makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Gejolak Pasar Meningkat Akibat Eskalasi AS‑Iran, Ini Strategi Investasi yang Bisa Dicermati

author
Content Management
author
03 Maret 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 menjadi titik awal ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
  • Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak mentah, pada (2/3) harga minyak WTI sempat naik 11,96% ke level US$75,33/barel.
  • Kenaikan harga minyak terjadi karena gangguan distribusi energi global, khususnya melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz.
  • Di pasar saham, IHSG terkoreksi 2,65% pada tanggal 2 Maret 2026, dengan pelemahan harga saham di sektor tertentu.

Pada 28 Februari 2026, militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan pusat pemerintahan dan fasilitas militer di Teheran serta sejumlah provinsi lain di Iran. Pemerintah Iran kemudian mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, pada 1 Maret 2026 dan di hari yang sama Iran merespons dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel. 

Eskalasi konflik tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah dan volatilitas pasar keuangan global. Ketidakpastian mengenai durasi serta potensi perluasan konflik membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap defensif, terutama pada aset yang berisiko tinggi. Dampak sentimen ini mulai terasa di Indonesia, melalui kenaikan harga BBM non-subsidi dan tekanan pada beberapa saham. 

Dampak Perang Iran Bagi Indonesia

Di bawah ini adalah sejumlah dampak perekonomian dari konflik Timur Tengah, yang mulai terjadi di Indonesia, di antaranya:

1. Harga BBM Naik

Konflik di kawasan Teluk Persia telah meningkatkan kekhawatiran terhadap kemungkinan gangguan distribusi energi global, terutama setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan yang berimplikasi pada penutupan Selat Hormuz. Jalur laut ini memiliki peran strategis sebagai titik transit bagi perdagangan minyak dan gas dunia. 

Diperkirakan 20 juta barel minyak mentah, atau 20% dari konsumsi energi global, melewati Selat Hormuz setiap harinya. Gangguan atau pembatasan di perairan tersebut berpotensi menghambat aliran pasokan energi dari negara produsen seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak dan Kuwait, sehingga memicu lonjakan harga minyak.

Pada pembukaan perdagangan 2 Maret 2026, harga minyak WTI melonjak 11,96% ke kisaran US$75,33/barel. Kenaikan signifikan tersebut merupakan cerminan ketidakpastian mengenai durasi dan eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Seiring tren kenaikan harga minyak global di tengah eskalasi konflik, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku pada 1 Maret 2026.

Tabel 1. Perubahan harga BBM non-subsidi (per liter)

*Harga di beberapa wilayah selain Jabodetabek bisa berbeda

Sumber: Pertamina Patra Niaga

Dari data di atas, kenaikan paling signifikan terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex, masing-masing naik Rp950 dan Rp1.000 per liter. Sementara itu, BBM jenis bensin mengalami kenaikan di kisaran Rp400 hingga Rp500 per liter. Data ini menunjukkan bahwa tekanan harga minyak mentah global lebih cepat tercermin pada BBM non-subsidi.

Kenaikan harga BBM di atas berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan logistik. Secara tidak langsung, tekanan tersebut juga dapat memengaruhi harga barang dan jasa apabila berlangsung dalam periode yang lebih lama.

Di sisi lain, sektor saham komoditas migas justru mendapat sentimen positif. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), perusahaan minyak dan gas bumi (migas) swasta terbesar di Indonesia, naik 15,65% pada perdagangan 2 Maret 2026 di level 1.995. Sementara itu, perusahaan migas dari grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melonjak 25% ke Rp2.200. Kenaikan harga saham tersebut terjadi karena investor memiliki ekspektasi peningkatan pendapatan emiten migas saat harga komoditas energi naik.

2. IHSG Kembali Terkoreksi

Di tengah penguatan saham energi, pasar saham secara keseluruhan justru melemah. Pada 2 Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,65% ke level 8.016,83. Koreksi yang terjadi hari ini menunjukkan bahwa investor memilih langkah sell-off dan mempertimbangkan potensi peningkatan risiko di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah. Dari penurunan IHSG tersebut, sektor energi mengalami penguatan yang didorong oleh saham minyak dan gas (migas) seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang naik 25,00%.

Dari sisi arus dana asing, sebelum eskalasi konflik terjadi, investor asing telah mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp18,67 triliun secara year-to-date (YTD) hingga 27 Februari 2026. Data ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar domestik sebenarnya sudah berlangsung bahkan sebelum eskalasi geopolitik terjadi. Pada 2 Maret 2026, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp631,02 miliar.

3. Harga Emas Menguat

Dalam situasi perang, investor biasanya beralih ke aset safe haven, investasi yang diharapkan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilainya di tengah gejolak pasar atau krisis ekonomi, dan emas menjadi salah satu pilihannya.

Harga emas dunia menguat sekitar 1,33% naik pada pembukaan perdagangan 2 Maret 2026, menyentuh level US$5.348,23 per troy ounce. Di dalam negeri, harga emas batangan Antam melonjak hingga Rp3,13 juta per gram. Kenaikan ini merupakan indikator untuk menilai peningkatan permintaan terhadap emas.

Kenaikan harga emas juga turut mendorong saham emiten produsen seperti PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM). Pada 2 Maret 2026, harga saham ANTM ditutup dengan kenaikan 5,98% di level Rp4.610, selaras dengan kenaikan harga komoditas emas.

Eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak pada pasar keuangan Indonesia. Perkembangan ini menunjukkan keterkaitan erat antara dinamika geopolitik global dan stabilitas pasar domestik. 

Dalam situasi pasar yang bergejolak, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis fundamental dan manajemen risiko yang terukur. Dengan memahami dampak konflik global terhadap sektor kunci, Anda dapat mengambil langkah yang lebih rasional dan strategis dalam menjaga stabilitas portofolio.

Dalam kondisi seperti ini, diversifikasi ke instrumen berpendapatan tetap dapat menjadi pilihan. Reksa dana pendapatan tetap dikelola manajer investasi (MI) profesional dan mengalokasikan sebagian besar dana kelolaan pada surat utang negara dan korporasi, sehingga memiliki tingkat risiko yang relatif rendah. Sebagian produk reksa dana pendapatan tetap juga membagikan dividen, sehingga dapat memberikan arus kas tambahan.

Terdapat beragam reksa dana pendapatan tetap yang bisa Anda pilih di Makmur, salah satunya Insight Renewable Energy Fund. Berdasarkan data per 2 Maret 2026, reksa dana ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,56% dalam satu tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Pastikan Anda membeli reksa dana melalui aplikasi Makmur, platform wealth tech yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyediakan platform investasi terpadu untuk reksa dana dan saham.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo March Ramadhan dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Mengapa Investor Asing Melakukan Capital Outflow dari Pasar Keuangan Indonesia? Ini Penyebabnya

Key Takeaways: Capital outflow atau arus keluar modal asing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Ketika investor asing menarik dana dari pasar saham, obligasi, maupun instrumen finansial lainnya, dampaknya dapat dirasakan secara luas terhadap nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga kondisi likuiditas di Indonesia. Di bawah ini merupakan […]

author
Content Management
calendar
15 Juni 2026
Artikel

BI Rate Naik 25 bps ke 5,50% di Luar Jadwal RDG, Apa yang Perlu Dicermati Investor?

Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]

author
Content Management
calendar
11 Juni 2026
Artikel

Tips Memilih Reksa Dana Saham: Evaluasi Konsistensi Kinerja dan Bandingkan dengan Benchmark

Key Takeaways: Perubahan nilai aktiva bersih (NAB) pada reksa dana saham, baik dalam tren naik maupun turun, merupakan kondisi yang wajar. Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen global, kondisi makroekonomi, serta fundamental perusahaan. Oleh karena itu, tujuan berinvestasi pada reksa dana saham bukan untuk sepenuhnya menghindari penurunan, melainkan […]

author
Content Management
calendar
09 Juni 2026
Artikel

Gaji Terasa Cepat Habis? Ini Cara Melakukan Review Keuangan Bulanan Agar Optimal

Key Takeaways: Gaji yang terasa cepat habis sering menjadi persoalan yang berulang dari bulan ke bulan. Ketika awal gajian, kondisi keuangan tampak terkendali, namun tanpa disadari, pengeluaran kecil justru menyebabkan total pengeluaran membengkak. Akibatnya, sisa dana di akhir bulan tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Kondisi ini umumnya bukan hanya disebabkan oleh besarnya […]

author
Content Management
calendar
08 Juni 2026
Artikel

Perusahaan dengan WACC Rendah Dianggap Efisien, Benarkah Selalu Menguntungkan Investor?

Key Takeaways: Efisiensi biaya pendanaan sering kali dikaitkan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola struktur modalnya. Salah satu indikator dalam menilai efisiensi tersebut adalah Weighted Average Cost of Capital (WACC). Banyak yang menganggap WACC rendah sebagai tanda efisiensi dan daya tarik bagi investor. Namun, apakah asumsi ini selalu benar? WACC adalah rata-rata tertimbang dari biaya modal […]

author
Content Management
calendar
05 Juni 2026
Artikel

Tertarik Investasi di Reksa Dana Indeks? Pahami Mekanisme Replikasi dan Rebalancing Portofolio

Key Takeaways: Reksa dana indeks semakin sering menjadi pilihan dalam perencanaan investasi. Produk ini dirancang untuk meniru kinerja suatu indeks pasar, seperti LQ45, IDX30, IHSG, dan JII. Alih-alih mengandalkan strategi pemilihan saham secara aktif, reksa dana indeks berupaya mengikuti arah pergerakan indeks acuannya. Banyak investor tertarik karena kinerjanya yang sejalan dengan pasar tanpa perlu analisis […]

author
Content Management
calendar
03 Juni 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0