makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Cara Menentukan Alokasi Aset Optimal untuk Portofolio Investasi Jangka Panjang

author
Content Management
author
09 Desember 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Menentukan alokasi aset yang optimal adalah kunci utama dalam membangun portofolio investasi jangka panjang.
  • Profil risiko investor, baik konservatif maupun agresif, memengaruhi komposisi portofolio.
  • Metode Mean-Variance Optimization (MVO) dapat digunakan untuk menghitung alokasi aset yang memberikan keseimbangan antara risiko dan imbal hasil.

Investasi jangka panjang adalah strategi yang sering digunakan oleh investor untuk meraih pertumbuhan aset yang stabil dalam periode yang cukup lama, biasanya lebih dari lima tahun. Salah satu faktor penting yang menentukan kesuksesan investasi jangka panjang adalah alokasi aset yang optimal. 

Alokasi aset adalah strategi yang digunakan untuk membagi dana investasi ke dalam berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, reksa dana, dan investasi alternatif lainnya. Untuk menentukan alokasi aset yang optimal, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti profil risiko, tujuan investasi, dan horizon waktu investasi. 

Alokasi Aset Optimal untuk Jangka Panjang

Di bawah ini merupakan cara dan langkah detail dalam menentukan alokasi aset yang optimal:

1. Menilai profil risiko

Langkah pertama dalam menentukan alokasi aset optimal adalah menilai profil risiko Anda. Setiap investor memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda terhadap fluktuasi pasar. Ada dua jenis profil risiko utama: konservatif dan agresif.

  • Profil konservatif

Jika Anda memiliki profil konservatif, Anda lebih cenderung untuk menghindari risiko besar. Alokasi aset Anda mungkin akan lebih banyak diinvestasikan pada instrumen yang lebih stabil, seperti obligasi atau reksa dana pendapatan tetap.

  • Profil agresif

Sebaliknya, jika Anda memiliki profil agresif, Anda lebih bersedia untuk menghadapi fluktuasi pasar dengan harapan mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Anda akan lebih banyak berinvestasi di instrumen yang lebih volatile, seperti saham atau reksa dana saham.

Sebagai contoh, seorang investor dengan profil risiko konservatif mungkin akan memilih alokasi 70% pada obligasi dan 30% pada saham, sedangkan investor dengan profil risiko agresif mungkin akan memilih 80% pada saham dan 20% pada obligasi.

2. Tujuan investasi

Tujuan investasi Anda juga berperan penting dalam menentukan alokasi aset. Jika tujuan Anda adalah untuk pensiun dalam 30 tahun mendatang, Anda bisa lebih agresif dalam alokasi aset Anda. Sebaliknya, jika tujuan Anda adalah untuk memenuhi biaya pendidikan anak dalam 5 tahun, Anda mungkin perlu mempertimbangkan alokasi yang lebih konservatif untuk mengurangi risiko volatilitas dalam waktu dekat.

Tujuan investasi memiliki korelasi dengan horizon waktu investasi, yaitu periode di mana Anda berencana untuk menunggu investasi Anda bertumbuh. Semakin lama horizon waktu investasi Anda, semakin besar potensi untuk mengambil risiko lebih tinggi karena Anda memiliki waktu untuk mengatasi fluktuasi pasar yang terjadi. Untuk investasi jangka panjang, Anda bisa memilih alokasi yang lebih berat pada instrumen berisiko tinggi seperti saham atau reksa dana saham.

Sebagai contoh, jika Anda merencanakan pensiun 30 tahun mendatang, Anda menentukan porsi investasi dengan memiliki 70% saham dan 30% obligasi. Alokasi ini memberikan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi melalui saham, namun tetap menjaga sebagian portofolio dalam instrumen yang lebih rendah risiko seperti obligasi.

3. Diversifikasi portofolio

Diversifikasi adalah strategi untuk mengurangi risiko dalam portofolio investasi dengan memiliki berbagai jenis aset. Diversifikasi membantu menyeimbangkan risiko dan potensi imbal hasil. Dalam menentukan alokasi aset, pastikan untuk mendiversifikasi investasi Anda di berbagai jenis aset yang berbeda, seperti saham, obligasi, dan reksa dana, serta di berbagai sektor dan geografis.

Contohnya, jika Anda mengalokasikan 60% saham dalam portofolio, pastikan untuk mendiversifikasikan saham tersebut ke dalam berbagai sektor seperti teknologi, kesehatan, dan energi, serta memilih saham dari pasar domestik dan internasional.

Contoh Perhitungan Alokasi Aset Optimal

Untuk menghitung alokasi aset yang optimal, Anda bisa menggunakan metode Mean-Variance Optimization (MVO), yang diperkenalkan oleh Harry Markowitz. Metode ini membantu untuk memilih kombinasi aset yang memaksimalkan imbal hasil dengan mempertimbangkan tingkat risiko.

Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat portofolio investasi jangka panjang dengan alokasi 80% pada saham dan 20% pada obligasi, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting, yaitu:

  • Return (imbal hasil) yang diharapkan dari masing-masing aset.
  • Volatilitas (tingkat fluktuasi) masing-masing aset.
  • Korelasi antara saham dan obligasi.

Asumsi data historis

  • Bobot saham = 80% (0.8)
  • Bobot obligasi = 20% (0.2)
  • Return saham = 12%
  • Return obligasi = 5%
  • Volatilitas saham = 15%
  • Volatilitas obligasi = 6%
  • Korelasi antara saham dan obligasi = 0.25

Langkah perhitungan

  1. Menghitung return portofolio
Return portofolio = (bobot saham × return saham) + (bobot obligasi × return obligasi)
  • Return portofolio 

= (0.8 × 12%) + (0.2 × 5%)

= 9.6% + 1%

= 10.6%

  1. Menghitung varians dan volatilitas portofolio
(bobot saham² × volatilitas_saham²) + (bobot obligasi² × volatilitas_obligasi²) +(2 × bobot saham × bobot obligasi × volatilitas saham × volatilitas obligasi × korelasi)
  • Varians portofolio 

= (0.8² × 15%²) + (0.2² × 6%²) + (2 × 0.8 × 0.2 × 15% × 6% × 0.25)

  • Langkah per langkah:
    • 0.8² = 0.64
    • 15%² = 0.0225
    • 0.2² = 0.04
    • 6%² = 0.0036
    • 2 × 0.8 × 0.2 × 0.15 × 0.06 × 0.25 = 0.00072
  • Jadi, varians portofolio = (0.64 × 0.0225) + (0.04 × 0.0036) + 0.00072

= 0.0144 + 0.000144 + 0.00072

= 0.015264

  • Volatilitas portofolio = √0.015264 = 12.35%

Dengan alokasi 80% saham dan 20% obligasi, portofolio Anda memiliki return tahunan rata-rata sekitar 10,6%, dengan risiko atau volatilitas sekitar 12,4%. Kombinasi ini menunjukkan portofolio yang agresif dengan potensi pertumbuhan yang tinggi, namun dengan tingkat risiko yang masih relatif terukur untuk investor dengan profil risiko agresif dan berorientasi jangka panjang.

Menentukan alokasi aset yang optimal untuk portofolio investasi jangka panjang melibatkan beberapa langkah, seperti menilai profil risiko, menetapkan tujuan investasi, mempertimbangkan horizon waktu, dan menerapkan diversifikasi. 

Salah satu pilihan yang praktis untuk investor jangka panjang, terutama yang memiliki profil risiko agresif, adalah berinvestasi di reksa dana saham. Dana Anda akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi (MI) dan akan terdiversifikasi secara otomatis. 

Anda bisa menemukan berbagai produk reksa dana saham di Makmur, salah satunya Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan fund fact sheet 31 Oktober 2025, terdapat beberapa sektor saham yang menjadi fokus investasi. Sektor yang paling dominan adalah keuangan, khususnya perbankan, yang mencerminkan orientasi pada stabilitas dan potensi pertumbuhan dari institusi keuangan besar. 

Selain itu, terdapat eksposur pada saham di sektor energi, yang memberikan peluang imbal hasil dari komoditas seperti batu bara dan logam. Saham sektor properti dan real estate, sektor barang konsumsi, dan sektor infrastruktur juga mencerminkan strategi diversifikasi reksa dana saham ini untuk mengelola risiko dan memaksimalkan potensi pertumbuhan portofolio. Hasilnya? Berdasarkan data per 08 Desember 2025, Sucorinvest Maxi Fund mencatatkan 42,85% dalam 1 tahun terakhir, dan dalam 5 tahun terakhir telah bertumbuh 60,77%.


Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo December Thrive, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Jangan Asal Pilih, Ini Karakteristik Perusahaan yang Cocok untuk Strategi Nabung Saham

Key Takeaways: Investasi saham saat ini merupakan hal yang umum dilakukan oleh banyak orang, terutama dengan hadirnya program Yuk Nabung Saham yang diinisiasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2017. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menabung saham sebagai instrumen investasi jangka panjang.  Melalui program ini, BEI berupaya mendorong masyarakat […]

author
Content Management
calendar
30 Januari 2026
Artikel

Tidak Semua Fase Menguntungkan, Memahami Siklus Ekonomi Bisa Jadi Landasan dalam Membuat Strategi Investasi

Key Takeaways: Dalam berinvestasi, tidak semua keputusan dapat menghasilkan keuntungan, karena beberapa fase ekonomi dapat memberikan hasil yang kurang menguntungkan. Oleh karena itu, pemahaman tentang siklus ekonomi sangatlah penting, karena membantu Anda dalam merencanakan strategi investasi yang lebih tepat.  Siklus ekonomi merupakan pola aktivitas ekonomi yang terjadi secara berulang dalam suatu periode perekonomian, yang dipengaruhi […]

author
Content Management
calendar
29 Januari 2026
Artikel

MSCI Bekukan Sementara Rebalancing, IHSG Trading Halt Usai Koreksi Tajam Hingga >-8%

Key Takeaways: Morgan Stanley Capital International (MSCI) secara resmi mengumumkan pembekuan sementara (interim freeze) rebalancing untuk seluruh indeks saham Indonesia pada Selasa, 27 Januari 2026. Langkah pembekuan rebalancing MSCI ini diambil menyusul kekhawatiran MSCI terhadap transparansi struktur kepemilikan saham dan potensi praktik perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia.  MSCI merupakan perusahaan riset asal Amerika Serikat […]

author
Content Management
calendar
28 Januari 2026
Artikel

Apakah Saham Blue Chip Cocok untuk Investasi Jangka Panjang? Ini Penjelasannya

Key Takeaways: Saham blue chip merujuk pada saham yang diterbitkan oleh perusahaan besar, stabil, dan sering ditransaksikan di pasar saham. Perusahaan-perusahaan ini umumnya memiliki rekam jejak yang panjang, kinerja keuangan yang solid, serta kemampuan untuk bertahan dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Istilah “blue chip” diambil dari permainan poker, di mana “blue chip” adalah chip dengan […]

author
Content Management
calendar
27 Januari 2026
Artikel

Saham yang Berpotensi Masuk MSCI Februari 2026, Investor Perlu Cermati Risiko dan Kriterianya

Key Takeaways: Pasar modal Indonesia sedang bersiap menghadapi agenda penting, yaitu rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan diumumkan pada 10 Februari 2026 dan efektif diberlakukan mulai 2 Maret 2026. Proses rebalancing ini rutin dilakukan oleh MSCI untuk memastikan bahwa indeks tetap representatif terhadap kondisi pasar global dan domestik. Mengapa hal tersebut penting? […]

author
Content Management
calendar
26 Januari 2026
Artikel

Return on Investment Besar Belum Tentu Ideal, Ini Cara Menilainya

Key Takeaways: Return on Investment (ROI) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu investasi. ROI menunjukkan seberapa efektif investasi yang dilakukan dalam menghasilkan keuntungan. Secara umum, semakin besar ROI yang diperoleh, semakin baik kinerja investasi tersebut. Namun, ROI yang besar tidak selalu mencerminkan investasi yang ideal karena masih terdapat faktor lain yang […]

author
Content Management
calendar
22 Januari 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0