






Saham preferen adalah jenis instrumen investasi yang menggabungkan karakteristik instrumen saham dan obligasi. Sebagai pemegang saham preferen, seorang investor memiliki hak kepemilikan di perusahaan, namun dengan beberapa keistimewaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemegang saham biasa.
Saham preferen memberikan prioritas dalam pembayaran dividen, tetapi tidak memberikan hak suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Perusahaan yang mengeluarkan saham preferen umumnya bertujuan untuk memperoleh pendanaan alternatif selain utang bank atau obligasi, karena penerbitannya tidak menambah tekanan pada rasio utang perusahaan.
Salah satu aspek yang membedakan saham preferen dan saham biasa adalah cara pembayaran dividen. Pembayaran dividen pada saham preferen dibayarkan berdasarkan persentase tetap dari nilai nominal. Misalnya, jika Anda memiliki saham preferen dengan nilai nominal Rp1.000 dan tarif dividen 7%, Anda akan menerima Rp70 per saham setiap tahun.
Dividen saham preferen umumnya bersifat kumulatif, artinya jika perusahaan tidak dapat membayar dividen dalam satu periode, jumlah dividen yang belum dibayar akan ditangguhkan dan harus dibayarkan pada periode berikutnya sebelum dividen untuk saham biasa dibayarkan.
Namun, dalam beberapa kondisi, dividen saham preferen dapat lebih rendah jika dibandingkan dengan dividen saham biasa. Sebaliknya, dividen pada saham biasa bersifat variabel dan ditentukan oleh kebijakan perusahaan dan disampaikan saat RUPS.
Sebagai contoh, saham dengan imbal hasil tinggi atau high dividend yield di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2025 tercatat dapat mencapai antara 11% hingga 13,57%, seperti yang terlihat pada PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Perusahaan ini membagikan dividen tunai sebesar Rp332,44 per saham pada tahun 2025, yang berasal dari laba bersih tahun buku 2024.
Pemegang saham biasa menerima dividen setelah pembayaran untuk saham preferen dilakukan. Meski demikian, pemegang saham biasa memiliki hak untuk memberikan suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), sehingga memiliki pengaruh terhadap arah kebijakan perusahaan.
Di Indonesia, saham preferen jauh lebih sedikit diperdagangkan dibandingkan saham biasa. Likuiditas saham preferen di BEI cenderung lebih rendah. Oleh karena itu, investor yang berencana untuk membeli saham preferen perlu mempertimbangkan faktor likuiditas ini dalam pengambilan keputusan investasi.
Salah satu saham preferen yang pernah ada di BEI adalah PT Century Textile Industry Tbk dengan kode saham preferen CNTX_p. Namun, sudah tidak diperdagangkan di BEI karena perusahaan telah memutuskan untuk melakukan penghapusan pencatatan saham secara sukarela atau voluntary delisting dan berubah status menjadi perusahaan tertutup (go private).
Berdasarkan analisis data historis dari tanggal 22 Agustus 2023 – 1 Agustus 2024, rata-rata volume transaksi saham preferen PT Century Textile Industry Tbk (CNTX_p) sebesar 9.425.000 lembar saham. Hal tersebut mengonfirmasi kondisi likuiditas yang sangat rendah pada salah satu contoh saham preferen yang pernah ada di BEI.
Di sisi lain, saham biasa memiliki likuiditas yang jauh lebih baik, khususnya saham blue chip. Saham seperti PT Bank Central Asia (BBCA) adalah contoh saham biasa yang diperdagangkan secara aktif setiap hari di BEI. Pada 28 Januari 2026, volume transaksi BBCA tercatat mencapai 1.027.287.500 lembar saham. Angka transaksi lebih dari 1 miliar lembar saham ini menegaskan status BBCA sebagai salah satu saham dengan likuiditas tinggi.
Saham preferen dan saham biasa menawarkan potensi imbal hasil yang berbeda, tergantung pada tujuan investasi dan toleransi risiko investor. Saham preferen menawarkan imbal hasil yang lebih stabil melalui pembayaran dividen tetap.
Meskipun begitu, potensi capital gain atau keuntungan dari kenaikan harga saham preferen lebih terbatas karena harga saham preferen cenderung lebih stabil dan tidak berfluktuasi secara signifikan.
Berdasarkan data historis, harga saham preferen PT Century Textile Industry Tbk (CNTX_p) tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp20 atau 16,39%, dari Rp122 pada 22 Agustus 2023 menjadi Rp142 pada 1 Agustus 2024, dengan rata-rata harga di Rp126 dalam periode kurang lebih satu tahun tersebut.
Di sisi lain, imbal hasil dari saham preferen sering kali lebih rendah dibandingkan dengan saham biasa. Saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) misalnya, mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 444,97% sepanjang tahun 2025.
*berdasarkan data historis perdagangan
Jadi, saham preferen menawarkan pendapatan yang lebih stabil melalui pembayaran dividen tetap, dengan prioritas lebih tinggi dibandingkan saham biasa. Namun, saham preferen cenderung memiliki potensi capital gain yang lebih rendah dan kurang likuid di pasar.
Sebaliknya, saham biasa menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi, tetapi dengan risiko yang lebih besar, terutama ketika fluktuasi harga bergerak signifikan. Sebagai catatan, jumlah emiten yang menerbitkan saham preferen di BEI sangat sedikit.
Selain itu, banyak saham preferen yang ada saat ini sedang dalam status tidak aktif atau proses delisting, yaitu penghapusan suatu saham dari pencatatan di BEI, yang dapat terjadi jika perusahaan tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bursa atau jika perusahaan memutuskan untuk tidak lagi terdaftar di BEI.
Bagi Anda yang ingin berinvestasi saham dengan cara yang lebih efisien, salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah melalui reksa dana saham. Reksa dana saham memberikan kemudahan bagi investor karena dana Anda akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi (MI). Selain itu, beberapa reksa dana saham juga memiliki likuiditas yang tinggi, karena memiliki assets under management (AUM) yang besar.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo April Resilience dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Investasi saham melibatkan keputusan yang kompleks, salah satunya adalah mempertimbangkan apakah saham yang melakukan right issue layak untuk investasi jangka panjang. Right issue adalah mekanisme penerbitan saham baru yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham tambahan pada harga tertentu. Keputusan ini memiliki potensi keuntungan bagi investor, namun juga menyimpan berbagai […]
Key Takeaways: Transparansi menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan investor di pasar modal. Oleh karena itu, regulator di Indonesia melakukan berbagai pembenahan dan langkah strategis. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menuntaskan empat agenda penguatan transparansi pasar modal Indonesia. Salah satu dari empat agenda penting tersebut […]
Key Takeaways: Sistem penjatahan saham dalam proses Initial Public Offering (IPO) perlu dipahami oleh investor, terutama Anda yang aktif berpartisipasi dalam IPO. Penjatahan saham IPO adalah proses pembagian saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) kepada investor yang berminat membeli saham tersebut. Proses ini memastikan bahwa saham yang tersedia didistribusikan secara […]
Key Takeaways: Dalam membangun portofolio investasi saham, salah satu tantangan terbesar bagi investor adalah membedakan antara saham yang benar-benar berkualitas (best buy) dan saham yang sebaiknya dihindari (worst buy). Tidak semua saham yang harganya murah layak dibeli, dan tidak semua saham yang populer menjamin keuntungan. Memahami perbedaan fundamental antara kedua kategori ini adalah langkah krusial […]
Key Takeaways: Strategi buy and hold pada reksa dana merupakan pendekatan investasi jangka panjang, di mana investor mempertahankan investasinya tanpa melakukan penjualan atau pencairan. Tujuannya adalah memperoleh pertumbuhan aset secara bertahap dan optimal. Berbeda dengan trading aktif yang mengandalkan timing pasar, strategi ini lebih konsisten dan disiplin. Dalam reksa dana, strategi investasi ini didukung oleh […]