makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Waktu Terbaik Membeli Saham Agar Dividend Yield-nya Optimal

author
Content Management
author
13 Agustus 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Dividend yield menunjukkan seberapa besar pendapatan dividend yang diterima investor dibandingkan harga saham.
  • Faktor yang mempengaruhi dividend yield antara lain besarnya dividend per saham, harga saham saat pembelian, dan performa keuangan perusahaan.
  • Saat harga saham terkoreksi, dividend yield bisa lebih tinggi karena investor membeli di harga lebih rendah.

Faktor yang Mempengaruhi Dividend Yield

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besaran dividend yield, di antaranya adalah:

  1. Pembagian Dividend per Saham

Semakin besar dividend yang dibagikan, semakin tinggi dividend yield yang diterima oleh investor. Besaran dividend yang dibagikan oleh emiten berbeda-beda, tergantung kebijakan perusahaan yang dibahas dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

  1. Harga Saham

Harga saham yang lebih rendah pada saat Anda melakukan pembelian dapat meningkatkan rasio dividend yield, asalkan nominal dividend per saham tetap konsisten, atau setidaknya tidak turun.

  1. Performa Keuangan Perusahaan

Kinerja keuangan yang kuat memungkinkan perusahaan membayar dividen secara rutin. Indikator utama yang umum diperhatikan meliputi pendapatan yang stabil atau tumbuh, laba bersih yang tinggi, margin laba yang sehat, serta rasio profitabilitas seperti Return on Equity (ROE) yang mencerminkan efisiensi pengelolaan modal. 

Selain itu, arus kas operasi yang positif menunjukkan ketersediaan dana tunai untuk membayar dividen, sementara rasio utang yang rendah menjaga kestabilan keuangan perusahaan. Dividen payout ratio yang proporsional (umumnya 30–60%) juga menjadi sinyal komitmen manajemen terhadap pemegang saham. 

Kapan Waktu Terbaik Membeli Saham?

Untuk memperoleh dividend yield yang optimal, timing atau waktu yang tepat dalam membeli saham sangat penting. Ada beberapa waktu yang dapat Anda pertimbangkan untuk membeli saham agar dividend yield-nya optimal.

1. Sebelum Tanggal Cum-Dividend

Tanggal cum-dividend adalah tanggal terakhir bagi pemegang saham untuk membeli saham dan berhak atas dividend yang akan dibagikan. Oleh karena itu, membeli saham sebelum tanggal cum-dividend adalah waktu yang ideal untuk memaksimalkan dividend yield.

Sebagai contoh, jika perusahaan A mengumumkan dividend sebesar Rp500 per saham dan Anda membeli sahamnya sehari sebelum tanggal cum-dividend, maka Anda akan mendapatkan dividend tersebut. Namun, perlu diingat bahwa setelah tanggal cum-dividend, harga saham biasanya berpotensi turun, sehingga Anda bisa saja tidak mendapatkan keuntungan dari capital gain dalam waktu dekat. 

2. Saat Harga Saham Terkoreksi

Harga saham yang sedang terkoreksi atau turun sementara bisa menjadi peluang. Pada saat harga saham turun, Anda dapat membeli saham dengan harga lebih murah, sehingga dividend yield yang Anda peroleh akan lebih tinggi.

Katakanlah harga saham sebuah perusahaan ada di angka Rp1.000 per lembar saham, sementara dividend yang dibagikan sebesar Rp50 per lembar saham. Maka perhitungan dividend yield-nya:

  • Dividend yield = (50 / 1000) x 100% = 5%

Dari perhitungan di atas kita mengetahui bahwa dividend yield sebesar 5%

Jika harga saham perusahaan tersebut terkoreksi dan Anda membelinya di Rp950 per lembar saham, lalu dividend yang dibagikan tetap sama di angka Rp50 per lembar saham, maka perhitungan dividend yield-nya:

  • Dividend yield = (50 / 950) x 100% = 5,26%

Dari perhitungan di atas, dividend yield-nya ada di angka 5,26%. Jadi, membeli saham saat harganya terkoreksi atau lebih rendah memberikan peluang bagi Anda untuk mendapatkan hasil dividend yield yang lebih tinggi.

Namun, Anda harus memperhatikan bahwa penurunan atau koreksi harga saham tersebut hanya koreksi pasar. Jika penurunan harga saham terjadi karena faktor fundamental seperti hasil laporan keuangan yang tidak sesuai harapan atau berita negatif terkait perusahaan maka sebaiknya dipertimbangkan. Ingat, membeli saham saat harganya terkoreksi harus dilakukan dengan hati-hati karena memiliki potensi risiko.

Memilih waktu yang tepat untuk membeli saham adalah langkah penting untuk memaksimalkan dividend yield. Beberapa waktu yang bisa dipertimbangkan untuk memperoleh dividend yield yang optimal antara lain sebelum tanggal cum-dividend, saat harga saham terkoreksi, atau setelah pengumuman dividend. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi harus dilandasi oleh analisis yang cermat terhadap kinerja perusahaan dan kondisi pasar secara menyeluruh.

Selain berinvestasi langsung di saham, Anda juga dapat mempertimbangkan investasi dalam reksa dana saham sebagai alternatif untuk memperoleh potensi keuntungan yang optimal dengan diversifikasi. Reksa dana saham adalah instrumen investasi yang mengumpulkan dana dari berbagai investor dan dikelola oleh manajer investasi, maksimal 79% dana kelolaannya dialokasikan ke investasi saham. 

Ada beragam produk reksa dana saham yang bisa Anda pilih di Makmur.id, salah satunya Bahana Icon Syariah Kelas G. Pada tanggal 12 Agustus 2025, reksa dana tersebut memiliki kinerja yang cukup baik dengan return 32,37% dalam 1 tahun. 

*Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.


Di Makmur, Anda juga dapat memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda dapat memilih dan membeli reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo August Financial Freedom, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Reformasi Free Float dan Transparansi Jadi Sorotan MSCI, Sejauh Mana Progresnya Menentukan Nasib Pasar Saham Indonesia?

Key Takeaways: Bagi investor global, keputusan mengalokasikan dana ke suatu negara sering kali dimulai dari indeks acuan, bukan dari analisis emiten satu per satu. MSCI merupakan salah satu penyedia indeks global yang dijadikan patokan oleh banyak investor institusional, sehingga perubahan perlakuannya terhadap suatu pasar dapat memengaruhi komposisi indeks dan alokasi dana yang mengikutinya. Sepanjang 2026, […]

author
Content Management
calendar
07 Oktober 2026
Artikel

Sektor yang Cenderung Tahan Gejolak di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Analisisnya

Key Takeaways: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian investor. Konflik yang melibatkan kawasan produsen energi penting ini bukan hanya berdampak pada stabilitas politik, tetapi juga memicu kenaikan harga komoditas, nilai tukar, hingga pasar saham. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mencari saham tahan gejolak yang mampu menjaga kinerja di tengah tekanan eksternal. Perlu […]

author
Content Management
calendar
05 Oktober 2026
Artikel

Mengapa Rupiah Melemah hingga Rp18.000/USD? Ini Penyebabnya dan Jenis Reksa Dana yang Relatif Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]

author
Content Management
calendar
01 Oktober 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp219,06 triliun per Agustus 2026. Naik 0,94% dibandingkan Juli 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan minimal […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana Campuran Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Reksa Dana Campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0