Harga minyak dunia kembali melonjak setelah pernyataan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait kebijakan geopolitik. Pada (13/4) pagi, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) mencapai level US$105 per barel, mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan ini dipicu oleh instruksi langsung kepada Angkatan Laut AS untuk memulai blokade di Selat Hormuz setelah kegagalan perundingan damai dengan Iran di Islamabad. Angkatan Laut AS diinstruksikan untuk menghentikan dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran.
Sebelum rencana blokade diumumkan pada (13/4), harga minyak mentah dunia WTI pada Rabu, 8 April 2026 sempat berada di level US$94,41 hingga US$94,85 per barel. Donald Trump saat itu mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran. Pasar merespons positif karena jalur Selat Hormuz tetap terbuka dan aman bagi pelayaran kapal tanker.
Diketahui, delegasi AS dan Iran melakukan perundingan selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu, 11 April 2026. Namun, pada Minggu, 12 April 2026, perundingan tersebut dinyatakan gagal tanpa kesepakatan. Iran mengklaim kesepakatan hampir tercapai. Namun, pihak AS secara sepihak mengubah tuntutan, termasuk kontrol penuh atas Selat Hormuz. Kegagalan tersebut langsung direspons Donald Trump dengan pengumuman blokade pada Minggu malam, yang memicu gejolak pasar dan lonjakan harga minyak.
Pengumuman blokade Selat Hormuz memberikan dampak terhadap berbagai komoditas global. Pergerakan tidak hanya terjadi pada minyak, tetapi juga pada emas. Pada perdagangan (13/4), harga emas dunia dibuka di kisaran US$4.693,65 per troy ons, turun 1,95% dibandingkan harga penutupan (10/4) di level US$4.787,40 per troy ons.
Namun, pada (13/4) siang hari, harga emas dunia kembali menguat ke level sekitar US$4.754,70 per troy ons. Penguatan ini menunjukkan bahwa investor mulai kembali mencari aset safe haven, yaitu aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Pada penutupan perdagangan (13/4), mayoritas indeks saham Asia bergerak variatif sebagai respons terhadap sentimen negatif tersebut.
Indeks Nikkei 225 (N225) Jepang dibuka pada level 56.421,46, turun 0,88% dari penutupan (10/4) di level 56.924,11. Namun, pada penutupan perdagangan (13/4), indeks berbalik menguat dan ditutup stabil di kisaran level pembukaan. Pergerakan serupa terjadi pada Indeks Shanghai Composite (SSEC) China. SSEC dibuka di level 3.971,20 atau turun 0,38% dari penutupan sebelumnya, sebelum akhirnya pulih dan ditutup menguat di level 3.988,56 pada (13/4).
Di Korea Selatan, Indeks KOSPI (KS11) dibuka melemah 2,12% di level 5.737,28. Namun, pada penutupan perdagangan (13/4), indeks berhasil menguat ke level 5.808,62. Sementara itu, Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong dibuka melemah 0,72% pada (13/4) di level 25.708,64 dan melanjutkan pelemahan hingga ditutup di level 25.660,85.
Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,77% pada perdagangan (13/4) pagi di level 7.401,05 dari penutupan (10/4) di level 7.458,50. Namun, pada penutupan perdagangan (13/4), IHSG ditutup menguat ke level 7.500,19 atau naik 0,56% dibandingkan penutupan (10/4).
Pasar keuangan global menunjukkan koreksi yang relatif terbatas. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan bahwa pasar masih mencermati perkembangan lebih lanjut terkait dinamika Amerika Serikat dan Iran. Namun, risiko tetap perlu dicermati, terutama jika rencana blokade berlangsung dalam jangka panjang yang dapat mengganggu rantai pasok energi global dan berpotensi meningkatkan inflasi serta volatilitas pasar keuangan.
Di tengah ketidakpastian pasar yang masih berlangsung serta dinamika kebijakan Donald Trump yang dapat berubah sewaktu-waktu, pemilihan instrumen investasi yang selektif menjadi semakin penting. Dalam kondisi tersebut, instrumen pendapatan tetap, khususnya reksa dana pendapatan tetap, dapat menjadi salah satu pilihan karena cenderung lebih stabil dalam menghadapi volatilitas pasar.
Salah satu produk reksa dana pendapatan tetap yang bisa dipertimbangkan adalah STAR Stable Amanah Sukuk. Berdasarkan data per (13/4), reksa dana tersebut mencatatkan imbal hasil sebesar 8,02% dalam satu tahun terakhir, dengan alokasi dana kelolaan 98,73% pada obligasi dan 1,27% ke pasar uang.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Anda dapat membeli reksa dana tersebut melalui Makmur, perusahaan Wealth Tech yang menyediakan layanan investasi terpadu untuk saham dan reksa dana, serta telah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan InfoVesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo April Resilience dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]