






Banyak investor memiliki keinginan untuk membeli saham pada harga serendah mungkin. Secara teori, membeli di titik terendah memang dapat menghasilkan potensi keuntungan yang lebih besar ketika pasar kembali naik. Namun, dalam praktiknya, menentukan kapan harga saham atau indeks mencapai titik terendah bukanlah hal yang mudah.
Fenomena ini sering dikaitkan dengan market timing, yaitu pendekatan investasi yang berusaha menentukan waktu terbaik untuk masuk dan keluar dari pasar berdasarkan prediksi pergerakan harga di masa depan. Investor yang menerapkan market timing biasanya menunggu harga dianggap cukup murah sebelum membeli, lalu berupaya menjual ketika harga dinilai sudah tinggi.
Meskipun terdengar ideal, strategi ini memiliki tantangan besar. Tidak ada metode yang mampu memprediksi pergerakan pasar secara konsisten dengan tingkat akurasi sempurna. Faktor ekonomi, kebijakan pemerintah, sentimen investor, hingga kondisi geopolitik dapat memengaruhi arah pasar. Akibatnya, terlalu fokus mencari “harga termurah” justru dapat membuat investor kehilangan berbagai peluang investasi yang sebenarnya sudah tersedia di depan mata.
Sebelum memutuskan untuk menunda investasi demi menunggu harga yang lebih murah, terdapat beberapa hal penting yang perlu dipahami:
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah anggapan bahwa investor dapat mengetahui dengan pasti kapan pasar mencapai titik terendah. Kenyataannya, pasar saham bergerak berdasarkan banyak variabel yang saling berkaitan dan sulit diprediksi secara akurat.
Bahkan investor profesional sekalipun tidak selalu mampu menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual aset. Oleh sebab itu, keputusan investasi yang hanya didasarkan pada upaya mencari titik terendah berpotensi menimbulkan penyesalan apabila pasar berbalik arah lebih cepat dari perkiraan.
Sebagai contoh, berikut gambaran pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026.
Gambar 1. Pergerakan IHSG secara year-to-date (YTD) 2026
Sumber: Makmur App
Sepanjang Semester I 2026, IHSG bergerak sangat fluktuatif. IHSG sempat menyentuh titik terendahnya pada 8 Juni 2026, dengan koreksi sekitar 38% secara YTD. Setelah itu, indeks sempat rebound pada periode 9-15 Juni 2026. Namun, tekanan kembali muncul menjelang akhir bulan, sehingga hingga penutupan Semester I (30 Juni 2026), IHSG tercatat turun sekitar 34,7% secara YTD.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan pasar tidak selalu berjalan secara linear. Penurunan tajam dapat diikuti oleh pemulihan dalam waktu singkat. Sebaliknya, kenaikan yang terjadi juga dapat kembali terkoreksi.
Oleh karena itu, penting untuk dipahami bahwa tidak ada pihak yang mengetahui secara pasti titik terendah penurunan IHSG. Investor yang memilih untuk terus menunggu harga lebih murah berisiko kehilangan kesempatan ketika pasar mulai pulih lebih awal dari ekspektasi.
Alih-alih berusaha menebak titik terendah pasar, Anda dapat lebih berfokus pada kualitas perusahaan, fundamental bisnis, serta tujuan investasi jangka panjang yang ingin dicapai.
Aspek penting lainnya yang perlu dipahami adalah bahwa sebagian besar keuntungan investasi sering kali berasal dari sejumlah kecil hari dengan kenaikan signifikan. Ketika investor menunggu harga yang dianggap paling murah, terdapat kemungkinan besar mereka justru tidak berada di pasar pada saat terjadi pemulihan tajam. Padahal, momentum tersebut dapat memberikan kontribusi besar terhadap hasil investasi dalam jangka panjang.
Sebagai contoh, setelah menyentuh titik terendahnya di level 5.342,14 pada 8 Juni 2026, IHSG rebound sekitar 17,09% ke level 6.254,97 hingga 15 Juni 2026. Kenaikan tersebut terjadi dalam waktu relatif singkat setelah pasar mengalami tekanan berat.
Kemudian, setelah 15 Juni 2026, IHSG kembali terkoreksi -9,78% ke level Rp5.643,19 pada 30 Juni 2026. Bagi investor yang sebelumnya memilih keluar dari pasar atau menunda pembelian karena berharap harga turun lebih dalam, momentum tersebut justru berpotensi terlewat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa berapa lama Anda berinvestasi di pasar cenderung lebih menentukan hasil dibandingkan kemampuan menentukan waktu terbaik untuk membeli saham. Oleh karena itu, terlalu berfokus pada prediksi jangka pendek dapat membuat Anda kehilangan potensi pertumbuhan yang sebenarnya sedang berlangsung. Semakin lama dana diinvestasikan pada aset yang berkualitas, semakin besar peluang memperoleh manfaat dari pertumbuhan jangka panjang.
Salah satu pendekatan yang dapat membantu mengurangi risiko market timing adalah melakukan investasi secara rutin dan disiplin. Melalui investasi berkala, Anda tidak perlu menebak kapan pasar berada di titik terendah atau tertinggi. Dana dapat diinvestasikan secara konsisten untuk membeli lebih banyak unit aset ketika harga turun dan lebih sedikit ketika harga naik.
Strategi ini membantu meredam pengaruh fluktuasi pasar dalam jangka pendek sekaligus mengurangi tekanan emosional saat mengambil keputusan investasi. Namun, investasi rutin bukan berarti mengabaikan kualitas aset yang dipilih. Anda tetap perlu mempertimbangkan berbagai aspek penting, seperti kondisi fundamental perusahaan, prospek pertumbuhan bisnis, posisi kompetitif di industri, serta valuasi yang masuk akal.
Ketika pasar sedang berada dalam fase koreksi, investor justru memiliki kesempatan untuk mengakumulasi saham-saham berkualitas dengan harga yang lebih menarik dibandingkan saat kondisi pasar sedang euforia.
Secara keseluruhan, cara untuk menghindari risiko market timing sebenarnya sederhana. Berapa lama waktu Anda berada di dalam pasar, cenderung lebih menentukan hasil dibandingkan ketepatan menentukan potensi momen akumulasi saham dengan harga yang paling menarik.
Selama Anda berinvestasi pada aset berkualitas secara konsisten dan dengan jangka waktu yang panjang, dampak dari risiko gejolak jangka pendek seperti yang terjadi pada IHSG sepanjang 2026 dapat diminimalkan.
Apabila Anda belum memiliki waktu, pengalaman, atau keahlian untuk menganalisis kondisi pasar dan memilih saham secara mandiri, reksa dana saham dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang dapat dipertimbangkan. Dalam reksa dana saham, dana investor akan dikelola oleh manajer investasi (MI) yang bertanggung jawab menyusun portofolio sesuai dengan kebijakan investasi yang telah ditetapkan.
Anda dapat membeli reksa dana saham di Makmur, perusahaan wealth-tech yang menyediakan layanan investasi terpadu untuk saham dan reksa dana, serta telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu produk yang bisa Anda pertimbangkan adalah Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per 24 Juli 2026, reksa dana tersebut mencatatkan kinerja sekitar 50,36% dalam 1 tahun terakhir. Perlu dicatat, produk ini tergolong reksa dana saham dengan profil risiko tinggi, sehingga nilainya dapat berfluktuasi cukup besar dalam jangka pendek, termasuk mengalami koreksi pada masa pasar sedang tertekan.
Selain itu, Anda juga dapat mempertimbangkan reksa dana campuran untuk diversifikasi, misalnya Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A. Reksa dana campuran mengombinasikan efek saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, sehingga fluktuasinya cenderung lebih moderat dibandingkan reksa dana saham murni. Berdasarkan data per 24 Juli 2026, produk ini mencatatkan kinerja sekitar 22,95% dalam 1 tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.
Link: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Seiring skalanya yang besar, komposisi anggaran program ini turut menjadi bahan diskusi publik, termasuk mengenai porsi belanja untuk komponen pendukung di luar bahan makanan. Untuk memahami gambaran tersebut, berikut alokasi anggaran Badan Gizi […]
Key Takeaways: Investasi saham sering menjadi pilihan bagi para investor yang bertujuan memperoleh keuntungan. Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang signifikan, investasi saham juga memiliki risiko yang cukup tinggi, termasuk bila harga saham yang dibeli mengalami penurunan. Terdapat beberapa strategi untuk mengatasi kerugian tersebut, salah satunya adalah average down. Strategi ini memungkinkan investor membeli lebih banyak […]
Key Takeaways: Masuk ke pasar modal melalui Initial Public Offering (IPO) merupakan salah satu langkah besar dalam perjalanan sebuah bisnis. Dengan IPO, akses terhadap pendanaan menjadi lebih luas melalui penerbitan saham. Namun dalam praktiknya, IPO bukanlah satu-satunya cara untuk memperoleh dana tambahan. Banyak emiten tetap aktif menghimpun dana melalui instrumen lain, salah satunya obligasi korporasi. […]
Key Takeaways: Dalam industri tambang batu bara, harga komoditas global kerap menjadi acuan utama dalam menentukan pendapatan emiten. Untuk batu bara termal, acuan yang umum dipakai adalah indeks seperti Newcastle atau ICI, sedangkan batu bara metalurgi (kokas) mengacu pada harga hard coking coal. Pergerakan harga ini sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran global, sehingga […]
Key Takeaways: Menyusun target keuangan tahunan sering kali terdengar sederhana, tetapi dalam praktiknya tidak selalu mudah dijalankan secara konsisten. Ketika tidak disertai dengan perencanaan yang jelas, target tersebut berisiko tidak terealisasi. Di sinilah pentingnya menggunakan metode perencanaan keuangan yang lebih terstruktur, salah satunya melalui metode SMART. Metode ini membantu Anda menyusun tujuan keuangan secara lebih […]