Evaluasi periode investasi menjadi aspek fundamental dalam pengelolaan portofolio. Keberhasilan investasi bergantung pada pemilihan produk dan kemampuan investor untuk secara objektif menilai kinerja dan menyesuaikan periode investasi dengan tujuan keuangan serta profil risiko pribadi. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai indikator kinerja, risiko, dan karakteristik masing-masing jenis reksa dana menjadi krusial bagi setiap investor.
Strategi yang berhasil pada satu investor mungkin tidak berhasil untuk orang lain. Maka dari itu, investor harus menerapkan strategi alokasi aset sesuai dengan situasi, kebutuhan, dan tujuan keuangan pribadi. Alokasi investasi dapat dikatakan optimal apabila strategi tersebut mampu mengantarkan investor mencapai tujuan keuangan yang telah ditetapkan.Tujuan investasi setiap investor dapat berbeda-beda, mulai dari perencanaan pensiun, pembelian rumah, hingga tujuan jangka pendek seperti pendidikan anak. Oleh karena itu, sangat penting bagi investor untuk memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan tujuan dan jangka waktu investasi. Menyesuaikan pilihan reksa dana dengan tujuan dan profil risiko akan membantu investor mencapai hasil yang optimal.
Evaluasi periode investasi reksa dana dilakukan dengan menilai kinerja portofolio secara menyeluruh. Berikut adalah cara mengevaluasi periode investasi reksa dana:
Reksa dana pasar uang (RDPU) adalah jenis reksa dana yang dana kelolaannya sebagian besar dialokasikan pada pasar uang atau obligasi jangka pendek yang jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Untuk mengetahui periode investasi yang ideal untuk RDPU, kita perlu menganalisis bagaimana kinerja RDPU. Sebagai contoh, Insight Retail Cash Fund per 9 Februari 2026 memiliki peningkatan performa sebanyak 6,16% dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Namun, hanya mencatatkan kenaikan 26,88% dalam 5 tahun terakhir.
Angka 26,88% dalam 5 tahun terakhir ini setara dengan kenaikan rata-rata tahunan sebesar 4,88%. Perhitungan ini diperoleh dengan menggunakan rumus Compound Annual Growth Rate (CAGR), di bawah ini detail perhitungannya:
| CAGR = (nilai akhir/nilai awal)1/n – 1 |
Jadi, meskipun RDPU mengalami kenaikan yang relatif terbatas namun stabil dalam lima tahun terakhir, angka tahunan rata-rata dalam periode 5 tahun terakhir relatif lebih rendah, di angka 4,88%. Oleh karena itu, RDPU ini lebih tepat dipertimbangkan untuk tujuan keuangan yang memerlukan likuiditas tinggi dalam waktu singkat, seperti dana darurat atau tabungan untuk liburan, di mana risiko yang lebih rendah dan akses cepat ke dana lebih diutamakan.
Reksa dana pendapatan tetap (RDPT) adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan minimal 80% portofolio pada obligasi dan/atau surat utang dengan jatuh tempo menengah hingga panjang.
RDPT lebih cocok digunakan untuk investasi jangka menengah. Sebagai contoh per 9 Februari 2026, Insight Simas Asna Pendapatan Tetap Syariah I Asna memiliki kenaikan nilai sebesar 13,46% dalam 1 tahun terakhir dan 50,75% dalam 5 tahun terakhir.
RDPT tersebut menghasilkan kenaikan 8,56% per tahun, apabila dihitung menggunakan CAGR dalam periode 5 tahun terakhir. Berikut rincian perhitungannya:
Dari perhitungan tersebut, terlihat bahwa potensi imbal hasil dari RDPT cocok untuk periode investasi jangka pendek hingga menengah, sekitar 1 hingga 5 tahun. RDPT dapat menjadi pilihan bagi investor yang memiliki tujuan keuangan seperti mempersiapkan biaya pendidikan anak, mengumpulkan down payment (DP) pembelian properti, atau persiapan pensiun dalam waktu dekat.
Reksa dana campuran merupakan jenis reksa dana yang mengalokasikan dana kelolaan ke instrumen saham, obligasi, dan pasar uang dengan proporsional, maksimal 79% untuk masing-masing kelas aset.
Periode investasi ideal untuk reksa dana campuran adalah jangka menengah hingga panjang. Sebagai contoh, Sucorinvest Anak Pintar mencatatkan kenaikan 44,89% dalam 1 tahun terakhir dan 101,96% dalam 5 tahun terakhir berdasarkan data 9 Februari 2026.
Dari data tersebut, diketahui bahwa rata-rata kenaikan tahunan sebesar 15,28%. Maka perhitungan CAGR-nya seperti di bawah:
Sebagai catatan, tidak semua reksa dana campuran memiliki performa yang sebanding dengan Sucorinvest Anak Pintar dalam waktu satu dan 5 tahun. Dikarenakan ada eksposur pada instrumen saham, reksa dana campuran lebih cocok untuk investasi jangka menengah hingga jangka panjang seperti membeli kendaraan, properti, atau persiapan pensiun.
Reksa dana saham merupakan jenis reksa dana yang mengalokasikan dana kelolaan minimal 80% pada saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Reksa dana saham menawarkan potensi imbal hasil yang optimal dalam jangka panjang.
Sebagai contoh, Sucorinvest Maxi Fund mengalami pertumbuhan sebesar 71,59% pada 1 tahun terakhir dan pada 5 tahun terakhir sebanyak 63,42% per 9 Februari 2026. Artinya reksa dana saham tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 11,69% per tahun. Untuk mengetahui CAGR-nya, Anda bisa melihat perhitungan berikut:
Setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga pemilihan periode investasi yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan keuangan dan tingkat toleransi risiko masing-masing investor.
Sebagai catatan, meskipun reksa dana pasar uang (RDPU) lebih cocok untuk investasi jangka pendek, bukan berarti return jangka panjangnya tidak menarik. Selama return tersebut masih berada di atas tingkat inflasi, maka dapat dianggap optimal. Hal yang sama juga berlaku untuk reksa dana pendapatan tetap (RDPT), yang menawarkan keseimbangan antara potensi imbal hasil dan tingkat risiko.
Di sisi lain, meskipun reksa dana campuran (RDC) dan reksa dana saham (RDS) menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang, return yang dihasilkan bisa saja sebanding atau bahkan lebih rendah daripada RDPU dan RDPT pada periode tertentu, tergantung pada kondisi pasar.
Untuk mengevaluasi seberapa optimal kinerja reksa dana saham, Anda dapat membandingkan hasil investasinya dengan benchmark kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam periode yang sama, untuk mengetahui apakah reksa dana saham tersebut memberikan hasil yang lebih baik. Anda dapat memilih manajer investasi (MI) yang tepat untuk memperoleh imbal hasil optimal tersebut.
Keputusan untuk memilih jenis reksa dana dan periode investasi haruslah didasarkan pada kebutuhan, tujuan keuangan, serta pemahaman terhadap risiko dan potensi imbal hasil dari masing-masing instrumen investasi. Jika Anda tertarik dengan investasi jangka panjang, di Makmur Anda dapat mempertimbangkan reksa dana saham Sucorinvest Maxi Fund yang memiliki kenaikan dalam 1 tahun terakhir hingga 65,57% berdasarkan data terbaru per 24 April 2026.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo April Resilience dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]