Key Takeaways:
DuPont Analysis merupakan metode yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan secara lebih mendalam. Dikenalkan pertama kali oleh perusahaan kimia DuPont pada tahun 1920-an, analisis ini bisa dimanfaatkan investor untuk memecah return on equity (ROE), menjadi beberapa komponen yang lebih spesifik.
Dengan demikian, DuPont Analysis memberikan wawasan yang lebih jelas tentang faktor apa saja yang memengaruhi keuntungan dan efisiensi operasional perusahaan. Analisis ini tidak hanya berguna untuk menilai kinerja historis, tetapi juga penting dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.
Untuk melakukan evaluasi saham jangka panjang menggunakan DuPont Analysis, Anda perlu mengikuti beberapa langkah yang sistematis. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan:
ROE mengukur sejauh mana perusahaan menghasilkan laba dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham. Rumus dasar ROE adalah:
| ROE = laba bersih / ekuitas |
Contoh perhitungan ROE:
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki laba bersih sebesar Rp500.000.000 dan ekuitas sebesar Rp2.000.000.000.
Artinya, perusahaan menghasilkan laba sebesar 25% dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
DuPont Analysis memecah ROE menjadi tiga komponen, net profit margin (NPM), perputaran aset, dan perputaran ekuitas.
Net profit margin (NPM) mengukur sejauh mana perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Kisaran net profit margin dapat berbeda-beda tergantung pada sektor industri dan model bisnis perusahaan. Oleh karena itu, angka NPM sebaiknya dianalisis dengan membandingkan emiten sejenis dalam industri yang sama. Rumus menghitungnya adalah:
| NPM = laba bersih / pendapatan |
Contoh perhitungan NPM:
Misalnya, laba bersih perusahaan adalah Rp500.000.000 dan pendapatan sebesar Rp5.000.000.000.
Artinya, perusahaan memperoleh laba sebesar 10% dari total pendapatannya.
Asset turnover mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan aset untuk menghasilkan pendapatan. Tingkat asset turnover yang ideal sangat bergantung pada karakteristik sektor usaha, di mana sektor berbasis aset besar umumnya memiliki perputaran aset yang lebih rendah dibandingkan sektor berbasis volume penjualan. Sementara nilai yang lebih rendah bisa menunjukkan bahwa perusahaan mungkin tidak sepenuhnya memanfaatkan aset yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan.
Rumus asset turnover:
| Asset turnover = pendapatan / total aset |
Contoh perhitungan asset turnover:
Misalnya, pendapatan perusahaan adalah Rp 5.000.000.000 dan total aset perusahaan sebesar Rp 10.000.000.000.
Artinya, setiap Rp1 aset perusahaan menghasilkan Rp0,5 pendapatan.
Financial leverage mengukur sejauh mana perusahaan menggunakan utang atau aset untuk membiayai ekuitasnya. Rasio ini menunjukkan seberapa banyak aset yang dimiliki perusahaan dibandingkan dengan modal ekuitas yang dimiliki oleh pemegang saham. Secara umum, financial leverage yang sehat dan konservatif berada pada kisaran 1,5–2,5 kali, biasanya ditemui pada emiten konsumer, teknologi, sementara kisaran 2,5–4,0 kali dinilai moderat dan wajar, terutama pada sektor manufaktur dan perdagangan, serta di atas 4,0 kali mencerminkan struktur yang agresif dan perlu dicermati lebih lanjut karena semakin tinggi tingkat leverage, semakin besar pula ketergantungan emiten terhadap pendanaan berbasis utang.
Rumus financial leverage
| Financial Leverage = total aset / total ekuitas |
Contoh perhitungan financial leverage:
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki total aset sebesar Rp10.000.000.000 dan total ekuitas sebesar Rp4.000.000.000. Maka, perhitungan financial leverage-nya adalah:
Artinya, setiap Rp1 ekuitas yang dimiliki perusahaan didukung oleh Rp2,5 aset, yang mengindikasikan bahwa perusahaan menggunakan financial leverage untuk memperoleh aset lebih banyak dibandingkan dengan modal ekuitas yang dimiliki.
Setelah menghitung tiga komponen tersebut, kita dapat menghitung ROE menggunakan DuPont Analysis.
Rumus DuPont Analysis:
| ROE = net profit margin × asset turnover × financial leverage |
Contoh perhitungan ROE dengan DuPont Analysis:
Dengan menggunakan data yang sudah dihitung sebelumnya:
Artinya, ROE perusahaan berdasarkan analisis DuPont adalah 12,5%. Angka tersebut menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari ekuitas yang diinvestasikan. Namun, ROE yang optimal tidak hanya dilihat dari besarnya nilai, tetapi juga dari konsistensi kinerja serta kesesuaiannya dengan standar industri.
Langkah selanjutnya adalah menganalisis perubahan kinerja laporan keuangan perusahaan dari waktu ke waktu. Anda bisa mengevaluasi perubahan dalam ROE dan komponennya, Anda dapat mengidentifikasi pola atau fluktuasi yang mungkin menunjukkan masalah atau peluang dalam jangka panjang. Untuk menilai stabilitas kinerja keuangan, penting untuk melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan selama minimal 5 tahun terakhir.
Anda dapat melihat tren yang lebih jelas dan mengidentifikasi perubahan signifikan. Kinerja keuangan yang stabil mencerminkan bahwa perusahaan memiliki model bisnis yang solid dan terkelola dengan baik. Sebaliknya, fluktuasi yang tajam atau tidak konsisten dapat menunjukkan adanya ketidakpastian dalam pengelolaan perusahaan, yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
DuPont Analysis juga berguna untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan kompetitornya dalam industri yang sama. Dengan membandingkan ROE dan komponen-komponen DuPont antara perusahaan-perusahaan sejenis, Anda bisa menilai apakah perusahaan yang Anda evaluasi berada di posisi yang kompetitif atau apakah ada komponen yang perlu diperbaiki. Perbandingan ini penting, terutama bagi investor yang ingin memilih saham jangka panjang dengan potensi pertumbuhan yang optimal.
DuPont Analysis merupakan salah satu metode yang bisa digunakan sebelum berinvestasi saham dalam jangka panjang, karena membantu memahami dengan jelas tentang faktor yang memengaruhi return on equity (ROE) perusahaan. Dengan memecah ROE menjadi net profit margin, asset turnover, dan financial leverage, Anda dapat lebih memahami kinerja keuangan perusahaan secara mendalam. Hal ini sangat berguna dalam pengambilan keputusan investasi yang tepat, terutama untuk jangka panjang.
Namun, perlu diingat bahwa berinvestasi langsung di saham bisa melibatkan risiko yang cukup tinggi. Tidak semua investor memiliki waktu atau keahlian untuk menganalisis saham secara mendalam dan terus memantau perubahan kondisi emiten, maka investasi pada instrumen reksa dana saham dapat menjadi pilihan.
Portofolio pada reksa dana saham dikelola oleh manajer investasi (MI) berpengalaman, yang menggunakan analisis mendalam, perhitungan data yang cermat, dan riset pasar untuk memilih saham potensial. Anda bisa membeli produk reksa dana saham di Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ada beragam reksa dana saham di Makmur yang bisa dipertimbangkan, salah satunya Bahana Primavera 99 Kelas G. Berdasarkan data per 30 Desember 2025, reksa dana tersebut memiliki kinerja cukup baik secara historis, mengalami pertumbuhan sebesar 11,36% dalam 3 bulan terakhir.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January, dan promo Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Pergerakan harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan sentimen pasar, tetapi juga oleh aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten. Setiap aksi korporasi mencerminkan langkah strategis perusahaan yang berpotensi memengaruhi nilai saham serta arah pengambilan keputusan pemegang saham. Memahami jenis-jenis aksi korporasi dan dampaknya terhadap pasar menjadi langkah penting untuk membangun keputusan […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp243,41 triliun per November 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari manajer investasi (MI) bereputasi baik, […]
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Sebagai instrumen investasi dengan potensi pertumbuhan dan risiko relatif tinggi, reksa dana saham cocok bagi investor yang siap menghadapi fluktuasi pasar dan memiliki tujuan investasi jangka panjang. Sepanjang 2025, IHSG naik +22,13% ke level 8.646,94, mencerminkan tren positif pasar saham domestik. Makmur menyeleksi reksa dana saham dari manajer investasi (MI) bereputasi baik, sehingga produk yang […]