makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Dampak Ketegangan Geopolitik Global terhadap Proyeksi PDB Indonesia 2026

author
Content Management
author
03 Agustus 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Ketegangan geopolitik global berpotensi menekan pertumbuhan PDB Indonesia melalui kenaikan harga energi, tekanan inflasi, dan gangguan perdagangan internasional.
  • Dampak lanjutan seperti peningkatan subsidi energi, suku bunga tinggi, serta penurunan daya beli masyarakat dapat memperlambat konsumsi dan investasi sebagai komponen utama PDB.
  • Revisi proyeksi pertumbuhan oleh OECD menjadi 4,8% mencerminkan risiko nyata bahwa faktor eksternal dapat menghambat target pertumbuhan PDB Indonesia pada tahun 2026.

Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China.

Memasuki tahun 2026, proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia masih relatif stabil. Bank Dunia mempertahankan estimasi di kisaran 5%, sementara pemerintah menargetkan pertumbuhan yang lebih ambisius, yakni antara 5,4% hingga 6,3%. Target tersebut mencerminkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi domestik dan keberlanjutan investasi.

Di sisi lain, pada Maret 2026, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) justru mengoreksi proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia menjadi 4,8% dari sebelumnya 5%. Penyesuaian ini antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mulai memberikan tekanan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi.

Dampak Ketegangan Geopolitik Global terhadap Komponen PDB

Sepanjang kuartal I 2026, sejumlah konflik geopolitik kembali memanas dan meningkatkan ketidakpastian global. Salah satu yang paling signifikan adalah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Pada akhir Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap aset militer serta pimpinan Iran, yang secara drastis meningkatkan risiko terjadinya perang terbuka di kawasan Timur Tengah.

Konflik dipicu oleh meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran serta dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah. Sebagai respons atas serangan yang dilakukan AS dan Israel, Iran mengambil langkah strategis dengan membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu titik paling krusial dalam perdagangan energi global, karena sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati wilayah tersebut, termasuk dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain. Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk tekanan Iran terhadap perdagangan energi global. 

Ketegangan di kawasan ini tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga merambat ke ekonomi global, termasuk Indonesia. Berikut adalah sejumlah dampak utama yang memengaruhi komponen PDB Indonesia pada tahun 2026.

1. Tekanan pada APBN

Dampak yang paling cepat terasa dari konflik tersebut adalah lonjakan harga minyak dunia. Pada akhir Maret 2026, harga minyak Brent menembus kisaran US$100 hingga US$112 per barel, sementara WTI mendekati US$100 per barel. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Meskipun Indonesia telah mendiversifikasi sumber impor minyak, harga energi domestik tetap dipengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Ketika harga minyak global meningkat, biaya impor energi Indonesia ikut naik sehingga menambah tekanan terhadap APBN.

Untuk menjaga stabilitas harga domestik, pemerintah menghadapi tekanan untuk meningkatkan alokasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Jika harga minyak bertahan di kisaran US$100 per barel hingga akhir tahun, beban subsidi akan semakin besar. Kondisi ini secara langsung mempersempit ruang fiskal

Memasuki kuartal II 2026, harga minyak dunia mulai menurun. Namun, dampaknya masih tercermin pada penyesuaian harga energi domestik. Misalnya, Pertamina menaikkan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026. Penyesuaian ini mencerminkan rata-rata harga minyak dan nilai tukar pada periode sebelumnya, sehingga dampak kenaikan harga minyak global masih dirasakan meskipun tren harga minyak mulai mereda.

Ketika ruang fiskal menyempit, belanja untuk sektor strategis seperti infrastruktur, pendidikan, dan bantuan sosial berpotensi tertunda atau bahkan dikurangi. Padahal, proyek tersebut memiliki multiplier effect terhadap ekonomi. Jika pembangunan infrastruktur melambat, konektivitas dan produktivitas ekonomi turut terganggu, yang pada akhirnya menekan potensi pertumbuhan PDB Indonesia pada tahun 2026.

2. Tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga

Dampak berikutnya yang tidak kalah penting adalah tekanan inflasi. Kenaikan harga energi akan meningkatkan biaya transportasi dan distribusi, yang kemudian mendorong kenaikan harga barang dan jasa secara luas. Kelompok pangan dan kebutuhan pokok menjadi sektor yang paling cepat merasakan dampaknya. Sebagai gambaran, setiap kenaikan harga minyak sebesar 10% diperkirakan mendorong inflasi global naik sekitar 0,4% dalam jangka waktu 6 hingga 12 bulan setelahnya.

Dalam situasi seperti ini, bank sentral cenderung mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat. Bank Indonesia (BI) berpotensi mempertahankan suku bunga di level tinggi atau bahkan menaikkannya untuk mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah potensi capital outflow. Sejak Mei 2026, BI telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali berturut-turut. 

Tabel 1. Perubahan suku bunga selama lima bulan terakhir

Namun, kebijakan suku bunga tinggi memiliki konsekuensi terhadap dunia industri. Biaya pinjaman menjadi lebih mahal, baik untuk kredit modal kerja maupun investasi. Perusahaan cenderung menunda ekspansi bisnis, termasuk investasi dalam aset tetap.

Dalam komponen PDB, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) merupakan salah satu komponen penting. Ketika investasi melambat, kapasitas produksi tidak berkembang secara optimal. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menahan laju pertumbuhan PDB secara keseluruhan.

3. Daya beli masyarakat menurun

Konsumsi rumah tangga merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, dengan kontribusi sekitar 53–54% terhadap PDB. Artinya, stabilitas konsumsi menjadi kunci utama dalam menjaga pertumbuhan PDB. Dalam kondisi inflasi tinggi, meskipun pendapatan nominal relatif tidak berubah, kemampuan masyarakat untuk membeli barang dan jasa akan menurun. Harga kebutuhan pokok yang meningkat memaksa masyarakat mengalokasikan pengeluaran secara lebih selektif.

Belanja untuk kebutuhan tersier seperti kendaraan, properti, atau elektronik cenderung ditunda. Di sisi lain, ketidakpastian akibat konflik geopolitik global juga menimbulkan sentimen negatif dalam ekonomi. Akibatnya, masyarakat menjadi lebih berhati-hati dan cenderung beralih ke aset aman (safe haven) sebagai langkah antisipasi.

Perubahan perilaku ini berdampak langsung pada perlambatan konsumsi. Ketika konsumsi rumah tangga melemah, kontribusinya terhadap PDB ikut menurun. Dalam skenario ini, target pertumbuhan PDB yang ditetapkan pemerintah menjadi semakin sulit dicapai.

4. Tekanan pada Ekspor dan Impor

Indonesia merupakan negara eksportir komoditas sekaligus importir energi dan bahan baku industri. Dalam situasi geopolitik yang memanas, kedua sisi ini sama-sama menghadapi tekanan.

Kenaikan harga minyak memperbesar defisit neraca perdagangan migas. Jika kenaikan harga komoditas ekspor seperti batu bara atau minyak kelapa sawit tidak sebanding dengan lonjakan harga minyak, neraca perdagangan secara keseluruhan dapat tertekan.

Selain itu, ketegangan geopolitik juga meningkatkan risiko pada jalur perdagangan global. Premi asuransi kargo meningkat, waktu pengiriman lebih lama, dan biaya logistik naik. Dampak ini dirasakan langsung oleh sektor industri yang bergantung pada impor bahan baku seperti mesin, bahan kimia, dan komponen elektronik. Ketika biaya produksi meningkat, margin perusahaan tertekan.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengurangi daya saing industri domestik serta menekan volume produksi dan ekspor. Gangguan pada ekspor dan impor pada akhirnya memengaruhi komponen ekspor neto (net export) dalam PDB. Jika kontribusinya negatif, pertumbuhan PDB secara keseluruhan akan ikut tertekan.

Ketegangan geopolitik global menunjukkan bagaimana dinamika eksternal dapat memberikan dampak luas terhadap perekonomian Indonesia. Revisi proyeksi pertumbuhan oleh OECD menjadi 4,8% mencerminkan risiko nyata yang dihadapi. Dalam kondisi seperti ini, ketahanan ekonomi domestik menjadi faktor kunci. Kebijakan fiskal dan moneter yang adaptif, serta upaya menjaga stabilitas konsumsi dan investasi, akan menentukan seberapa besar dampak tersebut dapat diredam.

Memahami keterkaitan antara geopolitik dan ekonomi menjadi penting dalam menyusun strategi ke depan. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, langkah antisipatif dapat dirancang lebih matang untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah reksa dana pasar uang, yang dikenal memiliki profil risiko paling rendah dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Instrumen ini dikelola oleh manajer investasi (MI) dengan alokasi dana pada pasar uang serta obligasi dengan tenor kurang dari satu tahun. Karakteristik tersebut membuat nilai aset cenderung stabil dan relatif jarang mengalami penurunan tajam. Selain itu, tingkat likuiditas yang tinggi memberikan fleksibilitas dalam pencairan dana ketika dibutuhkan.

Makmur menghadirkan beragam produk reksa dana pasar uang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investasi jangka pendek hingga menengah. Salah satunya adalah Insight Money Syariah, yang menunjukkan kinerja stabil dengan pertumbuhan sebesar 5,25% dalam satu tahun terakhir berdasarkan data per 31 Juli 2026. Dengan kombinasi stabilitas dan akses yang mudah, instrumen ini dapat menjadi salah satu opsi untuk menjaga nilai aset di tengah dinamika geopolitik global yang sedang bergejolak.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti Makmur Anchor dan Road to Makmur.

Tautan: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui tautan di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik tautan di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik tautan di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik per Juli 2026

RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik per Juli 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Campuran Terbaik per Juli 2026

Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Saham Terbaik per Juli 2026

Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana USD Terbaik per Juli 2026

Reksa dana USD merupakan instrumen investasi yang didenominasikan dalam dolar Amerika Serikat (USD) dan tersedia dalam berbagai kategori, mulai dari reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, hingga pasar uang. Instrumen ini banyak dipilih investor yang ingin melakukan diversifikasi mata uang sekaligus menjaga nilai portofolio di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah. Sepanjang Juli 2026, rupiah sempat […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0