






Buy on weakness sering dipandang sebagai strategi investasi yang bisa dilakukan setiap investor, karena dianggap cukup dengan membeli saham saat harga mengalami penurunan, lalu bisa mendapatkan potensi imbal hasil ketika harga sahamnya sudah pulih. Padahal, tidak semua saham yang mengalami koreksi layak untuk dibeli. Selain itu, koreksi pasar bisa terjadi dalam jangka waktu pendek, maupun jangka panjang, sehingga tidak setiap koreksi merupakan peluang untuk membeli saham.
Banyak investor tertarik untuk melakukan buy on weakness karena potensi keuntungan yang dapat diperoleh. Namun, tidak semua koreksi harga mencerminkan peluang investasi jangka panjang yang menguntungkan. Beberapa koreksi harga disebabkan oleh faktor yang dapat meningkatkan risiko dalam jangka panjang, di antaranya:
Penurunan harga saham yang disebabkan oleh masalah internal perusahaan, seperti manajemen yang kurang efektif, penurunan pendapatan yang signifikan, atau permasalahan struktural lainnya, dapat menjadi indikasi bahwa saham tersebut tidak layak untuk dibeli meskipun harganya sedang turun.
Sebagai contoh, saham GOTO sempat mengalami penurunan signifikan sepanjang 2025, dari level Rp85 pada April menjadi sekitar Rp53 pada September 2025. Penurunan ini sejalan dengan kondisi fundamental perusahaan yang masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp742 miliar pada semester I 2025.
Meskipun rugi tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, investor cenderung lebih selektif dan menghindari saham yang belum menunjukkan profitabilitas yang konsisten (bottom line).
Perusahaan yang menghadapi tekanan fundamental seperti penurunan laba berkelanjutan atau keputusan manajerial yang kurang optimal umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Oleh karena itu, strategi buy on weakness pada kondisi ini cenderung lebih berisiko dan berpotensi membebani kinerja portofolio.
Meskipun laporan keuangan kuartal III 2025 menunjukkan adanya perbaikan dan harga saham mulai stabil di kisaran Rp60-an, investor tetap perlu mencermati konsistensi kinerja ke depan. Konsistensi tersebut menjadi faktor penting dalam menilai keberlanjutan pertumbuhan perusahaan.
Penurunan harga saham yang dipicu oleh faktor eksternal, seperti perubahan kebijakan pemerintah, ketegangan geopolitik, atau fluktuasi pasar global, dapat menyebabkan harga saham terus merosot. Sebagai contoh, pada periode Januari hingga April 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan. Dari awal tahun hingga titik terendahnya pada bulan April, IHSG tercatat mengalami penurunan hingga 15,71%.
Salah satu faktor eksternal saat itu yang memberikan tekanan signifikan pada pasar adalah kebijakan tarif impor Amerika Serikat hingga 32% terhadap barang asal Indonesia. Hal ini menyebabkan penurunan yang cukup dalam hingga puncaknya di bulan April akibat kepanikan dari investor. Meskipun IHSG berhasil pulih dengan luar biasa pada semester kedua tahun 2025 dan mencetak rekor all-time high (ATH) di akhir tahun, membeli saham yang terkoreksi dalam periode tersebut dapat tetap berisiko. Koreksi yang disebabkan oleh faktor eksternal dapat meningkatkan potensi kerugian, terutama jika pasar belum sepenuhnya pulih dari dampak tersebut.
Untuk menghindari risiko dalam membeli saham yang mengalami koreksi, penting untuk mengikuti beberapa langkah berikut:
Langkah pertama yang penting dalam memilih koreksi saham yang tepat untuk dibeli adalah melakukan top-down analysis, dimulai dengan memeriksa kondisi ekonomi makro seperti suku bunga acuan, tingkat inflasi, dan kebijakan moneter yang diterapkan oleh bank sentral.
Selanjutnya, penting untuk melihat kondisi pasar secara sektoral, Anda dapat menilai sektor yang sedang tumbuh atau mengalami penurunan. Fokuskan perhatian Anda pada sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, atau setidaknya sektor yang cenderung stabil dalam berbagai kondisi ekonomi. Sektor tersebut biasanya berisi saham defensif, yaitu perusahaan yang secara historis menunjukkan kinerja stabil meskipun sedang terjadi gejolak ekonomi.
Setelah menentukan sektor, langkah berikutnya adalah menganalisis saham yang ada dalam sektor tersebut. Pilih saham yang memiliki fundamental yang kuat dan potensi pertumbuhan yang baik. Pendekatan ini dilakukan untuk memitigasi risiko dengan memilih saham yang bukan hanya “murah” secara valuasi karena koreksi harga, tetapi juga memiliki peluang pertumbuhan yang tinggi di masa depan.
Pastikan juga untuk menganalisis laporan keuangan perusahaan secara menyeluruh, terutama untuk melihat apakah pertumbuhan pendapatan didorong oleh laba yang stabil dan berkelanjutan. Prioritaskan perusahaan yang memiliki track record yang kuat dan dapat mempertahankan profitabilitas meskipun pasar sedang mengalami tekanan.
Terlebih lagi, perusahaan yang menjadi pemimpin pasar atau market leader biasanya lebih tangguh dalam menghadapi persaingan dan volatilitas pasar. Perusahaan-perusahaan ini memiliki keunggulan kompetitif yang memungkinkan mereka untuk bertahan lebih baik selama periode koreksi pasar secara keseluruhan, serta lebih mampu mengatasi tantangan ekonomi jangka panjang.
Strategi buy on weakness atau membeli saham saat harga turun memang menarik, namun juga mengandung risiko signifikan jika tidak dilakukan dengan disiplin. Koreksi harga yang terjadi di pasar cenderung memberikan peluang, tetapi tidak semua penurunan harga mencerminkan peluang yang baik untuk investasi.
Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pembelian secara bertahap atau menggunakan metode dollar cost averaging, di mana Anda mengalokasikan dana dalam jumlah yang lebih kecil pada interval waktu tertentu, bukan sekaligus. Dengan pendekatan ini, Anda dapat mengurangi risiko membeli di titik harga yang salah dan meningkatkan peluang memperoleh harga rata-rata yang lebih baik.
Selain itu, diversifikasi portofolio juga merupakan faktor penting dalam strategi investasi. Membagi investasi Anda di beberapa sektor dan saham dapat meminimalkan dampak dari koreksi harga yang tidak terduga. Sebaliknya, mengalokasikan seluruh dana hanya pada satu saham yang sedang mengalami koreksi harga meningkatkan risiko secara signifikan, karena fluktuasi harga saham yang signifikan dapat memberikan dampak besar pada keseluruhan portofolio Anda.
Strategi buy on weakness bisa menjadi peluang investasi, tetapi tidak semua koreksi harga saham layak untuk dibeli. Penting bagi Anda untuk melakukan analisis yang mendalam terhadap faktor internal dan eksternal yang memengaruhi harga saham perusahaan. Jika Anda merasa ragu dalam mengambil keputusan terkait strategi buy on weakness saham, investasi melalui reksa dana saham dapat Anda pertimbangkan.
Di reksa dana saham, dana Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang melakukan analisis dan riset secara mendalam sebelum melakukan pembelian dan penjualan suatu saham. MI juga berpengalaman dalam melihat prospek industri atau sektor yang akan tumbuh secara optimal di masa depan.
Ada beragam produk reksa dana saham yang bisa Anda temukan di Makmur, salah satunya adalah Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per 21 April 2026, reksa dana tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 75,39% dalam 1 tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan InfoVesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo April Resilience dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Sektor saham basic materials di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencakup emiten penyedia bahan baku industri, seperti logam, pertambangan, semen, dan kimia. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Trimegah Bangun Persada […]
Key Takeaways: Memasuki kuartal II 2026, pasar keuangan global masih menunjukkan peningkatan volatilitas yang dipicu oleh berlanjutnya tekanan geopolitik serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global. Di tengah kondisi tersebut, peningkatan penerbitan utang negara (debt issuance) secara global turut menambah pasokan obligasi di pasar, sehingga memberikan tekanan pada harga dan mendorong pergerakan yield menjadi semakin […]
Key Takeaways: Harga minyak dunia kembali melonjak setelah pernyataan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait kebijakan geopolitik. Pada (13/4) pagi, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) mencapai level US$105 per barel, mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kenaikan ini dipicu oleh instruksi langsung kepada Angkatan Laut AS untuk memulai […]
Key Takeaways: Investasi saham melibatkan keputusan yang kompleks, salah satunya adalah mempertimbangkan apakah saham yang melakukan right issue layak untuk investasi jangka panjang. Right issue adalah mekanisme penerbitan saham baru yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham tambahan pada harga tertentu. Keputusan ini memiliki potensi keuntungan bagi investor, namun juga menyimpan berbagai […]
Key Takeaways: Saham preferen adalah jenis instrumen investasi yang menggabungkan karakteristik instrumen saham dan obligasi. Sebagai pemegang saham preferen, seorang investor memiliki hak kepemilikan di perusahaan, namun dengan beberapa keistimewaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemegang saham biasa. Saham preferen memberikan prioritas dalam pembayaran dividen, tetapi tidak memberikan hak suara dalam rapat umum pemegang saham […]