makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Investasi di Saham Sektor Basic Materials, Mengapa Sangat Dipengaruhi Harga Komoditas Global?

author
Content Management
author
20 April 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Harga komoditas global sangat memengaruhi kinerja saham sektor basic materials.
  • Diversifikasi portofolio dan pemantauan tren global adalah strategi penting untuk mengelola risiko. 
  • Pemahaman mendalam tentang faktor yang memengaruhi harga komoditas penting dalam pengambilan keputusan investasi.

Sektor saham basic materials di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencakup emiten penyedia bahan baku industri, seperti logam, pertambangan, semen, dan kimia. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) merupakan contoh emiten sektor saham basic materials atau bahan baku. 

Saham sektor basic materials di BEI berpotensi memberikan imbal hasil yang atraktif karena memiliki fundamental yang relatif solid, namun pergerakannya sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas global. Harga komoditas seperti emas, nikel, dan timah memiliki dampak langsung terhadap kinerja perusahaan dalam sektor ini. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami bagaimana harga komoditas global dapat memengaruhi saham sektor basic materials.

Mengapa Sektor Basic Materials Dipengaruhi oleh Harga Komoditas Global?

Sektor basic materials atau bahan baku memiliki hubungan yang erat dengan harga komoditas global. Jika harga komoditas di pasar internasional naik, biasanya harga saham perusahaan di sektor ini cenderung naik, begitu pun sebaliknya. Berikut adalah alasan mengapa ketergantungan ini sangat kuat:

1. Status sebagai “price taker

Sebagian besar perusahaan di sektor bahan baku, seperti ANTM untuk nikel atau AMMN untuk tembaga, berstatus sebagai price taker. Artinya, perusahaan-perusahaan ini tidak memiliki kekuatan untuk menentukan harga jual produk mereka sendiri. 

Sebaliknya, harga jual produk ditentukan oleh bursa komoditas internasional yang memengaruhi pasar global. Sebagai contoh, harga logam industri seperti nikel, tembaga, dan timah ditentukan oleh London Metal Exchange (LME), sedangkan harga emas dipengaruhi oleh London Bullion Market Association (LBMA).

London Metal Exchange (LME) adalah bursa komoditas internasional yang memfasilitasi perdagangan berbagai logam industri, seperti tembaga, nikel, dan timah. LME menjadi acuan utama harga logam di pasar global karena volume perdagangan yang sangat besar. 

London Bullion Market Association (LBMA), di sisi lain, adalah organisasi yang mengatur perdagangan emas dan perak di pasar internasional. Harga emas yang diperdagangkan di LBMA digunakan sebagai patokan dalam pasar logam mulia secara global.

2. Struktur biaya operasional yang tetap

Biaya untuk menambang atau mengolah bahan baku, seperti gaji karyawan, biaya sewa alat berat, dan perawatan pabrik, cenderung bersifat tetap (fixed cost). Artinya, biaya-biaya ini cenderung tidak berubah dalam jangka pendek.

Ketika harga komoditas naik, margin keuntungan perusahaan dapat meningkat signifikan karena biaya produksi tetap sama, sementara harga jual produk mengalami lonjakan. Sebaliknya, jika harga komoditas turun, keuntungan perusahaan bisa tergerus dengan cepat atau bahkan berisiko merugi, karena biaya operasional yang tetap tidak dapat turun secepat penurunan harga pasar.

Sebagai contoh, pada sepanjang tahun 2025, terjadi kenaikan harga komoditas emas secara global sebesar +64,72% yang memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Harga saham ANTM sepanjang tahun 2025 mengalami lonjakan hingga 106,6% secara year-on-year (yoy).

Dengan volume produksi yang stabil, kenaikan harga emas hingga US$4.300/t.oz menjadi katalis positif bagi kinerja keuangan emiten ANTM. Per 9M2025, emiten ANTM mencatat kenaikan pendapatan 66,7% dan laba bersih melonjak signifikan sebesar 196,5% secara yoy.

3. Komoditas dijadikan aset investasi

Bahan baku seperti emas, yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), sering dianggap sebagai aset pelindung nilai (safe haven). Ketika terjadi ketidakpastian geopolitik atau inflasi tinggi secara global, investor cenderung membeli emas sebagai tempat berlindung. Peningkatan permintaan global ini mendorong harga emas naik, yang pada gilirannya meningkatkan nilai aset dan prospek laba bagi perusahaan tambang emas, termasuk yang ada di Indonesia.

Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu periode paling bersejarah bagi pergerakan harga emas, baik di pasar global maupun domestik, di mana harga logam mulia ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High) berkali-kali. Sepanjang tahun 2025, harga emas dunia mencapai rekor baru hingga 53 kali, dengan kenaikan harga sekitar 64,72% sepanjang tahun tersebut.

Di Indonesia, harga emas bahkan mengalami kenaikan yang lebih tinggi, dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. Harga emas Antam ditutup dengan kenaikan sebesar 68,46% pada akhir tahun 2025. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berhasil menjual sebanyak 37.406 kg emas sepanjang tahun 2025.

Strategi Investasi Saham Sektor Basic Materials

Investasi di saham sektor basic materials membutuhkan strategi yang hati-hati dan terencana. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu investor mengelola risiko dan mengoptimalkan potensi imbal hasil.

1. Fokus pada Pemimpin Pasar

Saham dengan kapitalisasi pasar besar cenderung dianggap lebih stabil dan likuid, menjadikannya pilihan yang menarik bagi investor yang menginginkan keamanan dan kestabilan dalam portofolio. Perusahaan besar dengan posisi dominan di pasar juga cenderung memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi. 

Salah satu cara untuk memanfaatkan potensi keuntungan di sektor bahan baku adalah dengan fokus pada perusahaan yang memimpin pasar di sub-sektor tertentu. Sebagai contoh, emiten seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific (TPIA) telah mencatatkan kinerja yang impresif, khususnya di sub-sektor petrokimia. 

BRPT beroperasi di bidang petrokimia, energi panas bumi, pembangkit listrik, pengusahaan hutan, industri kayu, lem (perekat), properti, logistik, dan investasi. Sedangkan, TPIA memproduksi olefin (etilena, propilena, pygas, mixed C4), polyolefin (polyethylene, polypropylene), styrene monomer, butadiene, serta produk sampingan untuk pasar domestik dan regional.

Kedua perusahaan tersebut menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan. BRPT per 9M2025 mencatat kenaikan laba bersih sebesar 2.990,1% dan TPIA juga menunjukkan kinerja sangat positif dengan kenaikan mencapai 3022,8%. Hal ini mencerminkan kapasitasnya untuk memanfaatkan peluang dalam industri yang tengah berkembang. BRPT dan TPIA tidak hanya memiliki pangsa pasar yang besar, tetapi juga memiliki keunggulan operasional dan jaringan distribusi yang kuat.

Apabila fokus pada perusahaan pemimpin pasar seperti BRPT dan TPIA, investor dapat meminimalisir risiko investasi karena perusahaan tersebut memiliki rekam jejak yang baik dalam menghasilkan pendapatan yang konsisten dan mengelola perubahan pasar dengan efektif. Selain itu, kapitalisasi pasar yang besar memberi likuiditas yang lebih tinggi, sehingga memungkinkan investor untuk masuk dan keluar posisi dengan lebih mudah.

2. Pantau kebijakan pemerintah

Kebijakan pemerintah di tingkat nasional dan internasional juga memengaruhi harga komoditas. Kebijakan perdagangan, tarif, dan regulasi lingkungan dapat berdampak besar pada harga komoditas global. Sebagai contoh, kebijakan impor atau ekspor yang lebih ketat di negara-negara besar penghasil timah, seperti Indonesia, dapat memengaruhi pasokan global dan harga komoditas tersebut.

Selain itu, kebijakan energi atau perubahan regulasi lingkungan di berbagai negara juga dapat memengaruhi biaya produksi dalam sektor basic materials. Perubahan kebijakan pemerintah dapat memengaruhi keuntungan perusahaan-perusahaan dalam sektor ini, yang pada akhirnya akan berdampak pada saham.

Sebagai contoh, kenaikan harga salah satu saham sektor basic materials, yaitu PT Timah Tbk (TINS) dari Rp1.075 pada awal Januari 2025 menjadi Rp3.110 pada Januari akhir 2026 atau sekitar 190,6%. Peningkatan kinerja harga saham ini sangat dipengaruhi oleh lonjakan harga komoditas timah global. 

Sebagai salah satu negara penghasil timah terbesar, Indonesia merasakan dampak signifikan dari fluktuasi harga timah internasional. Kenaikan harga timah ini didorong oleh permintaan yang kuat dari sektor kendaraan listrik (EV), di mana timah digunakan dalam komponen elektronik dan rantai pasok industri tersebut.

Kebijakan pemerintah di negara besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat yang mendukung adopsi kendaraan listrik dengan insentif dan subsidi semakin meningkatkan kebutuhan timah. Hal ini memperkuat prospek sektor ini dan meningkatkan daya tarik saham TINS bagi investor yang optimis terhadap masa depan perusahaan dan sektor kendaraan listrik.

Selain itu, kebijakan pemerintah Indonesia yang mendukung industri kendaraan listrik melalui insentif fiskal mendorong adopsi kendaraan listrik domestik, meningkatkan permintaan timah untuk baterai EV. Kenaikan harga timah ini tercermin pada lonjakan harga saham TINS, menarik perhatian investor dan mendorong kenaikan signifikan pada harga sahamnya. 

Namun, investor perlu memperhitungkan volatilitas harga komoditas global yang dapat berfluktuasi, serta memahami faktor yang memengaruhi harga timah dan perkembangan industri kendaraan listrik untuk membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan berpotensi menguntungkan.

3. Terapkan strategi rotasi sektor

Sektor bahan baku cenderung menjadi sorotan di awal tahun, terutama saat terjadinya January Effect atau ketika inflasi mulai terkendali dan permintaan industri mulai meningkat. Salah satu contoh terkini adalah selama Januari 2026, di mana indeks IDXBASIC mencatatkan lonjakan hingga 8,5%, memimpin kenaikan di antara semua sektor lainnya.

Strategi rotasi sektor ini memanfaatkan momentum tersebut, di mana aliran dana asing (foreign inflow) cenderung mengalir ke sektor basic materials, terutama ketika terdapat optimisme pasar terhadap prospek ekonomi dan sektor yang terkait dengan bahan baku industri. 

Investor yang menerapkan strategi ini berfokus untuk membeli saham di sektor bahan baku saat terdapat lonjakan permintaan atau faktor-faktor yang mendorong sektor tersebut, seperti stabilisasi inflasi, peningkatan kebutuhan industri, atau kebijakan pemerintah yang mendukung sektor tersebut.

Dengan memanfaatkan rotasi sektor, investor dapat memperoleh keuntungan dari pergerakan harga saham sektor bahan baku yang cenderung naik pesat pada periode-periode tertentu, seperti saat permintaan global terhadap komoditas meningkat atau harga komoditas mengalami lonjakan. Oleh karena itu, memahami siklus pasar dan memahami faktor yang memengaruhi saham sektor basic materials menjadi hal penting dalam pengambilan keputusan investasi.

Saham sektor basic materials menawarkan potensi imbal hasil yang menarik, namun juga membawa risiko yang perlu diperhatikan. Jika Anda tidak memiliki waktu, pengetahuan, atau pengalaman yang cukup untuk melakukan analisis terhadap saham tersebut, investasi melalui reksa dana saham dapat menjadi opsi yang dapat dipertimbangkan. 

Pada reksa dana saham, dana investasi Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) yang mampu memanfaatkan strategi diversifikasi dan memantau tren perubahan bahan baku, sehingga berpotensi meraih imbal hasil yang optimal.

Tersedia beragam pilihan produk reksa dana saham yang dapat disesuaikan dengan tujuan investasi Anda melalui Makmur. Salah satunya adalah Sucorinvest Equity Fund Kelas A, yang dikelola untuk memberikan tingkat keuntungan yang optimal dalam jangka panjang. Berdasarkan fund fact sheet per 31 Maret 2026, PT Timah Tbk tercatat sebagai salah satu emiten dalam portofolio, dengan porsi alokasi sebesar 6,26% dari total aset yang dikelola.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan InfoVesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo April Resilience dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Optimalkan Peluang di Tengah Volatilitas Pasar Obligasi dengan Makmur iElite

Key Takeaways: Memasuki kuartal II 2026, pasar keuangan global masih menunjukkan peningkatan volatilitas yang dipicu oleh berlanjutnya tekanan geopolitik serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global. Di tengah kondisi tersebut, peningkatan penerbitan utang negara (debt issuance) secara global turut menambah pasokan obligasi di pasar, sehingga memberikan tekanan pada harga dan mendorong pergerakan yield menjadi semakin […]

author
Content Management
calendar
15 April 2026
Artikel

WTI Naik 8% Usai Trump Umumkan Rencana Blokade Selat Hormuz, Instrumen Ini Bisa Dicermati

Key Takeaways: Harga minyak dunia kembali melonjak setelah pernyataan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait kebijakan geopolitik. Pada (13/4) pagi, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) mencapai level US$105 per barel, mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kenaikan ini dipicu oleh instruksi langsung kepada Angkatan Laut AS untuk memulai […]

author
Content Management
calendar
14 April 2026
Artikel

Jika Emiten Mengumumkan Right Issue, Bagaimana Cara Menilai Potensi dan Risikonya?

Key Takeaways: Investasi saham melibatkan keputusan yang kompleks, salah satunya adalah mempertimbangkan apakah saham yang melakukan right issue layak untuk investasi jangka panjang. Right issue adalah mekanisme penerbitan saham baru yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham tambahan pada harga tertentu. Keputusan ini memiliki potensi keuntungan bagi investor, namun juga menyimpan berbagai […]

author
Content Management
calendar
13 April 2026
Artikel

Potensi Imbal Hasil untuk Investor yang Memiliki Saham Preferen dan Saham Biasa Berbeda, Ini Faktornya

Key Takeaways: Saham preferen adalah jenis instrumen investasi yang menggabungkan karakteristik instrumen saham dan obligasi. Sebagai pemegang saham preferen, seorang investor memiliki hak kepemilikan di perusahaan, namun dengan beberapa keistimewaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemegang saham biasa.  Saham preferen memberikan prioritas dalam pembayaran dividen, tetapi tidak memberikan hak suara dalam rapat umum pemegang saham […]

author
Content Management
calendar
10 April 2026
Artikel

BEI Rilis 9 Saham dengan Kepemilikan di Atas 95%, Ini yang Perlu Investor Tahu

Key Takeaways: Transparansi menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan investor di pasar modal. Oleh karena itu, regulator di Indonesia melakukan berbagai pembenahan dan langkah strategis. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menuntaskan empat agenda penguatan transparansi pasar modal Indonesia.  Salah satu dari empat agenda penting tersebut […]

author
Content Management
calendar
09 April 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0