makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Mengapa DuPont Analysis Penting untuk Evaluasi Saham Jangka Panjang? Ini Penjelasannya

author
Content Management
author
02 Januari 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • DuPont Analysis memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang kinerja keuangan perusahaan dengan memecah return on equity (ROE) menjadi tiga komponen.
  • Melalui metode DuPont Analysis, investor dapat mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan secara historis.
  • Memahami tren dan stabilitas ROE serta komponennya dapat membantu dalam membuat keputusan investasi yang lebih baik, terutama untuk tujuan jangka panjang.

DuPont Analysis merupakan metode yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan secara lebih mendalam. Dikenalkan pertama kali oleh perusahaan kimia DuPont pada tahun 1920-an, analisis ini bisa dimanfaatkan investor untuk memecah return on equity (ROE), menjadi beberapa komponen yang lebih spesifik. 

Dengan demikian, DuPont Analysis memberikan wawasan yang lebih jelas tentang faktor apa saja yang memengaruhi keuntungan dan efisiensi operasional perusahaan. Analisis ini tidak hanya berguna untuk menilai kinerja historis, tetapi juga penting dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.

Langkah Evaluasi Saham Menggunakan DuPont Analysis

Untuk melakukan evaluasi saham jangka panjang menggunakan DuPont Analysis, Anda perlu mengikuti beberapa langkah yang sistematis. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan:

1. Menghitung return on equity (ROE)

ROE mengukur sejauh mana perusahaan menghasilkan laba dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham. Rumus dasar ROE adalah:

ROE = laba bersih / ekuitas

Contoh perhitungan ROE:

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki laba bersih sebesar Rp500.000.000 dan ekuitas sebesar Rp2.000.000.000.

  • ROE = 500.000.000 / 2.000.000.000 = 0,25 atau 25%

Artinya, perusahaan menghasilkan laba sebesar 25% dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

2. Memecah ROE menjadi komponen-komponen kunci

DuPont Analysis memecah ROE menjadi tiga komponen, net profit margin (NPM), perputaran aset, dan perputaran ekuitas.

a. Net profit margin (NPM)

Net profit margin (NPM) mengukur sejauh mana perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Kisaran net profit margin dapat berbeda-beda tergantung pada sektor industri dan model bisnis perusahaan. Oleh karena itu, angka NPM sebaiknya dianalisis dengan membandingkan emiten sejenis dalam industri yang sama. Rumus menghitungnya adalah:

NPM = laba bersih / pendapatan

Contoh perhitungan NPM:

Misalnya, laba bersih perusahaan adalah Rp500.000.000 dan pendapatan sebesar Rp5.000.000.000.

  • NPM = 500.000.000 / 5.000.000.000 = 0,10 atau 10%

Artinya, perusahaan memperoleh laba sebesar 10% dari total pendapatannya.

b. Asset turnover

Asset turnover mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan aset untuk menghasilkan pendapatan. Tingkat asset turnover yang ideal sangat bergantung pada karakteristik sektor usaha, di mana sektor berbasis aset besar umumnya memiliki perputaran aset yang lebih rendah dibandingkan sektor berbasis volume penjualan. Sementara nilai yang lebih rendah bisa menunjukkan bahwa perusahaan mungkin tidak sepenuhnya memanfaatkan aset yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan.

Rumus asset turnover:

Asset turnover = pendapatan / total aset

Contoh perhitungan asset turnover:

Misalnya, pendapatan perusahaan adalah Rp 5.000.000.000 dan total aset perusahaan sebesar Rp 10.000.000.000.

  • Perputaran Aset = 5.000.000.000 / 10.000.000.000 = 0,5

Artinya, setiap Rp1 aset perusahaan menghasilkan Rp0,5 pendapatan.

c. Financial leverage 

Financial leverage mengukur sejauh mana perusahaan menggunakan utang atau aset untuk membiayai ekuitasnya. Rasio ini menunjukkan seberapa banyak aset yang dimiliki perusahaan dibandingkan dengan modal ekuitas yang dimiliki oleh pemegang saham. Secara umum, financial leverage yang sehat dan konservatif berada pada kisaran 1,5–2,5 kali, biasanya ditemui pada emiten konsumer, teknologi, sementara kisaran 2,5–4,0 kali dinilai moderat dan wajar, terutama pada sektor manufaktur dan perdagangan, serta di atas 4,0 kali mencerminkan struktur yang agresif dan perlu dicermati lebih lanjut karena semakin tinggi tingkat leverage, semakin besar pula ketergantungan emiten terhadap pendanaan berbasis utang.

Rumus financial leverage

Financial Leverage = total aset / total ekuitas

Contoh perhitungan financial leverage:

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki total aset sebesar Rp10.000.000.000 dan total ekuitas sebesar Rp4.000.000.000. Maka, perhitungan financial leverage-nya adalah:

  • Financial leverage = Rp10.000.000.000 / Rp4.000.000.000 = 2,5

Artinya, setiap Rp1 ekuitas yang dimiliki perusahaan didukung oleh Rp2,5 aset, yang mengindikasikan bahwa perusahaan menggunakan financial leverage untuk memperoleh aset lebih banyak dibandingkan dengan modal ekuitas yang dimiliki.

3. Menganalisis hasil DuPont Analysis

Setelah menghitung tiga komponen tersebut, kita dapat menghitung ROE menggunakan DuPont Analysis.

Rumus DuPont Analysis:

ROE = net profit margin × asset turnover × financial leverage

Contoh perhitungan ROE dengan DuPont Analysis:

Dengan menggunakan data yang sudah dihitung sebelumnya:

  • Net profit margin = 0,10 (atau 10%)
  • Asset turnover = 0,5
  • Financial leverage= 2,5
  • ROE = 0,10 × 0,5 × 2,5 = 0,125 atau 12,5%

Artinya, ROE perusahaan berdasarkan analisis DuPont adalah 12,5%. Angka tersebut menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari ekuitas yang diinvestasikan. Namun, ROE yang optimal tidak hanya dilihat dari besarnya nilai, tetapi juga dari konsistensi kinerja serta kesesuaiannya dengan standar industri.

4. Menilai stabilitas dan tren kinerja keuangan

Langkah selanjutnya adalah menganalisis perubahan kinerja laporan keuangan perusahaan dari waktu ke waktu. Anda bisa mengevaluasi perubahan dalam ROE dan komponennya, Anda dapat mengidentifikasi pola atau fluktuasi yang mungkin menunjukkan masalah atau peluang dalam jangka panjang. Untuk menilai stabilitas kinerja keuangan, penting untuk melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan selama minimal 5 tahun terakhir. 

Anda dapat melihat tren yang lebih jelas dan mengidentifikasi perubahan signifikan. Kinerja keuangan yang stabil mencerminkan bahwa perusahaan memiliki model bisnis yang solid dan terkelola dengan baik. Sebaliknya, fluktuasi yang tajam atau tidak konsisten dapat menunjukkan adanya ketidakpastian dalam pengelolaan perusahaan, yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

5. Membandingkan dengan perusahaan sejenis

DuPont Analysis juga berguna untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan kompetitornya dalam industri yang sama. Dengan membandingkan ROE dan komponen-komponen DuPont antara perusahaan-perusahaan sejenis, Anda bisa menilai apakah perusahaan yang Anda evaluasi berada di posisi yang kompetitif atau apakah ada komponen yang perlu diperbaiki. Perbandingan ini penting, terutama bagi investor yang ingin memilih saham jangka panjang dengan potensi pertumbuhan yang optimal.

DuPont Analysis merupakan salah satu metode yang bisa digunakan sebelum berinvestasi saham dalam jangka panjang, karena membantu memahami dengan jelas tentang faktor yang memengaruhi return on equity (ROE) perusahaan. Dengan memecah ROE menjadi net profit margin, asset turnover, dan financial leverage, Anda dapat lebih memahami kinerja keuangan perusahaan secara mendalam. Hal ini sangat berguna dalam pengambilan keputusan investasi yang tepat, terutama untuk jangka panjang.

Namun, perlu diingat bahwa berinvestasi langsung di saham bisa melibatkan risiko yang cukup tinggi. Tidak semua investor memiliki waktu atau keahlian untuk menganalisis saham secara mendalam dan terus memantau perubahan kondisi emiten, maka investasi pada instrumen reksa dana saham dapat menjadi pilihan. 

Portofolio pada reksa dana saham dikelola oleh manajer investasi (MI) berpengalaman, yang menggunakan analisis mendalam, perhitungan data yang cermat, dan riset pasar untuk memilih saham potensial. Anda bisa membeli produk reksa dana saham di Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ada beragam reksa dana saham di Makmur yang bisa dipertimbangkan, salah satunya Bahana Primavera 99 Kelas G. Berdasarkan data per 30 Desember 2025, reksa dana tersebut memiliki kinerja cukup baik secara historis, mengalami pertumbuhan sebesar 11,36% dalam 3 bulan terakhir.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January, dan promo Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Artikel

Potensi Imported Inflation Indonesia, Mengapa Biaya Hidup Makin Mahal Saat Rupiah Melemah?

Key Takeaways: Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indikator makroekonomi yang memengaruhi stabilitas harga di Indonesia. Ketika rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harga berbagai barang dan jasa cenderung ikut meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai inflasi impor atau imported inflation, yaitu kenaikan harga yang berasal dari meningkatnya biaya barang impor akibat pelemahan mata uang […]

author
Content Management
calendar
08 Oktober 2026
Artikel

Reformasi Free Float dan Transparansi Jadi Sorotan MSCI, Sejauh Mana Progresnya Menentukan Nasib Pasar Saham Indonesia?

Key Takeaways: Bagi investor global, keputusan mengalokasikan dana ke suatu negara sering kali dimulai dari indeks acuan, bukan dari analisis emiten satu per satu. MSCI merupakan salah satu penyedia indeks global yang dijadikan patokan oleh banyak investor institusional, sehingga perubahan perlakuannya terhadap suatu pasar dapat memengaruhi komposisi indeks dan alokasi dana yang mengikutinya. Sepanjang 2026, […]

author
Content Management
calendar
07 Oktober 2026
Artikel

Sektor yang Cenderung Tahan Gejolak di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Analisisnya

Key Takeaways: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian investor. Konflik yang melibatkan kawasan produsen energi penting ini bukan hanya berdampak pada stabilitas politik, tetapi juga memicu kenaikan harga komoditas, nilai tukar, hingga pasar saham. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mencari saham tahan gejolak yang mampu menjaga kinerja di tengah tekanan eksternal. Perlu […]

author
Content Management
calendar
05 Oktober 2026
Artikel

Mengapa Rupiah Melemah hingga Rp18.000/USD? Ini Penyebabnya dan Jenis Reksa Dana yang Relatif Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]

author
Content Management
calendar
01 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0