulas lebih […]
Key Takeaways: Multiplier effect adalah kondisi ketika perubahan awal pada pengeluaran menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap pendapatan maupun output ekonomi secara keseluruhan. Proses ini terjadi karena pengeluaran satu pihak akan menjadi pendapatan bagi pihak lain, yang kemudian kembali dibelanjakan sehingga menciptakan putaran aktivitas ekonomi baru. Salah satu sumber multiplier effect yang paling sering dibahas […]
Key Takeaways: Aliran dana asing merupakan pergerakan masuk dan keluarnya modal investasi dari investor asing ke suatu negara. Pergerakan ini menjadi salah satu indikator yang sering diamati pelaku pasar karena dapat memberikan gambaran mengenai preferensi risiko investor global terhadap suatu negara. Di tengah ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2026, sikap investor asing terhadap Indonesia menunjukkan dinamika […]